Anda di halaman 1dari 17

INVESTIGASI WABAH

KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)

KELOMPOK 04:
Sri Kandi Kasim 16111101053
Timothy Kaunang 16111101059
Beverly T. Susantyo 16111101060
Sefania Selaindoong 16111101061
PENGERTIAN WABAH/KLB
• Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wabah
berarti penyakit menular yang berjangkit dengan cepat,
menyerang sejumlah besar orang di daerah yang luas.
• Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
1501/MENKES/PER/X/2020, Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah
timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan/atau
kematian yang bermakna secara epidemiologi pada suatu
daerah dalam kurun waktu tertentu dan merupakan keadaan
yang dapat menjurus pada terjadinya wabah.
KRITERIA WABAH/KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
1501/MENKES/PER/X/2010, suatu daerah dapat ditetapkan dalam
keadaan KLB apabila memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut:
• Timbulnya suatu penyakit menular tertentu yang sebelumnya tidak ada
atau tidak dikenal pada suatu daerah.
• Peningkatan kejadian kesakitan terus menerus selama 3 (tiga) kurun
waktu dalam jam, hari atau minggu berturut-turut menurut jenis
penyakitnya.
• Peningkatan kejadian kesakitan dua kali atau lebih dibandingkan dengan
periode sebelumnya dalam kurun waktu jam, hari, atau minggu
menurut jenis penyakitnya.
• Jumlah penderita baru dalam waktu 1 bulan menunjukkan kenaikan dua
kali atau lebih dibandingkan dengan angka rata-rata jumlah per bulan
dalam tahun sebelumnya.
• Rata-rata jumlah kejadian kesakitan per bulan selama 1 tahun
menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan angka
rata-rata jumlah per bulan dalam tahun sebelumnya.
• Angka kematian kasus suatu penyakit (Case Fatality Rate) dalam 1 kurun
waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% atau lebih dibandingkan
dengan angka kematian kasus suatu penyakit periode sebelumnya
dalam kurun waktu yang sama.
• Angka proporsi penyakit (Proportional Rate) penderita baru pada satu
periode menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan satu
periode sebelumnya dalam kurun waktu yang sama.
Daftar penyakit yang dapat menimbulkan wabah di Indonesia menurut
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
1501/MENKES/PER/X/2010 Bab II Pasal 4 diperlihatkan pada tabel di
bawah ini:
• Kolera
• Demam Kuning/Yellow Fever
• Demam Berdarah Dengue (DBD)
MENURUT TRANSMISINYA, WABAH DIBEDAKAN ATAS:

• Wabah dengan penyebaran melalui media umum (common


vehicle epidemics)
• Wabah dengan penjalaran oleh transfer serial dari pejamu ke
pejamu (epidemics propagated by serial transfer from host to
host)
KLASIFIKASI KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)

