Anda di halaman 1dari 63

LAPORAN KASUS

PANGGUL SEMPIT + HEPATITIS B

 
Pembimbing
dr. Johnson Hutapea, Sp.OG,K
Panggul disebut sempit apabila
ukurannya 1-2 cm kurang dari ukuran yang
normal. Kesempitan panggul bisa pada
pintu atas panggul, ruang tengah panggul,
pintu bawah panggul atau kombinasi dari
ketiganya .
Tulang-tulang panggul terdiri atas
1.) os koksa yang terdiri atas os ilium, os iskium,
dan os pubis,
2.) os sacrum dan
3.) os koksigeus.

2 tulang innominata yang terbentuk oleh fusi


illium, iskium, dan pubis
Panggul memiliki empat bidang imajiner :

a) Bidang pintu atas panggul (pelvic inlet, arpetura pelvis


superior)
b) Bidang panggul tengah ( midpelvic, dimensi panggul terkecil
)
c) Bidang pintu bawah panggul (pelvic outlet, apertura pelvic
inferior)
d) Bidang dengan dimensi panggul terbesar (tidak memiliki arti
klinis)
 Jenis gynacoid
 Jenis anthropoid
 Jenis android
 Jenis platypelloid
Pembagian tingkatan
panggul sempit : Pembagian menurut tindakan
:
 Tingkat I : CV = 9-10
cm = borderline  Panjang CV 8-10 cm 
 Tingkat II : CV = 8-9 partus percobaan.
cm = relatif  Panjang CV 6-8 cm  SC
 Tingkat III : CV = 6-8 primer
cm = ekstrim  Panjang CV < 6 cm  SC
 Tingkat IV : CV = 6 absolute
cm = mutlak
 Anamnesis
 Pemeriksaan Fisik → inspeksi , palpasi
 Pemeriksaan penunjang → pelvimetri klinis
pelvimetri radiologi
1. pemeriksaan panggul luar
Pemeriksaan panggul luar, cara ini dapat ditentukan
secara garis besar jenis, bentuk, dan ukuran ukuran panggul
apabila dilakukan dengan pemeriksaan dalam. Alat alat yang
dapat dipakai antara lain : jangkar jangkar panggul martin,
Boudeloque dan sebagainya.

2. Pemeriksaan dalam (VT)


Promontorium, linea inominata, spina ischiadika, dinding
samping, kurvatura sacrum, ujung sacrum, dan arcus pubis.
Dinilai apakah promontorium teraba, lalu diukur CD dan
CV, linea innominata teraba seluruhnya atau tidak, spina
ischiadika dan lain lain.
Indikasi pemeriksaan rontgen pada
kehamilan bila ada kecurigaan fetopelvik
disproporsi atau kecurigaan panggul sempit,
riwayat operasi seksio sesarea atau riwayat forcep
serta riwayat kematian janin dalam persalinan
Saat ini ada 2 cara yang merupakan tindakan utama
untuk menangani persalinan pada disproporsi
sevalopelvic :

1. Sectio sesaria
2. Partus percobaan
PADA IBU :

 Persalinan akan berlangsung lama.


 Sering dijumpai ketuban pecah dini .
 Moulage kepala berlangsung lama .
 inersia uteri .
 rupture uteri.
 infeksi intrapartal .
PADA JANIN :

 Infeksiintarapartal
 Kematian janin intrapartal (KJIP)
 Prolaps funikuli
 Perdarahan intracranial
 jika CV< 8 1/2 cm : kesempitan berat,
prognosis buruk
 jika CV >81/2 cm : kesempitan ringan,
dubia ad bonam
ANAMNESA PRIBADI
Nama : NY. R
Umur : 27 tahun
Alamat : Medan
Agama : Khatholik
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Status : Menikah
Tanggal Masuk : 15 januari 2018
Pukul : 22:24
Tanggal Keluar : 18 januari 2018
ANAMNESA PENYAKIT

NY. S, 27 tahun, G1P0A0, Karo, Khatholik, SMA, IRT, i/d


Tn. L, 30 tahun, Khatholik, karo, SMA, datang dengan
Keluhan utama : Mules-mules mau melahirkan
Telaah : Hal ini dialami pasien sejak ±1 hari ini
sebelum masuk ke RS Dr. Pirngadi Medan. Riwayat keluar
lendir darah (+), riwayat keluar air dari kemaluan (-),
riwayat tekanan darah tinggi selama kehamilan (-).
BAK (+) normal, BAB (+) normal.
TB : 150 cm
RPT : Hepatitis
RPO : -
RIWAYAT HAID
HPHT : 10/4/2018
TTP : 17/1/2018
ANC : bidan 1x, Sp.OG 2x

RIWAYAT PERSALINAN
Hamil ini
STATUS PRESENS

Sensorium : Compos Mentis Anemis : (-)


TD : 110/90 mmHg Ikterik : (-)
HR : 80x/i Sianosis : (-)
RR : 20x/i Dyspno : (-)
T : 36,7 ˚C Edema : (-)
STATUS GENERALISATA

 Kepala : Mata : Konjungtiva palpebra inferior kanan/kiri:


pucat (-/-)
Refleks cahaya kanan = kiri, Kesan: normal
Telinga/Hidung/mulut = tidak ada kelainan
 Leher : Tidak ada pembesaran KGB
 Thoraks : Payudara membesar kanan/kiri
Areola mammae hitam
 Abdomen : Lihat status obstetrikus
 Ekstremitas : Superior : Tidak ada kelainan
Inferior : KPR +/+ Normal
STATUS OBSTETRI

Pemeriksaan Dalam
Pemeriksaan luar  Adekuasi panggul :
- Promontorium teraba, konjugata
 Abdomen : Membesar asimetris
diagonal : 10.5 cm, konjugata vera : 9cm
 Tinggi Fundus Uteri : 3 jari BPX
- Linea innominata teraba 3/3 Anterior
 Tegang : kanan - Arcus pubis tumpul
 Terbawah : kepala - Spina ischiadica menonjol
 GerakJanin : (+) - Os sacrum cekung
 Denyut Jantung Janin : (+) 132 x/i, - Os coccygeus mobile
reguler
 HIS : -
 Pemeriksaan Dalam (VT):
- Serviks tertutup

 Sarung tangan :
- lendir darah (-), air ketuban (-).
USG TAS

Janin tunggal, letak kepala, anak hidup


Gerakan janin (+), djj (+)136x/I reguller.
Plasenta corpus anterior grade III
BPD : 9,7 mm
FL : 7,4 mm
AC : 35,6 mm
AFI : air ketuban cukup
EFW : 3840 gram
Kesan : IUP 39 minggu+PK+AH
LABORATORIUM
15 JANUARI 2019

Test Result Unit References

Hemoglobin 11,8 g/dl 12-16

Eritrosit 3.59 106/µL 4.0-5.40

Leukosit 4.990 103/µL 4.0-11.0

Hematokrit 33.6 % 36.0-48.0

Platelet 259 103/µL 150-400

Ureum 16 mg/dl 10.0-50.0

Creatinin 0.84 mg/dl 0.6-1.2


Glukosa ad random 79.00 mg/dl <140

Natrium 140.10 mmol/L 136-155

Kalium 3.85 mmol/L 3.50-5.50

Klorida 109.50 mmol/L 95.00- 103.00

APTT 29.8 Detik 28.6- 42.7

PT 8.4 Detik 11.6-14.5

INR 0,79 Detik 1-1.3

Anti HIV Negatif Negatif

HbsAg kualitatif Reaktif Negatif


DIAGNOSIS
Panggul sempit + hepatitis B + PG + KDR (39-40) mgg + PK + AH

TERAPI
IVFD RL 20 gtt/i
Injeksi ceftriaxone 2 gram ( skin test )  prophylaxis

RENCANA
- SC Elektif ( Rabu 16 januari 2019)
- Konsul anestesi
- Konsul perinatologi
- Konsul interna
Laporan SC a/i panggul sempit + PG + KDR (37-
38)minggu + PK + AH + Panggul sempit + Inpartu

 Dilakukan section caesaria pada tanggal 16-01-2019


jam 10.45 oleh dr. Riza H. Nasution, Sp.OG.
 Pasien dibaringkan di atas meja operasi dalam posisi
litotomi dengan infus dan kateter terpasang dengan
baik.
 Dilakukan tindakan aseptik dengan larutan bethadine
dan alkohol 70% pada dinding abdomen lalu ditutup
dengan doek steril kecuali lapangan operasi.
 Dibawah anastesi spinal dilakukan insisi
pfaneinsteil mulai dari dari kutis, subkutis
sepanjang 10 cm.
 Dengan menyisipkan pinset anatomis dibawahnya,
fascia digunting kekiri dan kekanan, otot
dikuakkan secara tumpul.
 Peritoneum dijepit dengan klem, diangkat, lalu
digunting keatas dan kebawah, dipasang hack
blast.
 Tampak uterus gravidarum sesuai usia kehamilan,
identifikasi SBR dan ligamentum rotundum.
 Lalu plika vesicouterina digunting secara konkaf
kekiri dan kekanan dan disisihkan ke bawah kearah
blast secukupnya.
 Selanjutnya dinding uterus di insisi secara konkaf
sampai menembus subendometrium. Kemudian
endometrium ditembus secara tumpul dan diperlebar
sesuai arah sayatan.
 Dengan meluksir kepala bayi, maka lahir bayi
perempuan, BB 3900 gram, PB 50 cm, apgar score
8/9, anus (+)
 Tali pusat diklem 2 tempat lalu digunting diantaranya.
 Plasenta dilahirkan dengan traksi pada tali pusat dan
penekanan pada fundus. Kesan: lengkap.
 Kedua sudut kiri dan kanan tepi luka insisi dijepit
dengan oval klem.
 Kavum uteri dibersihkan dari sisa-sisa selaput ketuban
dengan kasa steril terbuka sampai tidak ada selaput atau
bagian plasenta yang tertinggal. Kesan: bersih
 Dilakukan penjahitan hemostatis figure of eight pada
kedua ujumg robekan uterus dengan benang chromic
dinding uterus dijahit lapis demi lapis jelujur terkunci
overhecting. Evaluasi : tidak adaa perdarahan.
 Klem peritoneum dipasang lalu kavum abdomen dibersihkan
dan bekuan darah dan cairan ketuban, kesan : bersih. Evaluasi
tuba dan ovarium kanan-kiri, kesan : normal.
 Lalu peritoneum dijahit, kemudian dilakukan jahitan
aproksimal otot dinding abdomen dengan secara
simple/continous.
 Kedua ujung fascia dijepit dengan kocher, lalu dijahit secara
jelujur dengan vicryl.
 Sub kutis dijahit secara simple suture.
 Kutis dijahit secara subkutikuler.
 Luka operasi ditutup dengan kasa steril + betadine solution.
 Liang vagina dibersihkan dari sisa-sisa darah dengan kapas
sublimat hingga bersih.
 KU ibu post operasi : mulai sadar.
TERAPI POST SC

- IVFD RL + oksitosin 10 iu 20 gtt/i


- Inj ceftriaxone 1 gr/12 jam
- Inj ketorolac 30 mg/8 jam
- Inj ranitidine 50 mg/12 jam
ANJURAN

- Cek laboratorium (darah rutin 2 jam post sc).


- Awasi vital sign, kontraksi dan tanda-tanda
perdarahan.
PEMANTAUAN POST SC

Pernafasan Kontraksi
Nadi (kali TD Perdarahan
JAM (WIB) (kali (1=lemah,
permenit) (mmHg) (cc)
permenit) 2=kuat)

12:00
74 130/70 20 minimal 2
12:15
82 120/80 21 minimal 2
12.30
80 120/80 20 minimal 2
12.45
74 120/80 20 minimal 2
13.00
74 120/70 20 minimal 2
13.30
80 120/70 20 minimal 2
14:00
89 110/60 20 minimal 2
DARAH RUTIN 2 JAM POST SC

Hb : 10,2 N: 12-14 gr/dl


Ht : 32,1 N: 36-42 gr/dl
WBC : 11,180 N: 4000-11000/mm3
Platelet : 255.000 N: 150000-400000/mm3
FOLLOW UP Kamis, 17 Januari 2019

S Nyeri luka operasi

O Presens State Abdomen : soepel, peristaltik (+)


Sens : CM Normal
TD : 110/70 mmHg TFU: 2 jari dibawah pusat
HR : 90x/min Luka operasi: tertutup kassa, kesan kering
RR : 20x/min P/V: (-), Lochia (+) rubra
T : 36,50C BAK: (+) via kateter , uop: 60cc
BAB: (-) , flatus (+)
A Post SC a/i panggul sempit + Hepatitis B + NH1

P • IVFD RL 20 gtt/i
• Inj. Ceftriaxon 1gr /12 jam
• Inj. Ketorolac 30/8 jam
• Inj. Ranitidine 50mg/ 12 jam

Rencana :
• aff kateter
• Mobilisasi
FOLLOW UP Jum’at, 18 Januari 2019
S Nyeri luka operasi

O Presens State Abdomen : soepel, peristaltik (+)


Sens : CM Normal
TD : 120/70 mmHg TFU : 2 jari dibawah pusat
HR : 84 bpm Luka operasi : tertutup kassa, kesan kering
RR : 20 bpm P/V : (-), lochia (+) rubra
T : 36,70C BAK : (+) spontan
BAB : (-) , flatus (+)
A Post SC a/i panggul sempit + Hepatitis B + NH2

P • Cefadroxyl tab 2x500 mg


• Asam mefenamat tab 3x500 mg
• B-Comp tab 2x1

Rencana :
• aff infus
• terapi oral
• Mobilisasi
FOLLOW UP Sabtu, 19 Januari 2019

S -

O Presens State Abdomen : soepel, peristaltik (+)


Sens : CM Normal
TD : 120/80 mmHg TFU : 2 jari dibawah pusat
HR : 78 bpm Luka operasi : tertutup kassa, kesan kering
RR : 22 bpm P/V : (-), lochia (+) rubra
T : 36,40C BAK : (+) Spontan
BAB : (+)
A Post SC a/i panggul sempit + Hepatitis B + NH3

P • Cefadroxyl tab 2x500 mg


• Asam mefenamat tab 3x500 mg
• B-Comp tab 2x1

Rencana :
• PBJ
 
1. Tindakan dalam penanganan pasien dengan panggul
sempit
2. Kasus hepatitis b pada ibu hamil
 