Anda di halaman 1dari 20

FISIKA RADIODIAGNOSTIK TENTANG EFEK

YANG DITIMBULKAN SINAR-X (FISIK, KIMIA,


DAN BIOLOGI)
KELAS 2D
KELOMPOK 2
•Hendhi Prasetyo (P1337430217001)
•Saras Mukti Shoumi (P1337430217002)
•Evi Rama Dheni (P1337430217008)
•Wahyu Herna Kurniawati (P1337430217011)
•Andini Kartika Chandra (P1337430217026)
•Pramuwardani Nur Amanah (P1337430217029)
•Adil Fathun Saifudin (P1337430217036)
•Nurul Latifatil Hidayati (P1337430217072)
•Veny Kartika Zahro (P1337430217074)
•Naufalino Mirza Mulya (P1337430217081)
KLASIFIKASI RADIASI BERDASARKAN
MUATAN LISTRIK
Radiasi Pengion
Radiasi yang apabila menumbuk atau
menabrak sesuatu, akan muncul partikel
bermuatan listrik yang disebut ion (radiasi
yang dapat menimbulkan ionisasi).
Termasuk ke dalam radiasi pengion adalah
sinar-X, partikel alfa (α), partikel beta (β),
sinar gamma (γ), partikel neutron
Radiasi Non-Pengion
Radiasi yang tidak dapat menimbulkan
ionisasi. Termasuk ke dalam radiasi
non-pengion adalah gelombang radio,
gelombang mikro, inframerah, cahaya
tampak dan ultraviolet.
INTERAKSI RADIASI
DENGAN MATERI BIOLOGI
Tahap Fisik
Tahap Fisik berupa absorbsi
energi radiasi pengion yang
menyebabkan terjadinya eksitasi
dan ionisasi pada molekul atau
atom penyusun bahan biologi.
Proses ini berlangsung sangat
singkat dalam orde 10-16 detik.
Proses ionisasi dapat ditulis
dengan :
H2O + radiasi pengion ----> H2O + + e-
Tahap Fisikokimia
atom atau molekul yang terionisasi mengalami
reaksi-reaksi sehingga terbentuk radikal bebas
yang tidak stabil. Ion-ion yang terbentuk pada
tahap pertama interaksi akan beraksi dengan
molekul air lainnya sehingga menghasilkan
beberapa macam produk , diantaranya radikal
bebas yang sangat reaktif dan toksik melalui
radiolisis air, yaitu OH- dan H+.

Reaksi kimia yang terjadi dalam tahap kedua interaksi ini


adalah:
H2O+ ----> H+ + OH-
H 2O + e ----> H2O-
H 2 O- ----> OH- + H+
Radikal bebas OH- dapat membentuk peroksida (H2O2 )
yang bersifatoksidator kuat melalui reaksi berikut :
OH- + OH- ----> H2O2
Tahap Kimia Dan Biologi

Tahap kimia dan biologi yang berlangsung dalam


beberapa detik dan ditandai dengan terjadinya
reaksi antara radikal bebas dan peroksida dengan
molekul organik sel serta inti sel yang terdiri atas
kromosom. Reaksi ini akan menyebabkan
terjadinya kerusakan-kerusakan terhadap molekul-
molekul dalam sel.
Tahap Biologis
Tahap biologis yang ditandai dengan
terjadinya tanggapan biologis yang bervariasi
bergantung pada molekul penting mana yang
bereaksi dengan radikal bebas dan peroksida
yang terjadi pada tahap ketiga. Proses ini
berlangsung dalam orde beberapa puluh
menit hingga beberapa puluh tahun,
bergantung pada tingkat kerusakan sel yang
terjadi.
EFEK RADIASI TERHADAP MANUSIA

•Efek Genetik (non-somatik) atau efek


pewarisan adalah Efek yang dirasakan oleh
keturunan dari individu yang terkena paparan
radiasi.
•Efek Somatik adalah Efek radiasi yang
dirasakan oleh individu yang terpapar radiasi.
Waktu yang dibutuhkan sampai terlihatnya gejala
efek somatik sangat bervariasi
.
Efek Somatik

Efek segera adalah kerusakan yang secara klinik sudah dapat teramati pada individu
dalam waktu singkat setelah individu tersebut terpapar radiasi, seperti epilasi (rontoknya
rambut), eritema (memerahnya kulit), luka bakar dan penurunan jumlah sel darah.
Kerusakan tersebut terlihat dalam waktu hari sampai mingguan pasca iradiasi.

