Anda di halaman 1dari 12

BENTENG VREDEBURG

DISUSUN OLEH:
SIGIT KRIS W (01)
TRI HARYANTO (04)
YUDHA HINDRAWAN (14)
YULIANTO ADI S (16)
LOKASI BENTENG
VREDEBERG
Terletak di Jalan Ahmad
Yani No. 6, Yogyakarta
dekat dengan titik nol
kilometer
AWAL BERDIRINYA
BENTUK BENTENG VREDEBURG
Benteng Vredeburg berbentuk persegi mempunyai
menara pantau (bastion) di keempat sudutnya dan
dikelilingi oleh sebuah parit (jagang). Masing-
masing basiton bernama Jayawisesa (barat laut),
Jayapurusa (timur laut), Jayaprakosaningprang
(barat daya), Jayaprayitna (tenggara).
ASAL NAMA VREDEBURG
Pada jaman Gubernur Belanda W.H Ossenberg, bangunan
ini diusulkan agar dibuat pemanen, dengan alasan agar
keamanan lebih terjamin. Maka disempurnakanlah
benteng ini, dan ternyata memakan waktu yang tidak
sedikit, yakni dari tahun 1769 sampai dengan 1787. Setelah
selesai disempurnakan benteng ini diberinama Rustenburg
yang berarti "benteng peristirahatan".
Rustenburg sempat dijadikan markas pertahanan VOC.
Lalu, mengalami kerusakan ketika Yogyakarta dilanda
gempa pada tahun 1867. Setelah itu Rustenburg diberi
nama baru, yaitu "Vredeburg" yang berarti "benteng
perdamaian".
Nama Vredeburg menunjukkan bahwa hubungan Belanda
dan Keraton Yogyakarta memang tidak pernah akur,
bahkan saling menyerang.
PERUBAHAN
PENGGUNAAN BENTENG VREDEBURG
• Tahun 1765–1788
Status tanah tetap milik kasultanan tetapi secara de facto
penguasaan benteng dan tanahnya dipegang
oleh Belanda.
• Tahun 1788 – 1799
Status tanah tetap milik kasultanan, secara de facto
dikuasai oleh Bataafsche Republic (Pemerintah
Belanda).
• Tahun 1799–1807
Status tanah tetap milik kasultanan, tetapi penggunaan
benteng secara de facto menjadi milik Bataafsche
Republik (Pemerintah Belanda) di bawah Gubernur Van
Den Burg. Benteng tetap difungsikan sebagai markas
pertahanan.
• Tahun 1807–1811
Pada periode ini benteng diambil alih pengelolaannya
oleh Koninkrijk Holland (Kerajaan Belanda). Maka
secara status tanah tetap milik kasultanan, tetapi secara
de facto menjadi milik Pemerintah Kerajaan Belanda di
bawah Gubernur Herman Willem Daendels.
• Tahun 1811–1816
Ketika Inggris berkuasa di Indonesia 1811 – 1816, untuk
sementara benteng dikuasai Inggris di bawah Letnan
GubernurThomas Stamford Raffles. Namun dalam
waktu singkat Belanda dapat mengambil alih. Tetapi
benteng tetap milik kasultanan.
• Tahun 1816–1942
Status tanah benteng tetap milik kasultanan, tetapi
secara de facto dipegang oleh pemerintah Belanda.
Karena kuatnya pengaruh Belanda maka pihak
kasultanan tidak dapat berbuat banyak dalam mengatasi
masalah penguasaan atas benteng.
• Tahun 1942-1945
Masa pendudukan Jepang bangunan benteng
Vredeburg difungsikan sebagai markas tentara
Kempeitei, gudang mesiu dan rumah tahanan bagi
orang Belanda dan Indo Belanda serta kaum politisi
RI yang menentang Jepang.
•Masa Kemerdekaan
Benteng Vredeburg paska kemerdekaan pernah
menjadi markas Garnizun 072 serta Tentara
Nasional Indonesia Batalion Infanteri 403. Pada
tahun 1981, bangunan ini baru ditetapkan sebagai
benda cagar budaya, dan mulai pada tahun 1992
secara resmi ditetapkan sebagai Museum Khusus
Sejarah Sejarah Perjuangan Nasional Museum
Benteng Vrederburg Yogyakarta.
TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA