Anda di halaman 1dari 28

Kelompok:

Muhammad Gilang Reinaldi


16/396055/SV/10268
Bendadi Jihad R
16/400593/SV/11097
Icyan Achmad R
16/400601/SV/11105
Ririn Setyaningrum
16/400609/SV/11113
Pengertian
Jenis
Bagian dan Fungsi
Prinsip Kerja
Spesifikasi
Perawatan
Video
Kesimpulan
Forklift merupakan salah satu jenis alat berat
yang sering digunakan untuk berbagai keperluan
khususnya untuk dunia logistic, perindustrian
maupun pergudangan, dimana fungsi utamanya
sebagai alat transportasi dan pengangkat
barang-barang khusunya untuk barang-barang
berat.
1. Pallet Jack
Pallet Jack adalah bentuk paling dasar
dari forklift. Pallet Jack digunakan untuk
mengangkat dan memindahkan barang pada
jarak dekat dan tidak terlalu berat.
2. Walkie Stacker
Walkie Stacker memiliki jangkauan ketinggian yang
lebih baik dari pada Pallet Jack. Walkie Stacker
sudah digerakkan menggunakan listrik, sehingga
tidak perlu untuk mendorong dan menarik. Walkie
Stacker sangat baik digunakan di tempat indoor
yang mempunyai permukaan rata.
3. Counterbalance Forklift
Counterbalance Forklift adalah tipe forklift yang
sering kita lihat dan banyak digunakan. Forklift
jenis ini terbagi menjadi 3 jenis menurut bahan
bakarnya, yaitu berbahan bakar solar, listrik, dan
gas.
4. Reach Forklift
Forklift Jenis ini digunakan pada gudang yang
jalannya sempit. Reach Forklift mengunakan bahan
bakar listrik sehingga ramah lingkungan dan tidak
menimbulkan polusi apabila dioperasikan di dalam
ruangan.
5. Swing Reach Forklift
Swing Reach Forklift memiliki jangkaun kerja
ketinggian yang lebih tinggi daripada jenis lainnya.
Forklift jenis ini dirancang unutk digunakan pada
gudang yang memiliki susunan tinggi dan jalanyang
sempit. Attachment pada tipe ini dapat bergeser dari
kiri ke kanan atau sebaliknya. Selain itu juga dapat
berotasi 180 derajat. Memiliki kapasitas hingga 1
ton. Forklift jenis ini menggunakan bahan bakar
listrik.
6. Side Loader Forklift
Side loader tidak mengubah posisi seperti forklift
standar, sehingga dapat berkendara di samping rak
dan kita dapat membongkar muat dari samping.
Beban yang panjang seperti pipa, kayu, baja, dan
lain-lain dapat lebih mudah ditangani karena beban
menghadap arah yang berjalan.
Karena beban terletak di samping maka operator
memiliki visibilitas yang jelas ke depan dan ke
belakang
1. Fork
2. Carriage
3. Mast
4. Overhead Guard
5. Counterweight
Bagian utama dari forklift yang fungsinya ialah
untuk menopang dan untuk membawa serta
mengangkat barang atau beban. Fork terbuat dari
besi panjang dan lurus dan bisa di tambah fork
extension untuk bisa lebih panjang lagi. Meletakkan
beban yang akan diangkat di atas fork harus
diperhatikan untuk mengatur lebar fork, perlu
mengetahui juga dimensi beban dan berat beban.
Cariage merupakan penghubung fork dan mast
adalah bagian yang penting dari forklift. Carriage
juga berfungsi sebagai sandaran serta pengaman
bagi barang-barang yang dibawa pada pallet saat
kondisi travelling atau lifting. Di carriage inilah fork
yang dimanfaatkan sebagai tempat meletakkannya
benda dapat dibawa dengan sempurna.
Mast

Merupakan bagian dari forklift, fork dan mast


adalah satu kesatuan supaya forklift berjalan
sebagaimana fungsinya. Mast sendiri terbuat dan
terdiri dari dua buah besi yang tebal yang
diantaranya terdapat komponen hidroulik sistem
yang dalam satu kesatuannya berfungsi sebagai
pengangkat atau menurunkan barang. Pada
dasarnya mast ini fungsinya untuk lifting dan tilting.
Overhead Guard

Atap atau pelindung yang berfungsi untuk


melindungi operator forklift jika saat melakukan
pekerjaannya dalam mengangkat barang dan
barang tersebut jatuh tidak langsung mengenai
operator forklift dan juga sebagai pelindung
operator dari terik matahari dan hujan jika
dimodifikasi.
Counterweight

Counterweight erupakan bagian dari forklift yang


fungsingnya menyeimbangkan beban yang diangkat
dengan forklift itu sendiri, yang letaknya berada di
belakang berlawanan dengan fork, sehingga
kestabilan forklift dan keseimbangannya terjaga.
Bagian Work Equipment

1. Fork Assembly dan Backrest ( Garpu dan


Pelindungnya )
2. Bearing (Bantalan)
3. Tilt Cylinder ( Pengatur Kemiringan )
4. Inner Mast ( Tiang Dalam )
5. Lift Cylinder ( Pengatur Pengangkatan )
6. Outer Mast ( Tiang Luar )
7. Kepala batang torak
Prinsip Kerja
1. Prinsip Kerja Sistem Hidrolik Pada Forklift
Sebagai penggerak utama pada forklift ini digunakan mesin
diesel RD30ABTX2, dengan putaran mesin 2000rpm dan
putaran dari mesin inilah yang
digunakan untuk menggerakkan pompa oli (oil pump) & oli
dari tangki utama forklift dipompakan, sehingga mengalir
menuju control valve pada mesin. Didalam control valve ini
terdapat dua katup utama yaitu lift valve dan tilt valve. Lift
valve berfungsi untuk mengontrol keluar masuknya batang
torak pada lift silinder mesin sehingga dapat menaikkan dan
menurunkan beban forklift. Tilt valve mempunyai
fungsi untuk mengontrol keluar masuknya batang torak pada
tilt silinder mesin sehingga dapat membuat miring tiang
pengangkat pada forklift. Untuk menggerakkan batang torak
pada lift silinder luar, dialirkan oli pada bagian bawah dari lift
silinder. Hal ini dapat dilakukan dengan mengontrol lift
valve sehingga posisinya kesebelah kanan.
Dengan demikian oli dapat mengalir pada bagian bawah lift
silinder, maka batang torak akan terangkat ke atas sedangkan
oli yang terdapat di bagian atas lift silinder langsung keluar
menuju tangki utama forklift. Untuk menghentikan gerakan
torak ini, dapat dilakukan dengan mengembalikan pada posisi
lift valve ketengah.
Sedangkan untuk menurunkan dan memasukkan kembali
batang torak ini dapat dilakukan dengan mengontrol lift valve
pada sebelah kiri. Karena adanya berat garpu dan beban,
maka torak akan mendorong oli yang ada di bagian lift silinder
ini keluar dari lift silinder. Kecepatan keluar oli ini oleh
adanya down control valve dan safety valve. Pengontrolan
terhadap lift valve dan tilt valve tidak dapat dilakukan secara
bersamaan. Hal ini untuk menjaga agar tidak terjadinya
bahaya terhadap kerja dari forklift secara Keseluruhan.
Pada Forklift terdapat suatu alat yang disebut dengan Fork.
Fungsi fork ini adalah sebagai pemegang landasan beban yang
mana fork ini terpasang pada kerangka (backrest) sebagai
pembawa garpu dan tiang penyokong mast. Fork assembly
diikatkan ke salah satu ujung rantai dan yang lainnya terikat
pada beam tiang penyokong. Rantai ini bergerak sepanjang
puli ( wheel ) yang melekat pada ujung atas dari batang torak
pada lift silinder. Berputarnya puli ini akibat dari tekanan
fluida di dalam lift silinder yang mengakibatkan tertariknya
salah satu ujung yang terikat pada beam tiang penyokong
(outer mast). Karena rantai terikat, maka pulilah yang
berputar sekaligus naik turun oleh gaya tarik yang timbul
pada rantai, sedangkan ujung rantai yang lainnya
akan bergerak mengangkat backrest dan forknya sampai
ketinggian maksimum
Spesifikasi
1. 1.5 - 3.0 TON 8 SERIES ELECTRIC FORKLIFT
2. 15 - 24 TON 4 SERIES 4 WHEEL DIESEL FORKLIFT
3. 1.2 - 2.0 Ton 6 Series Sit Down Reach Electric Forklift
1. Memanaskan Mesin dan Menjaga Isi Tangki
Ketika akan menggunakan forklift mesin diesel, sebaiknya
Anda perlu bersabar. Sebab, truk tersebut membutuhkan
waktu minimal lima menit untuk tahap pemanasan. Selain itu,
sebelum memakainya, Anda perlu memeriksa tangki bahan
bakar truk tersebut. Forklift diesel menggunakan bahan bakar
solar, sehingga sifatnya pasti jauh berbeda dengan bensin.
Jangan gunakan truk jika isi tangkinya di bawah sepertiga dari
kapasitas maksimal.
2. Rutin Membersihkan Filter Udara dan Solar
Untuk filter udara, perlu mencucinya minimal satu bulan
sekali. Jika dibiarkan terlalu lama, debu yang mengendap
dalam filter tersebut akan menghambat performa mesin. Salah
satunya menyebabkan aus di dalam ruang pembakaran. Hal
tersebut juga berlaku terhadap filter solar yang perlu
dibersihkan secara rutin. Jangan sampai sumbatan yang ada
dalam filter ini membuat forklift rusak dan harus diperbaiki.

3. Mengganti Minyak Pelumas Secara Berkala


Peran minyak pelumas atau oli sangatlah penting untuk mesin,
termasuk forklift diesel. Agar kinerja forklift jarang mengalami
kerusakan, rutinlah mengganti olinya secara berkala, misalnya
setiap dua atau tiga bulan sekali. Penggantian minyak pelumas
tersebut pun akan membuat mesin diesel forklift nyaman dan
stabil. Sebaliknya, jika oli jarang diganti, manfaatnya sebagai
pelumas mesin akan berkurang dan dapat mempercepat
kerusakan pada forklift. Selain mengganti oli, perlu juga
melumasi bagian-bagian forklift yang aktif bergerak agar
terhindar dari hambatan seperti mesin macet di tengah
pekerjaan.
4. Reparasi Injection Pump
Ada beberapa kerusakan forklift diesel yang bisa diperbaiki
sendiri, tetapi juga ada yang harus ditangani seorang tenaga
profesional. Salah satunya adalah injection pump yang harus
diperbaiki di bengkel khusus. Maka, jika bagian tersebut
rusak, forklift harus dibawa ke mekanik andal dalam
bidangnya.

5. Menjaga Baterai
Kemudian yang paling terakhir adalah baterai. Anda harus
memeriksa keadaan baterai (accu atau aki) dan kabel dalam
forklift diesel. Perawatan forklift diesel yang baik akan
membuat pekerjaan lebih efektif.
1. Forklift memiliki dua bagian utama yaitu Bagian Body
(badan) dan Bagian Equipment (bagian kerja)
2. Pada bagian Equipment forklift memiliki dua sistem hidrolik
yaitu sistemlift ( naik - turun) dan sistem tilt (miring ke
depan-kebelakang)
3. Proses lifting dan tilting tidak dapat bekerja bersamaan.
4. Sistem angkat pada forklift dipengaruhi oleh dua komponen
yaitu silinder dan rantai