Anda di halaman 1dari 19

NERVUS

OKULOMOTORIUS
◦ Area nuklear nervus okulomotorius terdapat
di substansia gricea periakueduktus
mesensefali, ventral dari akuaduktus, setinggi
kolikulus superior.
◦ Nukleus ini memiliki dua komponen utama:
◦ 1. Nukleus parasimpatis yang terletak di medial, disebut Nukleus Edinger-Westpal (atau nukleus otonom
asesorius). Mempersyarafi otot-otot intraokular(m.sfingter pupil, m. Siliaris)
◦ 2. Kompleks nukleus untuk 4 dari 6 otot-otot ekstraokular yang lebih besar dan terletak di lateral (m. Rektus
superior, inferior, dan medial serta m, oblikus inferior)
◦ Terdapat juga area nuklear kecil untuk m.levator palpebra
◦ Serabut radikular motorik yang keluar dari nuklear ini berjalan ke arah ventral bersama dengan serabut
parasimpatis. Kombinasi serabut motorik dan parasimpatis melewati nukleus ruber dan akhirnya keluar dari
batang otak di fosa interpedunkularis sebagai nervus okulomotorius.
◦ Nervus okulomotorius pertama-tama berjalan ke arah posterior diantara a.serebelaris superior dan a.serebri
posterior, tersusun dekat tepi tentorial, kemudian menembus duramater, berjalan melewati sinus kavernosus,
dan memasuki rongga orbita melalui fisura orbitalis superior.
◦ Bagian parasimpatis saraf membentuk cabang disini dan berjalan ke ganglion siliaris, terpat berakhirnya
serabut praganglionik dan sel-sel ganglion membentuk serabut postganglionik pendek untuk mempersarafi
otot-otot intraokular.
◦ Serabut motorik somatik nervus okulomotorius terbagi menjadi 2 cabang:
◦ 1. Cabang superior mempersarafi m. Levator palpebra dan m. Rektus superior
◦ 2. Cabang inferior mempersarafi m. Rektus medialis dan inferior dan m.oblikus inferior
Fungsi N. oculomotorius- n. III
-Posisi pergerakan bola mata
pathologis: strabisms konvergens, divergens
-Membuka dan menutup kelopak Mata
pathologis: ptosis- upper eye lid drop; exophthalmus
-Okulomotor- horizontal, vertical, diagonal, convergence
pathologi: ophthalmoplegia
-Pupil – refleks pupil
pathologis: miosis, mydriasis
Posisi bola mata
1.Posisi normal bolamata berada di tengah
2.Apabila ada kelainan: strabismus konvergen atau divergen
Lesi N. III- ptosis (kelemahan m.levator
palpebra superior)

Bilateral ptosis
N. III - ptosis
Bulbs position
• Normal - middle position

◦ Convergent strabism

◦ Divergent strabism

◦ Gaze palsy
Width of the eye slit
◦ Moderately wide

◦ Drop of the lid –ptosis/semiptosis, III.nerve


palsy

◦ Exophthalmus (thyreopathy)
Refleks pupil (n. III - parasimpatis)
Ukuran: normal - isokor, patologis : anisokor
Miosis – pupil kecil, konstriksi m.sphincter pupil atau paralisis
m.dilatator pupil
Mydriasis – pupil melebar, dilatasi of m.dilatator pupilae atau
paralisis m.sphincter pupil
Pupils
◦ Isocoria

◦ Anisocoria

◦ Isocoria, MIOSIS
(parasympaticus)

◦ Isocoria, MYDRIASIS
(sympaticus)
NERVUS
TROKLEARIS
◦ Nukleus saraf kranial ini terletak di ventral substansia grisea periakueduktus, tepat dibawah kompleks nukleus
okulomotorius setinggi kolikulus inferior.
◦ Serabut radikularnya berjalan di sekitar substansia grisea sentral dan menyilang ke sisi kontralateral di dalam
velum medularis superior.
◦ Nervus trokhlearis kemudian keluar dari permukaan dorsal batang otak, muncul dari tektum mesensefali
menuju sisterna kuadrigeminal. Selanjutnya mengitari bagian lateral pedunkel serebri menuju permukaan
ventral batang otak sehingga saraf ini mencapai orbita melalui fisura orbitalis superior bersama nervus
okulomotorius.
Nervus trokhlearis kemudian berjalan ke m.oblikus superior yang dipersarafinya.
Pergerakan mata yang dipersarafi oleh otot ini natara lain depresi bola mata, rotasi interna (sikloinversi) dan
abduksi ringan.