Anda di halaman 1dari 39

Tumor Ginjal

Pembimbing : dr Caesar Kaerul Wallad, Sp.U

Oleh : Damar Mughni M


Pembahasan
• Anatomi, Fisiologi Ginjal
• Tumor Ginjal
• Epidemiologi
• Klasifikasi
• Tumor Jinak
• Tumor Ganas
• Tata Laksana
• Follow Up
Anatomi Ginjal
• Sepasang yang terletak
retroperiotneal
• Berbentuk seperti kacang, dengan
lekukan ke arah dalam
• T12-L3
• Kanan lebih rendah << ada hepar
• Dibungkus oleh 2 lapisan lemak,
perirenal dan pararenal

Sherwood, Lauralee. 2012. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem.Edisi 6. Jakarta : EGC
Vaskularisasi Ginjal
• Mendapat perdarahan dari aorta 
aorta abdominal  arteri renalis
• Sistem vena ginjal  vena cava
inferior
• Sistem end arteries  arteri tidak
memiliki anastomos
• End arteries  jika terdapat
kerusakan, maka akan timbul
iskemia/nekrosis

Sherwood, Lauralee. 2012. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem.Edisi 6. Jakarta : EGC
Fisiologi Ginjal
• Berfungsi sebagai
• Ekskresi metabolisme tubuh  filtrasi, reabsorbsi, sekresi
• Sekresi hormon eritropoietin
• Regulasi hormon ADH
• Metabolisme Kalsium dan Vit D
• Unit fungsional terkecil  nefron

Sherwood, Lauralee. 2012. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem.Edisi 6. Jakarta : EGC
Tumor Ginjal
EPIDEMIOLOGI
• Tumor ketiga terbanyak setelah prostat dan kandung kemih
• Urutan kematin ke -12 di amerika serikat
• Di Indonesia 3/100.000 penduduk

Rainy Umbas dkk. Panduan Penaganan Kanker Ginjal. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. 2012
Klasifikasi

Purnomo, Basuki B. 2009. Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga. Jakarta : Sagung Seto
Tumor Jinak Ginjal
• Hamartoma
• Onkositoma
• Fibroma
• Adenoma benigna

Purnomo, Basuki B. 2009. Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga. Jakarta : Sagung Seto
Hamartoma
• Tumor ginjal yang terdidi dari lemak, pembulu darah, dan oto
polos  angiomiolipoma
• Berbentuk bulat atau lonjong

EPIDEMIOLOGI
• Menyerang wanita > pria 4 : 1
• 80% pada orang yang menderita tuberous sklerosis, mutasi
gen TSC 1 dan TSC 2
• 25% kasus menyebabkan ruptur  perdarahan

Purnomo, Basuki B. 2009. Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga. Jakarta : Sagung Seto
Hamartoma
GAMBARAN KLINIS
• Nyeri pinggang
• Hematuria
• Obstruksi sal kemih atas

Purnomo, Basuki B. 2009. Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga. Jakarta : Sagung Seto
Hamartoma
DIAGNOSIS
• BNO, gambaran ground glass
• USG, lemak terlihat very high echoes
• CT Scan, lemak densitas negatif -20 s/d 80HU

Purnomo, Basuki B. 2009. Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga. Jakarta : Sagung Seto
Hamartoma

USG
CT Scan
Hamartoma
• Jika lesi <4cm  follow up tiap tahun dengan USG/CT Scan
• Jika lesi > 4 cm dengan /atau tanpa gejala  tiap 6 bulan
• Jika lesi >4 cm dengan gejala  nefrektomi / embolisasi a.
renalis

Purnomo, Basuki B. 2009. Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga. Jakarta : Sagung Seto
Onkositoma
• Neoplasma epitelial yang terdiri dari sel eosinofil besar yang
memiliki nukleus kecil, bulat dan bersifat jinak
• Diperkirakan berasal dari sel duktus kolektivus

• Tumor berwarna kecoklatan dengan skar stelata di tengah

Purnomo, Basuki B. 2009. Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga. Jakarta : Sagung Seto
Onkositoma
GAMBARAN KLINIS
• Nyeri pinggang
• Gross hematuria

DIAGNOSIS
CT Scan, gambaran spoke wheel

Purnomo, Basuki B. 2009. Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga. Jakarta : Sagung Seto
Fibroma Renalis
• Tumor berasal dari sel interstisial reno-medulari
• Ditemukan secara tidak sengaja

• Gambaran makroskopis berupa benjolan massa kenyal keras,


diameter <10mm dalam medulla atau papilla

Purnomo, Basuki B. 2009. Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga. Jakarta : Sagung Seto
Adenoma Benigna
• Tumor berbentuk nodulus berwarna kuning kelabu, diameter
<20mm di kortek ginjal
• Secara histologis tidak jelas perbedaannya dengan RCC,
keduanya tersusun atas sel besar jernih dengan inti kecil

Purnomo, Basuki B. 2009. Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga. Jakarta : Sagung Seto
Tumor Ganas
• Adenokarsinoma renal (RCC)
• Nefroblastoma

Purnomo, Basuki B. 2009. Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga. Jakarta : Sagung Seto
Adenocarcinoma renal (RCC)
• Nama lain Tumor Grawitz
• Tumor ganas berasal dari proliferasi sel tubulus
• Sel bersifat atipikal, poligonal dan besar

EPIDEMIOLOGI
• US tahun 2007, 51.190 kasus baru, 12.890 meninggal
• Laki laki : Perempuan 3:1
• Di Infonesia 3/100.000 penduduk

Purnomo, Basuki B. 2009. Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga. Jakarta : Sagung Seto
Adenocarcinoma renal (RCC)
ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO
• Paparan kerja
• Aberasi kromosom  kromosm 3 (3p)
• Merokok
• Obesitas
• Hipertensi
• Penyakit VPL (von Hippel-Lindau)  sebagai faktor proteksi
pertumbuhan sel karsinoma

Purnomo, Basuki B. 2009. Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga. Jakarta : Sagung Seto
Adenocarcinoma renal (RCC)
PATOGENESIS

Sel epitel tubulus  berkembang keluar  ke jaringan prenefrik


 infiltrasi ke vena renalis  pseudo kapsul  menekan
parenkim ginjal

Purnomo, Basuki B. 2009. Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga. Jakarta : Sagung Seto
Adenocarcinoma renal (RCC)
GEJALA KLINIS
• Trias RCC : hematuria, nyeri pinggang, teraba massa
• Penurunan BB
• Demam
• Gejala metastasis, batuk, nyeri tulang belakang
• Sindroma paraneoplastik  eritrositosis, hiperkalsemia, HT,
disfungsi hepar non metastasis

Rainy Umbas dkk. Panduan Penaganan Kanker Ginjal. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. 2012
Adenocarcinoma renal (RCC)
DIAGNOSIS
• Laboratorium : Anemia, hematiruia gross/mikroskopik
• Radiologis : CT Scan, USG

Bukowski M.R, Novick C.A, Renal Cell Carcinoma : Molekuler Biologi, Imunology, and Clinical Management, http:
//www.New England Journal Of Medicine.com.2003
Adenocarcinoma renal (RCC)
STAGING
Berdasarkan TNM AJC 2010
Adenocarcinoma renal (RCC)
STAGING
Berdasarkan TNM AJC 2010

Rainy Umbas dkk. Panduan Penaganan Kanker Ginjal. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. 2012
Adenocarcinoma renal (RCC)
STAGING
Menurut Robson

Purnomo, Basuki B. 2009. Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga. Jakarta : Sagung Seto
Adenocarcinoma renal (RCC)
TATALAKSANA
• Operatif  kuratif, paliatif, dan reseksi metastasis
• Sistemik  untuk kasus relaps, stadium IV, atau non
resektable

Rainy Umbas dkk. Panduan Penaganan Kanker Ginjal. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. 2012
Adenocarcinoma renal (RCC)
OPERATIF, ada 3 macam

• Nefrektomi radikal  pengangkatan perifasial ginjal dan


lemak perirenal
• Parsial nefrektomi diindikasikan pada T1, ginjal soliter,
gangguan fungsi ginjal kontralateral, RCC sinkronus bilateral
dan sindom VHL
• Nefrektomi sitoreduktif pada kasus metastasis memberikan
hasil yang lebih baik dibandingkan penderita yang hanya
diberikan teapi sistemik.

Rainy Umbas dkk. Panduan Penaganan Kanker Ginjal. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. 2012
Adenocarcinoma renal (RCC)
SISTEMIK, dibagi untuk clear cell dan non clear cell
Untuk clear cell

Non clear cell

Rainy Umbas dkk. Panduan Penaganan Kanker Ginjal. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. 2012
Adenocarcinoma renal (RCC)
PROGNOSIS
Kriteri MSKCC (Motzer) penederita beprognosis buruk bila
didapatkan ≥ 3 prediktor berikut
• LDH _ 1,5 kali normal
• HB ( normal
• Kalsium serum >10mg/dl
• Jarak diagnosis awal sampai terapi sistemik <1 tahun
• Karnofsky ≤ 70
• Metastasis ≥ 2 tempat

Tanpa faktor risiko  rendah


1-2 faktor risiko  sedang
Rainy Umbas dkk. Panduan Penaganan Kanker Ginjal. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. 2012
Adenocarcinoma renal (RCC)
FOLLOW UP

Rainy Umbas dkk. Panduan Penaganan Kanker Ginjal. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. 2012
NEFROBLASTOMA
• Nama lain tumor Wilms
• Tumor intra abdomen paling sering pada anak
• Muncul sebagai massa asimptomatik

EPIDEMIOLOGI
Paling sering dijumpai usia 1-3 tahun
Laki laki : perempuan relatif sama
Insidensi 7,8/1.000.000 anak tiap tahun
Disertai anomali urogenital (4,4%) hemihipertrofi (2,9%), aniridia
(1,1%)
NEFROBLASTOMA
ETIOLOGI
• Faktor genetik  gangguan pada kromososm 11
• WAGR Syndome  wilms tumor, aniridia, retardasi mental,
malformasi genitourinari
• Denys-Drash Syndrome  malformasi genitourinari, tumor
ganas ovarium/testis
• Beckwith Wiedemann syndrome  BB lahir berat,
hepatosplenomegali, makroglossia,
NEFROBLASTOMA
MANIFESTASI KLINIS
• Perut buncit, nyeri
• Demam
• malaise
• Hipertensi
• Hematirua
• Hemihipertrofi, pertumbuhan berlebih satu sisi tubuh

Purnomo, Basuki B. 2009. Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga. Jakarta : Sagung Seto
NEFROBLASTOMA
DIAGNOSIS
• USG Abdomen, massa padat retroperitoneal
• CT Scan, pembesaran ginjal dan KGB regional
• Rontgen Thoraks, untuk metastasis
• Fungsi ginjal, fungsi liver
• Biopsi

Purnomo, Basuki B. 2009. Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga. Jakarta : Sagung Seto
NEFROBLASTOMA
STADIUM
• Stadium I : Tumor terbatas di ginjal dan dapat diangkat
seluruhnya, kapsul ginjal utuh, tumor tidak pecah, tidak
melibatkan pembulu darah
• Stadium II : tumor dapat diangkat seluruhnya, tumor meluas di
dalam ginjal dengan perluasan regional tumor
• Stadium III : terdapat residu tumor non hematogen setelah
pembedahan yang terbatas dalam rongga abdomen
• Stadium IV : metastasi hematogen ke paru, liver, tulang, otak
• Stadium V : mengenai kedua ginjal

Rainy Umbas dkk. Panduan Penaganan Kanker Ginjal. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. 2012
NEFROBLASTOMA
TATALAKSANA, berdasarkan stadium

Rainy Umbas dkk. Panduan Penaganan Kanker Ginjal. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. 2012
NEFROBLASTOMA
Regimen :

Rainy Umbas dkk. Panduan Penaganan Kanker Ginjal. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. 2012
NEFROBLASTOMA
FOLLOW UP

Rainy Umbas dkk. Panduan Penaganan Kanker Ginjal. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. 2012