Anda di halaman 1dari 65

AUDITING 1

(PEMERIKSAAN AKUNTANSI 1)
Pertemuan - 1

• Pengertian Auditing

• Jenis – Jenis Audit dan Auditor

• Aspek Ekonomi dalam Audit


Pengertian Audit
“Auditing adalah Suatu pemeriksaan yang dilakukan
secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang
independen, terhadap laporan keuangan yang telah
disusun oleh manajemen, beserta catatan-catatan
pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan
tujuan untuk dapat memberikan pendapat
mengenai kewajaran laporan keuangan.” (Sukrisno
Agoes)
Pengertian Audit
“Auditing adalah proses pengumpulan dan
evaluasi bukti mengenai suatu informasi
untuk menetapkan dan melaporkan tingkat
kesesuaian antara informasi tersebut
dengan kriterianya. Auditing hendaknya
dilakukan oleh seseorang yang kompeten
dan independen.” (Arens)
Definisi Auditing secara umum tersebut memiliki
unsur-unsur penting sebagai berikut :
1. Suatu Proses yang sistematik.
2. Untuk memperoleh & mengevaluasi bukti secara
objektif.
3. Pernyataan mengenai kegiatan & kejadian ekonomi
4. Menetapkan tingkat kesesuaian
5. Kriteria yang ditetapkan
6. Penyampaian hasil
7. Pemakai yang berkepentingan
Auditing & Profesi Akuntan Publik
Profesi akuntan publik memberikan berbagai jasa
kepada masyarakat yang dapat digolongkan
menjadi beberapa jasa yaitu :
• jasa penjaminan (assurance),
• jasa atestasi, dan
• jasa nonatestasi.
Jasa Assurance Jasa Atestasi Jasa-jasa Lain
• Jasa penilaian risiko • Audit • Konsultasi
• Jasa penilaian • Pemeriksaan (consultations)
kinerja (examination) • Jasa pemberian
• Assurance • Penelahaan saran
perawatan lansia (review) professional
• Prosedur yang • Jasa
disepakati implementasi
• Jasa teknologi
• Jasa transaksi
Auditing & Profesi Akuntan Publik
Aditing memberikan nilai tambah bagi
laporan keuangan entitas, karena
akuntan publik akan memberikan
pendapat mengenai kewajaran laporan
posisi keuangan, laporan laba rugi
komprehensif, laporan perubahan
ekuitas, laporan arus kas.
Jenis Audit dan Auditor
a. Audit Laporan Keuangan Audit Laporan Keuangan adalah audit yang
dilakukan oleh auditor independen terhadap laporan keuangan yang
disajikan oleh kliennya untuk menyatakan pendapat mengenai kewajaran
laporan keuangan tersebut.
b. Audit Kepatuhan Audit kepatuhan adalah audit yang tujuaannya untuk
menentukan apakah yang diaudit sesuai dengan kondisi atau peraturan
tertentu. Hasil audit kepatuhan umumnya dilaporkan kepada pihak yang
berwenang membuat kriteria. Audit kepatuhan banyak dijumpai dalam
pemerin tahan.
c. Audit Operasional Audit Operasional merupakan review secara sistematik
kegiatan organisasi, atau bagian daripadanya, dalam hubungannya dengan
tujuan tertentu.
1. Auditor Independen auditor profesional yang menyediakan jasanya kepada
masyarakat umum, terutama dalam bidang audit atas laporan keuangan yang
dibuat oleh kliennya.
2. Auditor Pemerintah auditor profesional yang bekerja di instansi
pemerintah yang tugas pokoknya melakukan audit atas pertanggungjawaban
keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi atau entitas pemerintahan
atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah.
3. Auditor Internal auditor yang bekerja dalam perusahaan (perusahaan
negara maupun perusahaan swasta) yang tugas pokoknya adalah menentukan
apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak
telah dipatuhi, menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan
organisasi, menentukan efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan
organisasi, serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh
berbagai bagian organisasi.
5 (lima) Pendapat Laporan Audit (Opini)
yang Diterbitkan oleh Auditor:
1. Pendapat wajar tanpa pengecualian. (Unqualified Opinion)
2. Pendapat wajar dengan pengecualian. (Qualified Opinion)
3. Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa
penjelasan. (Unqualified Opinion with explanatory
language)
4. Pendapat tidak wajar (Adverse Opinion)
5. Auditor tidak menyatakan pendapat. (Disclamer Opinion)
5 (lima) Pendapat Laporan Audit (Opini) yang
Diterbitkan oleh Auditor:
Pendapat wajar tanpa pengecualian (Unqualified Opinion)
Pendapat wajar dengan pengecualian (Qualified Opinion)
Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa
penjelasan (Unqualified Opinion with explanatory
language)
Pendapat tidak wajar (Adverse Opinion)
Auditor tidak menyatakan pendapat (Disclamer Opinion)
ASPEK EKONOMI DARI AUDIT

Banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh


masyarakat dunia usaha maupun masyarakat
umum dengan adanya Auditing, mengingat setiap
keputusan ekonomis yang akan diambil oleh
mereka akan selalu mengandung risiko. Auditing
dapat mengurangi risiko yang mungkin akan
menimpa pemakai Laporan Keuangan tertentu,
seperti Bank.
ASPEK EKONOMI DARI AUDIT
Bank dalam membuat keputusan pemberian kredit
pada nasabahnya akan menghadapi paling tidak 3
(tiga) jenis risiko, yaitu :

Risk Free Interest Rate (suku bunga tanpa


risiko) yaitu suku bunga ini kira-kira sama
dengan suka bunga yang akan diterima bank
bila menanamkan uangnya dalam Sertifikat
Bank Indonesia dalam jangka waktu yang
sama.
ASPEK EKONOMI DARI AUDIT

Business Riks for tne Customer yaitu risiko


yang akan diterima karena nasabah tak dapat
mengembalikan pinjaman akibat berbagai
faktor.
Information Risk yaitu risiko yang timbul
karena informasi yang digunakan sebagai dasar
pengambilan keputusan tidak akurat atau tidak
dapat diandalkan
ASPEK EKONOMI DARI AUDIT

• Meningkatkan kredibilitas perusahaan.


• Meningkatkan efisiensi dan kejujuran.
• Meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
• Mendorong efisiensi pasar modal.
Jenis-2 Audit :
Ditinjau dari sudut luasnya pemeriksaan :
a. General audit
b. Special audit
General audit :
• Suatu pemeriksaan umum atas laporan keuangan yg dilakukan oleh
KAP independen dengan tujuan untuk bisa memberikan pendapat
mengenai kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.
• Pemeriksaan dilakukan sesuai dengan Standar Profesional Akuntan
Publik dan memperhatikan Kode Etik Akuntan Indonesia.
Special audit :
• Suatu pemeriksaan terbatas (sesuai dengan permintaan auditee) yang
dilakukan oleh KAP yg independen, dan pada akhir pemeriksaannya
auditor tidak perlu memberikan pendapat terhadap kewajaran
laporan keuangan secara keseluruhan.
• Pendapat yg diberikan terbatas pada pos atau masalah tertentu yg
diperiksa.
Jenis-2 Audit :
Ditinjau dari sudut jenis pemeriksaan :
1. Management audit
2. Compliance audit
3. Internal audit
4. Computer audit
Management audit
Suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu
perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi dan
kebijakan operasional yg telah ditentukan oleh
manajemen untuk mengetahui apakah kegiatan tsb
sudah dilakukan secara efektif, efisien dan ekonomis.
Compliance audit
Pemeriksaan yg dilakukan untuk mengetahui apakah
perusahaan sudah mentaati peraturan2 dan
kebijakan2 yg berlaku, baik yg ditetapkan oleh pihak
intern (manajemen, dewan komisaris) perusahaan
maupun pihak ekstern (pemerintah, bapepam, bank
Indonesia, Dirjen Pajak, dll.)
Internal audit
Pemeriksaan yg dilakukan oleh bagian internal audit
perusahaan, baik terhadap laporan keuangan dan
catatan akuntansi perusahaan, maupun ketaatan
terhadap kebijakan manajemen yg telah ditentukan.
Computer audit
Pemeriksaan terhadap perusahaan yg memproses data
akuntansinya dengan menggunakan EDP (Electronic
Data Processing).
1. Audit Around The Computer
2. Audit Through The Computer
Apa itu Akuntan?
A kuntan memiliki peran besar untuk meningkatkan
transparansi dan kualitas informasi keuangan
demi terwujudnya perekonomian nasional yang
sehat dan efisien.
Tidak ada proses akumulasi dan distribusi
sumberdaya ekonomi yang tidak memerlukan
campur tangan profesi Akuntan.
Akuntan berperan disemua sektor: publik, privat,
dan nirlaba. Profesi Akuntan menyebar di dalam
dan di luar instansi pemerintah.
Apa itu Akuntan?

