Anda di halaman 1dari 22

Medan Vektor, Medan Gradien, Curl

dan Divergensi
Oleh :
1. ADAH RODIAH (4101415011) (02)
2. DWI YUNIARTI (4101415057) (13)
3. DEWI PRABANINGRUM (4101415104) (22)
4. CHRISVONELA NERI KURNIATI (4101415127) (27)
5. HENDRIK SUTRISNO (4101415130) (30)
MEDAN VEKTOR

Medan vektor adalah fungsi yang daerah asalnya berupa


himpunan titik-titik di 𝑅2 (atau 𝑅3 ) dan yang kisarannya berupa
himpunan vektor-vektor di 𝑉2 (atau di 𝑉3 ).

Definisi
Misalkan D himpunan di 𝑅2 (daerah bidang).Medan vektor
pada 𝑅2 adalah fungsi F yang memadankan tiap titik (𝑥, 𝑦)di D
dengan suatu vektor dua dimensi F(𝑥, 𝑦).
Cara terbaik untuk menggambarkan medan vektor adalah
menggambarkan anak-panah yang menyatakan vektor
F(𝑥, 𝑦)yang dimulai dengan titik (𝑥, 𝑦).Tentu saja ,tidak mungkin
melakukan ini untuk semua titik (𝑥, 𝑦), tetapi kita dapat
memproleh kesan dari F yang mencukupi dengan
melakukannya untuk sedikit titik P dalam d seperti pada
gambar.Karena F(𝑥, 𝑦) adalah vektor dua dimensi,kita dapat
menuliskannya dalam bentuk fungsi komponen-nya P dan Q
sebagai berikut :
F 𝑥, 𝑦 = 𝑃 𝑥, 𝑦 𝑖 + 𝑄 𝑥, 𝑦 𝑗 = 𝑃(𝑥, 𝑦), 𝑄(𝑥, 𝑦)
Atau secara ringkas
𝐹 = 𝑃𝑖 + 𝑄𝑗
Perhatikan bahwa P dan Q adlah fungsi skalar dari dua
variabel dan kadang-kadang disebut medan skalar untuk
membedakannya dari medan vektor.
Definisi
Misalkan E himpunan bagaian dari 𝑅3 .Medan vektor pada 𝑅3
adalah fungsi F yang memadankan tiap titik (𝑥, 𝑦, 𝑧) di E
dengan suatu vektor tiga dimensi 𝐹 𝑥, 𝑦, 𝑧 .

Medan vektor F pada 𝑅3 digambarkan dalam gambar.Kita


dapat menyatakannya dalam fungsi komponenya P.Q.R
sebagai
𝐹 𝑥, 𝑦, 𝑧 = 𝑃 𝑥, 𝑦, 𝑧 𝑖 + 𝑄 𝑥, 𝑦, 𝑧 𝑗 + 𝑅 𝑥, 𝑦, 𝑧 𝑘
Seperti halnya dengan fungsi vektor, kita dapat mendefinisikan
kekontinuan medan vektor dan memperlihatkan bahwa F
adalah kontinu jika dan hanya jika fungsi komponennya P,Q,R
adalah kontinu .
Kadang-kadang kita mengidentifikasikan titik (𝑥, 𝑦, 𝑧) dengan
vektor posisi nya 𝑥 = 𝑥, 𝑦, 𝑧 dan menuiskan F(x) sebagai ganti
𝑭 𝑥, 𝑦, 𝑧 .Maka F menjadi fungsi yang memadankan vektor F(x)
dengan vektor x.
Contoh 1
Medan Vektor Pada ℝ2 didefinisikan oleh:
F(𝑥, 𝑦) = − 𝑦 𝑖 + 𝑥 𝑗
Deskripsikan F dengan mensketsakan beberapa vector F(𝑥, 𝑦).

