Anda di halaman 1dari 47

Teknik Switching &

Rekayasa Trafik
MODUL 03
Edi Soerjanto, Ir. MSi
MODUL 03
NUMBERING
• Tujuan dan Struktur Penomoran
• National & Intern’l Code
PUBLIC SWITCH TELEPHONE
NETWORK – PSTN
• Komponen Jaringan PSTN
• Cara Kerja PSTN
• ADSL
Sistem Penomoran
• Setiap pelanggan harus diidentifikasi atau dinomorkan secara unik (tidak
sama) di seluruh dunia, dikenal dengan Numbering. Bertujuan untuk
mempermudah routing dalam proses pembentukan panggilan dan juga
mempermudah pengecekan bila terjadi kesalahan. Pola harus mengacu
pada hirarki sentral telepon.
• Pada dasarnya, penomoran telepon mengacu dua hal penting:
o Merencanakan route yang akan ditempuh oleh suatu pembicaraan.
o Mengaktifkan signaling untuk bekerjanya peralatan-peralatan yang
dibutuhkan menentukan tarif yang sesuai dengan suatu pembicaraan yang
sedang berlangsung. Pentarifan umumnya menganut sistem Sender Keep All
(SKA), dimana pemanggil yang menanggung biaya penyambungan panggilan.
• Karena nomor pelanggan satu berbeda dengan yang lain, maka nomor
pelanggan akan menentukan jumlah pelanggan yang diakomodasi di area
Sentral tersebut. Contoh, jika ada 100 pelanggan maka penomoran
dilakukan antara 00 sampai dengan 99.
Tujuan Penomoran
• Menentukan penomoran pelanggan lokal & nasional serta
menyediakan layanan dengan suatu kode yang unik dan sederhana
memungkinkan pengaturan panggilan secara otomatis kepada setiap
pelanggan.
• Membedakan identitas setiap pelanggan dengan nomor yang unik.
• Mengalihkan jalur setiap panggilan, jika terjadi blocking di Sentral.
• Mengaktifkan perangkat lunak pembebanan biaya (charging
software) untuk billing.
Struktur Penomoran
1. Penomoran Nasional : NDC + SN
2. Penomoran Internasional : CC + NDC + SN
NDC – National Destination Code CC - Country Code SN – Subscriber Number
Nomor Internasional adalah Nomor Nasional ditambah dengan Kode Negara (country code).
Menurut rekomendasi ITU-T ditentukan bahwa panjang nomor internasional tidak boleh lebih dari
15 digit. Dengan demikian nomor nasional pun tidak boleh lebih dari 15 digit dikurangi dengan
kode negara.
SN berisi kode area Sentral Lokal dan nomor identitas pelanggan itu sendiri.
Contoh
+62-21-819-5282 menunjukkan 62 prefix CC Indonesia, yaitu Digit yang harus diputar oleh
pelanggan pemanggil yang akan mengadakan hubungan internasional yang akan menyambungkan
pada peralatan outgoing internasional secara otomatis. Setelah itu 21 menunjukkan prefix NDC
Jakarta dan 819 menunjukkan kode Sentral Lokal di Jakarta di mana pelanggan berada, dan 5282
menunjukkan nomor dari pelanggan tersebut.

Apabila akan menghubungi pelanggan sesama area maka dial 7 digit terakhir saja tanpa prefix NDC
dan Country Code. Jika ingin keluar area (beda NDC) maka harus tekan prefix “0 + NDC (misal 22
Bandung) + SN”.
Sistem Penomoran
ITU-T membagi sistem untuk nomor pelanggan yang dipakai menjadi
2 (dua) yaitu :
1. Penomoran Uniform, suatu sistem penomoran dimana panjang
atau banyak digit dari nomor pelanggan yang terletak di dalam satu
daerah penomoran lokal adalah sama.