• Berdasarkan Penyebab
• Berdasarkan Sumber
LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKUKAN INVESTIGASI WABAH
Langkah melakukan investigsi wabah dilakukan dengan menggunakan
pendekatan yang sistemik yang terdiri dari:
1. Persiapan Investigasi di Lapangan
Persiapan dapat dikelompokkan dalam 3 kategori yaitu:
1. Investigasi: pengetahuan ilmiah perlengkapan dan alat
2. Administrasi: prosedur administrasi termasuk izin dan pengaturan
perjalanan
3. Konsultasi: peran masing – masing petugas yang turun kelapangan
2. Pemastian Adanya Wabah
Dalam menentukan apakah wabah, perlu diperhatikan hal-hal sebagai
berikut:
A. Dengan membandingkan jumlah yang ada saat itu dengan jumlah
beberapa minggu atau bulan sebelumnya.
B. Menentukan apakah jumlah kasus yang ada sudah melampaui
jumlah yang diharapkan.
C. Sumber informasi bervariasi bergantung pada situasinya
• Catatan hasil surveilans
• Catatan keluar dari rumah sakit, statistic kematian, register, dan lain-lain.
• Bila data local tidak ada, dapat digunakan rate dari wilayah di dekatnya atau
• Data nasional
• Boleh juga dilaksanakan survey di masyarakat menentukan kondisi penyakit
yang biasanya ada.
D. Pseudo endemik (jumlah kasus yang dilaporkan belum
tentu suatu wabah):
• Perubahan cara pencatatan dan pelaporan penderita
• Adanya cara diagnosis baru
• Bertambahnya kesadaran penduduk untuk berobat
• Adanya penyakit lain dengan gejala yang serupa
• Bertambahnya jumlah penduduk yang rentan
3. Pemastian Diagnosis
Semua temuan secara klinis harus dapat memastikan diagnosis wabah, hal
yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
A. Untuk memastikan bahwa masalah tersebut telah didiagnosis
dengan patut
B. Untuk menyingkirkan kesalahan laboraturium yang menyebabkan
peningkatan kasus yang dilaporkan
C. Semua temuan klinis harus disimpulakan dalam distribusi frekuensi
D. Kunjungan terhadap satu atau dua penderita
4. Pembuatan Definisi Kasus
Pembuatan definisi kasus adalah seperangkat criteria untuk
menentukan apakah seseorang harus dapat diklasifikasikan sakit
atau tidak. Kriteria klinis dibatasi oleh waktu, tempat, dan orang.
Penyelidikan sering membagi kasus menjadi pasti (compirmed),
mungkin (probable), meragukan (possible), sensivitas dan
spefsifitas.
5. Penemuan dan Penghitungan Kasus
Metoda untuk menemukan kasus yang harus sesuai dengan penyakit dan
kejadian yang diteliti di fasilitas kesehatan yang mampu memberikan
diagnosis. Informasi berikut ini dikumpulakan dari setiap kasus:
• Data identifikasi (nama, alamat, nomor telepon)
• Data demografi (umur, jenis kelamin, ras, dan pekerjaan)
• Data klinis
• Faktor risiko, yang harus dibuat khusus untuk tiap penyakit
• Informasi pelapor untuk mendapatkan informasi tambahan atau
memberi
• Umpan balik
6. Epidemiologi Deskriptif
A. Gambaran waktu berdasarkan waktu
B. Perjalanan wabah berdasarkan waktu digamabarkan
dengan grafik histogram yang berbentuk kurva epidemic,
gambaran ini membantu:
a. Memberi informasi samapai dimana proses wabah itu dan
bagaimana kemungkinan kelanjutannya.
b. Memperkirakan kapan pemaparan terjadi dan memusatkan
penyelidikan pada periode tersebut, bila telah diketahui penyakit
dan masa inkubasinya.
c. Menarik kesimpulan tentang pola kejadian, dengan demikian
mengetahui apakah bersumber tunggal, ditularkan dari orang ke
orang, atau campuran keduanya.
TUJUAN INVESTIGASI WABAH
Tujuan utama investigasi wabah (Weber,dkk dalam Thomas dan
Weber, 2001; CDC, 1992)
1. Mengidentifikasi dengan cepat sumber dan reservoir dari
wabah.
2. Melaksanakan intervensi untuk menanggulangi dan
mengeliminasi wabah.
3. Mengembangkan kebijakan untuk mencegah wabah di masa
mendatang.
Cara Penanggulangan Wabah/KLB
Upaya penanggulangan wabah meliputi:
1. Penyelidikan epidemiologi.
2. Pemeriksaan, pengobatan, perawatan, dan isolasi penderita,
termasuk tindakan karantina.
3. Pencegahan dan pengebalan, yaitu tindakan – tindakan yang
dilakukan untuk memberi perlindungan kepada orang – orang
yang belum sakit, tetapi mempunyai resiko terkena penyakit.
4. Pemusnahan penyebab penyakit.
5. Penyuluhan kepada masyarakat
ANY QUESTION ??