• Disektor publik, Akuntan dapat mendorong


pengelolaan keuangan negara agar berjalan
semakin tertib, jelas, transparan, dan semakin
akuntabel.
• Di sektor swasta, Akuntan menyiapkan laporan
keuangan yang terpercaya dan dapat
diandalkan.
• Pemerintah pusat dan daerah, kementerian
lembaga, perseroan terbatas, BUMN, BUMD,
UKM dan koperasi, yayasan, ormas, serta partai
politik, membutuhkan jasa akuntan dalam
pengelolaan dan pertanggungjawaban sumber
daya mereka.
Rute menjadi Akuntan Profesional
2. Etika Profesional

Setiap praktisi wajib mematuhi prinsip


dasar etika profesi dibawah ini:
1. Prinsip Integritas
2. Prinsip Objektivitas
3. Prinsip kompetensi serta sikap
kecermatan dan kehati-hatian
profesional
4. Prinsip Kerahasiaan
5. Prinsip Perilaku Profesional
Standar Auditing : 3 + 3 + 4
a. Standar Umum
b. Standar Pekerjaan Lapangan
c. Standar Pelaporan
Standar Umum
1. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki
keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor.
2. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan,
independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.
3. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor
wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan
seksama.
Standar Pekerjaan Lapangan
1. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan
asisten harus disupervisi dengan semestinya.
2. Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh
untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup
pengujian yang akan dilakukan.
3. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi,
pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar
memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang
diaudit.
Standar Pelaporan
1. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
2. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada,
ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan
keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi
tersebut dalam periode sebelumnya.
3. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai,
kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.
4. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan
keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian
tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan,
maka alasannya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan
laporan keuangan, maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas
mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat
tanggung jawab yang dipikul oleh auditor.
3. Tujuan Auditing

Biasanya setahun sekali dalam RUPS para pemegang saham akan


meminta pertanggungjawaban manajemen dalam bentuk laporan
keuangan.
Laporan keuangan yg merupakan tanggung jawab manajemen perlu
diaudit, karena :
Mengapa diperlukan Audit?
1. Jika tidak diaudit, ada kemungkinan bahwa laporan keuangan tersebut
mengandung kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
2. Jika laporan keuangan mendapat opini wajar tanpa pengecualian berarti
pengguna bisa yakin bahwa laporan keuangan tsb bebas dari salah saji
yg material dan disajikan sesuai dengan Standar akuntansi keuangan di
Indonesia.
3. Sejak th 2001, entitas yg total assetnya diatas 25 M diwajibkan
memasukkan laporan keuangan yg sudah diaudit ke Dept. Perdagangan
& Perindustrian.
4. Perusahaan yg sudah go public wajib melaporkan laporan keuangan yg
sudah diaudit ke BAPEPAM paling lambat 90 hari setelah tahun buku.
5. SPT yg didukung oleh laporan keuangan yg sudah diaudit lebih dipercaya
oleh pihak pajak.
1. Bukti Audit
Standar Pekerjaan Lapangan
• Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui
inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi
sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan
keuangan yang diaudit.
Bukti audit adalah
• Segala informasi yang mendukung angka-angka atau informasi lain
yang disajikan dalam laporan keuangan yang dapat digunakan oleh
auditor sebagai dasar yang layak untuk menyatakan pendapatnya.
• Untuk dapat dikatakan kompeten, bukti audit harus sah dan relevan.
Menurut Konrath (2002) ada enam
tipe bukti audit :

