Anda di halaman 1dari 42

HIDROKARBON HIDROKARBON HOMO HETERO

JENUH TAK JENUH SIKLIK SIKLIK

ALKANA aromatik alisiklik


ALKENA ALKUNA
1
Alkana
Alkana merupakan hidrokarbon alifatik jenuh, yaitu hidrokarbon
dengan rantai terbuka dan semua ikatan karbon-karbonnya
merupakan ikatan tunggal.

Rumus Umum Alkana CnH2n+2


TATA NAMA ALKANA
1. Rantai induk adalah rantai terpanjang dalammolekul
2. Cabang diberi nama alkil, yaitu sama dengan nama
alkana yang sesuai tetapi akhiran ana diganti denganil.
3. Posisi cabang ditunjukkan dengan awalan angka. Untuk
itu, rantai induk diberi nomor. Penomoran dimulai dari
salah satu ujung sedemikian rupa sehingga posisi
cabang mendapat nomor terkecil.
4. Bila terdapat lebih dari satu cabang sejenis,nama
cabang disebut sekali saja dengan diberi awalan,
misalnya 2 = di, 3 = tri, 4 = tetra, 5 =petra.
5. Bila terdapat lebih dari satu jenis cabang, maka
cabang-cabang tersebut ditulis sesuai dengan urutan
abjad.
SENYAWA TURUNAN ALKANA
Atom atau gugusan atom bagian dari senyawa yang
menentukan sifat kimia senyawa tersebut disebut :
GUGUS FUNGSI
CH3-CH2-CH2 -OH
Bagian senyawa
O inilah yang menentukan
CH3-CH2- C -OH sifat kimia senyawa.
Bagian senyawa ini
O Yang akan berubah
Jika bereaksi dengan
CH3-CH2-C – CH3
Senyawa lain
BEBERAPA HOMOLOG SENYAWA TURUNAN ALKANA
Homolog Gugus Struktur Rumus Contoh senyawa
Fungsi umum umum
Alkil
alkohol / -OH R-OH CnH2n+2O CH3CH2CH2-OH
alkanol 1-Propanol
Alkoksi
alkana -O- R-O-R CnH2n+2O CH3CH2 –O-CH3
(Eter) Metoksi etana

Apa perbedaan dan


kesamaan antara kedua Keduanya Isomer
rumus umum dan rumus fungsi
strukturnya
BEBERAPA HOMOLOG SENYAWA TURUNAN ALKANA
Homolog Gugus Struktur Rumus Contoh senyawa
Fungsi umum umum
Alkanal / O O O
aldehid -C - H R-C – H CnH2nO CH3CH2C-H
Propanal
Alkanon O O O
(Keton) -C- R-C-R CnH2nO CH3CH2 –C-CH3
Butanon

Apa perbedaan dan


kesamaan antara kedua Keduanya Isomer
rumus umum dan rumus fungsi
strukturnya
BEBERAPA HOMOLOG SENYAWA TURUNAN ALKANA
Homolog Gugus Struktur Rumus Contoh senyawa
Fungsi umum umum
As.Alkan O O O
oat / alkil -C -OH R-C – OH CnH2nO2 CH3CH2C-OH
alkanoat As.Propanoat
Alkil O O O
alkanoat -C-OR R-C-OR CnH2nO2 CH3CH2-C-O-CH3
(Ester) Metil Propanoat

Apa perbedaan dan


kesamaan antara kedua Keduanya Isomer
rumus umum dan rumus
strukturnya
TATA NAMA ALKANOL/ALKIL ALKOHOL
1. Alkohol monovalen

1. Tentukan rantai utama dan berikan penomoran


atom C dimulai dari atom C yang paling dekat
dengan gugus OH
2. Tuliskan nama alkana dengan akhiran nol dengan
letak OH dinyatakan dengan bilangan yang ditulis
didepan nama alkanol.

R - OH 3 2 1
CH3 -CH2 -CH2-OH

Alkana + akhiran nol 1-Propanol


Contoh :
4 3 2 1
CH3 –CH-CH2-CH2-OH 3-metil 1-butanol
CH3
metil

4 3 2 1
CH3 –CH - CH-CH3 3-metil 2-butanol
CH3 OH
metil

OH
1 2
CH3 –C –3 CH2 4-CH3 2-metil 2-butanol
CH3
metil
OH 1
4 3 2
CH3 –CH-CH-CH2-OH 3-metil 1,2-butanadiol
CH3
metil

CH2 OH
CH OH 1,2,3 –propanatriol (gliserol)
CH2 OH

CH2 OH
CH2 OH 1,2 –etanadiol (glikol)
TATA NAMA ALKOKSI ALKANA (ETER)

propana CH3 -CH2-CH2- O – CH2-CH3 Etoksi


Etoksi propana
Rantai yang lebih
panjang di pakai
Etil propil eter Rantai yang lebih pendek
sebagai Alkana di pakai sebagai Alkoksi
(alkana dengan akhiran
oksi.

CH3 -CH2-CH- O – CH2-CH3


CH3
Etoksi terikat pada
Butana 2-Etoksi Butana atom C no 2
etil sek.butil eter
Propil –CH2–CH2- CH3 Amil -C5H11
isopropil –CH–CH3
CH3

butil –CH2–CH2- CH2- CH3

Isobutil - CH2–CH- CH3


CH3
Sek.butil –CH- CH2- CH3
CH3
CH3
Ters.butil –C - CH3
CH3
TATA NAMA ALKANAL (ALDEHID)
Sebutkan nama ranyai karnobnya sesuai dengan
nama alkana dengan akhiran nal
O
H-C-H Metanal; formaldehid
O
CH3 -C-H etanal; Asetaldehid

O
CH3 – CH2 -C-H propanal; propionaldehid

4 3
O
2
1
CH3 –CH-CH2-C -H 3-metil butanal
CH3
metil
Tata nama alkanon (Keton)
O
CH3 -C-CH3 Propanon
O
CH3 –C –CH2–CH2- CH3 2-pentanon
O
CH3 – CH2 -C-CH3 2-Butanon (Butanon)

O
CH3 –CH-C –CH3 3-metil 2-butanon

CH3
ASAM ALKANOAT / AS. KARBOKSILAT
O
R–C–O–H
Alkanoat Asam
O
H – C – OH Asam metanoat /Asam formiat
O
CH3 –C -OH Asam etanoat /Asam asetat
Asam cuka
O
CH3 –CH-C –OH Asam 2-metil propanoat

CH3
ALKIL ALKANOAT / ESTER
O
R–C–O–R
Alkanoat Alkil
O
H – C – O-CH3 metil metanoat /metil formiat
O
CH3 –C –O-CH3 metil etanoat /metil asetat

O
CH3 –CH-C –O-CH3- CH3 etil 2-metil propanoat

CH3
KEISOMERAN

Keisomeran Keisomeran
Struktur Ruang

Keisomeran kerangka Keisomeran Geometri

Keisomeran posisi Keisomeran Optik

Keisomeran gugus fungsi


KEISOMERAN FUNGSI
Senyawa yang memiliki rumus molekul sama tetapi
gugus fungsinya berbeda.

Alkanol R-OH
CnH2n +2O
Alkoksi alkana R-OR

Alkanal R-C-H
O ISOMER
CnH2n O
FUNGSI
Alkanon R-C-R
O

Asam.Alkanoat R-COOH
CnH2n O2
Alkil alkanoat R-COOR
ISOMER GEOMETRI
Isomer geometri hanya dimiliki oleh senyawa turnan alkena

Cl CH3 CH3 CH3


H –C – C –H H –C – C –H
CH3 Cl Cl Cl
2,3-dikloro butana 2,3-dikloro butana
Cl CH3 CH3 CH3
C=C C=C
CH3 Cl Cl Cl
Trans-2,3-dikloro 2-butena Cis-2,3-dikloro 2-butena

