Anda di halaman 1dari 26

GAYA SENTRAL

OLEH
NURDIANITA FONNA 8186175002
RAHMAYANI 8186175004
LATAR BELAKANG

Mekanika adalah salah satu cabang ilmu dari


bidang ilmu fisika yang mempelajari gerakan
dan perubahan bentuk suatu materi yang
diakibatkan oleh gangguan mekanik yang
disebut gaya. Mekanika (Mechanics) juga
berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari
gerakan suatu benda serta efek
gaya dalam gerakan. Mekanika adalah
cabang ilmu yang tertua dari semua cabang
ilmu dalam fisika. Dalam bab ini akan
dibahas fisika mekanika mengenai gaya
sentral.
TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan dari makalah ini adalah :


1. Mengetahui pengertian gaya sentral dan
contohnya.
2. Mengetahui sifat gerak karena adanya gaya
sentral
3. Mengetahui aplikasi gaya sentral dalam
kehidupan sehari-hari
POKOK BAHASAN
1. PENGERTIAN GAYA SENTRAL
2. CONTOH GAYA SENTRAL
3. SIFAT GERAK KARENA GAYA SENTRAL
4. APLIKASI GAYA SENTRAL
PENGERTIAN GAYA SENTRAL
Central Force (Gaya Sentral) didefinisikan sebagai suatu
gaya yang mempunyai arah radial dan besarnya hanya
bergantung pada jarak dari sumber (tidak bergantung pada
sudut di sekitar sumber). Dengan kata lain, central force
(gaya sentral) adalah sesuatu yang mempunyai potensial
yang besarnya hanya bergantung pada jarak dari sumber.

Selain itu, Gaya sentral adalah gaya bekerja pada


benda, di mana garis kerjanya selalu melalui titik
tetap, disebut pusat gaya. Arah gaya sentral mungkin
menuju pusat gaya (gaya tarik), dan mungkin
meninggalkan pusat gaya (gaya tolak). Gaya sentral
yang besarnya hanya tergantung pada jarak dan pusat
gaya (r) (Symon,Keith R.1980).
PERSAMAAN UMUM GAYA SENTRAL
Sebuah gaya sentral yang bekerja pada sebuah partikel
adalah salah satu yang selalu di arahkan menuju titik
tetap yang disebut pusat (atau asal) dari gaya. Selain
itu, jika interaksi antara dua benda diwakili oleh gaya
pusat, maka gaya diarahkan di sepanjang garis yang
menghubungkan pusat dari dua benda. Jadi gaya pusat
yang bekerja pada sebuah partikel pada jarak r dari
pusat gaya dapa diwakili oleh:
PERSAMAAN UMUM GAYA SENTRAL
Gaya sentral akan menjadi konservatif, maka energi
mekanik dari sebuah partikel adalah konstan. Dalam
diskusi kita dalam bab ini, kita akan membatasi diri pad
bentuk terakhir dari gaya sentral, maka baik
momentum sudut dan energi akan dikonservasi. Dalam
hal ini, hukum – hukum konservasi adalah hasil dari
simetri radial. Karena vektor satuan dapat ditulis
sebagai r = r / r, kita dapat menulis persamaan sebagai:
PERSAMAAN UMUM GAYA SENTRAL
PERSAMAAN UMUM GAYA SENTRAL
PERSAMAAN UMUM GAYA SENTRAL
CONTOH GAYA SENTRAL
• Gaya gravitasi (tarik) digambarkan dengan
gerak planet.
• Gaya coulumb atau gaya elektrostatik
(tarik dan tolak).
• Gaya tarik dalam molekul (intermolekuler)
atau gaya Van Der Walls
• Atom dalam kubik kristal yang berosilasi
harmonik ditentukan dengan gaya sentral.
Sifat Gerak Karena Gaya Sentral

1. Bersifat Konservatif
Gaya konservatif adalah gaya yang dapat
menerima kembali usaha yang telah
dilakukan. Gaya konservatif yang beraksi
pada sistem tertutup memiliki sebuah
kerja mekanis terkait yang
memperkenankan energi untuk
mengubah hanya antara bentuk kinetik
atau potensial.
Contoh gaya konservatif

Gaya Listrik

Gaya Gravitasi

Gaya Pegas
Gerak Partikel Selalu pada Bidang yang
Tegak lurus dengan L
Momentum Angular dan Energi konstan
Aplikasi Gaya Sentral

