Anda di halaman 1dari 35

BIOMEKANIK ARTHROKINEMATIK

WRIST AND HAND

OLEH KELOMPOK 6:
OKTAVIANI
NURUL MAGHFIRAH NUR ISLAM
TITIN PUSPITASARI
YOLANDA CLAUDIA MA’DIKA PONGLABBA
ANDI HUSANTRI S. ANDIS
TRI JULIANDI
INTRODUKSI
Wrist kompleks terdiri atas : radiocarpal
joint, midcarpal joint, dan intercarpal
joint.
Tulang-tulang yang membentuk wrist
kompleks adalah : distal radius, scaphoi-
deum (S), lunatum (L), triquetrum (Tri),
pisiform (P), trapezium (Tm), trapezoi-
deum (Tz), capitatum (C), dan hamatum
(H).
Hand komplek terdiri atas : carpometa-
carpal I – V, metacarpophalangeal I – V,
dan interphalangel I – V.
Tulang-tulang pembentuk hand kompleks
adalah : barisan distal carpal, 5 tulang
metacarpal, dan 14 tulang phalangeal.
Wrist kompleks adalah multiartikular
dengan 2 sendi utama yaitu : radiocarpal
joint (wrist joint), midcarpal joint.
Wrist kompleks merupakan biaxial joint
yang menghasilkan gerak palmar fleksi,
dorsofleksi, radial deviasi & ulnar deviasi
BIOMEKANIK WRIST AND HAND
RADIOCARPAL JOINT
MIDCARPAL JOINT
CARPOMETACARPAL I (IBU JARI)
CARPOMETACARPAL II – V
METACARPOPHALANGEAL I – V
INTERPHALANGEAL I – V
FUNGSI TANGAN
ANALISA GERAK
RADIOCARPAL JOINT

Radiocarpal joint dibentuk oleh ujung


distal radius yang konkaf dan diskus
radioulnar dengan scaphoid, lunatum dan
triquetrum yang konveks.
Radiocarpal joint merupakan condyloid/
ovoid joint dan biaxial joint.
Sendi ini diperkuat oleh ligamen collate-
ral lateral (radial) dan ligamen collateral
medial (ulnar), ligamen bagian anterior
dan bagian posterior.
Ligamen bagian anterior : lig. radiocarpal
anterior dan ulnocarpal anterior serta
ligamen bagian posterior : lig.
radiocarpal posterior dan ulnocarpal
posterior
Triquetrum bersendi langsung dengan
diskus artikularis.
Ketiga tulang carpal yang bersendi de-
ngan radius diikat secara bersamaan oleh
ligamen interosseus.
Karena permukaan yang konveks bergerak
terhadap konkaf maka gerak slide berlawanan
arah dengan gerakan fisiologis tangan (lihat
tabel 1).
Tabel 1. Arthrokinematika radiocarpal joint

No. Gerak Fisiologis Gerak Arthrokinematika


1. Fleksi Slide ke dorsal
2. Ekstensi Slide ke volar
3. Radial Deviasi Slide ke ulnar
4. Ulnar Deviasi Slide ke radial
MIDCARPAL JOINT

Midcarpal joint dibentuk oleh baris


proksimal carpal yang bersendi dengan
baris distal carpal.
Sendi ini memiliki kapsul yang bersatu
dengan sendi-sendi intercarpal.
Barisan proksimal carpal adalah os sca-
phoid, lunatum dan triquetrum.
Barisan distal carpal adalah trapezium,
trapezoid, capitatum dan hamatum.
Midcarpal joint merupakan gliding/plane
joint  hanya memberikan gerak slide.
Midcarpal joint diperkuat oleh lig.
interosseus intercarpal & lig. capitotri-
quetral, lig. radiocarpal ant. dan post.
serta lig. pisohamatum.
Midcarpal joint memberikan kontribusi
yang besar terhadap gerak palmar dan
dorsofleksi.
Pisiforme merupakan tulang carpal yang
bukan merupakan bagian wrist kompleks.
• Gerak arthrokinematika pada midcarpal joint
adalah bervariasi (lihat tabel 2).
Tabel 2. Arthrokinematika midcarpal joint
No. Gerak Fisiologis Wrist Gerak Arthrokinematika
1. Fleksi C & H – slide ke dorsal
Tm & Tz – slide ke volar
2. Ekstensi C & H – slide ke volar
Tm & Tz – slide ke dorsal
3. Radial Deviasi C & H – slide ke ulnar
Tm & Tz – slide ke dorsal
4. Ulnar Deviasi C & H – slide ke radial
Tm & Tz – slide ke volar
CARPOMETACARPAL I (CMC I)
Sendi ini merupakan biaxial saddle joint.
Sendi ini dibentuk oleh trapezium yang
bersendi dengan os metacarpal I.
CMC I memiliki kapsul yang lentur dan
ROM yang luas dibandingkan dengan
CMC II – V.
CMC I juga diperkuat oleh lig. metacar-
pal dorsal.
CMC I sangat penting dalam aktivitas
prehension (oposisi – reposisi).
Gerak arthrokinematikanya dapat dilihat pada
tabel 3.

