Anda di halaman 1dari 14

PIERRE FELIX

BOURDIEU
Riwayat Hidup
• Lahir di desa Denguin (Distrik Pyrenees-Atlantiques) Perancis Selatan, 1 Agustus
1930
• Lycee (SMA) di Pau Lycee Louis-le-Grand di Paris Ecole Nornale
Superieure
• Belajar filsafat di Paris bersama Louis Althusser
• Bekerja sebagai guru lycee di Moulins (1955 – 1958)
• Bergabung di Angkatan Darat Prancis dan dikirim ke Aljazair (1958) dan mengajar
di Universitas Aljazair
Riwayat Hidup (lanjutan)…….
• Tahun 1958 -1962 selama perang Aljazair, melakukan riset etnografis tentang
benturan dalam masyarakat (masyarakat Kabyle dari suku Berbers) buku
pertama “Sociologie de L’Algerie (The Algerians)”
• Tahun 1960 kembali ke Universitas Paris sampai tahun 1964
• Tahun 1964 dst, memegang jabatan Direktur Kajian di Ecole Pratique des Hautes
Etudes
• Tahun 1968, mengambil alih Centre de Sociologie Europeenne (didirikan oleh Aron)
• Tahun 1975, bersama Luc Boltanski meluncurkan jurnal interdisipliner Actes de la
recherché en sciences sociales, berusaha mentransformasikan kanon produksi
sosiologis yang sudah diterima seraya mempertahankan kekakuan ilmiah sosiologi
• Tahun 1981, menjabat Ketua Jurusan Sosiologi di College de France
Riwayat Hidup (lanjutan)…….
• Tahun 1993, mendapat penghargaan "Médaille d'or du Centre
National de la Recherche Scientifique" (CNRS)
• Tahun 1996, menerima Penghargaan Goffman dari University
of California, Berkeley
• Tahun 2002, meraih Medali Huxley dari Royal Anthropological
Institute
• 23 Januari 2002, meninggal usia 71 Tahun karena kanker
Para Filsuf Yang Mempengaruhi:
• Max Weber: kesadaran tentang pentingnya dominasi dan sistem simbolik
dalam kehidupan sosial, serta gagasan tatanan sosial yang akhirnya akan
ditransformasikan oleh Bourdieu ke dalam teori ranah-ranah (fields)
pengaruh antropologi dan sosiologi tradisional
• Karl Marx: yang eksis dalam dunia sosial adalah hubungan-hubungan –bukan
interaksi antara agen-agen, atau ikatan intersubyektif antara individu-
individu, namun hubungan-hubungan obyektif yang eksis secara independen
dari kesadaran dan kehendak individual pemahaman tentang
“masyarakat” sebagai penjumlahan hubungan-hubungan sosial
Para Filsuf Yang Mempengaruhi……
• Maurice Marleau-Ponty: fokus pada tubuh, tindakan, dan disposisi
praktis, yang memperoleh manifestasi utamanya pada teori habitus
Bourdieu.
• Dari Émile Durkheim, melalui Marcel Mauss dan Claude Lévi-Strauss,
Bourdieu mewarisi interpretasi strukturalis tertentu tentang
kecenderungan struktur sosial untuk mereproduksi diri mereka sendiri,
berdasarkan analisis struktur simbolik dan bentuk klasifikasi. Namun,
Bourdieu secara kritis menyimpang dari Durkheim dalam menekankan
peran agen sosial dalam memberlakukan, melalui perwujudan struktur
sosial, perintah simbolis. Dia kemudian menekankan bahwa reproduksi
struktur sosial tidak beroperasi sesuai dengan logika fungsionalis.
Teori Habitus
• Habitus terdiri dari sejumlah disposisi, skema tindakan atau persepsi bahwa individu telah
menerimanya melalui pengalaman bermasyarakatnya.
• Habitus mempunyai beberapa sifat sebagai berikut ;
 Pertama Hystérésis de l’habitus, adalah sifat ‘bertahan lama’ dalam arti bertahan di
sepanjang rentang waktu tertentu dari kehidupan seorang agen.
 Kedua Transposabilité de l’habitus, adalah sifat ‘dapat dialihpindahkan’ dalam arti disposisi-
disposisi yang telah diterima melalui kegiatan sosial tertentu, misalnya dalam sebuah keluarga,
mampu dialihpindahkan ke dalam dunia profesional.
 Ketiga Générateur de l’habitus. Sifat ‘mampu menurunkan keturunan’ ini sebenarnya
menjelaskan fungsi structure structurée dan fungsi structure structurante dari habitus. Dalam
fungsinya tersebut di atas, habitus sebenarnya mempunyai sifat khas seperti sumber yang
tidak ada habisnya dalam memproduksi praksis.
Arena
• Pierre Bourdieu menggambarkan masyarakat seperti sebuah arena (champ) yang tersusun saling berkaitan.
• Dalam teori arena, Pierre Bourdieu mengemukakan dua konsep yaitu ‘les strategies’ (strategi-strategi) dan ‘la trajectoire’
(jejak).
• Bourdieu menyebutkan bahwa ada tujuh macam strategi yaitu
• Strategi investasi keturunan (stratégie d’investissement biologique)
• Strategi suksesif (stratégie successorale)
• Strategi pendidikan (stratégie éducative)
• Strategi investasi ekonomi (stratégie d’investissement économique)
• Strategi investasi sosial (stratégie d’investissement social)
• Strategi ikatan perkawinan (stratégies matrimoniales)
• Strategi investasi simbolik (stratégie d’investissement symbolique)
• Strategi khusus (stratégie de sociodicée) (Bourdieu, 1994).
Modal
• Pierre Bourdieu menggambarkan modal sebagai semua sumber daya sosial
yang merupakan akumulasi yang memungkinkan individu untuk memperoleh
manfaat.
• Dalam arena, agen akan menempatkan dirinya berdasarkan fungsi dan jumlah
modal yang dimilikinya serta berdasarkan relatif kepentingan kapital tersebut.

• Modal ekonomi dan modal budaya, bagi Bourdieu, adalah dua hal yang paling
penting tetapi setiap modal meimliki kekhususan dalam setiap arena dan modal
juga menentukan struktur arena serta menentukan hal yang dipertaruhkan dalam
arena.
 Sosial. Kapital ekonomi memang masih menjadi kekuatan sentral dalam mendorong
perbedaan kelas tetapi kapital budaya juga mempunyai peran besar dalam petempuran
di arena. Bourdieu membedakan empat macam kapital yaitu:
 Le capital économique atau modal ekonomi mengukur semua sumber daya ekonomi individu, termasuk
pendapatan dan warisannya.

 Le capital culturel atau modal budaya mengukur semua sumber daya budaya yang dapat menempatkan
kedudukan seorang individu. Kapital ini terdiri dari tiga bentuk, pertama incorporées yang meliputi
pengetahuan umum, ketrampilan, nilai budaya, agama, norma, bakat turunan, dll; kedua objectivées
yang meliputi kepemilikan benda-benda budaya yang bernilai tinggi; ketiga institutionalisé meliputi gelar,
tingkat pendidikan, keahlian tertentu yang diperoleh melalui jenjang pendidikan.

 Le capital social atau modal sosial mengukur semua sumber daya yang berkaitan dengan kepemilikan
jaringan sosial berkelanjutan dari semua relasi dan semua orang yang dikenal.

 Le capital symbolique atau modal simbolik menunjukkan segala bentuk kapital (budaya, sosial atau
ekonomi) yang mendapat pengakuan khusus dalam masyarakat.
Teori Ruang Sosial
• Sumber produksi ekonomi adalah hal-hal yang berhubungan
produksi yaitu mereka yang langsung menghasilkan barang
produksi (buruh) dan mereka yang memiliki sarana produksi
(kapitalis). Kapitalisme inilah yang menciptakan dua kelas sosial
yaitu buruh dan kaum borjuis kapitalis.
• Teori ruang sosial Bourdieu terdiri dari dua dimensi. Dimensi
pertama dibentuk oleh modal ekonomi dan dimensi kedua oleh
modal budaya.
Lifestyle dan dinamikanya.
• Lifestyle individu merupakan cerminan posisi sosial mereka.
• Bourdieu menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang kuat antara cara
hidup, selera seni, cara bertindak dan cita rasa (rasa suka dan tidak
suka) seorang individu dengan posisi sosialnya dalam susunan hirarkis
masyarakat. Habitus-lah yang menjadi mediasi dasar dari korelasi ini.
Seorang individu pada posisi sosial tertentu akan memperoleh disposisi-
disposisi budaya tertentu pula.
• Bourdieu juga menjelaskan bahwa dalam ruang lifestyle bermain sebuah
aspek penting dari legitimasi tatanan sosial.
Mereproduksi susunan masyarakat
1. Pendidikan dapat mereproduksi susunan masyarakat, dengan cara mendidik anak-
anak kelas dominan untuk melanjutkan sekolah setinggi-tingginya yang pada
waktunya nanti, memungkinkan mereka untuk dapat menempati kedudukan/posisi-
posisi penting dalam masyarakat.

2. Pendidikan melegitimasi/mengesahkan adanya penggolongan sekolah individu.


Berdasarkan « ideologie bakat bawaan », penggolongan ini terjadi dengan tidak
memperhatikan asal usul sosialnya tetapi sebaliknya dengan memperhatikan hasil
dari kemampuan yang dimiliki sejak lahir dari individu tersebut.
Kekerasan Simbolik
• Menurut Bourdieu kekerasan selalu ada di dalam lingkaran kekuasaan,
yang berarti bahwa kekerasan merupakan dasar dan hasil dari praktek
kekuasaan.
• Ketika kelas dominan berusaha menguasai kelas yang tidak dominan
maka akan terjadi kekerasan. Tetapi aksi dominasi kelas dominan ini
sering diupayakan supaya tindakannya tidak mudah dikenali.
• Mekanisme kelas dominan dalam menguasai kelas yang tidak dominan
dilakukan secara halus tetapi kontinyu dan pasti sehingga yang
didominasi tidak terasa kalau sedang terdominasi atau tertindas. Bahkan
kelas yang terdominasi tadi merasa memang sudah sepatutnya demikian.
Inilah yang disebut dengan kekerasan simbolik.

Anda mungkin juga menyukai