1. Hukum Kepler I
“The orbit of every planet is an ellipse with
the sun at one of two foci” (Suripto, Probo:
1986), artinya: Orbit setiap planet adalah
ellips dengan matahari sebagai titik fokus.
Fokus itu terletak pada sumbu panjang.
Animasi gerakan planet ini dapat dilihat
berikut:
keterangan:
a : sumbu Panjang
b : sumbu pendek
ae : eksentrisitas atau perbandingan jarak
antara titik fokus pertama dan kedua.
0≦e<1, jika nilai e=0, maka orbit
berbentuk lingkaran
r0 : Semi-latus rectum, jari-jari yang
sejajar dengan sumbu pendek dari titik
fokus kedua.
r : Jarak matahari dan planet
M : Matahari, dimana massa (M>m)
m : Planet
Semakin dekat fokus-fokus ellips maka ellips
semakin mendekati bentuk lingkaran.
Penyimpangan ellips dari lingkaran diukur
dengan eksentrisitas yaitu perbandingan jarak
antara kedua fokus dengan diameter panjang.
Eksentrisitas sebuah lingkaran adhalah nol,
oleh karena ini syarat ellips adalah nilai e>0.
2. Hukum Kepler II

Hukum kedua Kepler menyatakan tentang


pergerakan planet:
“The line joining the planet to the Sun sweeps
out equal areas in equal intervals of time”.
Maksudnya adalah planet-planet akan
menyapu luas yang sama dalam waktu yang
sama.
• Dalam gambar di atas, M adalah matahari, misalkan sebuah
planet B bergerak dari B1 ke B2 dalam waktu sebulan ketika berada
di lintasan yang dekat dengan matahari, maka ketika jauh dari
matahari dalam waktu sebulan pula planet B akan menempuh jarak
dari B3 ke B4. Luas daerah B1-M-B2 akan sama dengan luas daerah
B3-M- B4.
• Jika sebuah planet bergerak dari B1 ke B2 menempuh waktu t = 1
bulan, maka bergerak di sepanjang lintasannya dengan kecepatan
sedemikian, sehingga dalam waktu yang sama garis sinar matahari
membentuk sudut dengan luas yang sama.
• Rumusan hukum Kepler kedua ini:
• dimana dS = luas dan t = intervel waktu.
Dalam hukum Kepler I telah disebutkan
bahwa lintasan planet berbentuk ellips,
konsekuensinya planet-planet akan bergerak
lebih cepat di lintasan orbitnya apabila ia
berada lebih dekat dengan matahari dan akan
bergerak lebih lambat apabila berada jauh
dari matahari. Hukum tentang area sama
dalam waktu yang sama adalah konsekuensi
fakta bahwa planet-planet mempertahankan
momentum sudutnya ketika berputar di
sekitar matahari.
2. Hukum Kepler III

Hukum ketiga Kepler menyatakan hubungan


antara jarak planet dari matahari dan periode
revolusi. Periode revolusi atau tahun planeter
dari planet meningkat, dari Merkurius yang
membutuhkan waktu 88 hari karena letaknya
paling dekat dengan matahari sampai 248
tahun untuk planet yang terjauh yaitu Pluto.
(Catatan: Pluto sekarang oleh komunitas
astronomi tidak dimasukkan lagi sebagai
planet tata surya).
Hukum ketiga Kepler disebut juga dengan
hukum harmoni. Formulasinya adalah
pangkat dua dari waktu yang dibutuhkan tiap-
tiap planet di dalam waktu peredarannya
mengelilingi matahari (W2) berbanding lurus
dengan pangkat tiga jarak rata-rata planet
dari matahari (d3).
Maksudnya adalah, jika waktu beredar
planet mengelilingi matahari = W dan jarak
rata-rata planet ke matahari = d, maka dari
dua planet P1 dan P2 terdapat perbandingan:
W12 : W2 2 = d13 : d2 3 atau W12 : d13 = W2 2 : d2 3
Jadi bagi tiap-tiap planet berlaku rumus
W2:d3 = C
C adalah bilangan tetap yang besarnya tergantung
pada satuan-satuan ukuran yang dipergunakan.
Contoh: Menghitung jarak planet mars dan
matahari:
Jarak bumi ke matahari = 1 AU (astronomical
unit = 1 satuan astronomi) dengan waktu edar
= 1 tahun. Jarak rata-rata Mars matahari = d2
dan waktu revolusi Mars = 1,88 tahun. Jarak
Mars Matahari adalah: