Anda di halaman 1dari 33

GC:

• Termasuk kromatografi
Fase gerak : Berupa gas (disebut gas pembawa =
carrier gas).
Contoh carrier gas: He, N2 dll.
Fase diam :
- cair  disebut kromatografi gas cair (Gas
liquid chromatography= GLC)
- padat  disebut kromatografi gas padat
Gas solid chromatography = GSC)
GC
• Tanpa disebut lain  GC = GLC
• Jika digunakan kolom kapiler  capillary GC
• Jika digunakan Kolom berresolusi tinggi  High
Resolution Gas Chromatography (HRGC)
Kapan dipakai GC?

• Untuk pemisahan/analisis zat-zat yang mudah


menguap
• Dapat digunakan pula untuk pemisahan/analisis zat
sulit menguap  tetapi zat tersebut diderivatisasi
lebih dahulu menjadi zat yang lebih mudah
menguap
Contoh aplikasi GC

• Analisis alkohol dalam darah/ makanan/minuman


• Analisis kamfer, menthol, metil salisilat dalam salep
atau koyo
• Analisis asam lemak dalam makanan
(setelah diderivatisasi menjadi fatty acid methyl
esther = FAME)
• Analisis minyak atsiri
• Dan sebagainya
Kelemahan GC

• Banyak analit yang mudah terdekomposisi pada temperatur tinggi 


sulit dianalisis secara GC
• Banyak analit yang sulit diatsirikan
• Pelaksanaannya masih relatif mahal
Keunggulan GC
• Aliran gas pembawa memiliki kecepatan atau
tekanan terkontrol
• Banyak pilihan kolom yang digunakan (jenis,
panjang, jenis fase diam, diameter); Temperatur
diatur/diprogram
• Hasil pemisahan yang sangat bagus
• Waktu analisis yang singkat
• Banyak pilihan detektor
• Hyphenated instrument, GC/FT-IR/MS
Kromatograf gas terdiri dari:
 Tabung gas pembawa;
 gerbang suntik (Injector, inlet)
 Kolom
 detektor
 Oven
 rekorder / PC
• Masing-masing komponen sampel memiliki Kd tertentu pada kondisi
tertentu
• Jika Kd berbeda  komponen dapat dipisahkan
• Makin besar perbedaan harga Kd tersebut, makin mudah terjadinya
pemisahan
• Jika Kd sama  tidak terjadi pemisahan  kondisi perlu dioptimasi
Kromatogram gas

• Kromatogram
• Data :
• tR: waktu retensi
(parameter kualitatif)
• Luas peak = Peak area
 parameter kuantitatif
• Peak height (tinggi peak)
parameter kuantitatif
tR-1
tR-2 • Width = lebar peak
Waktu retensi netto (tR’)
(Corrected/Adjusted retention time)
• tR’ = tR – tm
(tm = to adalah waktu retensi zat yang tak tertahan oleh fase diam
• to pada GC dapat diukur dengan menginjekkan gas metana
Gas Pembawa (Carrier gas)

• Umumnya gas pembawa disimpan dalam


tabung gas bertekanan tinggi atau dari
generator
• Gas pembawa yang umum dipakai
adalah Helium dan Nitrogen. Gas
pembawa lain dipilih berdasarkan
detektor yang digunakan
Syarat gas pembawa

• Inert
• Kemurnian tinggi
Contoh : He 99,995%
• Kering
• Aman
Pemurnian gas pembawa

• Gas pembawa umumnya mengandung kontaminan oksigen, uap air


dan hidrokarbon
• Pemurnian dapat dilakukan dengan menggunakan filter dan “oxygen
and water trap”
Injektor (Inlet)

• Fungsi: Untuk memasukkan sampel bentuk cair


atau gas ke dalam aliran gas pembawa
• Temperatur injektor diatur cukup tinggi, sehingga
sampel dalam bentuk cair (larutan) secara cepat
diubah menjadi bentuk gas
• Temperatur injektor yang terlalu tinggi  terjadi
peruraian komponen sampel
MANUAL SYRINGE INJECTION

1. Injeksikan dengan cepat ke dalam inlets 0,5 – 2,0 µl


Umumnya sample diinjeksikan 1 µl
2. Bebas gelembung udara
Disain Injektor GC

• Packed Column Injector


• Split/Splitless Injector
• Cold On-Column Injection
• Programmed-Temperature Vaporizer (PTV) Injection
Packed Column Injector

• Injektor yang didisain untuk packed column


• Volume penyuntikan 5 mikroliter atau lebih
• Penyuntikan melalui septum ke dalam glass liner
Septum GC
• Menghindari oxygen out of the column
• Sebagai seal untuk menjaga tekanan gas pembawa sebelum masuk ke
dalam kolom  flow rate konstan
• Jenis Septum yang sering digunakan
• red rubber (bleeding sekitar 250 C)
• Thermogreen (dapat digunakan sampai 300 C)
• High-temperature blue (dapat digunakan sampai lebih tinggi dari 300 C)
Split/Splitless Injector

• Didisain untuk kolom kapiler


• Dapat dilakukan injeksi dengan sistem: split, splitless atau
split/splitless
• Penyuntikan melalui septum ke dalam glass liner

Injeksi splitless

Digunakan untuk analisis analit konsentrasi sangat kecil


(Contaminant dll)
Kerugian split/splitless injector

• Terjadi “sample discrimination” :


Sampel yang sulit menguap tidak masuk ke dalam kolom
• Hasil kurang kuantitatif khususnya untuk sampel yang mengandung
komponen-komponen yang memiliki perbedaan titik didih jauh 
Fast injection better than slow injection
Cold On-Column Injection

• Penyuntikan langsung pada kolom


• Untuk mengatasi masalah diskriminasi sampel
• Tidak digunakan flash vaporizer  penyuntikan
dilakukan pada suhu rendah
• Sangat menguntungkan untuk analisis zat-zat yang
thermolabil dan juga untuk sampel dengan
perbedaan titik didih komponen yang tinggi pada
konsentrasi sangat rendah
Kolom GC

• Merupakan bagian terpenting  karena tempat terjadinya


pemisahan komponen sampel  disebut “the heart of the gas
chromatography”
• Jenis kolom GC
- packed column
- capillary column (WCOT, SCOT dan PLOT)
Kolom kapiler

• WCOT (Wall coated open tubular)


 fase diam : cairan  GLC
 paling banyak digunakan
• PLOT (Porous layer open tubular)
 fase diam: padatan  GSC
 Efisiensi rendah, kurang inert, tidak reprodusibel
• SCOT (Support coated open tubular)
 Fase diam : cairan  GLC
 Fase diam dicampur bahan pendukung 
dilekatkan pada dinding  kurang inert
Memilih kolom yang sesuai

• Analit polar umumnya cocok pada fase diam polar


• Analit non-polar umumnya cocok pada kolom fase diam non polar
• DB-5, HP-5, EC-5, RTX-5 (95% dimethyl, 5% phenyl polysiloxane)  kolom
general purpose
Kolom GC

• L dinaikkan 2 x  selektivitas naik 1,41 x


 waktu retensi bertambah besar
• L dikurangi separuh (HETP menurun separuh) 
resolusi menurun cuma 30%
• Naikkan panjang kolom, jika semua perubahan lainnya
tidak berhasil.
• Makin besar diameter kolom  daya pemisahan
makin lebih jelek
Pengaruh temperatur Kolom GC

• Gunakan temperatur 20-60 oC dibawah Td komponen yang paling


sulit menguap.
• Untuk sampel dengan Td komponen jauh berbeda  gunakan
temperatur yang terprogram.
Pengaruh dari temperatur oven

• Waktu retensi tergantung temperatur kolom


• Makin tinggi temperatur kolom  makin singkat
waktu retensinya.
• Kenaikan temperatur kolom sebesar
15-20 oC  harga k umumnya berkurang
separuhnya
• Temperatur yang tinggi akan memperjelek resolusi
OVEN

• dapat dipanaskan pada suhu tertentu.


• Fungsi oven untuk menjaga temperatur agar tetap konstan
• Temperatur tetap  isoterm
• Temperatur dapat diprogram selama analisis  temperatur
terprogram
Temperatur terprogram

• Jika di dalam suatu campuran mengandung komponen-


komponen yang memiliki titik didih jauh berbeda
• Yang diprogram:
 temperatur awal
 seberapa lama temperatur awal dipertahankan
secara isoterm
 Kecepatan kenaikan temperatur dalam
derajat/menit (kecepatan pemanasan)
 kenaikan sampai temperatur akhir
 seberapa lama temperatur akhir dipertahankan
isoterm
Detektor GC

• berperan menghasilkan signal untuk suatu kromatogram


• Besarnya signal sebanding dengan konsentrasi komponen (misal
dalam µg/mL) atau secara langsung sebanding dengan massa zat
(misal dalam µg)
Analisis Kualitatif
• Berdasarkan waktu retensi
• tR A = tR B  zat A mungkin sama dengan B
• tR A tidak sama dengan tR B  zat A tidak sama dengan zat B
• Untuk sampel kompleks tR dipengaruhi banyak faktor
 gunakan waktu retensi relatif (RRT):
• tR analit dibandingkan tR komponen pembanding dalam
sampel
• Standar Adisi: Penambahan zat standar ke dalam
sampel
Quantitative Analysis
• Normalization method
• External standard method
• Internal standard method
• Standard addition method
Kurva baku

Standar Eksternal Standar Internal


Area analit/internal
Area standar
analit

r = ???? r = ????

Konsentrasi Konsentrasi