2. Penomoran Non Uniform, jika nomor pelanggan terletak pada satu


daerah penomoran lokal mempunyai jumlah digit atau panjang yang
tidak sama.
National Destination Code
Jakarta Jawa Timur
• 021 — Kepulauan Seribu — Jakarta Barat — Jakarta Pusat • 031 - Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Bangkalan
— Jakarta Selatan — Jakarta Timur — Jakarta Utara • 0321 - 0324 - Pamekasan
• 021 — Tigaraksa (Kabupaten Tangerang) — Kota • 0325 - Sangkapura (Bawean)
Tangerang — Kota Tangerang Selatan (Pamulang) • 0327 - Kepulauan Kangean, Kepulauan Masalembu
Jawa Barat • 0328 - Sumenep
• 021 — Kota Bekasi — Kota Depok • 0331 - Jember
• 022 — Kota Bandung — • 0334 - Lumajang
• 0251 — Kota Bogor —Kabupaten Bogor • 0335 - Probolinggo, Kraksaan
• 0341 - Malang, Kepanjen, Batu
Jawa Tengah
• 0342 - Blitar, Wlingi
• 024 - Semarang, Ungaran, Demak (Mranggen, Sayung)
• 0351 - Madiun, Caruban, Magetan, Ngawi
• 0271 - Surakarta (Solo), Boyolali
• 0353 - Bojonegoro
• 0285 - Pekalongan, Batang • 0354 - Kediri, Pare
• 0274 - Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, • 0355 - Tulungagung, Trenggalek
Country Code • -G
Gabonese Republic : +241
Gambia : +220
Georgia : +995
• -F Germany : +49
Ghana : +233
Falkland Islands (Malvinas) : +500 Gibraltar : +350
Faroe Islands : +298 Global Mobile Satellite System (GMSS) : +881
Fiji Islands : +679 Globalstar : +8818, : +8819
Finland : +358
France : +33 • U
Uganda : +256
• I Ukraine : +380
ICO Global (Mobile Satellite Service) : +17621 United Arab Emirates : +971
Iceland : +354 United Kingdom : +44
India : +91 United States of America : +1
Indonesia : +62 US Virgin Islands +1-340*
Inmarsat (Atlantic Ocean – East) : +871 Universal Personal Telecommunications (UPT) : +878
Inmarsat (Atlantic Ocean – West) : +874 Uruguay : +598
Inmarsat (Indian Ocean) : +873 Uzbekistan : +998
Inmarsat (Pacific Ocean) : +872 • -S
International Freephone Service : +800
International Shared Cost Service (ISCS) : +808 • Singapore : +65
Iran : +98 Slovak Republic : +421
Iraq : +964 Slovenia : +386
Ireland : +353 Solomon Islands : +677
Iridium (Mobile Satellite service) : +8816 Somali Democratic Republic : +252
Iridium (Mobile Satellite service) : +8817 South Africa : +27
Israel : +972 Spain : +34
Italy : +39
Contoh Seluler
Telkomsel +62 812 XXX ZZZ
XL +62 818 XXX ZZZ
Indosat +62 856 XXX ZZZ
Kode Cellular/Mobile
Kode Prefix Telkomsel Kode Prefix Indosat
• 0811- (Kartu Halo 10, 11 digit) • 0855- (Matrix 10 digit)
0812- (Kartu Halo, simPATI 11, 12 0856- (IM3 (10 digit limited
digit)
0813- (Kartu Halo, simPATI 12 digit) edition), 11, dan 12 digit)
0821- (simPATI 12 digit) 0857- (IM3 12 digit)
0822- (simPATI, Kartu Facebook) 0858- (Mentari 12 digit)
0823- (Kartu As 12 digit)
0852- (Kartu As 12 digit) 0814- (Broadband Indosat M2 12
0853- (Kartu As 12 digit) digit)
0851 – Kode Kartu AS pengganti 0815- (Matrix, Mentari 11, 12 digit)
Flexi yang sudah di akuisisi 0816- (Matrix, Mentari 10, 11, dan
Telkomsel.
12 digit)
Kode Cellular Mobile
Kode prefix XL Axiata Kode Prefix 3 (Three)
• 0817- (Pra bayar dan Explor 10, 11, • 0896- (Pra bayar dan Pasca bayar
12 digit)
0818- (Pra bayar dan Explor 10, 11, 11, 12 digit)
12 digit) 0897- (Pra bayar dan Pasca bayar
0819- (Pra bayar dan Explor 10, 11, 11, 12 digit)
12 digit)
0859- (Pra bayar dan Explor 12 0898- (Pra bayar dan Pasca bayar
digit) 11, 12 digit)
0877- (Pra bayar dan Explor 12
digit) 0899- (Pra bayar dan Pasca bayar
0878- (Pra bayar dan Explor 12 11, 12 digit)
digit)
PUBLIC SWITCH TELEPHONE
NETWORK - PSTN
PSTN
• Public Switch Telephone Network (PSTN) merupakan jaringan publik yang
bersifat circuit-switched dan pada awalnya disiapkan hanya untuk fasilitas
telepon. PSTN merupakan jaringan telekomunikasi pertama dan terbesar di
seluruh dunia, hampir 700 juta pelanggan memanfaatkan jaringan tersebut
untuk aktivitas telepon.

• Karakteristik utama PSTN :


• Bersifat circuit-switched.
• Akses analog dengan frekuensi 300-3400 Hz
• Memiliki bandwidth 64 kbps.
• Bersifat fixed (tetap), sehingga mobilitasnya sangat terbatas.
• Dapat diintegrasikan dengan jaringan lain seperti : PDN, PLMN, ISDN.
Jaringan Utama PSTN
• Jaringan Backbone
Merupakan core network/jaringan inti yang membangun PSTN, yaitu jaringan
yang menghubungkan antar Sentral. Setiap kanal pada jaringan ini disebut trunk.

• Jaringan Akses
Jaringan yang menghubungkan sentral sampai ke pelanggan. Jaringan Akses
dapat dibagi menjadi empat : Jaringan Lokal Akses Tembaga (Jarlokat), Jaringan
Lokal Akses Radio (Jarlokar), Jaringan Lokal Akses Fiber Optik (Jarlokaf), Hybrid
Fiber Coaxial (HFC)

• Jaringan Interkoneksi
Jaringan private yang menghubungkan jaringan akses atau backbone ke jaringan
internal suatu perusahaan atau institusi. Di perusahaan tersebut dihubungkan ke
perangkat sentral yang bersifat private, yang disebut Private Branch eXchange
(PBX ), untuk keperluan komunikasi internal perusahaan tersebut dan dapat
dihubungkan ke external.
Private Automatic Branch eXchange
(PABX)
• PABX atau Private Automatic Branch eXchange adalah perangkat penyambungan
komunikasi telepon yang terletak di sisi pelanggan, misalkan di gedung-gedung kantor,
mall, RS, hotel, perumahan, dll yang memerlukan percabangan sambungan telepon.
• PABX juga disebut Sentral Telepon Otomat (STO), secara umum terhubung ke penyedia
layanan telekomunikasi publik seperti PT. TELKOM, PT. INDOSAT, PT. TELKOMSEL, PT.
BAKRI, dll dalam skala kapasitas yang lebih besar untuk layanan individu ke rumah,
kantor dan lain-lain.
• Perangkat ini akan mengatur panggilan yang masuk serta meneruskan panggilan ke
nomor tujuan di internal perusahaan/lokasi tersebut, sehingga pengguna dapat dengan
mudah melakukan penggilan ke nomer tujuan, cukup dengan menekan nomor tujuan
(nomor extension atau nomer rumah).
• Ukuran atau parameter PABX dalam kapasitas jumlah line telkom yang tersambung ke
PABX dan jumlah extention (cabang ). Mulai kapasitas satuan, puluhan, ratusan atau
ribuan circuit extension.
• Saat ini PABX telah mengaplikasikan teknologi Internet Protocol (IP) sehingga disebut IP
PBX.
Komponen Utama PSTN
PSTN terdiri dari 4 (empat) komponen utama :

• Subscriber : perangkat (handset) di sisi pelanggan yang berhubungan


dengan jaringan. Contoh: telepon, fax.
• Subscriber line : link antara subscriber dengan jaringan, dapat disebut
sebagai subscriber loop atau local loop.
• Exchanges (Sentral) : sebagai pusat switching pada jaringan.
• Trunks : kanal-kanal yang menghubungkan antar Sentral
Jaringan Privat dan Jaringan Publik
• Jaringan Private merupakan jaringan yang dibangun oleh suatu kelompok,
lembaga, perusahaan, institusi, hotel, pabrik, ruko atau bahkan seseorang
di lingkungan internalnya sendiri, dengan harapan komunikasi internal
dapat dilakukan dengan lebih cepat, aman, dan murah.
Contoh : PBX (Private Branch eXchange), LAN (Local Area Network), dan VPN
(Virtual Private Network).

