Anda di halaman 1dari 17

OCEANIC

HEAT
BUDGET
MUHAMMAD REZKY SNR 03311740000033
OVERVIEW
Sekitar setengah dari energi matahari yang mencapai bumi
diserap oleh laut dan darat.
Energi termal yang diangkut oleh arus laut tidak stabil, dan
mengalami perubahan signifikan dalam perpindahannya.
Untuk alasan ini, perhitungan dan perpindahan panas laut
penting untuk memahami iklim bumi dan variabilitas jangka
pendek dan jangka panjangnya.

2
APA ITU OCEANIC HEAT BUDGET

 Perubahan energi yang tersimpan di laut bagian atas dihasilkan dari


ketidakseimbangan antara input dan output panas melalui
permukaan laut. Dan, fluks total energi masuk dan keluar dari laut
harus nol, jika samudera secara keseluruhan akan memanas atau
mendingin. Jumlah fluks panas ke dalam atau di luar volume air
adalah perhitungan panas.
3
Pentingnya Lautan dalam Heat Budget Bumi.

 Perbandingan panas yang tersimpan di laut dengan panas yang


tersimpan di darat selama siklus tahunan menunjukkan bahwa
samudera menyimpan dan melepaskan lebih banyak panas dari pada
daratan.

 Penyimpanan panas yang besar di lautan dibandingkan dengan


daratan memiliki konsekuensi penting. Rentang suhu udara
musiman di darat meningkat sebanding dengan jarak dari laut, dan
dapat melebihi 40 ° C di tengah benua, mencapai 60 ° C di Siberia.
Rentang suhu yang khas di atas lautan dan sepanjang pantai kurang
dari 10 ° C.

4
PROSES TERBENTUKNYA OCEANIC
HEAT BUDGET
 Energi matagari yang
mencapai permukaan bumi
sebagian dipantulkan dan
sebagian diserap untuk
dikonversi menjadi energi
panas oleh air daratan dan
air lautan
 Dari 100% panas yang
dipancarkan oleh matahari,
sekitar 2o% radiasi matahari
yang mencapai bumi
diserap oleh awan dan gas
atmosfer. 50% diserap oleh
permukaan bumi dan 31%
dipantulkan kembali
angkasa 6
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HEAT
BUDGET
Perhitungan Energi Panas di Lautan
Istilah utama dalam perhitungan di permukaan laut adalah:
- Insolasi QSW, fluks energi matahari ke laut;
- Radiasi Inframerah Bersih QLW, fluks bersih radiasi infra merah
dari laut;
- Fluks QS yang masuk akal, fluks panas keluar dari laut akibat
konduksi;
- Latent Heat Flux QL, fluks energi yang dibawa oleh air yang
diuapkan; dan
- Adveksi QV, panas terbawa oleh arus.
Resultannya dirumuskan:

8
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Insolasi Radiasi:
- Tinggi matahari di atas cakrawala, yang bergantung pada garis lintang, lautan, dan
waktu.
- Panjang hari, yang tergantung pada garis lintang dan musim.
- Daerah penampang melintang yang menyerap sinar matahari, bergantung pada
tinggi matahari di atas cakrawala.
- Atenuasi, yang tergantung pada: i) Awan, yang menyerap dan menyebarkan
radiasi. ii) Panjang jalur melalui atmosfer, yang bervariasi seperti csc φ, dimana φ
adalah sudut matahari di atas cakrawala. iii) Molekul gas yang menyerap radiasi
di beberapa band (gambar 5.2). H2O, O3, dan CO2 semuanya penting. iv)
Aerosol yang menyebarkan dan menyerap radiasi. Baik aerosol vulkanik maupun
laut sangat penting. Dan v) debu, yang menyebarkan radiasi, terutama debu
Saharan di atas Atlantik.
- Reflektifitas permukaan, yang bergantung pada sudut elevasi matahari dan
kekasaran permukaan laut.

9
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Fluks Inframerah:
- Tebal awan Semakin tebal dek awan, semakin sedikit panas yang lolos ke
luar angkasa.
- Tinggi awan, yang menentukan suhu di mana awan bergetar panas kembali
ke laut. Tingkat ini sebanding dengan t4, di mana t adalah suhu tubuh yang
memancar di Kelvin. Awan tinggi lebih dingin dari awan rendah.
- Kandungan uap air di atmosfer. Semakin lembab atmosfer semakin sedikit
panas yang lolos ke luar angkasa.
- Suhu air. Semakin panas air, semakin banyak panas yang terpancar. Radiasi
bergantung pada tempat.
- Penutup es dan memancarkan sebagai blackbody, tapi mendingin jauh lebih
cepat daripada air terbuka. Lautan tertutup es terisolasi dari atmosfer.

10
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LATEN-HEAT FLUKS

fluks panas laten dipengaruhi oleh kecepatan angin dan kelembaban


relatif. angin kencang dan udara kering menguapkan lebih banyak air
daripada angin lemah dengan kelembaban relative mendekati 100%.
nilai tahunan rata-rata untuk fluks panas laten ada dalam kisaran:

11
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SENSIBLE-HEAT FLUKS

fluks panas yang masuk akal dipengaruhi oleh kecepatan


angin dan perbedaan suhu udara - laut di sekitarnya. angin
kencang dan daerah dengan perbedaan suhu yang tinggi
menyebabkan fluks tinggi. nilai tahunan rata-rata untuk fluks
panas yang masuk akal ada dalam kisaran:

12
Perhitungan Fluks Langsung
Pengukuran Gust-Probe Fluks Turbulen
- pengukuran langsung dari jumlah turbulen di lapisan batas atmosfer yang dibuat
oleh gust-probes pada ketinggian terbang rendah pesawat terbang atau platform
pantai. Sangat sedikit pengukuran semacam itu yang telah dilakukan. Fluks
dihitung dari korelasi angin vertikal dan angin horisontal, kelembaban, atau suhu.
- Cukup mahal, dan hasilnya tidak dapat digunakan untuk menghitung fluks panas
rata-rata selama beberapa hari atau area yang luas.

Pengukuran Radiometer Fluks Radiatif


- Radiometer pada kapal, platform pantai, dan bahkan pulau-pulau kecil digunakan
untuk melakukan pengukuran langsung fluks radiasi. Radiometer Wideband yang
peka terhadap radiasi dari 0,3 μm sampai 50 μm dapat mengukur radiasi matahari
dan infra merah yang masuk dengan akurasi sekitar 3% asalkan dikalibrasi dan
dirawat dengan baik.

13
Perhitungan Fluks Tidak Langsung
Formula Massal
- Untuk fluks panas dan momentum yang masuk akal dan laten, korelasi
disebut formula massal. yaitu :

- Temperatur udara (ta) diukur dengan menggunakan termometer pada kapal


- ts diukur dengan menggunakan termometer pada kapal atau dari ruang
angkasa menggunakan radiometer inframerah seperti AVHRR.
- Kelembaban udara (qa) dihitung dari pengukuran kelembaban relatif yang
dibuat dari kapal.
- Kelembaban spesifik pada permukaan laut (qs) dihitung dari ts dengan
asumsi udara di permukaan jenuh dengan uap air.

14
SURVEI BATIMETRI

- Survey bathimetri merupakan salah satu survey dibidang hidrografi yang


dilakukan untuk mengetahui topografi dasar laut maupun daerah perairan yang
lain. Alat yang digunakan untuk mengetahui toporafi permukaan dasar laut yaitu
echosounder. Echosounder bekerja dengan prinsip gelombang suara

15
HUBUNGAN HEAT BUDGET DENGAN
SURVEI BATIMETRI

 Hubungan antara heat budget dengan survei batimetri yaitu


dimana sebelum kita melaksanakan survei kita harus
mengetahui terlebih dahulu karakteristik perairan daerah
yang akan disurvei salah satunya yaitu suhu dari perairan
tersebut, dimana setiap kedalaman perairan memiliki suhu
yang berbeda – beda tergantung dengan heat budgetnya. Hal
tersebut sangat penting untuk diketahui agar kegiatan survei
dapat berjalan dengan lancar

16
Terima Kasih

17