Anda di halaman 1dari 11

KEMENTERIAN KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA

OBSERVASI POTENSI PESISIR PANTAI


NGELIYEP, KECAMATAN DONOMULYO,
KABUPATEN MALANG

1
Central Transformation Office | CTO
KEMENTERIAN KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

Mentri Keuangan
Malta Ra Annisa

Sekertariat Jendral
Ardila F Ula

Direktorat Jendral Direktorat Bea


Anggaran dan Cukai
Dyaz Putri Dinda Widya

Central Transformation Office | CTO


KEMENTERIAN KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

HASIL OBSERVASI

3
Central Transformation Office | CTO
Desa Banjarejo

•Akses dan Sarana Prasarana, jalan


menuju pantai kurang memadai, akses
internet yang sulit, terbatasnya
penerangan jalan.
•Observasi ruang, memiliki ombak yang
cukup besar dan hutan bakau
•Orbitasi terhadap pusat layanan, jarak
yang cukup jauh sekitar 60 km dari
Pantai pusat Kota Malang
Bantol •Potensi Sosial Masyarakat, Masyarakat
Desa Banjar Rejo sejumlah sekitar
7.300 jiwa mayoritas sebagai petani
•Potensi Ekonomi, Industri Rumah
Tangga yaitu penghasil kripik olahan
dari pisang dan singkong dan hasil laut:
lobster
Desa Kedungsalam
3 Pengelolaan Masalah,
Tantangan dan Hambatan
1 Peran Secara Kelembagaan Pada Tata Daerah Pesisir 5 Potensi Sosial dan Ekonomi
Kelola Daerah Pesisir Masyarakat
- Luas wilayah 35.025 hektar
- Pengelolaan dengan prinsip guyup dengan jumlah penduduk - Masyarakat berprofesi sebagai petani
rukun yaitu gotong royong dan sekitar 13.000 jiwa. Dengan 92 (tebu, singkong, jagung, kelapa)
kerjasama RT dan 22 RW menjadikan - Dan 100 orang nelayan yang tergabung
- Pengelolaan oleh pemerintah dana desa belum mampu dalam kelompok nelayan bina mandiri
desanya terjadi sinergisitas dengan memenuhi kebutuhan desa dengan keunggulan hasil laut : gurita
kelompok tani hutan, kelompok - Kesenjangan antar desa
nelayan dan PD Jasa Yasa - Kemiskinan

6 Tata Kelola Pariwisata Pantai dan


2 Pengelolaan Potensi dan Peluang Dinamika Lintas Sektoral
4 Kelengkapan Fasilitas yang
Daerah Pesisir (Konflik dan Kerjasama dikelola lintas sektoral
- Peluang yang dimiliki daerah Integratif)
- Kerjasama dengan BUMD yaitu
pesisir yaitu ecotourism atau Pemerintah Desa PD Jasa Yasa dalam
wisata pantai Kedungsalam bekerjasama pembangunan fasilitas dan
- Pengelolaan potensi hasil laut dengan Badan Usaha Milik promosi wisata.Fasilitas seperti
berupa gurita dengan kelompok Daerah Kabupaten Malang pesanggraha, tempat parkir
nelayan bina mandiri melalui PD Jasa Yasa dalam yang luas, mushola, tempat
pembangunan fasilitas dan santai dan warung-warung
promosi pariwisata. makan dan spot foto.

5
KEMENTERIAN KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

Konsep dan Pelaksanaan Pengembangan Agropolitan


dan Minapolitan

1 Kriteria Kawasan Agropolitan


Konsep Agropolitan
Menurut Peraturan Pemerintah No.15
Pengembangan desa Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan
(khususnya pertanian) dengan Penataan Ruang Pasal 74.
meningkatkan infrastruktur,
- Tumbuh dan berkembang karena
memperluas akses kredit
berjalannya sistem usaha
usaha untuk meningkatkan
agribisnis
pendapatan petani dan
- Mempunyai kondisi
meningkatkan nilai tambah
geomorfologi, iklim dan
sektor pertanian
topografi yang mendukung
Kelompok Tani Hutan (KTH) kegiatan agribisnis dikawasan
Pantai Ngeliyep agropolitan
- Memiliki dukungan kelembagaan
yang mengembangkan kegiatan
agribisnis

Central Transformation Office | CTO


KEMENTERIAN KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

Kriteria Kawasan Minapolitan


Kepmen Perikanan dan Kelautan
2 Konsep Minapolitan No.19 Tahun 2011 tentang pedoman
Umum Minapolitan
Pengembangan wilayah
dengan menitikberatkan pada - Kawasan yang terdiri atas sentra
pengembangan komoditas produksi, pengolahan dan
unggulan pada sektor pemasaran seperti jasa dan
perikanan di wilayah pesisir perdagangan
- Mempunyai sarana dan
Kelompok Nelayan Bina prasarana sebagai pendukung
Mandiri (KNBM) Pantai aktifitas ekonomi
Ngeliyep
- Menampung dan
memperkerjakan sumber daya
manusia dalam kawasan
tersebut
- Mempunyai dampak positif bagi
perekonomian

Central Transformation Office | CTO


KEMENTERIAN KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

PROGRAM KEMENTRIAN KEUANGAN


DALAM PENGEMBANGAN PANTAI NGELIYEP

Pembiayaan Ultra Mikro (UMi)


1.) Fasilitas Pembiayaan Mudah dan Cepat
2.) Menambah Wirausaha yang difasilitasi Pemerintah

 Sumber pendanaan pembiayaan UMi berasal dari dana


APBN Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Sasaran dari Pembiayaan UMi adalah Usaha Mikro dengan kriteria :


1. Tidak sedang dibiayai oleh lembaga keuangan dan/atau koperasi.
2. 2. Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk
Kependudukan Elektronik.
3. 3. Memiliki izin usaha/keterangan usaha dari instansi Pemerintah dan/atau surat
pernyataan usaha dariPenyalur.

Central Transformation Office | CTO


KEMENTERIAN KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

Penyalur dalam Pembiayaan UMi meliputi :


1. Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).
2. Badan Layanan Umum (BLU) Pengelola Dana / Badan Layanan Umum Daerah
(BLUD) Pengelola Dana.
3. Koperasi Simpan Pinjam / Unit Simpan Pinjam Koperasi (KSP/USP Koperasi)
dan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah / Unit Simpan Pinjam dan
Pembiayaan Syariah (KSPPS/USPPS Koperasi).

PERAN KOPERASI (KSP) DALAM PENYALURAN


PEMBIAYAAN UMi
1. Menyalurkan Pembiayaan UMi kepada anggotanya
2. Melakukan pendampingan atau pelatihan secara rutin kepada
anggotanya
3. Meningkatkan nilai keekonomian anggota (debitur)

Central Transformation Office | CTO


KEMENTERIAN KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
Chart Mekanisme Penyaluran

Central Transformation Office | CTO


KEMENTERIAN KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

Terima Kasih…

11
Central Transformation Office | CTO