Anda di halaman 1dari 14

KRISTIANTO ARYO NUGROHO

NERVUS OLFAKTORIUS - N.I.


Komponen : Spesial Viseral Aferen ; Asal : Sel olfaktori pada epitel olfaktorius ; Fungsi :
Penghidu
Jaras Persarafan : fila olfaktoria– bulbus olfaktorius (I.neuron)– traktus olfaktorius
(II.neuron) – trigonum olfaktorium, subst.perf.ant., septum pellucidum (pusat
subkortikal primer) –Cortex Olfaktori (Lobus Temporal)
Fungsi Normal – Normosmia, Persepsi normal penciuman

Patologi:
Kuantitatif Kualitatif

• Hiposmia dan Anosmia • Parosmia (kakosmia


• di sebabkan oleh atau hiperosmia)
kerusakkan nervus • biasanya disebabkan
olfaktorius di perifer oleh disfungsi sentral
atau di sentral neuron seperti epilepsi lobus
kedua di bulbus temporal
olfaktorius
Penyakit pada Nervus Olfaktorius
• Trauma : tulang ethmoid, trauma kepala
• Tumor : bulbus olfaktorius dan glioma pada traktus, meningeoma
• Parkinson´s disease
• Alzheimer disease
• Rhinitis
N. OPTICUS - N.II.
Komponen : Spesial Somatik Aferen ; Asal : Retina, sel sel ganglion retina ;
Fungsi : Penglihatan

Jaras Persarafan :
sel ganglion retina- nervus optikus – chiasma opticum- traktus optikus –
corpus geniculata laterale – colliculus supp.laminae quadrig.– tr.
Geniculo calcarinus – area Calcarina (Broadmann 17) korteks lobus
osipital (persepsi visual)
Visus - visual acuity
•Kelainan Nervus Optikus :
- Inflamasi (infeksi, autoimun)
- Kompresi (tumor, fraktur, struktur tulang)

Gejala:
- Edema Nervus Optikus : pandangan kabur
- Atrofi Nervus Optikus : kebutaan
Perimetry - Evaluasi lapang pandang
jaras lesi nervus optikus dan berkurangnya lapang pandang
Kelainan dan lesi pada nervus optikus dan jarasnya
Adenoma kelenjar Pituitari – menekan ciasma optikum - defisit lapang pandang -
menjadi hemianopsia bitemporal
Terima Kasih