PENYELESAIAN :
karena F (1 , 0) = j, kita
gambarkn vekrtor j = (0, 1)
dimulai dititik (1, 0) dalam
gambar 4. Karena F (0, 1) = - I,
kita gambarkan vector (- 1, 0)
dengan titik awal (0, 1). Dengan
melanjutkan cara ini, kita dapat
mengambar sejumlah vector
perwakilan untuk menyatakan
Gambar 4 medan vector dalam gambar 4.
Nampak bahwa tiap anak panah menyinggung lingkaran yang
berpusat di titik asal. Untuk membenarkan ini, kita ambil
hasilkali titik dari vector posisi 𝑥 = 𝑥 𝑖 + 𝑦 𝑖 dengan vector
F(𝑥) = F 𝑥, 𝑦 .
𝑥. 𝐹 𝑥 = 𝑥 𝑖 + 𝑦 𝑖 . −𝑦 𝑖 + 𝑥 𝑖
= −𝑥𝑦 + 𝑦𝑥 = 0
Ini memperlihatkan bahwa F(𝑥,𝑦) tegak lurus terhadap vector
posisi (𝑥,𝑦) dan Karena itu menyinggung lingkaran yang
berpusat dititik asal dan berjari-jari |x | = √(𝑥^2+𝑦^2 ) .
perhatikan pula bahwa
|F(𝑥,𝑦)|= (−𝑦)2 + 𝑥 2 = 𝑥 2 + 𝑦 2 = |X|
Sehingga besarnya vector F(𝑥,𝑦) sama dengan jari-jari
lingkaran.
Medan Gradien

Diberikan 𝑓 merupakan skalar dengan dua variabel maka


Medan Vektor Gradien pada ℝ2 diberikan
𝛻𝑓 𝑥, 𝑦 = 𝑓𝑥 𝑥, 𝑦 𝑖 + 𝑓𝑦 𝑥, 𝑦 𝑗

Diberikan 𝑓 merupakan skalar dengan dua variabel maka


Medan Vektor Gradien pada ℝ3 diberikan
𝛻𝑓 𝑥, 𝑦, 𝑧 = 𝑓𝑥 𝑥, 𝑦, 𝑧 𝑖 + 𝑓𝑦 𝑥, 𝑦, 𝑧 𝑗 + 𝑓𝑧 𝑥, 𝑦, 𝑧 𝑘
Medan Vektor Konservatif

Medan Vektor F disebut medan vektor konservatif jika


merupakan gradien dari beberapa fungsi skalar, yakni jika terdapat
suatu fungsi 𝑓 sedemikian hingga 𝑭 = 𝛁𝒇. Dalam situasi ini 𝑓
disebut fungsi potensial untuk F.
TIDAK SEMUA medan vektor adalah konservatif, tetapi medan
yang demikian memang sering muncul dalam fisika. Misalnya,
apabila
𝑚𝑀𝐺
𝑓 𝑥, 𝑦, 𝑧 =
𝑥2 + 𝑦2 + 𝑧2
Maka apabila dirubah menjadi medan vektor konservatif diperoleh :
𝜕𝑓 𝜕𝑓 𝜕𝑓
𝛻𝑓 𝑥, 𝑦, 𝑧 = 𝑖 + 𝑗+ 𝑘
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧
−𝑚𝑀𝐺𝑥 −𝑚𝑀𝐺𝑦 −𝑚𝑀𝐺𝑧
= 𝑖+ 𝑗+ 𝑘
𝑥 2 +𝑦 2 +𝑧 2 𝑥 2 +𝑦 2 +𝑧 2 𝑥 2 +𝑦 2 +𝑧 2
= 𝐹(𝑥, 𝑦, 𝑧)
CURL
CURL

Jika 𝐹 = 𝑃𝑖 + 𝑄𝑗 + 𝑅𝑘 adalah medan vektor pada ℝ3 dan turunan


parsial dari P, Q, dan R semuanya ada, maka curl F adalah medan
vektor pada ℝ3 yang didefinisikan oleh

1
𝜕𝑅 𝜕𝑄 𝜕𝑃 𝜕𝑅 𝜕𝑄 𝜕𝑃
𝑐𝑢𝑟𝑙 𝐹 = − 𝑖+ − 𝑗+ − 𝑘
𝜕𝑦 𝜕𝑧 𝜕𝑧 𝜕𝑥 𝜕𝑥 𝜕𝑦

Untuk membantu ingatan kita, marilah kita tulis ulang Persamaan


1 dengan menggunakan notasi operator. Kita perkenalkan operator
diferensial vektor 𝛻 (“del”) sebagai

