Anda di halaman 1dari 30

 Manusia adalah mahluk yang berakal budi yang

mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi


dan budaya, dalam rangka melaksanakan amanat dan
penghambaan kepada Alloh ta’ala.
 Manusia adalah bentuk ciptaan TUHAN yang
paling sempurna, yang memiliki potensi untuk
memilih cara hidup yang baik, yang berakibat
kepada kesejahteraan perikehidupan di dunia
dan di akhirat nanti setelah melalui tahapan alam
fana dan alam kubur.
Pengertian Hakekat Manusia

“manu” (Sansekerta) ,
“mens” (Latin) yang artinya
MANUSIA berfikir, berakal budi atau homo,
yang Berarti manusia.

BAHAN DDP- 2010/2011 3


Apa Yang Membedakan Manusia dengan
Mahluk lain?

hewan manusia Mahluk gaib

BAHAN DDP- 2010/2011 4


Wujud Sifat Hakekat Manusia
Yang Membedakannya dengan
Hewan

BAHAN DDP- 2010/2011 5


1. KEMAMPUAN MENYADARI DIRI

Kunci perbedaan manusia dengan


hewan adalah adanya kemampuan
menyadari diri pada manusia.

Manusia menyadari bahwa


karakteristik diri Sehingga manusia
dapat membedakan dirinya dengan
aku-aku yang lain, dan non aku.
(Umar T dan La Sulo, 2005)

BAHAN DDP- 2010/2011 6


2. KEMAMPUAN BEREKSISTENSI

Kemampuan menerobos ruang dan


waktu. Tidak terbelenggu oleh ruang/
tempat dan waktu Sehingga manusia
memiliki unsur kebebasan.
Adanya manusia bukan berada seperti
hewan dan tumbuh-tumbuhan,
melainkan meng-ada di muka bumi
(dwijarkara)

BAHAN DDP- 2010/2011 7


3. PEMILIKAN KATA HATI

Kata hati/conscience of man sering


disebut dengan hati nurani, lubuk hati,
suara hati, pelita hati dsb.

Manusia memiliki pengertian yang


menyertai tentang apa yang akan, yang
sedang, dan yang telah diperbuatnya.
Kemampuan membuat keputusan tentang
yang baik/benar, yang buruk/salah bagi
manusia sebagai manusia.
(Umar T, La Sulo, 2005)
BAHAN DDP- 2010/2011 8
4. MORAL

Moral yang sinkron dengan kata hati yang tajam


yaitu yang benar benar baik bagi manusia sebagai
manusia merupakan moral yang baik atau moral yang
tinggi (luhur)
Perbuatan yang tidak sinkron dengan kata hati yang
tajam atau realisasi dari kata hati yang tumpul disebut
moral yang buruk atau moral yang rendah (asor) atau lazim
dikatakan tidak bermoral.

Seseorang dikatakan bermoral tinggi karena ia menyatukan


diri dengan nilai-nilai yang tinggi, serta segenap
perbuatannya merupakan peragaan dari nilai-nilai yang
tinggi tersebut. (Umar T, La Sulo, 2005)
BAHAN DDP- 2010/2011 9
5. KEMAMPUAN BERTANGGUNG
JAWAB

Kesediaan untuk menanggung segenap


akibat perbuatan yang menuntut yang
bertanggung jawab
Wujud bertanggung jawab ini ada tiga:
1. Tanggumng jawab kepada diri-sendiri
2. Tanggung jawab kepada masyarakat
3. Tanggung jawab kepada Tuhan
4. Ada hubungan erat antara kata hati,
moral, dan tanggung jawab
BAHAN DDP- 2010/2011 10
6. RASA KEBEBASAN

Merdeka adalah rasa bebas (tidak terikat oleh


sesuatu), tetapi sesuai dengan tuntutan kodrat manusia.
Bebas tetapi terikat oleh kodrat manusia.

Kemerdekaan dalam arti sebenarnya memang dalam


keterikatan. Artinya bebas berbuat sepanjang tidak
bertentangan dengan tuntutan kodrat manusia.
Orang hanya mungkin merasakan kebebasan batin
apabila ikatan telah menyatu dengan dirinya. Dan
menjiwai segenap perbuatannya. Kata lain” ikatan luar
yang membelenggu telah berubah menjadi ikatan
dalam yang menggerakkan.
(Umar T, La Sulo, 2005)

BAHAN DDP- 2010/2011 11


7.KEWAJIBAN DAN HAK
Kewajiban dan hak dua macam gejala
sebagai manifestasi manusia sebagai
makhluk sosial. Tak ada hak tanpa
kewajiban.dan Kewajiban ada karena
ada hak yang harus dipenuhi

8. KEMAMPUAN MENGHAYATI
KEBAHAGIAAN
Kebahagiaan sebagai hasil perpaduan
dari pengalaman yang menyenangkan
dengan
yang pahit dan antara proses dengan
hasil
BAHAN DDP- 2010/2011 12
 Manusia mempunyai sisi rohani dan jasmani,
keduanya berinteraksi dan mempengaruhi
mutu serta produktifitas kerja
perikehidupannya.
 Kepribadian adalah organisasi dinamik sistem
psikofisik pada seseorang yang memberikan
corak yang khas dalam cara menyesuaikan
diri dengan lingkungan.
 Kepribadian adalah perilaku nalar dan
tindakan yang sehat.
 Jatidiri merupakan nilai-nilai yang konkret
dan dapat dikembangkan sehingga mampu
memberikan gambaran kinerja kehidupan
masyarakat yang baik.
 Dalam mengekspresikan jatidirinya,
seseorang perlu melakukan usaha
pengendalian diri secara terus-menerus yakni
menghindarkan diri dari perilaku yang tidak
baik dan memotivasi ke arah perilaku yang
baik.
A. Konsep Manusia
Siapakah Manusia ?
1. Konsep Pengetahuan
Teori Psikoanalisis mendefinisikan manusia sebagai
Homo Valent ( makhluk berkeinginan, memiliki
perilaku interaksi antara variabel biologis, psikologis,
dan sosial)
Teori Behaviorisme mengatakan manusia sebagai
Homo Mechanic (tingkah laku manusia terbentuk dari
proses pembelajaran dengan lingkungannya, tidak dari
aspek rasional /emosionalnya)
Teori Kognitif menyatakan manusia sebagai Homo
Sapiens (makhluk berfikir, makhluk cerdas yang selalu
berusaha memahami lingkungannya)

Teori Humanisme menyebutkan manusia sebagai


Homo Ludens (makhluk bermain, manusia
berperilaku untuk mempertahankan, meningkatkan,
dan selalu mengaktualisasikan dirinya/bersifat selalu
aktif)
Hewan Manusia
a. Pengetahuan a. Pengetahuan
 Dangkal  Luas
 Parsial – Khusus  Tak terbatas
 Regional  Universal
 Berlaku saat sekarang  Pengetahuan masa
lampau dan yang akan
datang.
b. Hasrat dan Keinginan b. Hasrat dan Keinginan
(hewan) (manusia)

 Bersifat material makan,


Bersifatmaterial makan,
minum, tidur, kawin, dsb.
minum, tidur, dan nikah,
 Non material: insting
alamiah untuk dsb.
mempertahankan Bersifat non material;
kehidupan fisik. seperti unsur spiritual,
 Bersifat individual dan moral, cita-cita, dan
pribadi. pemikiran.
 Bersifat regional
Bersifat individual dan
 Bersifat seketika dan
sosial.
berkaitan dengan masa
sekarang. Bersifat universal
Bersifat tak terbatas.
c. Potensi Alamiah c. Potensi Alamiah

 Potensi termateri;  Potensi termateri;


bentuk fisik tidak bentuk fisik sempurna.
sempurna.  Potensi imateri; ruh
 Potensi imateri ; ilahiyah.
bersifat naluriah,  Potensi fitrah dan
berdasarkan pada hanif.
insting dan nafsu.  Nafsu, akal, qalbu.
 Orientasi semata-mata
melangsungkan hidup.
1. Sejarah manusia pertama
 Pengetahuan Umum
Teori Darwinisme, makhluk hidup berasal dari spesies satu ke spesies
yang lain melalui proses evolusi atau makhluk hidup berevolusi dari
spesies satu ke spesies yang lain.
 Pengetahuan Qur’an
Khalifah (manusia) pertama adalah Adam, bukan dari primat
melainkan diciptakan dari thin / turab (saripati tanah).
2. Proses penciptaan manusia keturunan Adam
 Pengetahuan Umum
Teori medis / kedokteran
Manusia keturunan Adam diciptakan Allah melalui percampuran
sperma dan sel telur.
 Pengetahuan Qur’an
Manusia keturunan Adam diciptakan Allah dari nutfah.
(Q.S. 23:13-14), (Q.S. 86:5, Q.S. 32: 8-9)
1. Tujuan penciptaan, adalah penyembahan kepada sang khalik,
Allah SWT.
a. Vertical (aspek ritual).
b. Horisontal (muamalah dan hubungan manusia dengan alam
semesta).
2. Fungsi dan peran manusia
 Sebagai khalifah (penguasa/pengganti) Allah di bumi.
 Manusia berkewajiban mewujudkan kehidupan menurut jalan
Allah (Liya’budullah).
Terdapat hak untuk menikmati kebahagiaan yang dijanjikan Allah.
Sedang beberapa peran manusia antara lain :
 Belajar (An-Naml : 15-16, dan Al-Mukmin :54)
 Mengajarkan ilmu (Al-Baqarah : 31-39)
 Membudayakan ilmu (Al-Mu’min : 35)
Hamba Khalifah
 Tunduk, patuh, taat  Tugas kepemimpinan,

kepada Allah. memelihara, mengelola


alam.
 Memelihara iman  Terdapat wewenang
yang bersifat berupa kebebasan untuk
fluktuatif. memilih, menentukan
 Tanggung jawab pada sesuatu yg
diri sendiri, keluarga, berlandaskan
lingkungan sekitar, tauhidullah.
 Kekuasaan manusia
maupun pada Allah
dibatasi oleh aturan-2
SWT. dan hukum-2 Allah.
 Membentuk manusia yang cerdas dan
berkarakter kuat dan cerdas.
 Manusia berkarakter kuat dan baik sebagai
kebutuhan asasi setiap insan agar menjadi
manusia berkualitas dan bedaya saing
merupakan landasan filosofis
pengembangan karakter bangsa.
 Pancasila,
 Undang Undang Dasar Negara Republik
Indonesia tahun 1945,
 Seperti tecantum dalam UURI No 12 tahun
2012 tentang pendidikan tinggi bahwa
“Pendidikan Tinggi berdasarkan Pancasila dan
UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika
yang berasaskan pada kebenaran Ilmiah,
penalaran, kejujuran, keadilan, manfaat,
kebajikan, tanggung jawab, kebhinnekaan
dan keterjangkauan”
 Pemerintah negara Indonesia dibentuk untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa.
 Landasan historis :
Dinamika inti proses kebangsaan Indonesia sejak
berdirinya Negara Indonesia.
 Landasan Sosiokultural
Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku yang
masing-masing memiliki nilai-nilai untuk
pengembangan karakter. Budaya yang berkembang
bergam yang bersendikan pada “Bhinneka Tunggal
Ika”
 Pasal 1 ayat 1 : Pendidikan adalah usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
akhlak mulia, serta ketrampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara.
a) Mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa,
b) Mengembangkan civitas akademika yang
inovatif, responsife kreatif , terampil,
berdaya saing, dan kooperatif melalui
pelaksanaan Tridharma;
c) Mengembangkan ilmu pengetahuan dan
Teknologi dengan memperhatikan dan
menerapkan nilai humaniora.
1. Berkembangnya potensi mahasiswa agar menjadi manusia
yang beriman dan bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan
bangsa,
2. Dihasilkannya lulusan yang menguasai cabang ilmu
pengetahuan dan/atau teknologi untuk memenuhi
kepentingan nasional dan daya saing bangsa,
3. Dihasilkannya ilmu pengetahuan dan teknologi melalui
penelitian dan memperhatikan dan menerapkan nilai
humaniora agar bermanfaat bagi kemajuan bangsa, serta
kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia,
4. Terwujudnya pengabdian kepada masyarakat berbasis
penalaran dan karya penelitian yang bermanfaat dalam
memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan
kehidupan bangsa.
 Religius,
 Berbudi pekerti luhur,
 Berwawasan kebangsaan,
 Menguasai ilmu pengetahuan,Teknologi dan
seni (Ipteks),
 Memahami dinamika perkembangan global.

Pendidikan tidak hanya membentuk manusia


yang cerdas dan terampil, tapi lebih penting lagi
membentuk manusia yang berakhlak mulia.