Karena berbeda maka namanya harus berbeda

Untuk membedakan maka diberi awalan cis dan trans


ZAT OPTIS AKTIF
Zat optis aktif adalah zat yang dapat memutar bidang cahya
terpolarisasi

Polarimeter
Zat optis aktif
Cahaya
terpolarisasi

Isomer Optik Yaitu zat yang rumus molekulnya


sama tetapi kemampuan memutar bidang cahaya
terpolarisasi berbeda.
Sifat optis aktif hanya dimiliki zat yang memiliki
atom C Asimetris (atom C yang mengikat 4 atom
/gugus yang berbeda)

CONTOH:
2-Butanol

CH2-CH3 CH3-CH2
CH3 C OH OH C CH3

H H
COOH HOOC

C C CH3
CH3 OH HO
H
H
(d) Asam laktat (l) Asam laktat

Campuran senyawa dextro dan levo akan saling


meniadakan kemampuan arah putarnya. Campuran
keduanya disebut campuran RASEMAT
JENIS ALKOHOL
Berdasarkan letak gugus OH pada rantai karbonnya,
alkohol dibedakan menjadi 3 jenis:
1. Alkohol Primer.
Gusus OH terikat pada atom C primer.

CH3

CH3 CH -C -CH2-OH 2,2,3-trimetil 1-butanol


CH3 CH3
2. Alkohol Sekunder.
Gusus OH terikat pada atom C sekunder.
CH3
CH3 CH -C -CH2- CH3 3,3-dimetil 2-pentanol
OH CH3

3. Alkohol Tersier.
Gusus OH terikat pada atom C Tersier.
CH3
CH3 CH -C CH2- CH3 2,3-dimetil 3-pentanol
CH3 OH

Amati nomor letak cabang dan letak gugus OH nya,


dan cari ciri khas dari ketiga jenis alkohol.
Reaksi pada Alkohol
1. Reaksi dengan logam Na
R-OH + Na R-ONa + H2
Na.alkanolat
2. Reaksi dengan HCl, PX3 atau PX5
R-OH + HCl R-Cl + H2O
R-OH + PX3 R-X + H3PO3
R-OH + PX5 R-X + POX3 + HX
3. Reaksi Oksidasi alkohol O
Alkohol Primer Oks.
Alkanal Oks. R-C –OH
O O
R-CH2 – OH Oks Oks
R-C-H R-C –OH
Oks
Alkohol Sekunder Alkanon Oks

OH O
R-CH – CH3 Oks R-C-CH3 Oks
Alkohol tersier Oks

CH3
Oks Mengapa tidak
CH3 C OH teroksidasi ?

CH3
4. Reaksi Alkohol + asam alkanoat Alkil alkanoat + air
O O
R-C –OH + HO- R’ R-C –OR’ + H2O
H2O
180oC
5. Reaksi Alkohol + asam Sulfat (pekat) Alkena
130oC
H2SO4
Eter
CH3 CH2 OH 180oC CH2=CH2 + H2O

CH3 CH2 OH H2SO4


130oC CH3 CH2 O CH2 CH3 + H2O
CH3 CH2 OH
REAKSI-REAKSI ETER
1. Pembakaran eter
CH3-O-CH3 + O2(g) CO2(g) + H2O(g)

2. Reaksi dengan logam Na


R-O-R + Na Reaksi ini dapat dipakai
untuk membedakan antara
alkanol dan eter.

3. Reaksi dengan PCl5 tidak membebaskan HCl, berbeda


dengan alkohol
R-O-R + PCl5 R-Cl + R-Cl + POCl3
4. Reaksi dengan Asam Halida terutama HI
R-O-R + HI R-OH + R-I Jumlah HI terbatas

R-O-R + HI R-I + R-I + H2O Jumlah HI berlebih


REAKSI-REAKDI ALDEHID
1. Oksidasi Aldehid.
O O
Oks
R-C-H R-C –OH
Sebagai oksidator dapat
berupa CuO (fehling)
atau Ag2O (tollen)

Perekasi Fehling : terdiri dari Fehling A dan Fehling B


Fehlinh A ; terdiri dari larutan CuSO4
Fehlinh B ; terdiri dari larutan K.Na.tartrat
dalam larutan NaOH

Pereksi Tollen : terdiri dari larutan perak nitrat yang diberi


amoniah berlebih (perak amoniakal)/Ag2O
O O
2CuO
R-C-H R-C –OH + Cu2O

O O Merah bata
Ag2O
R-C-H R-C –OH + Ag(s)

Cermin perak
2. Reduksi Aldehid.
Reduksi aldehid (dereaksikan dengan H2) akan
menghasilkan alkohol primer.

O OH
R-C-H + H2 R-CH2
Alkanal Alkanol
Minyak bumi mengandung
alkana rantai lurus dan rantai
• Alkana adalah bercabang mulai dari fraksi yang
komponen utama dari tersusun dari satu atom karbon
hingga lebih dari dua puluh atom
gas alam dan minyak karbon. Komponen penyusun minyak
bumi. bumi dapat dipisahkan dengan
Kegunaan alkana, distilasi bertingkat (distilasi
fraksional).
sebagai :
Komponen minyak bumi banyak
• Bahan bakar digunakan sebagai bahan bakar,
• Pelarut karenanya komponen dengan jumlah
karbon tinggi banyak yang diubah
• Sumber hidrogen menjadi komponen dengan jumlah
• Pelumas karbon yang lebih rendah dengan
cara Cracking.
• Bahan baku untuk Cracking biasanya dilakukan
senyawa organik lain pada tekanan tinggi dengan
penambahan suatu katalis.
• Bahan baku industri
FRAKSI HIDROKARBON HASIL PENYULINGAN MINYAK BUMI
KOMPOSISI MINYAK BUMI

• Fase : cair, gas, padat


• Komposisi utama :
a. Hidrokarbon (83 – 87 % C,11 – 14 % H)
b. Senyawa Nitrogen (0 – 0,5 %)
c. Senyawa Sulfur (0 – 6 %)
d. Oksigen (0 – 3,5 %)
Kualitas minyak bumi diukur dengan bilangan oktan
BILANGAN OKTAN
• Pengukuran terhadap kemampuan bahan bakar untuk
menghindari atau mengatasi “knocking” (berisik pada
mesin) disebabkan oleh compression ratio
pada motor relatif tinggi
• Ditentukan dengan memasukkan bahan bakar yang
akan diukur pada motor khusus yang mempunyai satu
silinder, kemudian dibandingkan dengan motor
tertentu, yang dijalankan dengan perbandingan bahan
bakar :
Iso-oktana : n-heptana
(2.2.4 trimethyl pentane)
Bilangan oktan iso-oktana = 100
n-heptana = 0
• Perbandingan persen volumetrik iso-oktana & n-heptana yang
memberikan jumlah ketukan yang sama terhadap bahan bakar
yang diuji, menyatakan bilangan oktan bahan bakar yang diuji
 (%volume iso-oktana : % volume n-heptana)
• Contoh :
Campuran 90 % volume iso-oktana &
10 % volume n-heptana
memberikan ketukan yang sama dengan bahan bakar X pada
motor uji berarti bilangan oktan bahan bakar X adalah 90
PENGGOLONGAN MINYAK BUMI
(BERDASARKAN HIDROKARBON YANG
DIKANDUNG)

• Minyak mentah parafinik (parafin, isoparafin, olefin)


rantai hidrokarbon terbuka
• Minyak mentah naphtenik (naphtena) rantai
hidrokarbon tertutup(cincin)
• Campuran (mixed based)
JENIS-JENIS MINYAK MENTAH BERDASARKAN
KOMPOSISI HIDROKARBON
A. Aliphatics/rantai hidrokarbon terbuka
1. n parafin (CnH2n+2)
* fraksi utama
* bilangan oktan rendah
2. Iso parafin (CnH2n+2)
• Jumlah sedikit
• Dapat dinaikkan melalui proses-proses lanjutan
• Mempunyai rantai cabang
• Baik untuk “internal combustion engine”
3. Olefin (CnH2n+2)
• Tidak ada dalam minyak mentah
• Hasil proses cracking katalitis
• Baik untuk bahan baku zat petrokimia

B. Aromatic/senyawa cincin.
1. Naphtena (CnH2n) sikloheksana
• Banyak dalam minyak mentah
• Senyawa siklis jenuh & tidak reaktif
• MR rendah dimanfaatkan sebagai bahan bakar
• MR tinggi berada dalam fraksi gas
2. Aromatis (CnH2n-6)
• Berjumlah sedikit dalam minyak mentah
• Dibutuhkan dalam bensin (premium) karena mempunyai anti
knocking
• Sering dipisahkan dari minyak bumi sebagai bahan baku
petrokimia
C. Pengotor
1. Senyawa Sulfur dan Nitrogen
• Merupakan kotoran
• Sulfur berbau dan dapat menimbulkan korosi
• Pada bensin dan minyak tanah kedua senyawa ini dipisahkan
dari produk
IV. PRODUK – PRODUK MINYAK BUMI
Dibedakan berdasarkan titik didih
1. Gas kilang
• C1 & C2 : untuk bahan bakar di kilang
• C3 : las propana, bahan bakar rambu
laut
• LPG  campuran propana (C3H8) dan butana (C4H10) : bahan bakar
rumah tangga

2. Kerosin
• Untuk bahan bakar keperluan rumah tangga

3. Aviation turbine fuel


• Untuk bahan bakar pesawat jet (mesin turbin)

4. Aviation gasoline
• Untuk bahan bakar pesawat terbang

5. Motor gasoline
• Untuk bahan bakar kendaraan bermotor (premium, premix-TT, Super-TT)
6. High speed diesel fuel (minyak solar)
• Untuk mesin disel
7. Industrial diesel fuel (minyak disel)
• untuk mesin disel berat
8. Residu
• Untuk bahan bakar industri petrokimia, bahan bakar
industri (umum), bahan baku perlumas dsb.

Produk-produk samping
1. Pelarut (benzena,toluena, xilena)
2. Lilin (membatik)
3. Aspal
4. Petroleum coke
V. PENGOLAHAN
• PROSES UTAMA
1. Penyulingan
• Untuk memisahkan jenis-jenis minyak berdasarkan titik didih dalam kolom destilasi

2. Perengkahan (cracking)
• Untuk memecah hidrokarbon berat menjadi kecil
• Hasil : gasoline dengan mutu baik
• Hasil samping : butana, iso butana & olefin ringan

3. Reforming
• Perubahan bentuk/struktur molekul
• Memanaskan bensin, uap dilewatkan tumpukan katalisator sehingga terjadi perubahan
bentuk

4. Alkilasi
• Penggabungan molekul-molekul 2 jenis
• Molekul-molekul gas :
butylene & isobutane menjadi akylate (bahan avtur)
5. Polimerisasi
• Penggabungan molekul-molekul sejenis
• molekul-molekul gas digabung menjadi polimer
• Untuk pembuatan bensin mutu tinggi

6. Pemurnian
• Pembuangan kotoran pada produk
• Pemurnian berdasarkan sifat produk
misal :
• “copper sweetening” & “doctor treating” untuk menghilangkan kotoran penyebab
karat dan bau
• “acid treatment” untuk membuang lumpur sambil memperbaiki warna dan
daya tahan
• “desulfurizing” untuk menghilangkan Sulfur yang dapat menyebabkan karat
7. Blending (pencampuran)
• Bensin untuk dijual harus diberi :
• Additive : TEL (Tetra Ethyl Lead) untuk menambah tenaga dan mengurangi knocking
Atau MTBE (methyl tertiary butyl ether)
• Inhibitor : agar tahan lama