Efek tertunda merupakan efek radiasi yang baru timbul setelah waktu yang lama
(bulanan/tahunan) setelah terpapar radiasi, seperti katarak dan kanker.
Efek yang penyebab timbulnya merupakan fungsi
dosis radiasi dan diperkirakan tidak mengenal dosis
ambang.Efek ini terjadi sebagai akibat paparan
radiasi dengan dosis yang menyebabkan terjadinya
perubahan pada sel.Radiasi serendah apapun selalu Gambar.3 grafik Efek Stokastik
terdapat kemungkinan untuk menimbulkan perubahan
pada sistem biologik, baik pada tingkat molekul
maupun sel.
 Tidak mengenal dosis ambang.
 Timbul setelah melalui masa
tenang yang lama.
 Keparahannya tidak bergantung
pada dosis radiasi.
 Tidak ada penyembuhan
spontan.
 Efek ini meliputi: kanker,
leukemia (efek somatik), dan
penyakit keturunan (efek
genetik)
Efek yang kualitas keparahannya
bervariasi menurut dosis dan hanya timbul
bila dosis ambang dilampaui. Efek ini
terjadi karena adanya proses kematian sel
akibat paparan radiasi yang mengubah Gambar.4 Grafik Efek Non Stokastik
fungsi jaringan yang terkena radiasi.
Mempunyai dosis ambang.
Umumnya timbul beberapa
saat setelah radiasi.
Adanya penyembuhan spontan
(tergantung keparahan).
Tingkat keparahan tergantung
terhadap dosis radiasi.Efek ini
meliputi: luka bakar,
sterilitas/kemandulan, katarak
(efek somatik).
Pengaruh radiasi terhadap organ tubuh
manusia
Kulit
Efek deterministik pada kulit bergantung pada besarnya dosis.
Paparan radiasi sekitar 2- 3 Gy dapat menimbulkan efek kemerahan
(eritema). Pada kulit saat dosis sekitar 3– 8 Gy menyebabkan terjadinya
kerontokan rambut (epilasi) dan pengelupasan kulit (deskuamasi kering)
dalam waktu 3– 6 minggu setelah paparan radiasi.Pada dosis yang lebih
tinggi, sekitar 12– 20 Gy, akan mengakibatkan terjadinya pengelupasan
kulit disertai dengan pelepuhan dan bernanah (blister) serta
peradangan akibat infeksi pada lapisan dalam kulit (dermis) sekitar 4– 6
minggu kemudian.

Efek stokastik pada kulit adalah kanker kulit. Keadaan ini, contoh kanker kulit
berdasarkan studi epidemiologi, banyak dijumpai pada para penambang
uranium yang menderita kanker kulit di daerah muka akibat paparan
radiasi dari debu uraniumyang menempel pada muka
Mata
Mata terkena paparan radiasi baik akibat dari radiasi
lokal (akut atau protraksi) maupun paparan radiasi
seluruh tubuh. Lensa mata adalah struktur mata yang
paling sensitif terhadap radiasi. Kerusakan pada lensa
katarak pada mata
diawali dengan terbentuknya titik-titik kekeruhan atau
hilangnya sifat transparansi sel serabut lensa yang mulai
dapat dideteksi setelah paparan radiasi sekitar 0,5 Gy.
Kerusakan ini bersifat akumulatif dan dapat berkembang
sampai terjadi kebutaan akibat katarak. Tidak seperti efek
deterministik, katarak tidak akan terjadi beberapa saat
setelah paparan, tetapi setelah masa laten berkisar dari 6
bulan sampai 35 tahun.
Tiroid

Kelenjar ini berisiko kerusakan baik akibat


paparan radiasi eksterna maupun radiasi
interna. Tiroid tidak terlalu peka terhadap
radiasi. Meskipun demikian bila terjadi Hipotiroidism
inhalasi radioaktif yodium maka akan segera
terakumulasi dalam kelenjar tersebut dan
mengakibatkan kerusakan.Paparan radiasi
dapat menyebabkan tiroiditis akut dan
hipotiroidism. Dosis ambang untuk tiroiditis
akut sekitar 200 Gy.
Organ reproduksi
Dosis radiasi 0,15 Gy merupakan dosis ambang sterilitas sementara karena
sudah mengakibatkan terjadinya penurunan jumlah sel sperma selama
beberapa minggu. Dosis radiasi sampai 1 Gy menyebabkan kemandulan
selama beberapa bulan dan dosis 1– 3Gy kondisi steril berlangsung selama
1– 2 tahun. Menurut ICRP 60, dosis ambang sterilitas permanen adalah 3,5–
6 Gy.Pengaruh radiasi pada sel telur sangat bergantung pada usia. Semakin
tua usia, semakin sensitif terhadap radiasi.
Selain sterilitas, radiasi dapat menyebabkan menopouse dini sebagai akibat
dari gangguan hormonal system reproduksi. Dosis terendah yang diketahui
dapat menyebabkan sterilitas sementara adalah 0,65 Gy. Dosis ambang Bayi Prematur
sterilitas menurut ICRP 60 adalah 2,5– 6 Gy. Pada usia yang lebih muda (20-
an), sterilitas permanen terjadi pada dosisyang lebih tinggi yaitu 12– 15 Gy,
tetapi pada usia 40-an dibutuhkan dosis 5– 7Gy.Efek stokastik pada sel
germinal lebih dikenal dengan efek pewarisan yang terjadi karena mutasi
pada gen atau kromosom sel pembawa keturunan (sel sperma dan sel telur).
efek yang terjadi bervariasi dari ringan hingga kehilangan fungsi atau kelainan
anatomik yang parah bahkan kematian premature.
Sistem Pencernaan

Bagian dari sistim ini yang paling sensitif terhadap


radiasi adalah usus halus. Kerusakan pada saluran
pencernaan makanan memberikan gejala mual,
muntah, diare, gangguan sistem pencernaan dan
penyerapan makanan. Dosis radiasi yang tinggi dapat
mengakibatkan kematian karena dehidrasi akibat
muntah dan diare yang parah. Efek stokastik yang
timbul berupa kanker pada epitelsaluran pencernaan.
Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai