Anda di halaman 1dari 16

 Memahami mekanisme aksi obat antiinflamasi

pada susunan saraf pusat.


 Agar terampil dalam menangani eksperimen
uji menggunakan tikus.
 Mengetahui efek antiartritis antara pisang
ambon dan lidah buaya pada tikus artritis yang
diinduksi menggunakan complete freund’s
adjuvant (CFA).
 Dapat menginterpretasikan data penelitian
yang didasarkan pada indeks skala terjadinya
artritis.
SAMA BEDA
-Spesies hewan uji -Dosis

-Spesifikasi hewan uji -Bahan Uji

-Cara pemberian bahan uji

-Parameter Uji

-Pengamatan Indeks Skala Artritis

Parameter Uji Diamati indeks skala terjadinya


artritis
Tabel 2. Parameter pengamatan
indeks artritis (Smit, 2000)
No Grup Perlakuan Keterangan
1 Memastikan semua hewan percobaan memenuhi persyaratan
dan masing-masing ditimbang.
Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
2 I Kontrol normal, tanpa perlakuan.

3 II Kontrol negatif. Hari 1 diberi CFA, 17-30 diberi aquades.

4 III Kontrol Positif. Hari 1 diberi CFA, hari 17-30 diberi Na


diklofenak.
5 IV (Pisang Ambon). Hari 1 diberi CFA, hari 17-30 diberi 50
mg/kg BB.
(Lidah Buaya). Hari 1 diberi CFA, hari 17-30 diberi 1 mg/kg
BB.
6 V (Pisang Ambon)
Hari 1diberi CFA, hari 17-30 diberi 200 mg/kg BB
(Lidah Buaya)
Hari 1 diberi CFA, hari 17-30 diberi 4 mg/kg BB

7 VI (Pisang Ambon)
Hari 1 diberi CFA, hari 17-30 diberi 100 mg/kgBB
(Lidah Buaya)
Hari 1 diberi CFA, hari 17-30 diberi 2 mg/kgBB

Setelah perlakuan, diamati indeks skala terjadinya artritis dan


dibuat persentase tikus yang mengalami indeks artritis
terhadap kontrol normal.

Data ditabulasi dan dibandingkan menggunakan Analisis


statistika ANOVA satu arah (p<0,05) dan dilanjutkan dengan
uji t (p<0,05).
Pemberian jus pisang ambon dan lidah buaya
dapat menurunkan indeks adjuvant-induced
arthritic pada tikus. Dosis efektif jus pisang
ambon adalah 50 mg/kg BB tikus, sementara
jus lidah buaya adalah 1 mg/kg BB tikus.