Anda di halaman 1dari 33

Manajemen Farmasi 1

I Ketut Adnyana
Sekolah Farmasi
Institut Teknologi Bandung
Job Seeker
vs
Job Creator
Job Seeker
 CV yang bagus
 Penampilan yang rapi
 Komunikasi
 Profil bisnis
 Percaya diri
 dll
Benefits of Small Business
Ownership
The opportunity to:
 Create your own destiny
 Make a difference
 Reach your full potential
 Reap unlimited profits
 Contribute to society and be recognized for
your efforts
 Do what you enjoy and have fun at it
Entrepreneur - Definisi
Peggy A. Lambing & C.R. Kushl :
• Tindakan kreatif membangun suatu nilai dari suatu
yang tidak ada
• Proses untuk menangkap dan mewujudkan suatu peluang
dan dibutuhkan keberanian mengambil risiko

Kamus Besar Bahasa Indonesia :


Orang yang pandai atau berbakat mengenali produk
baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi
untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta
mengatur permodalan operasinya
Entrepreneur - Definisi
Raymond Kav :
Orang yang menciptakan kemakmuran dan proses
peningkatan nilai tambah melalui inkubasi gagasan,
memanfaatkan sumber daya dan membuat gagasan
menjadi kenyataan

Rhenald Kasali :
Orang yang menyukai perubahan, menciptakan nilai
tambah, memberikan manfaat bagi dirinya dan orang
lain, membuat karya berkelanjutan dan melembaga
Falsafah Wirausaha
 Banyak belajar mengenal diri sendiri, untuk tujuan yang
paling diinginkan  find your fasion

 Kekuatan anda datang / hadir dari aktivitas sendiri,


bukan karena tindakan orang lain

 Walaupun ada resiko kegagalan, keputusan tetap diambil


Apabila gagal = pengalaman dalam belajar
Banyak pengusaha berhasil setelah mengalami beberapa
kali kegagalan. Dari kegagalan, dapat mengarahkan
kegiatan lebih mendekati keberhasilan.
Falsafah Wirausaha
 Tujuan harus dikejar sesuai dengan kemampuan /
keterampilan sendiri
Coba kembangkan kekuatan pada diri anda, dan kurangi
kelemahan. Jujur dalam mengejar tujuan akan
mendorong sifat-sifat yang baik.

 Banyak orang tidak menyadari luasnya peluang di


sekitarnya
Kesempurnaan tujuan bukanlah hal realistik dalam
wirausaha, hasil yang dapat diterima lebih penting dari
hasil yang sempurna
Ciri2 Entrepreneur yang baik
Berani mengambil risiko :
Risiko yg sudah dipertimbangkan (Calculated Risk)

Menyukai tantangan :
Kesulitan dilihat sebagai tantangan, bukan masalah

Daya tahan tinggi :


Mampu bertahan dan tidak cepat putus asa,banyak akal
(alternatif) dalam menghadapi kesulitan / kegagalan

Visi jauh ke depan :


Punya tujuan jangka panjang, bukan ikut-ikutan yg sesaat

Memberikan yang terbaik :


Mampu bekerja dengan mengerahkan potensi semaksimal
mungkin dan membentuk tim yg kompenten
Ciri2 Entrepreneur yang baik
Percaya diri :
Keyakinan kuat, tidak tergantung, optimistis

Orientasi tugas / hasil :


Harus prestasi, laba, tekun dan tabah, kerja keras, energik
dan penuh inisiatif

Kepemimpinan :
Leader, fleksibel bergerak menerima kritik / saran

Original / Inovasi :
Inovatif, kreatif, banyak sumber, serba bisa
Faktor2 untuk Membangun Sikap Wirausaha
 Pusatkan pemikiran secara produktif dan
terkendali

 Pilih sasaran yg positif dari pilihan yg sudah ada

 Bergaulah dengan sesama wirausahawan

 Perhatikan dengan seksama peluang yg ada

 Jangan takut merubah haluan bila idenya tidak


akan memberi hasil yang positif
Faktor2 untuk Membangun Sikap Wirausaha
 Prestasi dipengaruhi oleh lingkungan, bila tidak
kondusif maka harus mengubah lingkungan / pindah
lingkungan, sehingga sasaran yang dikehendaki dapat
dicapai

 Percayalah bahwa keberhasilan berkat kerja diri anda,


karena sukses akan datang pada mereka yang percaya
diri

 Beban mental / konflik serta keraguan harus dibuang,


fokuskan potensi anda pada persoalan yang dihadapi
Kiat Wirausaha Sukses
 Orang sukses terus bekerja pada saat orang lain sudah berhenti

 Orang sukses menempatkan SDM  bernilai tinggi, bukan


sebagai alat (mitra ).

 Orang sukses memecahkan masalah; tidak terbawa masalah

 Hidup mandiri, tidak bergantung pada orang lain

 What can I do for you/ them?

 Tidak iri hati terhadap keberhasilan orang lain

 Berdisiplin diri, tidak mengikuti kata hati saja

 Positive thinking. Tetap tekun walau gagal

 Aktif menciptakan kesempatan, bukan menunggu kesempatan


Kiat Wirausaha Sukses
 Mendahulukan berpikir sebelum bertindak

 Tidak malu meminta pertologan pada orang lain

 Masalah = tantangan, bukan beban

 Mahir menempatkan diri dalam bermasyarakat

 Kecerdasan bukan segalanya, tetapi sikap lebih penting

 Di tengah kesulitan terdapat peluang, bukan keputusasaan

 Kepuasan ada dalam ketekunan, bukan pada pencapaian

 Tidak perlu berebut sepotong kue, kalau kita dapat


membuat kue-kue yang lain
Kunci Sukses Entrepreneur
Reputasi

Tumbuh dari
Teori WISDOM bawah

Konsentrasi /
Modal Fokus

Anti
keramaian
Kunci Sukses Entrepreneur
• Menjaga nama baik agar mendapat kepercayaan dari
kolega, bank, pasar
Reputasi • Tanpa kepercayaan, tidak ada bisnis

• Sukses selalu dimulai dari langkah kecil, dari nol /


Tumbuh dari awal
bawah

• Bila telah memutuskan masuk ke dalam bidang tertentu, harus


fokus dan berkonsentrasi. Jangan sebelum selesai, sudah mau
Konsentrasi / pindah
Fokus • Jangan mudah putus asa, tidak ada yang dapat mengalahkan
ketekunan
Kunci Sukses Entrepreneur
• Jangan terjun ke dalam bidang yang telah banyak dilakukan orang, jangan
latah dalam bisnis
Anti • Kerjakan sesuatu yang berbeda tetapi mengandung peluang yg besar
keramaian

• Banyak yang menganggap Modal = Kendala (untuk membuat PT, Kantor)


• Kita dapat memulai dari modal kecil, atau mengajukan pinjaman pada
Modal teman / bank dll; bila perlu tanpa modal misalnya (konsinyasi)

• Menurut teori ini kalau mau sukses perlu tokoh panutan


• Nabi Sulaiman  entrepreneur sejati, manusia paling kaya
Teori
WISDOM sepanjang sejarah. Tempat ibadahnya US $ 500 juta (ahli
antropologi)
WISDOM Kenali dan kuasai diri kita, kembangkan terus
potensi yang ada, jangan berfokus pada
W = Watak kelemahan, tetapi fokus pada bakat, ilmu dan
keterampilan

Keinginan harus diteguhkan, agar motivasi


I = Ingin selalu terjaga; tujuan  arah perjuangan

Harus mampu merancang cara untuk


S = Strategi mencapai tujuan

Senantiasa belajar dari pengalaman orang lain


atau pendidikan formal. Dengan belajar akan
D = Didik
lebih mudah merumuskan strategi yang akan
ditempuh

Kita harus mampu bekerja cerdas (work smart),


O = Otak / dan kerja keras (work hard). Bekerja keras dan
Otot cerdas berarti kerja tanpa lelah, dengan
harapan nilai tambah

M = Manajemen Mampu mengatur sumber daya yang ada


secara optimal (Modal, Waktu, Relasi)
Persyaratan untuk menjadi Entrepreneur

Positioning

Diferensiasi

Branding
Persyaratan untuk menjadi Entrepreneur

Positioning :
Harus mampu membangun rasa percaya diri dan kompetensi
untuk memuaskan masyarakat.  terasa hadir satu produk
penting

Diferensiasi :

Harus mampu melakukan inovasi produk atau dari gagasan


yang sudah ada - Diferensiasi  membuat sebuah perbedaan
sejati
Branding
Membentuk Brand / Merek :
 Membangun brand / merek yang kuat dari produk /
perusahaan
 Brand : Payung yang merepresentasikan nilai produk dan
jasa yang ditawarkan
 Seorang entrepreneur : harus mampu menggali kekuatan
brand menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan.
 Otsuka /infus, Pocari sweat. Pastagigi  pepsodent  PT
Unilever
Ciri2 Entrepreneur yang baik
Berani mengambil risiko :
Risiko yg sudah dipertimbangkan (Calculated Risk)

Menyukai tantangan :
Kesulitan dilihat sebagai tantangan, bukan masalah

Daya tahan tinggi :


Mampu bertahan dan tidak cepat putus asa,banyak akal
(alternatif) dalam menghadapi kesulitan / kegagalan

Visi jauh ke depan :


Punya tujuan jangka panjang, bukan ikut-ikutan yg sesaat

Memberikan yang terbaik :


Mampu bekerja dengan mengerahkan potensi semaksimal
mungkin dan membentuk tim yg kompenten
Ciri2 Entrepreneur yang baik
Percaya diri :
Keyakinan kuat, tidak tergantung, optimistis

Orientasi tugas / hasil :


Harus prestasi, laba, tekun dan tabah, kerja keras, energik
dan penuh inisiatif

Kepemimpinan :
Leader, fleksibel bergerak menerima kritik / saran

Original / Inovasi :
Inovatif, kreatif, banyak sumber, serba bisa
RESIKO
 Risiko  daerah dalam zona ketidakpastian / bisnis
(sebaliknya zona aman = daerah orang gajian/pegawai)

 Apabila menjadi pekerja, kita tidak terlalu memikirkan


masa depan perusahaan / kantor  bila bangkrut, ada
pesangon dan dapat pindah kerja

 Bila kita memilih jadi pengusaha / entrepreneur, kita


masuk ke dalam zona ketidakpastian
RISIKO
Para wirausahawan menyukai mengambil risiko yang realistis,
karena mereka ingin berhasil. Mereka akan merasa puas dalam
melaksanakan tugas yang sukar tapi realistik.

Jadi mereka menyukai tantangan yang sukar dan berisiko, namun


dapat dicapai.
Makin besar usaha/bisnis, maka risikonya pun makin besar

Harus berani mengambil risiko walau bekerja di bawah


tekanan dan menghadapi keputusan yang sulit, serta harus
mengerti bahwa kemungkinan gagal selalu ada

Makin besar risiko, makin besar pula hasil yang akan


diperoleh, bila berani untuk menghadapinya
Ciri-ciri wirausahawan pengambil risiko
1. Pengambilan resiko berkaitan dengan kreativitas
dan inovasi serta bagian penting dalam mengubah
ide menjadi realitas

2. Pengambilan resiko berkaitan dengan kepercayaan


diri. Semakin besar kepercayaan diri, semakin yakin
akan hasil yang dicapai dan semakin berani mencoba
apa yang dilihat orang lain sebagai resiko.

3. Perlu kemampuan berpikir realistik.


Tidak berani mengambil risiko ibarat
Keunggulan seorang
melihat bunga mawar yg indah
entrepreneur  bukan
berduri, tetapi takut memetiknya
ditentukan oleh besarnya
keuntungan yang diraih

Seorang entrepreneur berani


mengambil risiko  pada tahap Namun ditentukan oleh
awal, mungkin tertusuk duri, tetapi kemampuan bangkit dari
lama kelamaan mahir untuk kegagalan dan krisis
menghindari duri dan selalu dapat
memetik bunga mawar yang indah
Kemampuan mengambil risiko meningkat

Keyakinan pada diri sendiri

Kemampuan untuk menggunakan potensi


semaksimal mungkin

Kemampuan menilai situasi risiko secara realistis

Risiko sebagai bagian dari tujuan yang telah ada


ditentukan
Pertanyaan yg biasa dikaji sebelum mengambil
keputusan berisiko
Apakah risiko itu sepadan dengan
hasil yang dapat dicapai?

Apakah ada peluang mengurangi


risiko?

Informasi yang diperlukan sebelum


risiko diambil?

SDM yang tepat untuk membantu


mengurangi risiko?
Pertanyaan yg biasa dikaji sebelum mengambil
keputusan berisiko

Apakah risiko yang diambil membuat


Anda takut?

Persiapan apa yang perlu dilakukan


sebelum risiko diambil?

Halangan / hambatan terbesar dalam


mencapai tujuan / keputusan?
Inovasi
 Inovasi  tindakan memberi kekuatan dan kemampuan
baru terhadap sumber daya
Contohnya : Jamur Penicillinum  merusak biakan bakteri;
pada tahun 1920, Alexander Fleming (Inggris) menyimpulkan
bahwa penisillin adalah anti bakteri yg dapat menyembuhkan,
dicari sejak lama oleh ahli bakteriologi  sumber daya yang
sangat diharapkan

 Pengertian lain inovasi : mengubah nilai dan kepuasan


yang diperoleh konsumen dari sumber daya
 Perubahan memberi peluang untuk sesuatu yg baru
Membangun Hubungan dengan Orang Lain
 Jangan mementingkan diri sendiri : potensi hubungan baik
akan meningkat bila memberikan perhatian kepada orang lain

 Kenali mereka lebih jauh : mencari tahu tentang seseorang


(pertanda positif ) = punya perhatian.
Napoleon Bonaparte  mengenali nama setiap perwira,
memberi salam dan menyebut namanya dan berdiskusi tentang
strategi perang, tentang keluarga dll.
(hasilnya  mereka setia dan berbakti)

 Jangan menganggap rendah teman bicara ; layani semua


orang dengan setara / sama pentingnya

 Jangan mengambil keuntungan dari kerugian orang lain;


dalam jangka panjang akan merugikan diri sendiri, mengurangi
kesempatan dirinya di masa depan.
Membangun Hubungan dengan Orang Lain
 Pendengar yang baik : kemampuan mendengar
pandangan orang lain mendorong orang lain untuk
berbicara tentang dirinya, membuat orang lain merasa
penting dan dihargai

 Jadilah orang yang dapat dipercaya : jangan ingkari


kepercayaan; berbeda kata dengan perbuatan 
kredibilitas diri hilang  merusak hubungan bisnis

 Jadilah seorang pengamat yang baik : bila kita mampu


mengikuti perkembangan orang lain, tahu tentang
kekuatan dan harapannya, kita akan punya peluang untuk
membangun hubungan yang baik.