Anda di halaman 1dari 23

KREDENSIAL KEPERAWATAN

OLEH
KELOMPOK 6
Anwar Aliudin (162.0006B)
Beni Danil (162.0008B)
Rama Megantara (162.0022B)
Dwi Rachmawati Z. (162.0031B)
Pengertian
 Credentialing berasal dari bahasa inggris yang artinya
mandat. Sedangkan dalam bahasa Indonesia credentialing
biasa juga disebut dengan kredensial. Kredensial merupakan
proses untuk menentukan dan mempertahankan kompetensi
keperawatan. Proses kredensial merupakan salah satu cara
profesi keperawatan mempertahankan standar praktik dan
akuntabilitas persiapan pendidikan anggotanya
Tujuan
 Menurut Himpunan Peraturan perundang-undangan Bidang Tenaga
Kesehatan (2005) tujuan dari kredensial adalah sebagai berikut :
A. Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan
B. Melindungi masyarakat atas tindakan keperawatan yang dilakukan
C. Menetapkan standar pelayanan keperawatan
D. Menilai boleh tidaknya melakukan praktik keperawatan
E. Menilai kesalahan dan kelalaian
F. Melindungi masyarakat dan perawat
G. Menentukan dan mempertahankan kompetensi keperawatan
H. Membatasi pemberian kewenangan dalam melaksanakan praktik
keperawatan hanya bagi yang kompeten
I. Meyakinkan masyarakat bahwa yang melakukan praktek mempunyai
kompetensi yang diperlukan.
Jenis – Jenis kredensial
 Untuk menjamin kualitas standar pelayanan praktik seseorang
sehingga baik praktisi atau komsumen mempunyi jaminan yang
secara legal dapat dipertanggung jawabkan oleh instansi atau
organisasi. Maka dibawah ini dijabarkan tentang jenis-jenis proses
kredensial antara lain:
1. Lisensi
2. Registrasi
3. Sertifikasi
4. Akreditasi
Lisensi
 Lisensi merupakan izin praktek keperawatan. Izin praktek
keperawatan di perlukan oleh profesi dalam upaya
meningkatkan dan menjamin professional anggotanya. Bagi
masyarakat izin pratek keperawatan merupakan perangkat
pelindung bagi mereka untuk mendapat pelayanan dari
perawat professional yang benar-benar mampu dan mendapat
pelayanan keperawatan dengan mutu yang tinggi. Tidak
adanya izin praktik keperawatan menempatkan posisi
keperawatan berada pada posisi yang sulit untuk menemtukan
mutu keperawatan.
Registrasi
 Registrasi merupakan pencantuman nama seseorang dalam
informasilain pada badan resmi baik milik pemerintah atau
bukan ( Priharjo, 1995)
 Perawat yang telah terdaftar diizinkan unutk memakai
sebutan registered nurse. Untuk dapat terdaftar perawat
harus pendidikan keperawatan dan lulus ujian dari badan
pendaftaran dengan nilai yang diterima. Lisensi maupun
registrasi harus diperbaharui setiap satu atau dua tahun sekali.
Sertifikasi
 Sertifikasi merupakan proses pengabsahan bahwa seorang
perawat telah memenuhi standar minimal kompetensi
praktek pada area spesialisasi tertentu, seperti kesehatan ibu
dan anak, pediatric, jiwa, gerontology, dan kesehatan sekolah
(priharjo, 1995)
 Sertifikasi merupakan proses pengakuan oleh badan sertifikasi
terhadap kompetensi seorang tenaga profesi setelah
memenuhi persyaratan untuk menjlankan profesi kesehatan
tertentu sesuai dengan bidang pekerjaannya
Akreditasi
 Akreditasi merupakan suatu proses pengukuran dan
pemberian status akreditasi kepada institusi, program atau
pelayanan yang dilakukan oleh organisasi atau badan
pemerintah tertentu (priharjo, 1995)
 Status akreditasi suatu lembaga merupakan cermin kinerja
lembaga yang bersangkutan dan menggambarkan mutu,
efisiensi, serta relevansi suatu program-program yang
diselenggarakan. Hal-hal yang diukur dalam akreditasi
meliputi struktur, proses dan criteria hasil.
