Anda di halaman 1dari 15

RENCANA PENDIDIKAN KESEHATAN

DIARE
LATAR BELAKANG

Penyakit diare masih sering menimbulkan kejadian luar biasa


dengan jumlah penderita yang banyak dalam kurun waktu yang
singkat. Biasanya masalah diare timbul karena kurang kebersihan
terhadap makanan. Saat ini banyak anak yang terkena diare
karena pada umumnya mereka sering tidak menghiraukan
kebersihan makanan yang dimakan. Anak usia sekolah pada
umumnya belum paham betul akan arti kesehatan bagi tubuhnya
(Sulianti Saroso, 2009).
RUMUSAN MASALAH

Apakah penyebab masih tingginya angka


kejadian diare di wilayah kerja puskesmas
lhoknga?
TUJUAN

Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan
sasaran mampu mengetahui cara – cara
pencegahan dan penanganan diare dan
dapat diaplikasikan dalam kehidupan
sehari – hari.
TUJUAN KHUSUS
1. Menjelaskan pengertian diare
2. Menyebutkan macam-macam diare.
3. Menjelaskan penyebab diare.
4. Menyebutkan gejala-gejala diare.
5. Menyebutkan akibat dari diare.
6. Menjelaskan tentang pencegahan diare.
7. Memperagakan cara penanggulangan diare
MANFAAT
Bagi Masyarakat
Masyarakat lebih mengetahui cara penanganan diare, faktor
penyebab terjadinya diare, serta faktor resikonya.
Bagi Puskesmas
Manfaat penyuluhan ini yaitu sebagai salah cara untuk
menurunkan kasus diare pada bayi dan balita, serta untuk
mengetahui faktor yang berhubungan dengan penyebab diare.
SASARAN

Sasaran adalah seluruh masyarakat di


wilayah kerja puskesmas Lhoknga,
terutama ibu-ibu yang memiliki bayi
dan balita
MATERI (TERLAMPIR)
1. Pengertian penyakit diare
2. Klasifikasi penyakit diare
3. Penyebab diare
4. Tanda dan gejala diare
5. Penanganan diare
6. Komplikasi diare
7. Pencegahan penyakit diare
Metode Media
Ceramah 1.LCD
Tanya jawab 2.Leaflet
3.Video
ALAT PERAGA
1.Gelas/cangkir
2.Oralit
3.Air matang
4.Bahan pembuat Larutan Gula Garam +
Oralit
5.Gula pasir
6.Garam
EVALUASI
Evaluasi Struktur
1. Peserta hadir ditempat penyuluhan.
2. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Puskesmas Lhoknga
Evaluasi Proses
1. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
2. Peserta mengikuti jalannya penyuluhan sampai selesai
3. Peserta dapat mengulang cara pembuatan dan pemberian oralit sesuai anjuran dan takaran yang disampaikan
4. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar.
Evaluasi Hasil
1. Setelah penyuluhan diharapkan sekitar 80% peserta penyuluhan mampu mengerti dan memahami penyuluhan yang
diberikan sesuai dengan tujuan khusus.
PELAKSANAAN
No Kegiatan Materi Waktu
1 Pembukaan Salam pembuka dan perkenalan 15 menit
Menjelaskan Tujuan Penyuluhan
2 Kegiatan Inti Menjelaskan Tentang : 35 menit
1. Pengertian penyakit diare
2. Klasifikasi penyakit diare
3. Penyebab diare
4. Tanda dan gejala diare
5. Penanganan diare
6. Komplikasi diare
7. Pencegahan penyakit diare
3 Penutup 1. Melakukan Evaluasi 20 menit
2. Mengucapkan terima kasih
PENILAIAN
Apakah masyarakat dapat menjelaskan apa yang
dimaksud dengan diare dan faktor penyebabnya?
Apakah masyarakat mampu menjelaskan tanda
dan gejala dari penyakit oralit?
Apakah masyarakat dapat mempraktekkan cara
pembuatan larutan oralit?
TINDAK LANJUT
Tindak lanjut yang dilakukan apabila
masyarakat masih kurang paham dan angka
kejadian diare masih tinggi yaitu dengan
melakukan penyuluhan per desa dan door to
door.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH