Anda di halaman 1dari 13

KELOMPOK 9

MENINGKATKAN
KETANGGUHAN PRIBADI
DAN SOSIAL
1. Muhammad Nur Prastya Anggara 02.2015.1.09018
2. M. Husnul Amin 02.2015.1.09034
3. Bagus Bekti. S 02.2015.1.09028
4. Guntur Hafid 02.2015.1.09015
5. M. Nur Afandi 02.2018.1.19643
6. Deki Prasetyo 02.2015.1.09020
PENGERTIAN
KETANGGUHAN

Kemampuan seorang individu, keluarga atau


komunitas untuk mengatasi atau keluar dari
tekanan hidup atau keadaan yang menimbulkan
stres dengan cara yang adaptif yang tidak hanya
langkah penanganan pertama namun juga dapat
meningkatkan kemampuan orang tersebut dalam
menghadapi tekanan hidup yang lain di masa yang
akan datang. (Yayasan Pulih, 2011).

Secara umum, kesuksesan hidup seseorang itu karena


dalam dirinya memiliki dua ketangguhan, yaitu
ketangguhan pribadi dan ketangguhan sosial.
KETANGGUHAN
PRIBADI

Ketangguhan pribadi adalah ketika seseorang


berada pada posisi atau dalam keadaan telah
memiliki pegangan prinsip hidup yang kokoh dan
jelas. Seseorang dikatakan tangguh ketika ia
memiliki prinsip yang kuat sehingga tidak mudah
terpengaruh oleh lingkungannya. Ini berarti bahwa
orang yang memiliki ketangguhan pribadi itu mampu
untuk mengambil keputusan yang bijaksana dengan
menyelaraskan antara prinsip yang dianut dengan
kondisi lingkungannya, tanpa harus kehilangan
pegangan hidup.
KETANGGUHAN
SOSIAL

Ketangguhan sosial adalah kecakapan


untuk menentukan bagaimana kita
menangani hubungan sosial atau
bagaimana kita menyikapi interaksi
sosial antara kita. Dalam membangun
ketangguhan sosial ini, maka ada dua
aspek yang paling menentukan, yaitu
empati dan keterampilan sosial.
MENINGKATKAN
KETANGGUHAN PRIBADI

Ada beberapa upaya meningkatkan Ketangguhan


pribadi, yaitu melalui pendidikan, pengajaran dan
pelatihan (Tri Darma Keguruan), pembentukan
disiplin diri, melatih disipilin dan kemandirian,
memiliki visi pribadi, melatih kebiasaan hidup sehat
secara jasmani dan rohani untuk menjadi manusia
kaya arti dalam proses pembangunan
daerah/bangsa.
Beberapa upaya meningkatkan Kenggtauhan pribadi di bawah ini

Pendidikan.

Pendidikan adalah proses pembentukan budi pekerti dan


akhlak-iman manusia secara sistematis, baik aspek
ekspresifnya yaitu kegairahan, kesungguhan, dan ketekunan,
maupun aspek normatifnya yaitu etiket, etika, dan
kesusilaan. Seseorang dikatakan berhasil dalam menempuh
pendidikan apabila ada perubahan dalam dirinya berupa budi
pekerti dan akhlak-iman yang lebih baik, optimis, lebih
bersemangat dalam bekerja/belajar, tertib, loyal, setia, dan
berintegritas. Pendidikan sangat berkaitan dengan
pembentukan karakter manusia dalam unsur kepribadian.
Pengajaran.

Proses mentransfer data, informasi dan ilmu, dari


guru ke siswa/mahasiswa, sehingga para
pembelajar menjadi orang yang berpengetahuan
positif, yaitu pengetahuan yang mencerahkan,
memperlengkapi dan memberdayakan diri. Karena
luasnya ilmu pengetahuan yang harus dipelajari
maka selain menerima data dan informasi, para
mahasiswa harus memiliki kegemaran membaca.
Orang yang pandai adalah orang yang senang dan
rajin membaca
Pelatihan.

Pelatihan adalah proses pembentukan dan


penajaman keterampilan yaitu segala macam
keterampilan yang dibutuhkan manusia untuk hidup,
belajar, dan bekerja secara berhasil. Berbagai jenis
keterampilan yang diperlukan, seperti soft skills,
academic skills, technical skills, moral skills,
professional skills, dan lain-lain. Perlu diperhatikan
bahwa keterampilan-keterampilan ini (didukung oleh
bakat/talenta/multi-talenta) merupakan penopang
dalam hidup sehari-hari.
Disiplin.

Disiplin adalah seperti nafas kehidupan pribadi dan


organisasi dalam mendukung keberhasilan tugas.
Pembentukan disiplin di lembaga-lembaga pendidikan dan
asrama pada awalnya dilakukan dengan upaya ”pemaksaan”
disertai sanksi pelanggaran, agar apa yang telah
direncanakan dapat diselesaikan pada waktunya. Lama
kelamaan disiplin menjadi “kebiasaan” dalam pribadi-pribadi
berupa disiplin diri sendiri (self discipline) yang sangat
membantu dalam penyelesaian tugas. Dengan disiplin diri
maka cara pandang terhadap tugas berubah, dari beban
yang berat menjadi pelayanan dengan gembira terhadap
sesama. Sebagian besar pribadi-pribadi yang sukses adalah
mereka yang memiliki disiplin kerja/belajar.
MENINGKATKAN KETANGGUHAN SOSIAL

Berbagai kegiatan dan upaya meningkatkan ketanggguhan sosial


dapat dilaksanakan antara lain dengan menerapkan strategi
sebagai berikut:
1. Meningkatkan
2. Mengembangkan jaringan
kegiatan social
kerja sama sistem sosial yang
campaigndalam bentuk
berada dalam lingkup ekologi
penyuluhan dan
kultural yang sama guna
sosialisasi program
meningkatkan ketangguhan dan
pembangunan terkait
mengurangi kerentanan sosial
pengelolaan sumber
dan ekosistem.
daya dan ekosistem
secara berkelanjutan.
3. Walaupun saat ini dicanangkan bahwa degradasi lingkungan
telah bersifat global dan karenanya tindakan global dibutuhkan,
namun dampak dan masalah perubahan iklim, ekosistem dan
lingkungan lebih bersifat lokal. Para perancang manajemen
lingkungan dan ekosistem harus berfikir global, namun
bertindak lokal (think globally, act locally).Dampak perubahan
ekosistem yang sangat beragam harus ditangani secara spesifik
di berbagai hierarki ekosistem dan administratif.

4. Upaya menghidupkan, memberdayakan dan


merancang kelembagaan baru yang berorientasi
ke arah tindakan kolektif masyarakat. Bentuk dan
struktur kelembagaan harus disesuaikan dengan
sifat (nature)kelompok sosial dan kondisi
ekosistem serta keragaman sumber daya lokal.
KESIMPULAN
Ketangguhan pribadi dan sosial adalah dua hal seperti dua
sayap saling memperkuat. Untuk dapat terbang, maka burung
mutlak perlu dua sayap. Demikian juga, untuk mampu
menjalani kehidupan ini secara bermakna, maka perlu
ketangguhan pribadi dan sosial. Dengan dua ketangguhan
itu, niscaya kita mampu mamaknai setiap langkah aktivitas,
sekecil apapun. Demikian juga, dalam arena sosial, kita
mampu melakukan peran-peran sosial yang bermanfaat bagi
sesamanya. Inilah yang disebut dengan pribadi
berkelimpahan, artinya, kita tidak sekedar merasa cukup dan
puas dengan segala sesuatu yang kita miliki, tetapi, kita
dapat berbagi bahkan dapat memberikan sesuatu untuk
kebaikan atau kemaslahatan bersama.