Anda di halaman 1dari 35

Darah merupakan bagian dari tubuh yang jumlahnya 6-

8% dari berat badan total. Darah berbentuk cairan yang


berwarna merah dan agak kental. Darah adalah cairan
yang ada pada manusia sebagai alat transportasi
berfungsi untuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang
dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-
bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai
pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri
1. Sebagai alat pengangkut
2. Sebagai pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit
dan racun dalam tubuh dengan perantara leukosit dan
antibodi atau zat-zt anti racun
3. Menyebarkan panas ke seluruh tubuh
Bentuk sel darah merah (eritrosit) seperti
cakram/bikonkaf, tidak mempunyai inti, ukurannya
0,007 mm, tidak bergerak banyaknya ±4,5-5 juta/mm3,
warnanya kuning kemerah-merahan, sifatnya kenyal
sehingga dapat berubah bentuk sesuai dengan
pembuluh darah yang dilalui (Syaifuddin, 2011)
1. Sebagai penghantar O2 keseluruh tubuh
2. Penentu golongan darah
3. Menjaga system kekebalan tubuh
4. Membantu pelebaran pembuluh darah
1. Normositik : sel yang ukurannya normal
2. Normokromil: sel dengan jumlah hemoglobin yang
normal
3. Mikrositik: sel yang ukurannya kecil
4. Makrositik: sel yang ukurannya terlalu besar
5. Hipokromik : sel yang jumlah terlalu sedikit
Sel darah merah dibuat disumsum tulang. Pada proses pembentukan
diperlukan zat besi, vitamin B12, asam folat, dan rantai globin yang
merupakan senyawa protein berasal dari hemositoblas. Hemositoblas
mula-mula membentuk eritroblas basofil yang mulai menyintesis
hemoglobin menjadi eritroblas polikromatofilik yang mengandung
campuran zat basofilik dan hemoglobin merah. Selanjutnya intisel
menyusut, sedangkan inti sel dibentuk dalam jumlah yang lebih banyak
dan sel menjadi normoblas. Setelah sitoplasma normoblas terisi dengan
hemoglobin, inti menjadi sangat kecil dan dibuang pada waktu yang
sama dengan reticulum endoplasma direabsorpsi. Sel retikulosit masuk
dalam kapiler darah melalui pori-pori membrane. Reticulum
endoplasma yang tersisa dalam retikulosit terus menghasilkan
hemoglobin dalam jumlah kecil selama 1-2 hari. Setelah reticulum
diabsorpsi semuanya, sel ini menjadi eritrosit yang matang
Untuk proses pematangan sel eritrosit diperlukan
homon eritropoietin yang dibuat oleh ginjal. Umur
peredaran darah sekitar 105-120 hari, kemudian
eritrosit dihancurkan di organ limpa. Pada proses
penghancuran akan dilepas zat besi dan pigmen
bilirubin. Zat besi digunakan di dalam hati akan
mengalami proses konjugasi kimiawi menjadi pigmen
empedu, dan keluar bersama cairan empedu ke dalam
usus.
Normal eritrosit menurut Joyce M. Black, 5.500.000 sel/mm3.
Jika kondisi sel darah merah berlebih dapat menyebabkan pada
pembuluh darah. Biasanya terjadi gangguan:
1. Deep Vein Trombosit (DVT)
Suatu penyakit yang terjadi ketika terdapat gumpalan darah di
pembuluh dara vena
2. Stroke
Terjadi ketika pasukan darah ke otak terganggu penyumbatan
pecahnya pembuluh darah
3. Serangan jantung
Terjadi ketika pasukan darah menuju ke jantung terhambat,
biasanya disebabkan oleh penggumpala darah atau penumpukan
lemak, kolesterol, dan unsure lainnya
Tubuh tidak memiliki cukup jumlah sel darah merah yang sehat, ketika tubuh kekurangan
eritrosit dapat menyebabkan kinerja organ terganggu dan bias kehilangan fungsi. Biasanya
terjadi gangguan:
1. Anemia defisiensi vitamin
Anemia jenis ini terjadi diakibatkan karena rendahnya serapan asupan vitamin pokok
pembentuk darah merah laayaknya zat besi, vitamin B12 serta folat. Akibat dari rendahnya
jumlah nutrisi tersebut dalam tubuh kita maka sumsum tulang sebagai pabrik darah tak akan
mampu menyuplai sel darah merah sesuai dengan yang tubuh kita butuhkan sehingga gejala
tanda anemia akan mulai muncul
2 Penyakit ginjal
Beberapa penyakit kronis seperti ginjal bias disebabkan karena menurunnya produksi sel
darah merah secara langsung. Organ ginjal membutuhkan pasokan darah merah yang cukup
sehingga jika tubuh kekurangan eritrosit bias dipastikan kinerja organ tersebut akan terganggu
dan bias kehilangan fungsinya samasekali. Beberapa penyakit berat seperti HIV AIDS dan
kanker berperan penting jumlah sel darah merah yang menurun
3. Anemia aplastik
Belum diketahui penyebab pasti dari terjadinya anemia yang satu ini, tapi secara garis
besarnya yakni kemampuan sumsum tulang dalam memperoduksi keseluruhan sel darah
termasuk eritrosit terus mengalami penurunan sehingga tak mampu lagi memenuhi kebutuhan
suplai eritrosit bagi tubuh
Sel darah putih (leukosit) warnanya bening terdapat
didalam darah manusia, bentuknya lebih besar bila
dibandingkan dengan sel darah merah (eritrosit), tetapi
jumlahnya lebih sedikit. Dalam setiap 1 darah terdapat
6.000-11.000 sel darah putih.
Sel darah putih berumur sekitar 12 hari. Sel darah putih
keluar dari pembuluh kapiler apabila ditemukan
antigen. Proses keluarnya leukosit disebut dengan
diapedisis. Leukosit yang berperan dalam melawan
penyakit yang msuk kedalam tubuh disebut antibodi.
Sel darah putih dibuat dalam sumsum merah tulang.
LEUKOSIT

GRANULA AGRANULA

Netrofil Monosit

Basofil Limfosit

Eosinofil
Sel netrofil paling banyak dijumpai pada sel darah putih.
Sel golongan ini merwarnai dirinya dengan pwarna
netral atau campuran pewarna asam dan basa serta
tampak berwarna ungu. Netrofil memiliki nukleus yang
terdiri dari 3-5 lobus. Sel-sel berukuran sekitar dalam
keadaan segar. Netrofil bersifat fagosit dengan cara
masuk kejaringan yang terinfeksi. Saat mendekati suatu
partikel untuk membuat ruangan tertutup berisi
partikel-partikel yang sudah difagositosis.
Basofil memiliki nukleus berbentuk S dan bersifat
fagosit. Basofil melepaskan heparin kedalam darah.
Heparin adalah mukopolisakarida
yangbanyakmterdapat didalam hati dan paru. Heparin
dapat mencegah pembekuan darah. Selain itu, basofil
juga melepaskan histamin. Histamin adalah suatu
senyawa yang dibebaskan sebagai reaksi terhadap
antigen yang sesuai.
Eosinofil memiliki nukleus yang terdiri dari dua lobus
dan bersifat fagosit dengan daya fagositosis yang
lemah. Eosinofil mempunyai kecenderungan untuk
berkumpul dalam satu jaringan yang mengalami reaksi
alergi. Eosinofil juga dianggap dapat mendetoksifikasi
toksin yang menyebabkan radang. Eosinofil ini
dilepaskan oleh sel basofil atau jaringan yang rusak.
Sel eosinofil hanya sedikit dijumpai pada sel darah
putih. Sel ini mnyerang pewarna yang bersifat asam
(eosin) dan kelihatan merah, sedangkan sel basofil
menyerap pewarna basa dan menjadi biru.
Monosit di bentuk di sum-sum tulang, dan masuk
kedalam sirkulasi dalam bentuk imatur. Diarea
terjadinya cidera atau infeksi, monosit meninggalkan
darah dan mengalami proses pematangan menjadi
makrofat setelah masuk ke jaringan. Makrokfat dapat
tetap tersimpan di dalam jaringan, atau digunakan
dalam reaksi peradangan segera setelah sel ini matang.
Limfosit dibentuk didalamm kelanjar limpa dan sumsum
tulang, sedangkan pada janisn dibentuk di hati.
Terdapat dua jenis sel limfosit, yaitu limfosit B dan
limfosit T. Limfosit yang tetap berda di sumsum tunag
dan pindah ke timus berkembang menjadi sel T.
Limfosit B berperan dalam pembentukan antibodi.
Sebaliknya, limfosit T tidak menghasilkan antibodi.
Limfosit T mempunyai berbagai fungsi, contohnya
limfosit sitotoksik-T berfungsi menghancurkan sel yng
terserang virus. Jika limfosit berhadapan dengan
antigen tubuh, limfosit ini akan memprtoduksi antibodi.
Trombosit adalah fragen sitoplasma megakariosit yang
tdk berinti dan terbentuk di sumsum tulang.
Keping darah dibuat di dalam sumsum merah yang
terdapat pada tulang pipih dan tulang pendek. Setiap 1
mm3 darah terdapat 200.000 – 300.000 butir keping
darah. Trombosit yang lebih dari 300.000 disebut
trombositosis, sedangkan apabila kurang dari 200.000
disebut trombositopenia. Trombosit hanya mampu
bertahan 8 hari. Meskipun demikian trombosit
mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses
pembekuan darah.
Pada saat kita mengalami luka, trombosit menyentuh
permukaan luka yang kasar, maka trombosit akan
pecah dan menyebabkan keluarnya enzim
trombokinase, Enzim trombokinase dengan bantuan
mineral kalsium (Ca) dan vitamin K mengubah
protombin menjadi trombin, Selanjutnya trombin
merangsang fibrinogen untuk membuat fibrin atau
benang-benag. Benang-benang fibrin segera
membentuk anyaman untuk menutup luka sehingga
darah tidak keluar lagi.
Pepecahan kehilangan darah akibat dari pembuluh
darah terputus atau pecah, adalah dengan hemostasis
yang di lakukan dengan mekanisme :
a. Spasme vaskuler
b. Pembentukan sumbatan trombosit
c. Bekuan darah
kekurangan pada cell counter automatic apabila ada
darah mengendap (sample clotting), trombosit
bergerombol yang di hitung sebagai leukosit, trombosit
bentuk besar dan giant platelet yang dihitung sebagai
erosit, dan platelets satellitism (formasi rosette) yang
berbentuk dari trombosit-leukosit) keadaan tersebut
mnyebabkan jumlah trombosit lebh rendah dari
sebenarnya, dan adanya non platelet particles seperti
debu, pecahan erosit dan ecahan leukosit dapat
terhitung sebagai trombosit sehingga hasilnya tinggi
palsu.
Trobositopenia atau defisiensi trombosit merupakan keadaan
dimana trombosit dalam sistim sirkulasi dibawah normal.
Trombositopenia biasanya dijumpai pada penderita anemia,
leukemia, infeksi virus dan protozo yang diperantarai oleh
sistim imun (human infection virus ) demam berdarah dan
malaria. Trombositopenia juga dapat terjadi selama masa
kehamilan pada saat tubuh mengalami kekurangan vit B12
dan asam folat dan sedang menjalani radioterapi dan
kemoterapi. Trombositopenia disebbkn oleh beberapa hal,
atara lain kegagalan produksi trombosit, peningkatan
konsumsi trombosit, distribusi trombosit upnormal dan
kehilangan akibat ilusi.
Plasma darah adalah cairan berwarna kuning. 55%
dari jumlah/volume darah merupakan plasma
darah. Susunan air plasma darah terdiri atas 90%,
protein 8% (albumin, globulin, protombin,
fibrinogren), miniral 0,9% ( natrium kloirida,
natrium bikarbonat, garam kalsium fosfor,
magnesium, zat besi). Sisanya terdiri dari bahan
organik (glukosa, lemak, urea, asam urat,
kreatinin, kolestrol, dan asam amino). Plasma
juga berisi oksigen dan karbon di oksida hormon-
hormon, enzim, dan antigen. (Buku Anatomi
Fisiologi Eisi 4 Drs. H. Syaifudin, AMK) Hal.309
Fungsi plasma darah sangat penting, bahkan jika
sampai kekurangan perlu ditransfusi.Apa itu Plasma
Darah? Plasma darah yang merupakan bagian cairan
dari darah itu sendiri. Cairan yang aslinya berwarna
sedikit kuning ini merupakan larutan garam-protein
dimana sel darah merah, darah putih, dan trombosit
berada di dalamnya. Warnanya menjadi terlihat merah
karena banyaknya sel darah merah dalam darah kita.
1. Mengangkut air sekaligus menyebarkannya ke seluruh
tubuh.
2. Mengangkut nutrisi atau sari makanan.
3. Membuang limbah melalui alat ekskresi
4. Menjaga tekanan darah tetap normal.
5. Mengatur dan menjaga keseimbangan asam basa dalam
tubuh.
6. Mengandung Antibodi untuk daya tahan tubuh.
7. Berperan dalam pembekuan darah.
8. Mengedarkan hormon.
9. Membantu penyembuhan luka.
10. Sebagai pengatur suhu tubuh.
Kadar Protein Plasma total pada orang dewasa normal
berkisar 7-7,5 g/100ml. 3 golongan besar protein
plasma yaitu: Fibrinogen,albumin, dan globulin.
Sedangkan protein serum ada 2 yaitu : albuin dan
globulin.
1. Mukoprotein dan glikoprotein
2. Lipoprotein
3. Metal biding protein
4. Gamma Globulin atau immunoglobulin (Ig) yang
dibagi: IgA, IgG, IgM,IgD, dan IgE
1. Globulin
2. Gama globin
3. Albumin
4. Fibrinogen
Hemofilia adalah penyakit genetik yang menybabkan
darah menjadi sulit membeku. Kondisi ini di sebabkan
karena tumbu kekurangan pembekuan darah (faktor
pembekuan). Apabilah orang dengan hemofilia
mengalami pendarahan, maka pendarahannya akan sulit
di hentikan. Akibatnya, darah akan terus mengalir
keluar. Jika tidak di segera di tangani penyakit ini dapat
menyebkan komplikasi serius.