𝜕 𝜕 𝜕𝑦
𝛻=𝑖 +𝑗 +𝑘
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧

Ini memiliki arti ketika curl beroperasi pada fungsi skalar untuk menghasilkan
gradien f.
𝜕𝑓 𝜕𝑓 𝜕𝑓 𝜕𝑓 𝜕𝑓 𝜕𝑓
𝛻f = 𝑖 +𝑗 +𝑘 = 𝑖+ 𝑗+ 𝑘
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧 𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧
Jika kita memikirkan 𝛻 sebagai vektor dengan komponen 𝜕Τ𝜕𝑥 ,𝜕ൗ𝜕𝑦 ,
dan 𝜕Τ𝜕𝑧, kita juga dapat memandang hasilkali silang (cross product)
formal dari 𝛻 dengan dengan medan vektor F sebagai berikut:
𝑖 𝑗 𝑘
𝜕 𝜕 𝜕
𝛻×𝐹 =
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧
𝑃 𝑄 𝑅
𝜕𝑅 𝜕𝑄 𝜕𝑃 𝜕𝑅 𝜕𝑄 𝜕𝑃
= − 𝑖+ − 𝑗+ − 𝑘
𝜕𝑦 𝜕𝑧 𝜕𝑧 𝜕𝑥 𝜕𝑥 𝜕𝑦
= 𝑐𝑢𝑟𝑙 𝐹
Jadi, cara termudah untuk menghafal definisi 1 adalah dengan
menggunkan ekspresi simbolik.

2 𝑐𝑢𝑟𝑙 𝐹 = 𝑉 × 𝐹
Contoh 1
Jika 𝐹 𝑥, 𝑦, 𝑧 = 𝑥𝑧 𝑖 + 𝑥𝑦𝑧 𝑗 − 𝑦 2 𝑘, carilah curl F
Penyelesaian. Dengan menggunakan Persamaan 2 kita mempunyai

𝑖 𝑗 𝑘
𝜕 𝜕 𝜕
curl F =𝛻×𝐹 = 𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧
𝑥𝑧 𝑥𝑦𝑧 −𝑦 2
𝜕 𝜕 𝜕 𝜕 𝜕 𝜕
= −𝑦 2 − 𝜕𝑧 𝑥𝑦𝑧 𝑖 − −𝑦 2 − 𝜕𝑧 𝑥𝑧 𝑗 + 𝑥𝑦𝑧 − 𝜕𝑦 𝑥𝑧 𝑘
𝜕𝑦 𝜕𝑥 𝜕𝑥
= −2𝑦 − 𝑥𝑦 𝑖 − 0 − 𝑥 𝑗 + 𝑦𝑧 − 0 𝑘
= −𝑦 2 + 𝑥 𝑖 + 𝑥 𝑗 + 𝑦𝑧 𝑘

Ingat kembali gradien fungsi tiga variabel f adalah medan vektor pada ℝ3 ,
sehingga kita dapat menghitung curl-nya.
Teorema berikut mengatakan bahwa curl medan vektor gradien adalah 0.

3 Teorema. jika f adalah fungsi tiga variabel yang mempunyai turunan


parsial orde-dua kontinu, maka
𝑐𝑢𝑟𝑙 𝛻𝑓 = 0

Bukti menurut teorema Clairaut, kita mempunyai


𝑖 𝑗 𝑘
𝜕 𝜕 𝜕
𝑐𝑢𝑟𝑙 𝛻𝑓 = 𝛻 × 𝛻𝑓 = 𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧
𝜕𝑓 𝜕𝑓 𝜕𝑓
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧
𝜕2𝑓 𝜕2𝑓 𝜕2𝑓 𝜕2𝑓 𝜕2𝑓 𝜕2𝑓
= − 𝑖+ − 𝑗+ − 𝑘
𝜕𝑦𝜕𝑧 𝜕𝑧𝜕𝑦 𝜕𝑧𝜕𝑥 𝜕𝑥𝜕𝑧 𝜕𝑥𝜕𝑦 𝜕𝑦𝜕𝑥
=𝑜𝑖+0𝑗+0𝑘 =0
Karena medan vektor konservatif adalah medan vektor yang memenuhi
𝐹 = 𝛻𝑓. Teorema 3 dapat dikatan dengan cara lain sebagai berikut:
Jika F konservatif maka curl F = 0.
Ini memberikan kita cara untuk memeriksa kebenaran bahwa suatu medan
vektor tidak konservatif
Contoh 2
Perlihatkan bahwa medan vektor 𝐹 𝑥, 𝑦, 𝑧 = 𝑥𝑧 𝑖 + 𝑥𝑦𝑧 𝑗 − 𝑦 2 𝑘
tidak konservatif.
Penyelesaian
Dalam contoh 1 kita perlihatkan bahwa
𝑐𝑢𝑟𝑙 𝐹 = −𝑦 2 + 𝑥 𝑖 + 𝑥 𝑗 + 𝑦𝑧 𝑘
Ini memperlihatkan bahwa 𝑐𝑢𝑟𝑙 𝐹 ≠ 0 sehingga, menurut teorema
3, F tidak konservatif.

