Anda di halaman 1dari 33

Disfungsi Ereksi pada Diabetes

Em Yunir
Divisi Metabolik Endokrin
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM
Jakarta
Fungsi Sexual pada manusia
• 1. Fungsi Erectile
• 2. Fungsi Libido
• 3. Fungsi Ejakulasi
• 4. Fungsi Orgasmus
Disfungsi seksual pada diabetes
Perempuan
Laki-laki
Penurunan syahwat
Penurunan respon
Disfungsi ereksi perangsanan
Penurunan Libido Nyeri saat intercourse
Disfungsi Orgasme
Retrograde ejakulasi
Disfungsi Ereksi ( ED )
ED penurunan kemampuan yang menetap untuk
mencapai dan mempertahankan ereksi yang memadai
untuk melakukan hubungan seksual
Prevalensi DE

From the Massachusetts Male Aging Study (1994).


Taken from Kling, J. (1998). From hypertension, to angina, to Viagra.
Modern Drug Discovery, 1 (2), 31-38.
DE dan Penyakit Penyerta
– ED is associated with common medical conditions5
Gradasi ED

Severe ED;
10.40% No ED; 16.30%
Moderate ED ;
8.10%
ED
Mild to
moderate ED; Mild ED ; Total
31.10% 34.10% 84%

ED: erectile dysfunction


Umur dan risiko ED
Crude OR of age in year
= 1.06; 95% CI (1.01 – 1.12); p = 0.03
OR
6 5.92

2 1.79

1
1

0
30 - 40 40 - 50 50+

ED: erectile dysfunction; OR: odds ratio; CI: confidence interval


Lama DM dan risiko ED
Crude OR of duration in years
= 1.12; 95% CI (1.01 – 1.12); p = 0.03
5
OR
4

2
1.60

1.00
1

0 4.84
< 5 years 5-10 years > 10 years

ED: erectile dysfunction; OR: odds ratio; DM: diabetes mellitus; CI: confidence
Neuropati dan risiko ED
Crude OR= 5.42; group:
*Reference 95% CI (1.20neuropathy
without – 24.4); p = 0.03
%
40

30

20

10

0
ED Non-ED
ED: erectile dysfunction; OR: odds ratio; CI: confidence interval
Mekanisme Respon seksual
Sumber rangsangan :
penglihatan,pendengaran,
penciuman, sentuhaan,
imajinasi

Otak

Tulang belakang

Penis

ereksi
Sexuallity, Konemann
Erection mechanism
DE pada DM (2)
• Timbulnya perlahan-lahan

• Kekakuan penis menurun

• Kemampuan mempertahankan kekakuan penis menurun

• Sulit melakukan penetrasi


Penyebab DE pada diabetes

Multifaktor.
Dikaitkan dengan :
- atherosklerosis pada lumen pembuluh darah
- gangguan mikrovaskular
- neuropati otonom
- dislipidemia
- hipertension
- disfungsi endotel
Management
• Non pharmakologi : psikoterapi
• Pharmakologi :
1. Obat minum
2. Vakum
3. Injeksi intra kavernosa
4. Protesis penis
PENGELOLAAN PASIEN DE
1. Tahap I : Identifikasi masalah
2. Tahap II : Edukasi pasien & pasangan
3. Tahap III : Mengatasi penyebab DE
4. Tahap IV : Terapi lini pertama
• Obat oral
5. Tahap V : Terapi lini kedua
• Alat vakum jerat
• Injeksi intrakavernosa
6. Tahap VI : Terapi lini ketiga : protesis penis
IDENTIFIKASI MASALAH
• Tentukan apakah gangguan ejakulasi, libido,
orgasmus ataupun ereksi
• DE bersifat organik atau psikogenik

• Gunakan International Index of Erectile Function


(IIEF 5)  derajat DE
• Anamnesis : penyakit lain (PJK, DM, HT dll),
trauma, operasi
• Pemakaian obat-obatan
• Pemeriksaan fisis : genetalia, neurologis, vaskular
Perbedab DE psikogenik dan organik

Karakteristik Organik Psikogenik


Umur > 40 tahun < 40 tahun
Onset Perlahan Mendadak
Manifestasi Kapan saja Situasional
Simptom Konsisten, progresif Intermiten
Ereksi pagi hari Lemah, tidak ada Normal
Syahwat Normal Menurun
Penyakit penyerta Ada Tidak ada/variasi
Masalah/problem Sesudah keluhan de Sebelum keluhan de
Ansietas/stress Muncul sesudah keluhan Muncul sebelum keluhan
de de

Droupy S et al. (2006) Nat Clin Pract Urol 3: 84–94


Tahap II :
Edukasi penderita & pasangannya

• Diskusi dgn penderita & pasangan


• Modifikasi faktor risiko
• Rencana diagnostik
• Alternatif pengobatan
Modifikasi faktor resiko
Faktor resiko Intervensi

Sedentary life style Lakukan aktivitas fisik


Depresi Pengobatan depresi
Diabetes Kontrol gula darah
Alkohol Stop alkohol
Merokok Stop merokok
Hipgonadism Terapi hormonal
Kegemukan Turunkan berat badan
Tahap III :
Mengatasi penyebab DE yg reversible
:

• stop obat-obat penyebab de


• faktor psikogenik sekunder
• stop rokok dan alkohol
• atasi kelainan organik
Drug ED( % ) Comments
Thiazide 4–30% Dose-dependent, less frequent with
<2.5 ng
Spironolactone 3–20% Dose-dependent gynecomastia
common
Sympatholytics (methyldopa, 8–80% Decreased libido
clonidine, reserpine,
guanethidine)
Beta-adrenergic blockers 0–43% Dose-dependent, lowest with beta-1
specific (pindolol, nadolol, atenolol),
may occur with eye drops

Alpha-blockers Minimal May induce priapism


Labetolol Minimal Ejaculatory changes common

ACE inhibitors and antagonists Minimal

Vasodilators (hydralazine, Minimal Some patients report aphrodisiac


minoxidil) effects of hydralazine

Calcium-channel antagonists Minimal

G, Chrysant S. Curr Opin Cardiol. 2015 Jul;30(4):383-90.


Tahap IV : Terapi lini pertama
• mudah
• reversibel
• tidak invasif
• biaya ringan

• Pilihan : sildenafil sitrat ( viagra ),


Anti phosfodiesterase 5
tadalafil ( cialis ),
inhibitor
vardenafil ( levitra )
apomorphin, pentolamin, & psikoterapi
Peran PDE-5i pada proses ereksi

Viagra
• Cialis
levitra

NO : Nitric Oxide
PDE-5i : Phosphodiesterase -5 Inhibitor
Perbandingan PDE-5i
Sildenafil Vardenafil Tadalafil
Onset(menit) 15-30 15-45 15-30
Lama kerja (jam) 4 4 36

T1/2 (jam) 3-4 4-5 17,5


Bioavailability (%) 40 15 25
Metabolit aktif Ya Ya No
Ekskresi : Feses 80 % 90 % 60 %
Urine 20 % 5% 35 %

Sakit kepala 12 % 6% 8%
Kontra indikasi Pengguna nitrat Pengguna nitrat Pengguna nitrat
dan beta bloker
Perhatian Pasca stroke,MCI Gangguan fungsi Gangguan fungsi
6 bulan, ginjal dan hati, hati dan ginjal
hipotensi prolong QT,
Angina, retinitis hipotensi,

Dosis 50 mg 10 mg 10 mg
Resep dokter Yes Yes yes
Approvel FDA 1998 2003 2003
PENGELOLAAN PASIEN DE

Tahap V : Terapi lini kedua


• Alat vakum jerat
• Injeksi intrakavernosa
Alat vakum jerat
Alprostadil intra uretra ( MUSE )

Prostaglandin E1
Injeksi alprostadil intra cavernosa
Tahap VI : Terapi lini ketiga Operasi

Pemasangan protese ke dalam


Corpos cavernosum penis
Ereksi terus menerus
Sistem pompa
Kesimpulan
• Disfungsi ereksi sering dialami oleh penyandang DM
yang jarang diungkapkan
• Bila dibicarakan, sebagian masalah ini dapat diatasi.
• Kontrol glukosa darah yang baik tetap merupakan
kunci pencegahan komplikasi diabetes termasuk
gangguan fungsi seksual.
• Sebagai edukator minimal dapat mengidentifiksikan
masalah dan faktor resiko serta memodifikasi
sebagian faktor resiko