Tabel 3. Arthrokinematika CMC I


No. Gerak Fisiologis Gerak Arthokinematika
1. Fleksi Slide ke ulnar
2. Ekstensi Slide ke radial
3. Abduksi Slide ke dorsal
4. Adduksi Slide ke volar/palmar
CARPOMETACARPAL II-V (CMC II-V)

CMC II-V dibentuk oleh metacarpal II-V


yang bersendi dengan barisan distal car-
pal dan membentuk sendi pada setiap
basis metacarpal.
CMC II-IV merupakan uniaxial plane
joint, sedangkan CMC V merupakan bi-
axial joint.
CMC II-V distabilisasi oleh lig. dorsal &
palmar carpometacarpal serta ligamen2
dorsal dan palmar metacarpal
CMC II-V memberikan kontribusi ter-
bentuknya cupping/arch pada tangan sehingga
memperbaiki gerakan prehension.
Gerak arthrokinematikanya dapat dilihat pada
tabel 4

Tabel 4. Arthrokinematika CMC II-V


No. Gerak Fisiologis Metacarpal Gerak Arthrokinematika
1. Fleksi (cupping/lengkung) Slide ke volar
2. Ekstensi (flattening/datar) Slide ke dorsal
METACARPOPHALANGEAL JOINT

Sendi ini dibentuk oleh ujung distal me-


tacarpal yang bersendi dengan basis
phalanx.
Metacarpophalangeal joint merupakan
biaxial condyloid joint.
MCP joint diperkuat oleh ligamen-
ligamen palmar dan 2 ligamen collateral.
MCP I diperkuat oleh kapsul sendi dan 2
ligamen collateral
MCP I (ibu jari) berbeda dengan MCP II-
V karena gerakan yang lebih luas.
MCP II – V diperkuat oleh kapsul sendi,
ligamen2 palmar dan ligamen2 deep
transverse metacarpal.
Tabel 5. Arthrokinematika MCP joint

No. Gerak Fisiologis Gerak Arthrokinematika


1. Fleksi Slide ke volar
2. Ekstensi Slide ke dorsal
3. Abduksi Menjauhi pusat tangan
4. Adduksi Kearah pusat tangan
INTERPHALANGEAL JOINT

Interphalangeal joint terdiri atas proksi-


mal interphalangeal dan distal interpha-
langeal joint untuk jari 2 – 5.
Untuk ibu jari hanya memiliki satu inter-
phalangeal joint.
Setiap sendi interphalangeal joint adalah
uniaxial hinge joint.
Setiap kapsul sendi diperkuat oleh liga-
men-ligamen collateral.
Tabel 6. Arthrokinematika IP joint

No. Gerak Fisiologis Gerak Arthrokinematika


1. Fleksi Slide ke volar
2. Ekstensi Slide ke dorsal
FUNGSI TANGAN
Gerak cupping (arkus tangan) dan flatte-
ning (datar); terjadi saat fleksi jari-jari
tangan, dan saat ekstensi jari-jari tangan
 gerak ini dapat memperbaiki fungsio-
nal tangan.
Mekanisme ekstensor, terdiri atas :
 Menghasilkan gerak clawing pada jari2 ta-
ngan.
 Ekstensi PIP & DIP secara bersamaan
membentuk flattening tangan.
Pola menggenggam dan memegang, ter-
diri atas :
 Power grip yang terdiri atas : cylindrical
grip, spherical grip, hook grip, dan lateral
prehension
 Pola precision yang terdiri atas : pad-to-
pad, tip-to-tip, dan pad-to-side prehension.
ANALISA GERAK
Selama gerakan radial dan ulnar deviasi,
midcarpal joint memberikan kontribusi
terhadap luas ROM wrist joint.
Pada radial deviasi, 15o ROM radiocarpal
= 8o ROM midcarpal.
Pada ulnar deviasi, 45o ROM radiocarpal
= 15o ROM midcarpal.
Selama gerak palmar dan dorso fleksi,
midcarpal juga memberikan peran yang
besar.
Selama gerakan fleksi wrist, 50o ROM
radiocarpal = 35o ROM midcarpal.
Selama gerakan ekstensi wrist, 35 o ROM
radiocarpal = 50o ROM midcarpal.
Gerak radial deviasi lebih terbatas dari-
pada ulnar deviasi karena proc.styloideus
radii lebih panjang kearah distal daripada
proc.styloideus ulna.
Selama gerak fleksi wrist, ligamen poste-
rior radiocarpal menjadi tegang/terulur.
Selama gerak ekstensi wrist, ligamen
anterior radiocarpal dan ulnocarpal men-
jadi tegang/terulur.
Selama gerak radial deviasi, ligamen
collateral medial menjadi tegang.
Selama gerak ulnar deviasi, ligamen
collateral lateral menjadi tegang.