1. Physical evidence
2. Evidence obtain
through
confirmation
3. Documentary
evidence
4. Mathematical
evidence
5. Analytical
evidence
6. Hearsay evidence
Physical evidence
Segala sesuatu yang bisa dihitung, dipelihara, diobservasi atau
diinspeksi, dan terutama untuk mendukung tujuan eksistensi atau
keberadaan
Contoh : bukti phisik yang diperoleh dari kas opname, observasi dari
perhitungan phisik persediaan, pemeriksaan phisik surat berharga
dan inventarisasi aktiva tetap
Evidence obtain through
confirmation
Bukti yang diperolehnya mengenai eksistensi, kepemilikan atau
penilaian langsung dari pihak ketiga diluar klien
Contoh : jawaban konfirmasi piutang, utang, barang konsinyasi, surat
berharga yang disimpan Biro Administrasi Efek, konfirmasi dari
penasehat hukum klien
Documentary evidence
Terdiri dari catatan2 akuntansi dan seluruh dokumen pendukung
transaksi
Bukti ini berkaitan dengan asersi manajemen mengenai completeness
dan eksistensi, audit trail yang memungkinkan auditor melakukan
tracer dan vouching atas transaksi dan kejadian dari dokumen ke
buku besar, dan sebaliknya
Contoh : faktur pembelian, copy faktur penjualan, journal voucher,
general ledger dan sub ledger
Mathematical evidence
• Perhitungan, perhitungan kembali (misalnya footing, cross footing
dan extension dari rincian persediaan, perhitungan dan alokasi beban
penyusutan, perhitungan beban bunga, laba/rugi penarikan aktiva
tetap, PPh dan accruals) dan rekonsiliasi (pemeriksaan rekonsiliasi
bank, rekonsiliasi saldo piutang usaha dan hutang menurut buku
besar dan sub buku besar, rekonsiliasi inter company account)
Analytical evidence
Bukti yang diperoleh melalui penelaahan analitis terhadap informasi
keuangan klien.
Penelaahan analitis harus dilakukan pada waktu membuat perencanaan
audit, sebelum melakukan substantive test dan pada akhir pekerjaan
lapangan (audit field work).
Prosedur analitis bisa dilakukan dalam bentuk :
1. Trend (horizontal) Analysis, yaitu: membandingkan angka laporan
keuangan tahun berjalan dengan tahun sebelumnya dan menyelidiki
kenaikan/penurunan yang signifikan baik dalam jumlah rupiah maupun
persentase
2. Common Size (Vertical) Analysis
3. Ratio Analysis, misalnya menghitung rasio likuiditas, rasio profitabilitas,
rasio leverage dan rasio manajemen aset
Hearsay evidence
Bukti dalam bentuk jawaban lisan dari klien atas pertanyaan yang
diajukan auditor
Contoh : pertanyaan auditor mengenai pengendalian intern, ada
tidaknya contingent liabilities, persediaan yang bergerak lambat
atau rusak, kejadian penting sesudah tanggal neraca
2. Kertas Kerja
Merupakan semua berkas-2 yg dikumpulkan oleh auditor dalam
menjalankan pemeriksaan, yg berasal dari :
1. Klien
2. Analisis yg dibuat oleh auditor
3. Pihak ketiga
Kertas kerja yg berasal dari klien :
1. Trial balance
2. Bank Reconciliation
3. Accounts Receivable Aging Schedule
4. Final Inventory list
5. Rincian Utang
6. Rincian beban umum & administrasi
7. Rincian Beban penjualan
8. Surat pernyataan pelanggan
Kertas kerja – analisis yg dibuat
oleh auditor :
1. Cash Count Sheet (berita acara kas opname)
2. Pemahaman & evaluasi internal control, termasuk internal control questionare
(ICQ)
3. Analisis penarikan Aset Tetap
4. Analisis mengenai cukup tidaknya cadangan kerugian piutang (allowance for
bad debt)
5. Working Balance sheet
6. Working profit and loss
7. Top schedule
8. Supporting schedule
9. Konsep audit report
10. Management letter
Kertas kerja – yg diperoleh dari
pihak ketiga :
1. Piutang
2. Utang
3. Dari Bank
4. Dari penasehat hukum perusahaan
Tujuan kertas kerja pemeriksaan :

