Anda di halaman 1dari 14

TEST OF RECORDED TRANSACTION

KELOMPOK 5

1. Ni Wayan Dian Lesya Rahayu (02)


2. Ida Bagus Made Widi Adnyana (06)
3. Riama Simangunsong (15)
4. Ni Kadek Win Kusmiari (32)
5. Umi Alimah Nur Hidayah (33)
SUB POKOK
BAHASAN

SIFAT DAN BUKTI AUDIT

COMPLIANCE TEST DAN


SUBSTANTIVE TEST

CARA PEMILIHAN SAMPEL


SIFAT DAN BUKTI
AUDIT
Bukti audit adalah semua informasi yang
digunakan oleh auditor untuk menyatakan
opini audit

Bukti audit terdiri :

1. catatan akuntansi yang mendasari laporan


keuangan
2. informasi lain yang mendukung catatan akuntansi
dan kesimpulan logis auditor tentang penyajian
yang wajar dalam laporan keuangan.
Data akuntansi yang mendasari
Bukti audit yang mendukung (underlying accounting data),
laporan keuangan terdiri dari dua
jenis, yaitu:
Semua bukti atau informasi
pendukung atau penguat
(corroborating information) yang
tersedia bagi auditor.
Bukti Pendukung Audit

a) Bukti fisik
b) Bukti konfirmasi
c) Bukti dokumenter
d) Bukti representasi atau pernyataan tertulis baik dari manajemen
maupun dari spesialis
e) Perhitungan sebagai bukti matematis
f) Bukti lisan
g) Bukti analitis dan perbandingan
h) Struktur pengendalian intern
i) Catatan Akuntansi
COMPLIANCE TEST
DAN SUBSTANTIVE
TEST
Tes Ketaatan (Compliance Test) adalah tes terhadap
bukti pembukuan yang mendukung transaksi yang
dicatat perusahaan untuk mengetahui apakah setiap
transaksi yang terjadi sudah diproses dan dicatat
sesuai dengan sistem dan prosedur yang telah
ditetapkan manajemen

Dalam melaksanakan
Compliance Test, auditor a) Kelengkapan bukti pendukung (Supporting
harus memperhatikan Documents)
hal-hal berikut: b) Kebenaran perhitungan mathemathis
(Footing, Cross Footing, Extension)
c) Otorisasi dari pejabat perusahaan yang
berwenang
d) Kebenaran nomor perkiraan yang
didebet/kredit
e) Kebenaran posting ke buku besar dan sub
buku besar.
Compliance Test biasanya dilakukan untuk
transaksi sebagai berikut
Jenis Transaksi Jenis Compliance Test Sample yang
digunakan
Penjualan Sales Test Faktur Penjualan
Penerimaan Kas Cash Receipts Text Kuitansi
Pengeluaran Kas Cash Disbursements Test Nomor Check/Giro
Pembelian Purchase Test Purchase Order
Pembayaran Gaji dan Upah Payrol Test Daftar Gaji
Jurnal Koreksi/Penyesuaian Journal Voucher Test Jurnal Voucher
Substantive Test adalah tes terhadap kewajaran saldo-
saldo perkiraan laporan keuangan (Laporan Posisi
Keuangan dan Laporan Laba Rugi Komprehensif).

Prosedur pemeriksaan yang


dilakukan dalam
Substantive Test, antara lain

1. Investarisasi Aset Tetap


2. Observasi atas Stock Opname
3. Konfirmasi piutang, utang dan Bank
4. Subsequent collection dan subsequent payment
5. Kas opname
6. Pemeriksaan rekonsiliasi bank dan lain-lain
Jika pada waktu melakukan substantive test, auditor
menemukan kesalahan-kesalahan, harus dipertimbangkan
apakah kesalahan tersebut jumlahnya material atau tidak. jika
permasalahannya material, auditor harus mengusulkan audit
adjusment secara tertulis (dalam bentuk daftar audit
adjusment).

Untuk kesalahan yang jumlahnya tidak material (immaterial),


auditor tetap perlu mengajukan usulan adjusment, tetapi tidak
perlu dipaksakan karena tidak akan mempengaruhi opini
akuntan publik.
CARA
PEMILIHAN
SAMPEL
Dalam melakukan pemeriksaannya,
akuntan publik biasanya tidak memeriksa
keseluruhan transaksi dan bukti-bukti yang
terdapat dalam perusahaan.

Cara pemilihan sampel tidak boleh seenaknya,


karena sampel tersebut haruslah mewakili
universe secara tepat, karena jika sampel yang
dipilih tidak tepat, akan sangat mempengaruhi
kesimpulan yang ditarik
Beberapa cara pemilihan
sampel yang sering digunakan,
ialah:
Random/Judgement
Sampling

Block Sampling

Statistical Sampling
DISKUSI