Anda di halaman 1dari 18

m 

m


By:
Ns. Fitri Elita, S.Kep
p  
@ §    
 § 


  
    


  
 
 
 


   


  !
@ §    
 § 

   " 
  

 


 
  !§  


  
 
 
 


  
  
#  $!
3 
@     
 §
 

  
  
  

  

  
 



    
  "  
 

 


 
  !
  
a. Virus dengue sejenis arbovirus.
b. Virus dengue tergolong dalam family
Flavividae dan dikenal ada 4 serotif,
Dengue 1 dan 2, 3 dan 4.
p    
@ Virus akan masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk
aedes aegypty dan kemudian akan bereaksi dengan antibody
dan terbentuklah kompleks virus-antibody. Dalam sirkulasi
akan mengaktivasi system komplemen. Akibat aktivasi C3
dan C5 akan dilepas C3a dan C5a,dua peptida yang berdaya
untuk melepaskan histamine dan merupakan mediator kuat
sebagai factor meningkatnya permeabilitas dinding pembuluh
darah dan menghilangkan plasma melalui endotel dinding itu.
@ Terjadinya trobositopenia, menurunnya fungsi trombosit dan
menurunnya faktor koagulasi (protombin dan fibrinogen)
merupakan factor penyebab terjadinya perdarahan hebat ,
terutama perdarahan saluran gastrointestinal pada DHF.
3 
@ Gang menentukan beratnya penyakit adalah
meningginya permeabilitas dinding pembuluh
darah , menurunnya volume plasma ,
terjadinya hipotensi , trombositopenia dan
diathesis hemorrhagic , renjatan terjadi secara
akut.
@ Nilai hematokrit meningkat bersamaan dengan
hilangnya plasma melalui endotel dinding
pembuluh darah. Dan dengan hilangnya
plasma klien mengalami hipovolemik. Apabila
tidak diatasi bisa terjadi anoxia jaringan,
acidosis metabolic dan kematian
0  

@ Demam tinggi selama 5 ± 7 hari
@ Mual, muntah, tidak ada nafsu makan,
diare, konstipasi.
@ Perdarahan terutama perdarahan bawah
kulit, ptechie, echymosis, hematoma.
@ Epistaksis, hematemisis, melena,
hematuri.
3 
@ Nyeri otot, tulang sendi, abdoment, dan ulu
hati.
@ Sakit kepala.
@ Pembengkakan sekitar mata.
@ Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah
bening.
@ Tanda-tanda renjatan (sianosis, kulit lembab
dan dingin, tekanan darah menurun, gelisah,
capillary refill lebih dari dua detik, nadi cepat
dan lemah).
O   
@ Perdarahan luas.
@ Shock atau renjatan.
@ Effuse pleura
@ Penurunan kesadaran
O   
a. Derajat I :
@ Demam disertai gejala klinis lain atau
perdarahan spontan, uji turniket positi,
trombositopeni dan hemokonsentrasi.
b. Derajat II :
@ Manifestasi klinik pada derajat I dengan
manifestasi perdarahan spontan di bawah kulit
seperti peteki, hematoma dan perdarahan dari
lain tempat.
3 
c. Derajat III :
@ Manifestasi klinik pada derajat II ditambah
dengan ditemukan manifestasi kegagalan
system sirkulasi berupa nadi yang cepat dan
lemah, hipotensi dengan kulit yang lembab,
dingin dan penderita gelisah.
d. Derajat IV :
@ Manifestasi klinik pada penderita derajat III
ditambah dengan ditemukan manifestasi
renjatan yang berat dengan ditandai tensi tak
terukur dan nadi tak teraba.
p p  

a. Darah
@ 1) Trombosit menurun.

@ 2) HB meningkat lebih 20 %

@ 3) HT meningkat lebih 20 %

@ 4) Leukosit menurun pada hari ke 2 dan ke 3

@ 5) Protein darah rendah

@ 6) Ureum PH bisa meningkat

@ 7) NA dan CL rendah
3 
b. Serology : HI (hemaglutination inhibition
test).
@ 1) Rontgen thorax : Efusi pleura.

@ 2) Uji test tourniket (+)


p  
a. Tirah baring
b. Pemberian makanan lunak .
c. Pemberian cairan melalui infus.
@ Pemberian cairan intra vena (biasanya ringer
lactat, nacl) ringer lactate merupakan cairan
intra vena yang paling sering digunakan ,
mengandung Na + 130 mEq/liter , K+ 4
mEq/liter, korekter basa 28 mEq/liter , Cl 109
mEq/liter dan Ca = 3 mEq/liter.
3 
d. Pemberian obat-obatan : antibiotic, antipiretik,
e. Anti konvulsi jika terjadi kejang
f. Monitor tanda-tanda vital ( T,S,N,RR).
g. Monitor adanya tanda-tanda renjatan
h. Monitor tanda-tanda perdarahan lebih lanjut
i. Periksa HB,HT, dan Trombosit setiap hari
§ O   
1. Kekuranganvolume cairan b/d
peningkatan permiabilitas kapiler,
perdarahan, muntah, dan demam
2. Perubahan perfusi jaringan perifer b/d
perdarahan
3 
3. Perubahan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh berhubungan dengan
mual, muntah, tidak ada nafsu makan
4. Perubahan proses keluarg b/d kondisi
anak
5. Hipertermia b/d proses infeksi virus