• Jaringan Publik adalah jaringan yang dibangun oleh pemerintah maupun


penyedia jasa telekomunikasi untuk kepentingan umum, baik yang
berorientasi profit maupun non-profit, sehingga masyarakat luas dapat
memanfaatkan untuk pertukaran informasi.
Contoh : PSTN, ISDN, PLMN, Internet, dsb
PSTN
• PSTN (Public Switched Telephone
Network) biasa disebut jaringan
telpon tetap (fixed) dengan
menggunakan kabel. PSTN secara
umum diatur oleh standard-standard
teknis yang disusun ITU-T dan
menggunakan pengalamatan E.163-
E.164 yang secara umum dikenal
dengan penomoran telepon.
• PSTN merupakan jaringan publik yang
bersifat circuit switched dan awalnya
hanya untuk fasilitas telephoni.
• PSTN merupakan jaringan
telekomunikasi pertama dan terbesar
di seluruh dunia.
Jaringan PSTN
MDF Main Distribution Frame
IDF Intermediate Distribution Frame
RK Rumah Kabel
TB Telephone Box
Koneksi PABX
MDF Main Distribution Frame
IDF Intermediate Distribution Frame
TB Telephone Box
JB Junction Box
Koneksi Internet dengan ISDN
Pesawat Telepon PSTN
Pesawat telepon (handset) merupakan perangkat elektronika untuk
melakukan komunikasi jarak jauh yang tersambung ke jaringan, yang
terdiri dari 3 (tiga) bagian utama yaitu Speech Circuit, Dialler Circuit dan
Bell Circuit dengan fungsi tiap-tiap bagian sebagai berikut:
• Speech Circuit, yaitu rangkaian bicara yang berfungsi untuk komunikasi antar telepon,
yang dirancang untuk mengubah transmisi signal listrik menjadi suara dan sebaliknya
merubah suara manusia menjadi arus listrik untuk ditransmisi ke arah lawan bicara.
• Dialer Circuit, yaitu bagian proses penekanan (dialing) tombol untuk melakukan
pemanggilan pesawat telepon tujuan melalui jaringan telepon. Terdapat 2 (dua) metoda,
Decadic (pulsa) dan metoda DTMF (Dual Tone Multiple Frequency). Pada metoda decadic,
output rangkaian merupakan signal yang berbentuk pulsa segi empat. Pada metoda
DTMF, output rangkaian merupakan kombinasi dua frekuensi untuk setiap tombol.
• Bell Circuit yaitu rangkaian elektronika yang menghasilkan nada dering yang akan aktif
pada saat menerima signal panggilan berupa arus dengan besar tegangan tertentu.
Suara nada dering dapat bermacam-macam.
Pesawat Telepon
KOMPONEN PSTN
a. Sentral
Sentral Telepon merupakan pusat pengaturan hubungan antara pelanggan
telepon. Berupa rangkaian elektronika yang berfungsi menyambungkan nomor-
nomor pelanggan. Setiap Sentral mempunyai kode area tertentu. Sentral juga
mencatat semua data-data dan waktu penyambungan selama pembicaraan
berlangsung. Hasil pencatatan ini digunakan untuk data tagihan.

b. Main Distribution Frame (MDF)


Berupa rak-rak kabinet menempatkan blok-blok terminal horizontal dan vertikal.
Blok terminal vertikal terletak ke arah sisi pelanggan pada rangka MDF dan
berfungsi sebagai tempat diterminasikannya kabel primer. Sementara blok terminal
horizontal berfungsi sebagai tempat diterminasikan kabel dari sentral (kabel
sentral). Blok terminal vertikal dan blok terminal horizontal dihubungkan dengan
menggunakan kabel jumper wire, yaitu kabel tembaga polyetelin.
Sentral Telepon Otomat (STO)
Main Distribution Frame (MDF)
c. Kabel Primer
Kabel primer adalah kabel yang
menghubungkan MDF dengan RK.

d. Rumah Kabel (RK)


Merupakan sebuah terminal
untuk tempat terminasi kabel
primer dan sekunder. Bentuknya
berupa kotak tertutup berwarna
abu-abu yang umumnya dipasang
di pinggir jalan. Di bagian pintu
depan terdapat kode untuk RK
tersebut.
e. Kabel Sekunder
Kabel sekunder merupakan kabel
yang menghubungkan antara RK
dan DP.

f. Distribution Point (DP)


Terminal kabel tempat
penyambungan kabel sekunder
dengan saluran pelanggan. DP
biasanya terletak di atas tiang.
g. Kotak Terminal Batas (KTB)
KTB merupakan kotak terminal
yang dipasang di rumah atau
biasanya di dinding rumah. KTB
berbentuk kotak warna abu-abu di
tempel di dinding sebagai lanjutan
terminasi dari DP.
h. Soket/ Roset
Soket/ roset merupakan sebuah
terminal 1 pair to 1 pair, ada juga
yang 1 pair to beberapa pair, yang
terpasang di dalam rumah dimana
kabel akan dihubungkan ke
pesawat telepon.
Cara Kerja PSTN
1. Local Loop
• Setiap unit telepon terhubung dengan peralatan switching, peralatan
signaling dan baterai (sebagai penunjang arus DC untuk mengoperasikan
telepon) pada Sentral PSTN.
• Setiap telepon yang dihubungkan ke PSTN membentuk suatu loop lokal dari
dua kabel yang disebut dengan pasangan kabel. Peralatan switching akan
memberikan respon terhadap signal penekanan nomor (dialing) baik
berupa pulsa ataupun nada dari telepon pemanggil untuk menghubungkan
telepon yang memanggil dengan telepon yang menjadi tujuan. Apabila
hubungan berlangsung, kedua telepon tersebut berinteraksi melalui
pasangan loop transformator menggunakan arus yang dihasilkan dari
baterai PSTN.
2. Mengawali Pemanggilan
• Pada saat gagang telepon diletakkan pada telepon maka saklar dari telepon akan
tertekan yang mengakibatkan saklar terbuka, keadaan seperti ini disebut kondisi
on hook. Pada kondisi on hook antara pesawat telepon dan PSTN dalam keadaan
terbuka, tetapi Bell Circuit pada telepon selalu terhubung dengan PSTN.
• Kapasitor akan mencegah aliran arus DC dari baterai yang mengalir pada Bell
Circuit dan melalukan arus AC dari signal pendering. Bell Circuit akan
berimpedansi tinggi pada saat terjadi signal pembicaraan sehingga tidak akan
mempengaruhi.
• Pada saat gagang telepon diangkat maka saklar telepon akan tertutup, keadaan
ini disebut kondisi off hook. Pada kondisi off hook bagian Speech Circuit pada
telepon akan terhubung ke PSTN. Kondisi off hook memberikan isyarat pada PSTN
bahwa telepon akan menggunakan saluran sehingga arus DC akan mengalir ke
Speech Circuit. Kemudian PSTN akan mengirimkan nada pilih kepada telepon
pemanggil untuk mengetahui bahwa PSTN siap menerima penekanan (dialing)
nomor tujuan.
3. Penekanan Nomor (Dialing)
• Pada penekanan nomor dapat dilakukan dengan metoda decadic atau metoda
DTMF, tergantung pesawat telpon yang digunakan pelanggan.
• Umumnya pesawat telepon menggunakan metoda DTMF untuk mengirimkan
panggilan ke nomor tujuan. Telepon jenis ini memiliki 12 tombol yang terdiri dari
angka 0-9 ditambah dengan tanda * (asterik) dan tanda # (pagar).
• Penekanan sebuah tombol akan mengakibatkan rangkaian elektronika pada
telepon menghasilkan dua buah nada yang mewakili sebuah simbol dimana
frekuensi kedua nada tersebut masih berada pada saluran suara. Pada metoda ini
terdapat nada frekuensi rendah pada setiap baris dan frekuensi tinggi pada
setiap kolom.
• Pada sistem penekanan ini nilai frekuensi dan tata letak dari setiap tombol telah
distandarkan secara internasional.
Dialing
• Dual Tone Multiple Frequency (DTMF)
adalah teknik dialing untuk mengirimkan
angka angka pembentuk nomor telpon
yang di-kode-kan dengan 2 nada yang
dipilih dari 8 buah frekuensi yang sudah
ditentukan.
• Ke 8 (delapan) frekuensi tersebut adalah
697 Hz, 770 Hz, 852 Hz, 941 Hz, 1209 Hz,
1336 Hz, 1477 Hz dan 1633 Hz, seperti
terlihat pada Gambar di samping.
• Angka 1 di-kode-kan dengan 697 Hz dan
1209 Hz, angka 9 di-kode-kan dengan 852
Hz dan 1477 Hz.
• Kombinasi dari 8 frekuensi tersebut bisa
dipakai untuk meng-kode-kan 16 tanda,
tapi pada pesawat telepon biasanya
tombol ‘A’ ‘B’ ‘C’ dan ‘D’ tidak dipakai.
4. Hubungan Telepon
• Setelah pemanggil menekan (mendial) nomor tujuan, PSTN secara
otomatis akan menghubungkan telepon pemanggil ke telepon yang dituju.
• Jika telepon yang dituju dalam keadaan off hook maka nada sibuk akan
dihasilkan oleh PSTN untuk dikirimkan pada telepon pemanggil sebaliknya
bila telepon yang dituju dalam keadaan on hook maka nada dering akan
dikirimkan pada telepon yang dituju tersebut.
• Pada saat yang sama nada dering balik (ring back tone) akan dikirimkan
oleh PSTN ke telepon pemanggil untuk memberikan tanda bahwa telepon
yang dituju sedang berdering, dan menunggu untuk diangkat oleh nomor
tujuan.
5. Menjawab Panggilan
• Apabila telepon yang dituju diangkat maka local loop antar telepon dan
PSTN akan terbentuk dan loop arus akan mengalir pada telepon yang
dituju dan PSTN akan menghentikan signal dering dan nada dering balik
dari saluran tersebut. Kemudian komunikasi suara (pembicaraan antar
pelanggan) dapat dilakukan.

