Anda di halaman 1dari 8

AIK IV

“MEMBANGUN
KELUARGA SAKINAH”

Kelompok 2 :

1. Eka Astuty Nur Ala 314

2. Dewi Alfareza 317

3. Nur Intan Alawiyah 339


Pengertian Keluarga Sakinah

• Keluarga yang  Dalam kaidah Bahasa


mendapat keridhaan Pandangan Indonesia mengandung
Allah SWT Islam makna keluarga yang diliputi
rasa damai, tentram
 Disebut juga sebagai Keluarga
• Suatu kelompok sosial yang terdiri dari suami Bahagia
istri, ibu bapak, anak pinak, cucu cicit, sanak
saudara yang sama-sama dapat merasa senang Keluarga
terhadap satu sama lain dan terhadap hidup • Keluarga yang memiliki
sendiri dengan gembira, mempunyai objektif
Sakinah dan menikmati segala
hidup baik secara individu atau secara bersama, kemewahan material
optimistik dan mempunyai keyakinan terhadap
sesama sendiri .
Pandangan Pandangan
Ahli Barat
JADI…
Keluarga Sakinah ialah kondisi sebuah keluarga yang sangat
ideal yang terbentuk berlandaskan Al-Quran dan Sunnah
untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Kebendaan bukanlah sebagai ukuran untuk membentuk
keluarga bahagia sebagaimana yang telah dinyatakan oleh
Negara barat.
Hak dan Kewajiban Suami Istri

1) Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah.


(Ar-Rum: 21).
2) Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing
pasangannya. (An-Nisa’: 19 - Al-Hujuraat: 10)
3) Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa’: 19)
4) Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan.
5) Suami adalah pemimpin rumah tangga
Hak dan Kewajiban Suami Istri

1) Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah
melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita). (An-Nisa’:
34)
2) Suami dipatuhi dan tidak boleh ditentang
3) Tanpa izin suami, isteri tidak boleh mensedekahkan harta suami, dan tidak boleh
berpuasa sunnah.
4) Suami harus dilayani oleh isteri kecuali uzur, dan isteri tidak boleh keluar rumah
tanpa izinnya. Rasulullah saw bersabda:
“Isteri harus patuh dan tidak menentangnya. Tidak mensedekahkan apapun yang ada di rumah suami
tanpa izin sang suami. Tidak boleh berpuasa sunnah kecuali dengan izin suami. Tidak boleh menolak
jika suaminya menginginkan dirinya walaupun ia sedang dalam kesulitan. Tidak diperkenankan keluar
rumah kecuali dengan izin suami.” (Al-Faqih, 3:277)
Manajemen Konflik antara
Suami dan Istri
a) Pengertian : Kemampuan individu untuk mengelola konflik-konflik yang dialaminya
dengan cara yang tepat, sehingga tidak menimbulkan komplikasi negatif pada
kesehatan jiwanya maupun keharmonisan keluarga.
b) Penyebab Konflik
Konflik suami istri disebabkan oleh kurangnya “rasa saling” antara keduanya :
 Kurangnya saling pengertian terhadap kelebihan dan kekurangan masing-

masing
 Kurangnya saling percaya
 Kurangnya saling terbuka
 Kurang komunikasi yang efektif
Manajemen Konflik antara
Suami dan Istri
c) Tahapan Manajemen Konlfik
1) Tahap Primer
2) Tahap Sekunder
3) Tahap Premier
d) Penyelesaian Konflik
1) Menasehati jika istri atau pasangan melakukan kesalahan
2) Tinggalkanlah atau pisah ranjang
3) Jika perlu pukulah mereka (dalam tahap ini jika sudah tidak ada jalan yang lain)
4) Memanggil juru damai dari kedua belah pihak