4 Teorema. Jika F adalah medan vektor yang terdefinisi pada


keseluruhan ℝ3 yang fungsi komponennya mempunyai turunan
parsial kontinu dan curl F = 0, maka F adalah medan vektor
konservatif.
Contoh 3
a) perlihatkan bahwa 𝐹 𝑥, 𝑦, 𝑧 = 𝑦 2 𝑧 3 𝑖 + 2𝑥𝑦𝑧 3 𝑗 + 3𝑥𝑦 2 𝑧 2 𝑘
adalah medan vektor konservatif
b) carilah fungsi f sedemikian rupa sehingga 𝐹 = 𝛻𝑓
Penyelesaian
a) kita hitung curl F
𝑖 𝑗 𝑘
𝜕 𝜕 𝜕
curl F =𝛻×𝐹 = 𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧
𝑦2𝑧3 2𝑥𝑦𝑧 3 3𝑥𝑦 2 𝑧 2
= 6𝑥𝑦𝑧 2 − 6𝑥𝑦𝑧 2 𝑖 + 3𝑦 2 𝑧 3 − 3𝑦 2 𝑧 3 𝑗 + 2𝑦𝑧 3 − 2𝑦𝑧 3
=0
Karena curl F = 0 dan daerah asal F adalah ℝ3 , maka menurut
teorema 4 , f adalah medan vektor konservatif.
b) Kita mempunyai
5 𝐹𝑥 𝑥, 𝑦, 𝑧 = 𝑦 2 𝑧 3
6 𝐹𝑦 𝑥, 𝑦, 𝑧 = 2𝑥𝑦𝑧 3
7 𝐹𝑧 𝑥, 𝑦, 𝑧 = 3𝑥𝑦 2 𝑧 2
Dengan mengintegralkan (5) terhadap 𝑥 kita dapatkan
8 𝐹 𝑥, 𝑦, 𝑧 = 𝑥𝑦 2 𝑧 3 + 𝑔 𝑦, 𝑧
Dengan mendiferensialkan(8) terhadap 𝑦 kita dapatkan
𝐹𝑦 𝑥, 𝑦, 𝑧 = 2𝑥𝑦𝑧 3 + 𝑔𝑦 𝑦, 𝑧 , sehingga pembandingan dengan
(6) memberikan 𝑔𝑦 𝑦, 𝑧 = 0 . Jadi 𝑔 𝑦, 𝑧 = ℎ(𝑧) dan
𝐹𝑥 𝑥, 𝑦, 𝑧 = 3𝑥𝑦 2 𝑧 2 + ℎ′(𝑧)
Kemudian (7) memberikan ℎ′ 𝑧 = 0. Karena itu
𝐹 𝑥, 𝑦, 𝑧 = 𝑥𝑦 2 𝑧 3 + 𝐾
Divergensi

Jika 𝐹 = 𝑃𝑖 + 𝑄𝑗 + 𝑅𝑘 adalah medan vektor pada 𝑅3 dan


𝜕𝑃 𝜕𝑄 𝜕𝑅
, , ada, maka divergensi F adalah fungsi tiga variabel
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧
yang didefinisikan oleh
𝜕𝑃 𝜕𝑄 𝜕𝑅
𝑑𝑖𝑣 𝐹 = + +
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧
Curl F adalah medan vektor tetapi div F adalah medan skalar.
𝜕 𝜕 𝜕
Dalam bentuk Operator gradien 𝛻 = 𝑖+ 𝑗+ 𝑘,
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧
divergensi F dapat ditulis secara simbolik sebagai hasil kali titik
dari 𝛻 dan F :
𝑑𝑖𝑣 𝐹 = 𝛻. 𝐹
Contoh
Jika 𝐹 𝑥, 𝑦, 𝑧 = 𝑥𝑧 𝑖 + 𝑥𝑦𝑧 𝑗 − 𝑦 2 𝑘, carilah div F!

