Anda di halaman 1dari 8

KELOMPOK 1:

ASMA FITRIANI (P201801028)


HERTI HILDA RUTH SANABUKY (P201801022)
SITI RAHMSA SAVIRA AZZUHRA (P201801005)
ALVINA WISDAMAYANTI (P201801008)
AHMAD ADRIAN (P201801032)
NUR FADILLAH (P201801027)
EKA (P201801025)
RINAWATI (P201801021)
HASFILLA (P201801034)
Tanda-Tanda Vital
Tanda-tanda vital adalah ukuran dari fungsi-fungsi vital tubuh yang paling dasar. Ada empat tanda-
tanda vital utama yaitu suhu tubuh, denyut nadi, laju pernapasan, dan tekanan darah. Oleh karena itu,
diperlukan untuk melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital.

Pemeriksaan Tekanan darah


Metode klasik memeriksa tekanan ialah dengan menentukan tinggi kolom cairan yang
memproduksi tekanan yang setara dengan tekanan yang diukur. Alat yang mengukur tekanan dengan metode
ini disebut manometer. Alat klinis yang biasa digunakan dalam mengukur tekanan adalah sphygmomanometer,
yang mengukur tekanan darah.

a.Manometer merkuri b.Manometer aneroid Jenis-jenis tekanan darah :


1. Tekanan darah sistolik
2. Tekanan darah diastolik
3. Tekanan darah arteri
Penilaian normal tekanan darah

Umur Tekanan sistolik/diatolik (mmHg)

1 bulan 86/54
6 bulan Penilaian tekanan darah90/60
:

1 tahun 96/65
2 tahun 99/65
4 tahun 99/65
6 tahun 100/60
8 tahun 105/60
10 tahun 110/60
12 tahun 115/60
14 tahun 118/60
16 tahun 120/65
Pemeriksaan nadi/arteri
Pemeriksaan nadi sangat penting dilakukan agar petugas kesehatan yang melakukan pemeriksaan
nadi dapat mengetahui keadaan nadi (frekuensi irama dan kuat lemah nadi ).
Beberapa pembuluh nadi lain yang dapat diraba manual, antara lain:
a. pergelangan tangan di sebelah sisi yang berdekatan dengan jempol (a. radialis),
b. lipat siku pada sisi berlawan dari a. radialis (a. brakialis),
c. sisi samping leher (a. karotis interna),
d. pangkal paha (a. femoralis),
e. lipat siku (a. poplitea),
f. sedikit di atas tumit kaki (a. tibialis posterior),
g. permukaan punggung kaki (a. dorsalis pedis).

Usia Denyut nadi (x/permenit)


Balita 120-160
Anak 90 – 140
Pra sekolah 80 – 110
Sekolah 75 – 100
Remaja 60 – 90
Dewasa 60-100
Pemeriksaan pernafasan
Pemeriksaan pernafasan merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai proses
pengambilan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai frekuensi,
irama, kedalaman dan tipe atau pola pernafasan.
Cara pemeriksaan pernafasan :
a. Pemeriksaan inspeksi : perhatikan gerakan pernafasan pasien secara menyeluruh
b. Pemeriksaan palpasi : pemeriksa meletakkan telapak tangan untuk merasakan naik turunnya gerakan
dinding dada.
c. Pemeriksaan auskultasi : menggunakan membran stetoskop diletakkan pada dinding dada di luar lokasi
bunyi jantung.

Usia Frekuensi (x/menit)

Balita 30 – 60

Anak 30 – 50

Pra sekolah 25 – 32

Sekolah 20 – 30

Remaja 16 – 19

Dewasa 12 – 20
Pemeriksaan suhu
Pemeriksaan suhu merupakan salah satu pemeriksaan yang digunakan untuk menilai kondisi
metabolisme dalam tubuh , dimana tubuh menghasilkan panas secara kimiawi melalui metabolisme darah.
Pemeriksaan suhu dapat dilakukan di mulut, aksila atau rektal, dan ditunggu selama 3–5 menit. Pemeriksaan
suhu dilakukan dengan menggunakan termometer baik dengan glass thermometer atau electronic
thermometer.

a. Glass Thermometer b. Electronic Thermometer


Macam-macam cara pemeriksaan suhu tubuh :
a. Secara Oral (melalui mulut) b. Pengukuran suhu tubuh secara rektal

c. Pengukuran suhu tubuh secara aksila