Proses Kredensial
 Perkembangan kredensial keperawatan cukup bervariasi di
setiap negara. Berikut ini gambaran proses kredensial di
dunia dan Indonesia :
1. Lisensi
2. Registrasi
3. Sertifikasi
4. Akreditasi
Lisensi
 Kita ketahui bahwa di Indonesia terdapat berbagai jenjang pendidikan
keperawatan dengan standar atau mutu antar institusi pendidikan yang
tidak sama. Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa seseorang yang
telah lulus dari pendidikan keperawatan belum tentu cukup menguasai
kompetensinya sebagai perawat. Situasi inilah yang membuat para
pemimpin keperawatan cukup prihatin. Pihak pasien tidak tahu apakah
pendidikan perawat atau justru diperburuk oleh kualitas keperawatan
yang diberikan oleh para perawat yang dipersiapkan dengan tidak
mantap(Sumijatun,2010)
 Tahapan-tahapan dibuatnya Surat Izin Praktek menurut SK Menkes No.
647 tahun 2000 :
1. SIP
2. SIK
3. SIPP
SIP (Surat Izin Perawat)
 Adalah bukti tertulis pemberian kewenangan untuk
menjalankan pekerjaan di seluruh wilayah Indonesia. SIP ini
di berikan kepada perawat yang baru lulus, perawat yang
sudah bekerja dan perawat yang sedang menjalani pendidikan
formal. Berlaku selama 5 tahun dan diperpanjang 6 bulan
sebelum masa berlakunya habis. Surat Izin Perawat ini
dikeluarkan oleh dinas kesehatan provinsi.
SIK (Surat Ijin Kerja)
 Adalah bukti tertulis pemberian kewenangan untuk
menjalankan pekerjaan di seluruh wilayah Indonesia. SIP ini
di berikan kepada perawat yang baru lulus, perawat yang
sudah bekerja dan perawat yang sedang menjalani pendidikan
formal. Berlaku selama 5 tahun dan diperpanjang 6 bulan
sebelum masa berlakunya habis. Surat Izin Perawat ini
dikeluarkan oleh dinas kesehatan provinsi.
SIPP (Surat Ijin Praktek Perawat)
 Yaitu bukti tertulis yang diberikan kepada perawat untuk
menjalankan praktik keperawatan perorangan atau kelompok.
Diberikan kepada perawat yang memiliki pendidikan minimal
D-III keperawatan dan memiliki pengalaman bekerja 3 tahun.
SIPP diperbaharui 6 bulan sebelum masa berlakunya habis.
SIK dan SIPP berlaku sepanjang masa berkaku SIP. Keputusan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor :
HK.02.02/MENKES/148/1/2010 tentang Registrasi dan
Praktek Perawat di BAB II mengenai perizinan
Registrasi
 Luar Negeri khususnya Australia
 Terdapat dua tingkatan perawat di Australia: Registered Nurse (RN)
dan Enrolled Nurses (ENs). Registered Nurse yaitu perawat yang
memiliki tingkatpendidikan di program studi S1. Enrolled Nurses
adalah perawat yang telah melalui pendidikan diploma. Di Australia
terdapat enam Negara bagian dan dua daerah. Masing-masing negara
bagian memiliki badan pengawas perawat yang mengurus tentang
registrasi perawat.
 Setiap perawat harus terdaftar atau mendaftarkan diri mereka di negara
bagian atau wilayah di mana mereka berniat untuk melakukan praktik
keperawatan di Negara atau daerah yang diinginkan. Ada pengakuan
hukum timbal balik di Australia yang memberikan izin dalam melintasi
batas-batas negara bagian di Australia. Oleh karena itu seorang perawat
yang terdaftar di satu negara dapat mengajukan permohonan untuk
melakukan pendaftaran di negara bagian lain di bawah pengakuan
hukum timbal balik (Priharjo, 1995)
 Indonesia
 Masa transisi professional keperawatan di Indonesia, sistem
pemberian izin praktik dan registrasi sudah saatnya segera
diwujudkan untuk semua perawat baik bagi lulusan Sekolah
Perawat Kesehatan (SPK), akademi, sarjana keperawatan
maupun program master keperawatan dengan lingkup praktik
sesuai dengan kompetensi masing-masing. Bagi perawat yang
telah menyelesaikan pendidikan diberbagai institusi harus
segera meregistrasikan diri, agar melanjutkan praktik
keperawatan. Pada pasal 27 Undang-undang No 23 Tahun
1992, dicantumkan : (priharjo, 1995)
Sertifikasi
 Diluar Negeri Khususnya di Kanada
 Di Kanada, perawat dalam bekerja tidak melalui proses
pemberian izin kecuali di provinsi Quebec. Namun, mereka
tercatat atau didaftar oleh persatuan perawat di masing-
masing provinsi dan oleh College of Nurse of Ontario. Dalam
hal sertifikasi, the CNA Testing Service (CNATS)
memberikan tes untuk menilai kemampuan kandidat di setiap
provinsi. Kemungkinan perawat dapat praktik di wilayah atau
provinsi di luar tempat mereka mengambil sertifikat, hal
tersebut bergantung pada perjanjian atau Negara bagian dan
provinsi yang terlibat (Priharjo, 1995)
 Indonesia
 Di Indonesia proses pengesahan ini dilakukan oleh Badan
Nasional Profesi (BNSP) / Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)
untuk menetapkan bahwa seseorang memenuhi persyaratan
kompetensi yang ditetapkan, mencakup permohonan, evaluasi,
keputusan sertifikasi, survailen dan sertifikasi ulang dan
penggunaan sertifikat. Kumpulan tersebut dan sumber daya
untuk melakukan proses sertifikasi sesuai dengan skema
sertifikasinya, untuk menerbitkan sertifikat kompetensi termasuk
pemeliharaannya. Pengesahan dilakukan apabila seorang perawat
telah memenuhi persyaratan kompetensi yang ditetapkan oleh
pemerintah (Priharjo,1995)
Akreditasi
 Diluar Negeri Khususnya Amerika Serikat
 Untuk mendapatkan akreditasi atau pengakuat program
perawatan harus memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan
oleh National League For Nursing (NLN). Akreditasi yang
tersedia adalah untuk program pendidikan keperawatan dasar
dan program master ( National Comisson on Nursing 1983)
 Indonesia
 Pendidikan keperawatan pada waktu tertentu dilakukan
penilaian/pengukuran untuk pendidikan D III keperawatan dan
sekolah perawat kesehatan dikoordinator oleh Pusat Diknakes
sedangkan untuk jenjang S1 oleh Dikti. Pengukuran rumah sakit
dilakukan dengan suatu sistem akrteditasi rumah sakit yang
sampai saat ini terus dikembangkan.
 Di Indonesia pengakuan formal dan pemberian Lisensi lembaga –
lembaga sertifikasi profesi melalui proses Akreditasi oleh BNSP
yang menyatakan bahwa LSP telah memenuhi persyaratan untuk
melakukan kegiatan Sertifikasi profesi atau kegiatan uji
kompetensi profesi (potter perry,2006)
Standar Praktik Keperawatan
 Standar praktik keperawatan merupakan salah satu perangkat
yang diperlukan oleh setiap tenaga perawat. Standar pratik
keperawatan mengidenfikasikan harapan-harapan minimal
bagi para perawat profesional dalam memberikan
keperawatan yang aman, efektif dan etis (Priharjo, 1995)
 Standar pratik keperawatan di Indonesia telah diterbitkan oleh
depertemen kesehatan pertama kali pada tahun 1987. Standar
praktik ini telah diperbaharui lagi dan disahkan berdasarkan SK
Dirjenyanmed No. YM.00 03.2.6.7637 pada tanggal 18 Agustus
1993. Kemudian pada tahun1996, Dewan Pimpinan Pusat PPNI
telah menyusun standar profesi keperawatan berdasarkan
SK.No.03/DPP/SK/I/1996 yang terdiri dari :
 Standar pelayanan keperawatan
 Standar praktek keperawatan
 Standar pendidikan keperawatan
 Standar pendidikan berkelanjutan
Kesimpulan
 Proses kredensial adalah proses pengakuan profesi yang diberikan
kepada induvidu atau organisasi dengan mempunyai otoritas atau
dianggap kompeten dalam melakukan suatu tindakan atau
kebijakan. Dengan adanya proses kredensial maka induvidu,
lembaga, atau sebuah organisasi akan di akui keberadaannya
dengan pengakuan dari BNSP dan LSP.
 Adanya perbedaab proses kredensial antara yang dilaksanakan
diLuar negeri dan di Indonesia tersebut karena pelaksanaan dari
proses kredensial tersebut masih kurang didukung dan di
indonesia perkembangannya masih lambat dan masih diupayakan
pada Negara lain proses kredensialnya sudah diaplikasikan bahkan
khususnya dari organisasi ANA telah mengeluarkan buku-buku
rujukan tentang keperawatan.
Atur Nuhun