Anda di halaman 1dari 14

Nama Kelompok 7 :

Putu Frisca Devinta Astina Putri (1607531032)


Putu Adhisty Prajna Putri (1607531030)
I.Gst Ayu Putu Ariesta Yuliana Devi (1607521028)
Ni Luh Putu Laksmi Devyanti (1607521032)
Putu Savitri Nandaripatni (1607521033)
PENGERTIAN PRODUKSI
Produksi adalah semua kegiatan untuk menciptakan
dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa
dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi yang
tersedia.
PROSES PRODUKSI
Adalah cara, metode atau teknik untuk menciptakan
atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa
dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang
ada.
JENIS-JENIS PROSES PRODUKSI
Secara umum jenis proses produksi dapat dibedakan
atas menjadi 2 golongan yaitu :
 Proses produksi terus menerus [ Continious Process ]
proses yang ditandai dengan aliran bahan baku yang
selalu tetap sampai produk selesai dikerjakan
contoh : industri pupuk, makanan dalam kaleng
 Proses produksi terputus-putus [ Intermmited Process ]
bahan baku sampai produk jadi memiliki pola yang
berubah
contoh : perusahaan percetakan dan perusahaan mebel
PERENCANAAN LOKASI
PERUSAHAAN
 Lokasi yang strategis adalah wilayah penempatan
operasi produksi sebuah perusahaan yang dapat
memberikan keuntungan maksimal terhadap
perusahaan tersebut, karena tujuan strategi lokasi
adalah untuk memaksimalkan keuntungan lokasi bagi
perusahaan. Keputusan yang paling penting yang
perlu dibuat oleh perusahaan adalah dimana mereka
harus menempatkan operasi mereka.
 Tata Letak bertujuan untuk :
 Memaksimumkan pemanfaatan peralatan pabrik
 Meminimumkan kebutuhan tenaga kerja
 Mengusahakan agar aliran bahan dan produk lancar
 Meminimumkan hambatan pada kesehatan
 Meminimumkan usaha membawa bahan
Faktor-Faktor Pokok Penentu
Pemilihan Lokasi Industri
 Faktor Primer
 Letak bahan mentah
 Letak pasar
 Suplai tenaga kerja
 Pengangkutan / transportasi
 Terdapatnya tenaga pembangkit listrik
 Faktor Sekunder
 Rencana masa depan perusahaan
 Kemungkinan perluasan usaha
 Terdapatnya fasilitas pembelanjaan perusahaan
 Sikap dari masyarakat setempat
 Keadaan tanah
 Iklim
 Tinggi rendahnya tingkat pajak dan masalah per UU
Perburuhan
Perencanaan Letak Fasilitas
Produksi
Tujuan Perencanaan Tata Letak Produksi adalah untuk
mendapatkan kombinasi yang optimal antara fasilitas-
fasilitas produksi.
Tujuan khususnya meliputi:

 Untuk simplikasi dari proses produksi


 Agar pengeluaran biaya pengangkutan bahan dalam pabrik
dapat diminimumkan
 Mendapatkan perputaran persediaan barang setengah jadi
yang tinggi
 Mengurangi investasi yang kurang penting
 Memperoleh kepuasan dan keamanan kerja untuk para
karyawan
PENTINGNYA PERENCANAAN TATA LETAK
PRODUKSI
Hal ini disebabkan karena :
 Adanya dari perubahan disain produk/produk baru
 Adanya perubahan volume permintaan knsumen
 Telah usangnya fasilitas produksi yang ada
 Timbulnya kecelakaan kerja
 Adanya pemindahan lokasi perusahaan
 Lingkungan kerja yang kurang aman
PERENCANAAN LINGKUNGAN
KERJA
Perencanaan produksi berkaitan erat dengan
perencanaan lingkungan kerja.
Dengan lingkungan kerja yang baik ,aman serta nyaman
maka akan dapat meningkatkan productivitas kerja
karyawan. Perencanaan lingkungan kerja meliputi:
 Pelayanan bagi karyawan
 Hubungan Kerja antar karyawan
PENGENDALIAN PRODUKSI
 Order control
 Flow control

Keduanya berfungsi untuk mengetahui apakah


alur material dalam pabrik sudah sesuai dengan waktu
yang telah direncanakan sebelumnya, atau untuk
menentukan apakah perpindahan barang jadi ke gudang
penyimpanan telah sesuai dengan jadwal yang
ditetapkan sehingga tidak mengganggu penjualannya.
Proses Tahapan Produksi
 Perencanaan
 Routing
 Scheduling
 Dispatching
 Follow Up
Dengan pengendalian produksi diperoleh keuntungan-
keuntungan :
 membantu tercapainya operasi produksi secara efesien dari
perusahaan
 lebih menyederhanakan prosedur pekerjaan
 mempertinggi modal pekerja karena mereka bekerja secara
jelas dengan disertai pengendalian
Beberapa pengendalian produksi
diperoleh keuntungan-keuntungan
 Pengendalian Order (order control)
 Penendalian Arus (flow control)
 Pengendalian Beban (Load control)
 Pengendalian Blok (block control)
 Pengendalian Proyek khusus ( special project control)
 Pengendalian Kekecualian (control By Exception)