Anda di halaman 1dari 29

Logo

Komunikasi Efektif dalam


Hubungan Interpersonal
dengan Keluarga

By Sapariah Anggraini, M.Kep.


 Perawat harus memiliki kemampuan dan
keterampilan baik dalam berkomunikasi
sehingga mudah dalam menjalin
hubungan dengan pasien maupun
keluarga

 Salah satu komponen yang penting dalam


keperawatan adalah keluarga

 Keluarga merupakan unit terkecil setelah


individu
 Komunikasi merupakan komponen dasar
daari hubungan antar manusia dan
meliputi pertukaran informasi, perasaan,
pikiran dan perilaku antara perawat
dengan keluarga

 Komunikasi menjadi penting dalam praktik


keperawatan keluarga dan menjadi tolak
ukur keberhasilan dalam memberikan
asuhan keperawatan
 Komunikasi yang terjalin dengan efektif
antara perawat dengan keluarga akan
meningkatkan mutu pelayanan
keperawatan

 Perlu keterampilan khusus bagi perawat


dalam berkomunikasi dengan keluarga
mengingat kompleksitas dari
permasalahan yang ditemukan
Prinsip-prinsip dalam
Berkomunikasi dengan keluarga

 Kepercayaan
 Empati
 Caring
 Otonomi
 Bermutu
Hambatan dalam berkomunikasi
dengan keluarga

 Hambatan dari pengirim pesan yaitu


pesan yang disampaikan kurang jelas. Hal
ini dapat dipengaruhi oleh perasaan atau
situasi emosional

 Hambatan dalam menafsirkan simbol yang


digunakan atau bahasa yang digunakan
terlalu sulit dan mempunyai arti ganda
 Hambatan dalam penggunaan media
komunikasi sehingga pesan yang diterima
kurang jelas

 Hambatan dalam memberikan umpan


balik. Umpan balik yang diberikan tidak
tepat waktu dan tidak jelas

 Hambatan fisik seperti gangguan


kesehatan, cuaca yang kurang baik,
gangguan alat komunikasi yang dapat
mengganggu komunikasi efektif
 Hambatan psikologis dan sosial budaya
seperti adanya perbedaan nilai dan
harapan antara pengirim dan penerima
pesan
Keterampilan & Sikap perawat dalam
berkomunikasi dengan keluarga
 Keterampilan mendengarkan aktif
 Terima keluarga apa adanya dan hargai
mereka
 Dengarkan apa yang dikatakan keluarga.
Perhatikan intonasi suara, pemilihan kata,
ekspresi waajah dan gerakan tubuh
 Tempatkan diri pada posisi keluarga
selama mendengarkan
 Dengarkan keluarga dengan seksama,
jangan, jangan berpikir apa yang akan
perawat katakan selanjutnya
 Lakukan pengulangan apa yang didengar
 Duduk dengan menghadap keluarga
dengan nyaman
 Tunjukkan tanda perhatian verbal dan
non-verbal
Keterampilan Bertanya Efektif
 Gunakan intonasi suara yang
menunjukkan perhatian, minat dan
keakraban
 Gunakan kata-kata yang dipahami
keluarga
 Ajukan pertanyaan satu persatu
 Gunakan kata-kata yang mendorong
keluarga untuk tetap berbicara
 Bila menanyakan hal-hal yang sangat
pribadi, jelaskan mengapa hal itu harus
ditanyakan
 Hindari penggunaan kata tanya
“Mengapa” ?
 Ajukan pertanyaan yang sama bila
keluarga belum paham
 Gunakan pertanyaan terbuka
Sikap Profesioal dalam
Berkomunikasi
 Berhadapan
 Mempertahankan kontak mata
 Membungkuk kearah klien
 Mempertahankan sikap terbuka
 Tetap rileks
Teknik Komunikasi Terapeutik dengan
Keluarga
 Mendengarkan dengan penuh perhatian
 Menunjukkan penerimaan
 Memberi kesempatan keluarga untuk memulai
pembicaraan
 Menganjurkan untuk meneruskan pembicaraan
 Mengulang apa yang diungkapkan keluarga
dengan menggunakan kata-kata sendiri
 Mengklarifikasi (memperoleh kejelasan)
 Memfokuskan
 Menyatakan hasil observasi
Keterampilan Komunikasi Berdasarkan
Tahapan Hubungan Perawat-Keluarga

 Fase Pra-Interaksi
1)Evaluasi kemampuan perawat
2)Buat rencana interaksi
Fase Orientasi
 Memberi salam
 Memperkenalkan diri perawat dan
menanyakan nama keluarga
 Menyepakati kontrak
 Melengkapi kontrak
 Menyampaikan tujuan interaksi
 Menyepakati masalah keluarga
Fase Terminasi

 Menyimpulkan masalah
 Menentukan tindakan yang disepakati
bersama
 Kontrak waktu untuk planning selanjutnya
 Ucapkan salam
Logo

Komunikasi Efektif
Sesama Perawat

By Sapariah Anggraini, M.Kep.


Komunikasi Perawat - Perawat
Pendahuluan
 Dalam memberikan pelayanan
keperawatan pada klien, komunikasi antar
tenaga kesehatan terutama sesama
perawat sangatlah penting

 Kesinambungan informasi tentang klien


dan rencana tindakan yang telah, sedang
dan akan dilakukan perawat dapat
tersampaikan apabila hubungan atau
koomunikasi antar perawat berjalan
dengan baik
Klasifikasi :

1) Hubungan profesional
2) Hubungan Struktural
3) Hubungan Intrapersonal
Hubungan Profesional Antara
Perawat dengan Perawat

 Merupakan hubungan yang terjadi karena


adanya hubungan kerja dan tanggung
jawab yang sama dalam memberikan
pelayanan keperawatan.
Hubungan Struktural
 Merupakan hubungan yang terjadi berdasarkan
jabatan atau struktur masing-masing perawat
dalam menjalankan tugas berdasarkan
wewenang dan tanggungjawabnya dalam
memberikan pelayanan keperawatan

 Contoh : perawat pelaksanan melaporkan kondisi


klien kepada perawat primer kemudian perawat
primer (ketua tim) kepada kepala ruangan
tentang kondisi klien dan pada akhirnya supervisi
dilakukan kepala ruangan kepada perawat
pelaksana
Hubungan Interpersonal
 Merupakan hubungan yang lazim dan
terjaadi secara ilmiah, umumnya isi
komunikasi dalam hubungan ini adalah
hal-hal yang tidak terkait dengan
pekerjaan dan tidak membawa pengaruh
dalam pelaksanaan tugas dan
wewenangnya.

Anda mungkin juga menyukai