6. Mengakhiri Pembicaraan
• Hubungan telepon akan dihentikan apabila salah satu telepon atau kedua
telepon tersebut meletakkan gagang telepon. Hal ini mengakibatkan signal
on hook memberikan tanda ke PSTN untuk membebaskan saluran.
Peralatan STO
• Cabinet Rack
• Power Supply
• Extention Card
• Trunk Card
• Option Card
Kegunaan PABX
• PABX digital atau STO mempunyai
fungsi yang sama, tapi fungsi-fungsi
tersebut diterapkan dan diatur dengan
cara yang berbeda dalam sistem yang
bervariasi.
• Fungsi PABX adalah perangkat yang
menghubungkan nomor telepon
dengan mengatur proses signaling
maupun penyambungan komunikasi
telepon.
• PABX mencatat data-data pelanggan
dan waktu penyambungan selama
penyambungan berlangsung.
Gangguan STO
• Salahsatu penyebab kerusakan pada operasional Sentral/PABX adalah adanya
gangguan petir. Untuk meminimalisasi kerusakan akibat petir, dilakukan
proteksi pada sistem, baik internal maupun eksternal.
• Penggunaan Automatic Voltage Regulator (AVR) dan Uninterruptible Power
Supply (UPS) pada sistem instalasi listrik sebelum masuk ke PABX tidak
cukup reliable untuk mencegah terjadinya kerusakan pada sistem yang
disebabkan oleh gangguan petir.
• AVR hanya mampu mengantisipasi naik turunnya tegangan, tapi tidak
mampu mengantisipasi lonjakan impuls listrik yang berkecepatan mikro
detik.
• Penggunaan UPS hanya membantu power-up sistem bila terjadi
pemutusan listrik PLN sesaat.
• Untuk menambah kehandalan sistem dan layanan, selain
Uninteruptible Power Supply (UPS), umumnya digunakan juga
generator set (gen-set) untuk mengatasi gangguan catuan daya, saat
gangguan listrik PLN.
Hardware/ Software STO
Seiring perkembangan teknologi, suatu Sentral Telepon Otomat
(STO) dapat mengakomodasi layanan-layanan lain berbasis Internet
Protokol (IP), sehingga dilakukan modifikasi hardware berikut
software pada PSTN agar dapat dioperasikan juga untuk :

• IP PABX
• Router
• VoIP Provider
• USB Phone
• VoIP Gateway
• IP Phone
Splitter
• Splitter adalah alat untuk memisahkan sesuatu, yaitu memisahkan
frekuensi rendah terhadap frekuensi tinggi. Frekuensi rendah berupa voice,
yang mempunyai frekuensi 300-3400 Hz, sedangkan frekuensi tinggi berupa
data.
• Splitter terdiri dari 3 (tiga) buah port RJ-11, di mana ketiga port tersebut di
hubungkan ke roset, telepon dan modem. Splitter digunakan untuk
menghubungkan kabel antara modem dan line telepon ke jaringan kabel
Operator Telepon.
• Contoh, pada koneksi internet Telkom Speedy PT. Telkom. Splitter berfungsi
untuk menghindari gangguan saat pengguna mengakses internet
menggunakan modem ADSL. Jadi pada saat user sedang mengakses
internet, jika ada panggilan telepon masuk atau akan menggunakan
telepon, maka koneksi internet yang sedang digunakan tidak terganggu.
Sehingga splitter berfungsi memisahkan jaringan data terhadap jaringan
voice, semacam low pass filter bagi signal suara.
Pemasangan Splitter
ADSL
• Secara struktur, sambungan masuk dari telepon dibagi dua (2) keluaran, yaitu :
• Sambungan untuk modem ADSL.
• Sambungan untuk telepon.

• Tidak semua splitter/filter ADSL mempunyai kualitas yang baik. Beberapa


mempunyai kualitas yang buruk sehingga tidak berhasil memfilter dengan baik.
Konsekuensinya, akan terdengar suara/noise frekuensi tinggi pada pesawat
telepon yang digunakan. Jika terdengar noise semacam itu, dapat diatasi dengan
mengganti splitter/filter yang digunakan.
• Splitter berfungsi sebagai filter (memisahkan) signal suara (frekuensi rendah di
bawah 4 kHz) terhadap signal data (frekuensi tinggi di atas 30 kHz). Bila signal
suara masuk, maka akan dialirkan ke telepon oleh splitter. Bila signal yang masuk
adalah signal data, maka dialirkan ke modem ADSL.
• Pada ADSL, ada suatu device yang digunakan untuk memisahkan
antara komunikasi suara data data pada saluran telepon. Device
tersebut dinamakan splitter.
• Splitter dipasang pada kabel telepon RJ11 sebelum dihubungkan ke
modem ADSL dan ke pesawat telepon. Fungsi splitter adalah sebagai
filter untuk memisahkan signal DSL yang berfrekuensi tinggi dengan
signal telepon atau POTS yang berfrekuensi rendah yang lewat pada
saluran PSTN.
Splitter
Instalasi kabel udara
• Instalasi kabel udara, yaitu
pemasangan kabel yang dilakukan di
udara menggunakan tiang-tiang.
• Untuk pemasangan kabel dari ODC-
SMT-FQ hingga ODP-SMT-FQ
menggunakan instalasi kabel udara
karena lebih mudah dalam
pemasangan serta mengurangi waktu
dan biaya dibanding menggunakan
system duct atau direct burial.
• Kabel udara dapat dipasang pada
tiang baru maupun tiang lama
(existing), bila menggunakan tiang
existing perlu diperhitungkan
besarnya gaya rentang kabel tersebut
ditambah gaya rentang kabel existing.
Teknik Penarikan Kabel
Cara penarikan kabel :
• Penarikan kabel dilaksanakan dengan
memperhatikan faktor kemudahan,
keamanan dan kondisi lalu lintas pada saat
itu apabila penarikan dilakukan di jalan raya.
• Kabel ditarik mulai dari Sentral (Switching
Office).
• Kabel ditarik melalui bagian bawah haspel
yang ditempatkan pada trailer, kemudian
ujung kepala kabel ditambatkan pada tiang
awal. Kemudian kabel digelar dengan cara
menjalankan kendaraan penarik secara
pelan-pelan (metode drive off routes) atau
haspel dipasang diatas dongkrak yang kuat
kemudian ujung kepala ditarik menjauhi
haspel (metode back pull routes).