Penyelesaian:
Berdasarkan definisi divergensi kita dapatkan:
𝑑𝑖𝑣 𝐹 = 𝛻. 𝐹
𝜕 𝜕 𝜕
= 𝑥𝑧 + 𝑥𝑦𝑧 + −𝑦 2
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧
= 𝑧 + 𝑥𝑧
Teorema
Jika F = 𝑃𝑖 + 𝑄𝑗 + 𝑅𝑘 adalah medan vektor pada 𝑅3 dan 𝑃, 𝑄, serta
𝑅 mempunyai turunan parsial orde-dua kontinu, maka :
𝑑𝑖𝑣 𝑐𝑢𝑟𝑙 𝐹 = 0

Bukti
Dengan menggunakan definisi divergensi dan curl, kita mempunyai
𝑑𝑖𝑣 𝑐𝑢𝑟𝑙 𝐹 = 𝛻. 𝛻 x F
𝜕 𝜕𝑅 𝜕𝑄 𝜕 𝜕𝑃 𝜕𝑅 𝜕 𝜕𝑄 𝜕𝑃
= − + − + −
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧 𝜕𝑦 𝜕𝑧 𝜕𝑥 𝜕𝑧 𝜕𝑥 𝜕𝑦
𝜕2𝑅 𝜕2𝑄 𝜕2𝑃 𝜕2𝑅 𝜕2𝑄 𝜕2𝑃
= − + − + −
𝜕𝑥𝜕𝑦 𝜕𝑥𝜕𝑧 𝜕𝑦𝜕𝑧 𝜕𝑦𝜕𝑥 𝜕𝑧𝜕𝑥 𝜕𝑧𝜕𝑦
=0
Karena suku-suku saling meniadakan dalam pasangan menurut
Clairaut.
Contoh
Perlihatkan bahwa medan vektor
𝐹 𝑥, 𝑦, 𝑧 = 𝑥𝑧 𝑖 + 𝑥𝑦𝑧 𝑗 − 𝑦 2 𝑘 tidak dapat
dituliskan sebagai curl medan vektor lain, yakni 𝐹 ≠
𝑐𝑢𝑟𝑙 𝐺.
Penyelesaian:
Berdasarkan definisi divergensi kita dapatkan:
𝑑𝑖𝑣 𝐹 = 𝛻. 𝐹
𝜕 𝜕 𝜕
= 𝑥𝑧 + 𝑥𝑦𝑧 + −𝑦 2
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧
= 𝑧 + 𝑥𝑧
Dan karena itu 𝑑𝑖𝑣 𝐹 ≠ 0. Jika benar bahwa 𝐹 = 𝑐𝑢𝑟𝑙 𝐺 maka
pada teorema sebelumnya,
𝑑𝑖𝑣 𝐹 = 𝑑𝑖𝑣 𝑐𝑢𝑟𝑙 𝐺 = 0
Yang bertentangan terhadap 𝑑𝑖𝑣 𝐹 ≠ 0. Oleh karena itu F
bukanlah curl dari medan vektor lain.
Jika 𝐹 𝑥, 𝑦, 𝑧 adalah kecepatan fluida atau gas, maka
𝑑𝑖𝑣 𝐹 𝑥, 𝑦, 𝑧 menyatakan total laju perubahan (terhadap
waktu) dari massa fluida atau gas yang mengalir dari titik
𝑥, 𝑦, 𝑧 dari satuan Volume. Dengan kata lain, 𝑑𝑖𝑣 𝐹 𝑥, 𝑦, 𝑧
mengukur kecenderungan fuida untuk menyebar dari titik
𝑥, 𝑦, 𝑧 . Jika 𝑑𝑖𝑣 𝐹 = 0, maka F disebut tak dapat
dimampatkan (incompressible).

Operator diferensial lain muncul ketika kita menghitung


divergensi dari medan vektor gradien 𝛻𝑓. Jika 𝑓 adalah fungsi
tiga variabel, kita mempunyai
𝜕2𝑓 𝜕2𝑓 𝜕2𝑓
𝑑𝑖𝑣 𝛻𝑓 = 𝛻. 𝛻𝑓 = 2 + 2 + 2
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧
Dan ekspresi ini muncul demikian seringnya sehingga kita
singkat sebagai 𝛻 2 𝑓. Operator
𝛻 2 = 𝛻. 𝛻
Disebut operator Laplace karena kaitannya dengan
persamaan Laplace.
𝜕 2𝑓 𝜕 2𝑓 𝜕 2𝑓
𝛻 2𝑓 = 2 + 2 + 2 = 0
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕𝑧

Penerapan operator Laplace 𝛻 2 untuk medan vektor


𝐹 = 𝑃𝑖 + 𝑄𝑗 + 𝑅𝑘
Dalam bentuk komponennya
𝛻 2 𝐹 = 𝛻 2 𝑃𝑖 + 𝛻 2 𝑄𝑗 + 𝛻 2 𝑅𝑘
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai