Anda di halaman 1dari 36

JABATAN FUNGSIONAL

PENGELOLA PENGADAAN
BARANG/JASA

LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH


Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan SDM
Direktorat Pengembangan Profesi
POKOK MATERI
I. Latar Belakang dan Gambaran Umum Jabfung Pengelola PBJ

II. Pedoman Penyusunan Formasi JF Pengelola Pengadaan


Barang/Jasa (Perka LKPP No.14 Tahun 2013)

III. Pelaksanaan Penyesuaian (Inpassing) JF Pengelola Pengadaan


Barang/Jasa (Perka LKPP No.15 Tahun 2013)

IV. Sistem Insentif JF Pengelola Pengadaan Barang/Jasa

V. Hal-Hal Yang Harus Dilaksanakan K/L/D/I Terkait Implementasi


JF Pengelola Pengadaan Barang/Jasa
Latar Belakang dan Gambaran Umum Jabatan Fungsional
Pengelola Pengadaan Barang/Jasa
KONDISI SDM PENGELOLA PBJ SAAT INI DAN YANG DIHARAPKAN
Kondisi yang Diharapkan
Kondisi Sekarang
(Pelaksana oleh Pejabat Fungsional)
1. Pelaksana ditunjuk secara adhoc,bisa 1. Pelaksana ditunjuk untuk jangka waktu
berganti setiap tahun; tertentu atau permanen;
2. Rawan pengaruh kepentingan dan 2. Mandiri/independen dari pengaruh
intervensi; kepentingan dan intervensi;
3. Kemampuan dan kompetensi 3. Kemampuan dan kompetensi
pelaksana pengadaan sangat pelaksana berjenjang sesuai kualifikasi;
beragam; 4. Profesionalitas lebih terjamin dan
4. Profesionalitas tidak terjamin dan tidak terukur;
terukur; 5. Pelaksanaan lebih fokus karena tidak
5. Pelaksanaan kurang fokus karena ada perangkapan jabatan/ kegiatan
pelaksana masih merangkap jabatan/ lain;
kegiatan lain; 6. Akumulasi keahlian, pengalaman, dan
6. Akumulasi keahlian, pengalaman, dan keterampilan pelaksana lebih efektif;
keterampilan pelaksana tidak efektif; 7. Ada jaminan peningkatan karier di
7. Tidak ada jaminan peningkatan karier bidang Pengelola PBJ.
di bidang Pengelola PBJ.
Peraturan Terkait Jabatan Fungsional
Pengelola Pengadaan Barang/Jasa

1. Permen PAN-RB No. 77/2012 tentang Jabatan Fungsional


Pengelola Pengadaan Barang/Jasa dan Angka Kreditnya
2. Peraturan Bersama Kepala LKPP dan Kepala BKN No. 1/2013
dan No. 14/2013 tentang Ketentuan Pelaksanaan Permen PAN-RB
No.77/2012
3. Perka LKPP No. 14/2013 tentang Pedoman Penyusunan Formasi
Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa
4. Perka LKPP No. 15/2013 tentang Petunjuk Teknis Pengangkatan
Dalam Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa
Melalui Mekanisme Penyesuaian (Inpassing)
5. Perka LKPP No. 7/2014 tentang Tata Kerja Tim Penilai dan Tata
Cara Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Pengelola
pengadaan Barang/Jasa
Tujuan Pembentukan Jabatan Fungsional Pengelola PBJ

Membina tenaga pengelola pengadaan barang/jasa


pemerintah agar menjadi tenaga profesional sehingga
pelaksanaan pengadaan dapat berjalan sesuai dengan
prinsip pengadaan (efektif, efisien, terbuka, bersaing,
transparan, tidak diskriminatif, dan akuntabel )
Rumpun Jabatan, Kedudukan, dan Tugas Pokok

 Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa


termasuk dalam rumpun Manajemen;
 Pengelola Pengadaan Barang/Jasa berkedudukan
sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang
pengadaan barang/jasa pada instansi pemerintah dan
merupakan jabatan karier
 Tugas pokok Pengelola Pengadaan Barang/Jasa yaitu
melaksanakan kegiatan :
◦ Perencanaan Pengadaan
◦ Pemilihan Penyedia
◦ Manajemen Kontrak
◦ Manajemen Informasi Aset
 Instansi Pembina Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan
Barang/Jasa yaitu LKPP
Penempatan Pejabat Fungsional Pengelola PBJ
PEJABAT FUNGSIONAL PENGELOLA PBJ

Perencanaan Pemilihan Manajemen Manajemen


Pengadaan Penyedia Kontrak Informasi Aset

ORGANISASI
PENGADAAN
SATKER/SKPD
PA/KPA
JABFUNG PPBJ
ULP
JABFUNG PPBJ PPK
JABFUNG PPBJ

PPHP
JABFUNG PPBJ
UNIT LAYANAN PENGADAAN
Struktur ULP

Kepala ULP

Sekretariat

Pokja Pokja Pokja Pokja

Pejabat
Fungsional
Pengelola PBJ

• Perka LKPP No.5/2012 tentang ULP


Organisasi ULP– Hubungan dengan PA/KPA

Kepala Daerah PA / KPA

Membentuk Menetapkan

Pejabat
Unit Layanan •Tim Teknis
•Tim Ahli/Juri Pembuat
Panitia/Pejabat
Penerima Hasil
Pengadaan Komitmen Pekerjaan
(ULP) Proses Pemilihan (PPK)
dan Penetapan
Kepala Kontrak dan Hasil
Pelaksanaan Pekerjaan
Fungsi Pejabat Pekerjaan
TU/Sekretariat Pokja Pengadaan
< 200jt: B/PK/JL
Staf < 50jt: JK
Pendukung Penyedia Barang/Jasa
> 200jt: B/PK/JL
> 50jt: JK Kontrak
MEKANISME PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK)

9
Pejabat Yang
Berwenang PAK
4 Menetapkan
Angka Kredit

PEJABAT 5 8
PENGUSUL
7
MINIMAL SEKRETARIAT
ESELON IV 3 TIM PENILAI
1 TIM PENILAI

ATASAN
PENGELOLA B/J 6
PERTAMA s.d.
LANGSUNG
MADYA
2 DUPAK ***
*** Pengusulan dan penilaian
angka kredit hingga keluar
DUPAK dilakukan secara
elektronik melalui SIM
Jabfung Pengelola PBJ
Pedoman Penyusunan Formasi JF Pengelola Pengadaan
Barang/Jasa (Perka LKPP No.14 Tahun 2013)
 Berdasarkan pasal 30 ayat 3 Permen PAN-RB No. 77/2012,
Formasi Jabfung Pengelola PBJ diatur sebagai berikut:
1) di lingkungan LKPP paling kurang 15 (lima belas) paling banyak 20 (dua puluh)
org;
2) di lingkungan Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian , yakni :
(a) setiap 1 (satu) satuan kerja paling kurang 2 (dua) orang dan paling banyak 3
(tiga) orang ; dan
(b) setiap 1 (satu) ULP diperlukan paling kurang 3 (tiga) orang, paling banyak 7
(tujuh) orang;
3) di lingkungan Provinsi, yakni :
(a) setiap 1 (satu) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) paling banyak 2 (dua)
orang; dan
(b) setiap 1 (satu) ULP paling kurang 40 (empat puluh) orang, dan paling banyak
60 (enam puluh) orang;
4) di lingkungan Kabupaten/Kota, yakni:
(a) setiap 1 (satu) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) paling banyak 2 (dua)
orang; dan
(b) setiap 1 (satu) ULP paling kurang 30 (tiga puluh) orang, paling banyak 50
(lima puluh) orang.

 Formasi Jabfung Pengelola PBJ didasarkan pada analisis jabatan dan perhitungan
beban kerja.
Persyaratan Pengajuan Usulan Formasi Jabatan Fungsional
Pengelola Pengadaan Barang/Jasa di K/L/D/I

1) Terdapat ULP yang mewadahi Pejabat Fungsional Pengelola


Pengadaan Barang/Jasa
 K/L/D/I terlebih dahulu harus membentuk ULP

2) Terdapat Satker/SKPD yang memiliki tugas dan fungsi


pengadaan barang/jasa sebagaimana tercantum dalam
Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) dan atau tertuang
dalam peraturan Menteri/Gubernur/
Bupati/Walikota/Kepala Lembaga; dan/atau

3) Ada tambahan beban kerja yang mengakibatkan


bertambahnya formasi PNS yang bekerja di bidang pengadaan
barang/jasa.
Analisis Kebutuhan

 Formasi Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa


masing-masing satuan organisasi disusun berdasarkan analisis
kebutuhan pegawai sesuai dengan jabatan yang tersedia.

 Analisis Kebutuhan dilakukan berdasarkan:


1. Jenis pekerjaan
2. Jumlah Satker/SKPD
3. Jumlah ULP
4. Jumlah paket yang dilaksanakan
5. Nilai pekerjaan
6. Kompleksitas pekerjaan
7. Rentang kendali
8. Analisis beban kerja dan perkiraan kapasitas Pejabat
Fungsional Pengelola PBJ
A. Formulasi Perhitungan Formasi Jabatan Fungsional Pengelola
Pengadaan Barang/Jasa pada Unit Layanan Pengadaan (ULP):

1. Perhitungan JF Pengelola PBJ pada ULP dilakukan hanya untuk kegiatan


Pemilihan Penyedia;
2. Perhitungan jumlah formasi menggunakan metode analisis jabatan dan
penghitungan beban kerja.
3. Dokumen minimal yang diperlukan dalam perhitungan formasi JF Pengelola
PBJ pada ULP, antara lain:
a. Jumlah satker/SKPD yang dilayani ;
b. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran pada satker K/L/I atau Daftar
Pelaksanaan Anggaran pada SKPD Pemda;
c. Data jumlah paket pekerjaan seluruh satker/SKPD yang tertuang di
dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP);

Dokumen tersebut adalah dokumen yang berisi kegiatan yang dilaksanakan


selama 1 Tahun Anggaran sebelum tahun pengajuan formasi pengelola
pengadaan barang/jasa.
4. Rumus Perhitungan Formasi

∑ Waktu Penyelesaian 1 Tahun


Formasi JFPP =
∑ Jam Kerja Efektif per Tahun

Keterangan:
Formasi JFPP = Jumlah formasi yang tersedia untuk pelaksanaan kegiatan
pengadaan barang/jasa pada K/L/D/I
∑ Waktu Penyelesaian = Jumlah Waktu Penyelesaian Per Satuan Hasil
Dalam 1 tahun
∑ Jam Kerja Efektif = Jumlah jam kerja efektif pengelola pengadaan
barang/jasa dalam setahun, yakni 1.250 jam

5. Perhitungan Formasi JF Pengelola PBJ dilakukan per jenjang jabatan


dengan pendekatan kompleksitas paket, yaitu:
a. Pengelola PBJ Pertama  paket sederhana
b. Pengelola PBJ Muda  paket semi kompleks
c. Pengelola PBJ Madya  paket kompleks
Hubungan Antara Jenjang Kualifikasi, Kompleksitas Paket, dan
Kriteria Kompleksitas
KRITERIA KOMPLEKSITAS
JENJANG KUALIFIKASI
KOMPLEKSITAS PAKET
JABATAN NILAI PAKET PEKERJAAN JENIS PERIKATAN
METODE PENGADAAN
(Rp) KONTRAK
PENGELOLA PENGADAAN SEDERHANA  S.D 200 JUTA ATAU S.D 50  PENGADAAN LANGSUNG  BUKTI PEMBELIAN
BARANG/JASA PERTAMA JUTA (JASA  PENUNJUKAN LANGSUNG  KWITANSI
KONSULTANSI)  SWAKELOLA  SPK
 SURAT PERJANJIAN
 S.D 5 MILIAR  PELELANGAN UNTUK PEKERJAAN
SEDERHANA, SELEKSI TUNGGAL
SEDERHANA, PEMILIHAN
LANGSUNG
 PENUNJUKAN LANGSUNG
 SWAKELOLA

PENGELOLA PENGADAAN SEMI KOMPLEKS (Rp.5 5 MILIAR S.D 50 MILIAR  PELELANGAN ATAU SURAT PERJANJIAN
BARANG/JASA MUDA MILIAR S.D. Rp.50 MILIAR) SELEKSI UMUM UNTUK PEKERJAAN
 PENUNJUKAN LANGSUNG TUNGGAL ATAU
 SWAKELOLA TERINTEGRASI

PENGELOLA PENGADAAN SEMI KOMPLEKS (DIATAS DIATAS 50 MILIAR S.D. 100  PELELANGAN ATAU SURAT PERJANJIAN
BARANG/JASA MADYA Rp.50 MILIAR S.D. Rp.100 MILIAR SELEKSI UMUM UNTUK PEKERJAAN
MILIAR)  PENUNJUKAN LANGSUNG TUNGGAL ATAU
KOMPLEKS  DIATAS 100 MILIAR  SWAKELOLA TERINTEGRASI
 5 MILIAR S.D 100 MILIAR,  PENGADAAN SECARA
MEMGGUNAKAN INTERNASIONAL
TEKNOLOGI TINGGI, (INTERNATIONAL
MEMPUNYAI RESIKO COMPETITIVE BIDDING-
TINGGI, DAN/ATAU ICB)
MENGGUNAKAN ALAT
YANG DIDESIGN KHUSUS
B. Formulasi Perhitungan Formasi Jabatan Fungsional Pengelola
Pengadaan Barang/Jasa pada Satker Kementerian/Lembaga/
Institusi:

1. Perhitungan formasi dilakukan untuk kegiatan:


a. Perencanaan Pengadaan
b. Pemilihan Penyedia  Pejabat Pengadaan
c. Manajemen Kontrak
d. Manajemen Informasi Aset
2. Untuk setiap Satker setara Unit Kerja eselon III  minimal 2 orang
JFPP, maksimal 3 orang JFPP
3. Untuk setiap Satker setara Unit Kerja eselon II  maksimal 3 orang
JFPP dikali jumlah Unit Kerja eselon III dibawahnya
4. Untuk setiap Satker setara Unit Kerja eselon I  maksimal 3 orang
JFPP dikali jumlah Unit Kerja eselon II dibawahnya
5. Untuk mengetahui kebutuhan riil jumlah formasi dapat dilakukan
menggunakan metode analisis jabatan dan penghitungan beban kerja
C. Formulasi Perhitungan Formasi Jabatan Fungsional Pengelola
Pengadaan Barang/Jasa pada Satuan Kerja Perangkat daerah
(SKPD):

1. Perhitungan formasi dilakukan untuk kegiatan:


a. Perencanaan Pengadaan
b. Pemilihan Penyedia  Pejabat Pengadaan
c. Manajemen Informasi Aset
2. Manajemen Kontrak tidak termasuk dalam perhitungan formasi, karena
berdasarkan Permendagri No. 21/2011 Tentang Perubahan Kedua Atas
Permendagri No. 13/2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan
Daerah Pasal 10 A  PA/KPA bertindak sebagai PPK. Sehingga kegiatan
manajemen kontrak tidak dapat dilaksanakan oleh Pejabat Fungsional
Pengelola Pengadaan
3. Formasi:
a. Provinsi  1 SKPD maksimal 2 orang JFPP
b. Kabupaten/Kota  1 SKPD maksimal 2 orang JFPP
Jumlah Paket Minimal Untuk Kenaikan Pangkat
Reguler (4 Tahun)

Selain perhitungan formasi yang didasarkan


pada perhitungan beban kerja, K/L/D/I wajib
memperhatikan jumlah paket minimal yang
diperlukan oleh seorang Pejabat Fungsional
Pengelola Pengadaan Barang/Jasa guna
memenuhi persyaratan kenaikan pangkat
secara reguler (4 tahun).
Jumlah Paket Minimal Untuk Kenaikan Pangkat Reguler Pada
Kementerian/Lembaga/Institusi

Beban Kerja Per Jenis Kegiatan


Manajemen
Peren- Pemilihan Manajemen
Informasi
canaan Penyedia Kontrak
Aset
No Kualifikasi (Paket) (Paket) (Paket)
(Paket)
Pokja ULP/
Pembantu
Pejabat PPK PPHP
PA/KPA
Pengadaan
1 Pengelola
Pengadaan 27 26 21 61
Pertama
2 Pengelola
23 22 20 68
Pengadaan Muda
3 Pengelola
Pengadaan 45 69 35 74
Madya
Jumlah Paket Minimal Untuk Kenaikan Pangkat Reguler Pada SKPD

Beban Kerja Per Jenis Kegiatan


Manajemen
Pemilihan Manajemen
Perencanaan Informasi
Penyedia Kontrak *
(Paket) Aset
No Kualifikasi (Paket) (Paket)
(Paket)
Pokja ULP/
Pembantu
Pejabat PPK PPHP
PA/KPA
pengadaan
1 Pengelola Pengadaan
27 26 - 61
Pertama
2 Pengelola Pengadaan
23 22 - 68
Muda
3 Pengelola Pengadaan
45 69 - 74
Madya

* Manajemen Kontrak tidak termasuk dalam perhitungan formasi, karena berdasarkan


Permendagri No. 21/2011 Tentang Perubahan Kedua Atas Permendagri No. 13/2006 Tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 10 A  PA/KPA bertindak sebagai PPK. Sehingga
kegiatan manajemen kontrak tidak dapat dilaksanakan oleh Pejabat Fungsional Pengelola
Pengadaan
Pelaksanaan Penyesuaian (Inpassing) JF Pengelola
Pengadaan Barang/Jasa (Perka LKPP No.15 Tahun 2013)
Pengangkatan Dalam Jabatan Fungsional Pengelola PBJ
N
MEKANISME PERSYARATAN PENGANGKATAN
O
1 Inpassing (Pasal 36) a. berijasah paling rendah Sajana S1/ Diploma IV
Pada saat Permen PAN-RB ini ditetapkan, b. pangkat paling rendah Penata Muda golongan ruang III/a
PNS yang telah dan masih melaksanakan c. memiliki pengalaman di bidang PBJP minimal 1 (satu) tahun, yang dibuktikan
dengan surat penugasan
tugas Pengelola PBJ berdasarkan d. setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam DP3
keputusan pejabat yangg berwenang atau Penilaian Prestasi Kerja, paling sedikit bernilai baik dalam 1 (satu) tahun
dapat disesuaikan/ di- inpassing ke dalam terahir
Jabfung Pengelola PBJ e. Memiliki Sertifikat Ahli Pengadaan Nasional tingkat pertama
2 Pengangkatan Pertama (Pasal 27 ayat 1) a. berijazah paling rendah Sarjana Strata Satu (S1)/Diploma IV sesuai kualifikasi
yang ditetapkan oleh Kepala LKPP;
b. pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang III/a;
c. memiliki sertifikat ahli pengadaan nasional tingkat pertama;
d. setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam
Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3), paling rendah bernilai baik
dalam 1 (satu) tahun terakhir.
3 Perpindahan (Pasal 28) a. Memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1);
b. memiliki pengalaman di bidang Pengadaan Barang/Jasa paling sedikit 2 (dua)
tahun;
c. telah mengikuti dan lulus diklat ahli pengadaan barang/jasa tingkat pertama;
d. usia paling tinggi 50 (lima puluh) tahun;
e. tersedianya formasi untuk jabatan fungsional Pengelola Pengadaan
Barang/Jasa; dan
f. setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam
Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3), paling rendah bernilai baik
dalam 1 (satu) tahun terakhir.
Periode Penyesuaian/Inpassing terhitung
sejak tanggal
1 Januari 2014 dan harus sudah selesai
ditetapkan paling lambat pada 31 Desember 2014
KETENTUAN PENGALAMAN 1 TAHUN

 Pasal 36 ayat (1) Permen PAN-RB No 77 Tahun 2012, menyatakan


bahwa PNS yang dapat disesuaikan/di-inpassing ke dalam JF
Pengelola PBJ adalah PNS yang telah dan masih melaksanakan
tugas pengadaan barang/jasa pada saat Permen PAN-RB No 77
Tahun 2012 ditetapkan, yaitu tanggal 20 Desember 2012.
 Dengan demikian pengalaman 1 (satu) tahun yg dimaksud Pasal
36 ayat (2) huruf c Permen PAN-RB No 77 Tahun 2012 adalah
pengalaman pada periode:
a. 1 (satu) tahun pada tahun penetapan Permen PAN-RB No.
77/2012, yaitu tahun 2012;
b. 1 (satu) tahun sebelum tahun penetapan Permen PAN-RB
No. 77/2012, yaitu tahun 2011; atau
c. 1 (satu) tahun sesudah tahun penetapan Permen PAN-RB No.
77/2012, yaitu tahun 2013.
PERSYARATAN PENYESUAIAN (INPASSING)

Berdasarkan Permen PAN-RB No. 77/2012 dan Perber LKPP-BKN No. 1/2013
dan No. 14/2013:
a. berijazah paling rendah Sarjana Strata Satu (S1)/Diploma IV;
b. pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang III/a;
c. memiliki pengalaman 1 (satu) tahun di bidang pengadaan barang/jasa
pemerintah dalam periode tahun 2011, 2012 atau 2013 sebagai salah
satu Pejabat dibawah ini:
1) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK);
2) Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP);
3) Panitia Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
4) Pejabat Pengadaan;
5) Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP)

d. setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam


Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) atau Penilaian Prestasi
Kerja, paling sedikit bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir; dan
e. memiliki sertifikat ahli pengadaan nasional tingkat pertama.
Tahapan Pelaksanaan Penyesuaian (Inpassing):
1. Penghitungan kebutuhan formasi Jabfung Pengelola
Pengadaan Barang/Jasa  Lampiran II Perka LKPP No.
14 Tahun 2013.
2. Penetapan formasi Jabfung Pengelola Pengadaan
Barang/Jasa dengan Peraturan Menteri/Kepala
Lembaga/Gubernur/Bupati/Walikota.
3. Penghitungan Angka Kredit inpassing  Lampiran V
Permen PAN-RB No.77/2012
4. Penetapan inpassing dengan SK Menteri/Kepala
Lembaga/Gubernur/Bupati/ Walikota  Lampiran XVII
Peraturan Bersama Kepala LKPP dan Kepala BKN No.
1/2013 dan No. 14/2013
5. Surat tembusan SK penetapan inpassing dikirim ke LKPP
Sistem InsentifJabfung Pengelola PBJ
Ketentuan Tentang Gaji dan Tunjangan PNS
Berdasarkan UU ASN No.5/2014

• Pasal 79  PNS mendapat gaji yang adil dan layak, yang


dibayarkan sesuai dengan beban kerja, tanggung jawab
dan resiko pekerjaan.
• Pasal 80  selain gaji, PNS juga menerima tunjangan
(tunjangan kinerja dan tunjangan kemahalan) dan fasilitas.
• Pasal 81  ketentuan lebih lanjut tentang gaji, tunjangan
kinerja, tunjangan kemahalan dan fasilitas diatur dengan
Peraturan Pemerintah.
Implikasi UU ASN No.5/2014 Terhadap Proses Pengajuan
Tunjangan Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan
Barang/Jasa

1. Berdasarkan pasal 79, 80 dan 81 UU ASN N0.5/2014, maka


tidak dikenal lagi nomenklatur Tunjangan Jabatan Fungsional.
2. Menteri Keuangan melalui surat tgl 13 Maret 2014
mengembalikan surat-surat permohonan persetujuan prinsip
penetapan/penyesuaian besaran tunjangan jabatan
fungsional kepada Menteri PAN-RB.
3. Pengaturan lebih lanjut terkait tunjangan bagi PNS
menunggu selesainya penyusunan Rancangan Peraturan
Pemerintah.
Implikasi UU ASN No.5/2014 Terhadap Proses Pengajuan
Tunjangan Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan
Barang/Jasa (lanjutan)

4. Menunggu pemberlakuan PP yang mengatur gaji dan tunjangan


PNS, maka Pejabat Fungsional Pengelola Pengadaan
Barang/Jasa berdasarkan:
a. Perpres No. 12/2006 (pasal 2) tentang Tunjangan Umum
Bagi PNS; dan
b. Perka BKN No. 18/2006 tentang Tata Cara Permintaan,
Pemberian dan PenghentianTunjangan Umum Bagi PNS
 dapat diberikan tunjangan umum setiap bulan.
5. Selain tunjangan umum, Pengelola Pengadaan Barang/Jasa tetap
dapat diberikan honorarium sampai ada PP yang mengatur gaji
dan tunjangan.
Hal-Hal Yang Harus Dilaksanakan K/L/D/I Terkait
Implementasi JF Pengelola Pengadaan Barang/Jasa
Hal-Hal Yang Harus Dilaksanakan K/L/D/I Untuk Implementasi
Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa:

1. BKD/Biro Kepegawaian dan ULP menghitung kebutuhan


formasi Pengelola Pengadaan Barang/Jasa  Lampiran
II Perka LKPP No. 14/2013
2. BKD/ Biro Kepegawaian melaksanakan penyesuaian
(inpassing)  Perka LKPP No. 15/2013
3. BKD/Biro Kepegawaian memvalidasi dan memasukkan
data Pengelola Pengadaan ke dalam SIM Jabfung
Pengelola PBJ.
4. K/L/D/I membentuk Tim Penilai Jabatan Fungsional
Pengelola Pengadaan Barang/Jasa.
Saran dan masukan dapat ditujukan kepada:

Direktorat Pengembangan Profesi LKPP


email : ditbangprof@lkpp.go.id