Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

PENYAKIT GASTRITIS

KELOMPOK IV (EMPAT)
Pengertian Penyakit Kronik

Penyakit kronik merupakan jenis penyakit


degeneratif yang berkembang atau bertahan dalam
jangka waktu yang sangat lama, yakni lebih dari
enam bulan (Sarafino, 2006).
Pengertian Gastritis

Gastritis (penyakit maag) adalah penyakit yang


disebabkan oleh adanya asam lambung yang berlebih atau
meningkatnya asam lambung sehingga mengakibatkan
imflamasi atau peradangan dari mukosa lambung seperti
teriris atau nyeri pada ulu hati.
Etiologi

Menurut Mansjoer (2001), penyebab utama dari gastritis yaitu :

 Infeksi Helicobakter pylori, bakteri ini mengakibatkan perubahan pada dinding

lambung.

 Iritasi, mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit (aspirin, ibuprofen, naproxen).

Penggunaan berlebihan terhadap obat ini dapat melemahkan proteksi dinding


lambung.

 Reaksi autoimun

Penyebab lain yang berpengaruh pada timbulnya gastritis yaitu pengeluaran


asam lambung yang berlebihan, dan pertahanan dinding lambung yang lema

 Penyakit empedu yang dapat menyebabkan cairan empedu masuk dan mengiritasi

mukosa lambung.
Manifestasi Klinis

 Nyeri ulu hati


 Anoreksia
 Nyeri yang menetap pada daerah epigastrium,
 Nausea sampai muntah empedu
 Dyspepsia
 Berat badan menurun,
KONSEP KEPERAWATAN
PENGKAJIAN

1. Core/ inti komunitas


a. Histori
b. Demographic
c. Ethnicitic
d. Values and beliefs
2. Subsistem
a. Lingkungan Fisik
b. Pelayanan Kesehatan
c. Ekonomi
d. Transportasi dan Keamanan
e. Politik dan pemerintahan
f. Komunikasi
g. Education/pendidikan
h. Rekreasi
DIAGNOSA KEPERAWATAN

Setelah dilakukan pengkajian yang sesuai dengan data-


data yang dicari, maka kemudian dikelompokkan dan dianalisa
seberapa besar stressor yang mengancam masyarakat dan
seberapa berat reaksi yang imbul pada masyarakat tersebut.
Berdasarkan hal tersebut di atas dapat disusun diagnose
keperawatan komunitas dimana terdiri dari : masalah
kesehatan, karakteristik populasi, dan karakteristik lingkungan.
( R. Fallen & R Budi Dwi K, 2010 ).
INTERVENSI

Tahap kedua dari proses keperawatan merupakan tindakan


menetapkan apa yang harus dilakukan untuk membantu sasaran dalam
upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Langkah pertama
dalam tahap perencanaan adalah menetapkan tujuan dan sasaran kegiatan
untuk mengatasi masalah yang telah ditetapkan sesuai dengan diagnose
keperawatan. Dalam menentukan tahap berikutnya yaitu rencana
pelaksanaan kegiatan maka ada 2 faktor yang mempengaruhi dan
dipertimbangkan dalam menyusun rencana tersebut yaitu sifat masalah dan
sumber atau potensi masyarakat seperti dana, sarana, tenaga yang tersedia.
IMPLEMENTASI

Hal-hal yang yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksaan kegiatan


keperawatan kesehatan masyarakat adalah:

a. Melaksanakan kerja sama lintas program dan linytas sektoral dengan instansi
terkait.

b. Mengikut sertakan partisipasi aktif individu, keluarga, masyarakat dan


kelompok dan kelompok masyarakat dalam menghatasi masalah
kesehatannya.

c. Memanfaatkan potensi dan sumbar daya yang ada di masyarakat


EVALUASI

Evaluasi di dilakukan atas respons komunitas terhadap program


kesehatan. Hal-hal yang dievaluasi adalah masukan (input), pelaksanaan
(proses),dan akhir (output). Penilaian yang dilakukan berkaitan dengan tujuan
yang akan dicapai sesuai dengan perencanaan yang telah disusun semula.
Adapun dalam evaluasi difokuskan dalam :
 Relevansi atau hubungan antara kenyataan yang ada dengan pelaksanaan
 Perkembangan atau kemajuan proses
 Efensiensi biaya
 Efektifitas kerja
 Dampak yaitu apakah status kesehatan meningkat/menurun, dalam rangka
waktu berapa.