1. Mendukung opini auditor mengenai kewajaran laporan keuangan


2. Sebagai bukti bahwa auditor telah melaksanakan pemeriksaan sesuai
dengan standar profesional akuntan publik
3. Sebagai referensi dalam hal ada pertanyaan dari :
1. Pihak pajak
2. Pihak bank
3. Pihak klien
4. Sebagai salah satu dasar penilaian asisten (seluruh tim audit) sehingga
dapat dievaluasi mengenai kemampuan asisten s/d partner sbg
pertimbangan untuk kenaikan jenjang jabatan dan gaji.
5. Sebagai pegangan untuk audit th berikutnya.
Pengelompokan kertas kerja
pemeriksaan :
a) Current file (berkas tahun berjalan)
b) Permanent file (berkas permanen)
c) Correspondence file (berkas surat menyurat)
Current file :
1. Laporan posisi keuangan
2. Berita acara kas opname
3. Rekonsiliasi Bank
4. Rincian Piutang
5. Rincian persediaan
6. Rincian utang
7. Rincian biaya
Permanent file :
1. Akte Pendirian
2. Buku Pedoman Akuntansi (Accounting Manual)
3. Notulen Rapat
Correspondence file :
kertas kerja dari hasil korenpondensi dengan klien (surat, fax,
konfirmasi, dll)
KRITERIA PEMBUATAN KERTAS KERJA PEMERIKSAAN

1. Mempunyai tujuan dan menjelaskan prosedur audit yang dilakukan


dengan menggunakan audit tick mark
2. Tidak menulis/mengulang kembali kertas kerja pemeriksaan
3. Kertas kerja pemeriksaan harus diindex/cross index :
4. Diparaf oleh orang yang membuat dan mereview working papers,
sehingga dapat diketahui siapa yang bertanggung jawab
5. Setiap pertanyaan yang timbul pada review notes harus terjawab,
tidak boleh ada “open question” (pertanyaan yang belum terjawab)
6. Pada kertas kerja pemeriksaan harus dicantumkan :
• Sifat dari perkiraan yang diperiksa
• Prosedur pemeriksaan yang dilakukan
• Kesimpulan mengenai kewajaran perkiraan yang
diperiksa
7. Hal-hal tambahan :
• Rapih dan bersih
• Mudah dibaca (jelas)
• Bahasa yang digunakan harus baik
• Tidak memphoto copy data dari klien tanpa ada
penjelasan
8. Dibagian muka file kertas kerja pemeriksaan harus
dimasukkan Daftar Isi dan index kertas kerja pemeriksaan
dan contoh paraf seluruh tim pemeriksa yang terlibat
dalam penugasan audit
PEMILIKAN dan PENYIMPANAN KERTAS KERJA
PEMERIKSAAN
• Hak kepemilikan : Akuntan Publik
• Penyimpanan : minimal 5 tahun
• Dapat digunakan sebagai sumber referensi, namun bukan sebagai
pengganti catatan akuntansi
• Harus ada persetujuan tertulis dari klien, jika pihak lain ingin
meminjam dan mereview kertas kerja
• Mempunyai langkah yang tepat untuk keamanan kertas kerja
3. Penerimaan Perikatan & Perencanaan Audit

Standar pekerjaan lapangan :


1. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan
asisten harus disupervisi dengan semestinya.
Perencanaan audit meliputi :
Pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yg
diharapkan.
Sifat, luas dan saat perencanaan bervariasi dengan ukuran dan
kompleksitas satuan usaha, dan pengetahuan tentang bisnis satuan
usaha.
Auditor harus menyusun Audit plan, segera setelah Engagement Letter
disetujui oleh klien.
Audit Plan :
1. Hal-hal mengenai klien
2. Hal-hal yang mempengaruhi klien
3. Rencana kerja auditor
Hal-hal mengenai klien
a. Bidang usaha klien, alamat, no. telepon, fax dll
b. Status hukum perusahaan (berdasarkan akte pendirian)  Nama Pemilik,
Permodalan
c. Accounting policy (Kebijakan Akuntansi)
 Buku yang digunakan  Buku Penjualan, Buku Pembelian, Buku
Kas/Bank, Buku Memorial
 Metode pembukuan  Manual (tulis tembus atau biasa), Komputer,
Mesin Pembukuan
 Komentar mengenai mutu pembukuan secara umum (membantu dalam
menyusun budget dan pemilihan tenaga yang akan ditugaskan di klien
tsb)
d. Neraca komparatif dan perbandingan penjualan, Laba/Rugi tahun lalu dan
sekarang
e. Client contact  Presiden direktur, Controller, Chief Accountant,
Penasihat hukum
f. Accounting, Auditing & Tax Problem
 Accounting problem  Perubahan metode pencatatan dan manual
ke komputer, Revaluasi fixed asset,
Perubahan metode atau tarif penyusutan
 Auditing problem  Hasil konfirmasi tahun lalu tidak memuaskan,
Perubahan accounting policy
 Tax problem  Masalah rastitusi, kekurangan penyetoran, adanya
dua pembukan dalam perusahaan
Hal-hal yang mempengaruhi klien

Bisa diperoleh melalui majalah-2 ekonomi/surat kabar (Business News,


Ekonomi Keuangan Indonesia, dll)
Contoh : adanya peraturan-2 baru yg dapat mempengaruhi klien.
Rencana kerja auditor
a. Staffing
• Nama Partner
• Nama Manager
• Nama Supervisor
• Nama Senior
• Nama Asisten
b. Waktu Pemeriksaan
• Waktu dimulai suatu pemeriksaan
• Berapa lama waktu pemeriksaan
• Dead Line (selesai kapan, dikirim kemana, sampainya kapan, kepada siapa report
itu dikirim)
• Budget (jam kerja dan biaya audit)
c. Jenis Jasa yang Diberikan
 General Audit, Special Audit, Bantuan Administrasi, Menyusun
Neraca/Laba Rugi, Perpajakan

• Hal-hal tambahan
d. Bantuan yang dapat diberikan klien
• Mengisi formulir konfirmasi piutang, utang
• Membuat schedule
 Aging Schedule
 Rincian Harga Tetap
 Rincian Utang dan Piutang
 Rincian Biaya yang Masih Harus Dibayar
e. Time Schedule
• Jadwal kerja per bulan
• Siapa yang mengerjakan
• Berapa jam waktu yang dibutuhkan

• Pada akhir Audit Plan, mencantumkan :


1. Dibuat oleh :
2. Review oleh :
3. Approved oleh : (harus diapproved oleh Partner)
Sekian dan
silahkan
membaca lebih
lanjut
ASPEK EKONOMI DARI AUDIT

Banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat dunia usaha maupun masyarakat
umum dengan adanya Auditing, mengingat setiap keputusan ekonomis yang akan diambil
oleh mereka akan selalu mengandung risiko. Auditing dapat mengurangi risiko yang
mungkin akan menimpa pemakai Laporan Keuangan tertentu, seperti Bank. Bank dalam
membuat keputusan pemberian kredit pada nasabahnya akan menghadapi paling tidak 3
(tiga) jenis risiko, yaitu:
1. Risk Free Interest Rate (suku bunga tanpa risiko) yaitu suku bunga ini kira-kira sama
dengan suka bunga yang akan diterima bank bila menanamkan uangnya dalam Sertifikat
Bank Indonesia dalam jangka waktu yang sama.
2. Business Riks for tne Customer yaitu risiko yang akan diterima karena nasabah tak
dapat mengembalikan pinjaman akibat berbagai faktor.
3. Information Risk yaitu risiko yang timbul karena informasi yang digunakan sebagai
dasar pengambilan keputusan tidak akurat atau tidak dapat diandalkan