Anda di halaman 1dari 28

Alwi T Nst

Defenisi

 Disebut anemia bila kadar hemoglobin (Hb) < 14 gr/dl (laki)


atau < 12 gr/dl (perempuan)

 Anemia renal adalah anemia pada PGK yang terutama


disebabkan penurunan kapasitas produksi eritropoetin.
Disamping itu faktor lain turut juga berkontribusi

 Anemia renal umumnya terjadi pada PGK stadium 3 dan hampir


selalu ditemukan pada PGK stadium 5
Defisiensi
eritropoietin

Hyperparatiroidisme Defisiensi Besi


sekunder

Anemia

Inflamasi / Infeksi
Hemoglobinopati

Masa hidup eritrosit


pendek

Penyebab Anemia Renal


Kenapa Anemia Harus diatasi?

• LVH , prediktor peny. KV


• Perawatan RS 
• Kapasitas aerobik 
• Fungsi Kognitif 
• Kualitas hidup 
• Morbiditas 
• Mortalitas 

Prognosis PGK buruk


Anemia

Curah Jantung Meningkat

Dilatasi dan Hipertrofi Vertikal Kiri

Gangguan Fs. Sistolik

Gagal Jantung

 Hb 1 g/dL risiko  24%


Manfaat Koreksi Anemia

• Regresi LVH : fungsi jantung membaik


• Kapasitas aerobik 
• Fungsi kognitif 
• Fungsi seksual 
• Kualitas hidup 
• Morbiditas dan mortalitas 
Tahap Penatalaksanaan Anemia Renal

I. Pengkajian anemia
II. Terapi ESA (Erythropoeisis Stimulating
Agents)
III. Pengkajian status besi
IV. Transfusi
Pengkajian Anemia renal : Kapan dimulai?

• Konsensus PERNEFRI, 2001 :


Hb < 10 g/dL, Ht < 30%
(perlu revisi: Hb < 11 g/dL)

• K/DOQI (2006, revised) :

GFR < 60 mL/min


Hb < 12.5 (pria, wanita post-menopause)
Hb < 11 (wanita / pre-menopause)
Terapi ESA

 Indikasi : Hb < 10 g/dL atau Ht < 30 %


(revisi: Hb < 11 g/dL )
Dan penyebab anemia lainnya sudah disingkirkan

 Syarat : Status besi cukup


Serum Iron wanita > 50 ug/dl
Pria > 65 ug/dl
atau TSAT ( Saturasi Transferin )  20 %
( SI/TIBC X 100% )

 Kontraindikasi : Hipersensitivitas
Hipertensi tidak terkontrol
Terapi ESA

1. Terapi ESA fase koreksi

2. Terapi ESA fase pemeliharaan

3. Terapi pemeliharaan status besi


Terapi ESA Fase Koreksi

 Tujuan : target Hb >10 g/dL ( 10- 12 g/dL)

 K/DOQI : 60 -100 IU/kg BB secara SC

 Praktis : 2000 IU X 2 / Minggu ( Fase koreksi )


2000 IU / minggu ( Fase Pemeliharaan )

 Target respons : Hb  1 g/dL, Ht  2 - 4% per bulan


Terapi ESA Fase Koreksi

Bila :
 target respons tercapai : dosis EPO tetap sampai target Hb
tercapai.
 belum tercapai : naikkan dosis EPO 50%
 respons terlalu cepat ( >2 g/dL per bulan) dosis EPO 
25%.

Periksa status besi setiap bulan selama fase koreksi

Praktis : bila Hb naik sesuai target, dapat tiap 3 bulan


Terapi ESA Fase Pemeliharaan

 Tujuan :

Mempertahankan kadar Hb 10 – 12 gr/dL

 Dosis : ½ dosis fase koreksi

 Hb, Ht setiap bulan.

 Status besi setiap 3 bulan

 Bila Hb > 12 g/dL, terapi STOP


Pengkajian Status Besi
Pengkajian status besi
Kenapa diperlukan ?

• Defisiensi besi pd PGK :


1. Intake kurang
2. Kehilangan darah :
» Perdarahan tersembunyi dari
saluran cerna (Occult bleeding)
» Punksi vena : lab
» Retensi darah (HD)
• Bila def. besi dikoreksi : Hb 
• Persiapan terapi EPO
• Praktis : Kadar feritin umumnya dalam jumlah cukup pada pasien
Haemodilaysis yang kerap melakukan tranfusi darah
Pengkajian Status Besi :

1. Saturasi transferin (ST) => mudah & biasa dilakukan


di HD

ST = SI / TIBC x 100%
Serum Iron (SI) = Kadar besi serum

Total iron binding capacity (TIBC) = Kapasitas ikat besi total

2. Feritin serum (FS) => Mahal & tidak semua Lab


menyediakan
• Serum Iron: Kadar besi dalam serum

• Saturasi transferin ( ST ):
Besi yang tersedia dalam sirkulasi untuk
keperluan eritropoiesis ( SI x 100%/TIBC)

• Feritin Serum ( FS ):
Jumlah total cadangan besi tubuh
Anemia Renal

Status besi cukup Anemia def. besi


•SI >60 mcg/dL
•ST  20%
• SF  100 ng/mL
A. def. besi fungsional A. def. besi absolut

•SI <60 mcg/dl •SI <60 mcg/dL)


•ST < 20% •ST < 20%
• FS  100 ng/mL • FS < 100 ng/mL
Terapi Anemia Defisiensi Besi
Sediaan Besi

Oral Parenteral

Dosis minimal 200 mg Iron Succrose, iron dextran


Besi elemental/hari 2-3 x/hr Sediaan Ampul 5 ml, 100 mg

Sediaan
- Generic ferrous sulphate (325 mg) besi elemental 65 mg
- Iron palysaccharide, besi elemental 50-300 mg
- Ferrous gluconate, besi elemetal 35 mg
- Ferrous fumarate, besi elemental 108 mg
 3 bulan tdk dpt dipertehankan ST ≥ 20% dan/atau FS ≥ 100
dianjurkan pemberian besi parenteral
Terapi Besi Parenteral

Terapi Besi Fase Koreksi


 Untuk koreksi anemia defisiensi besi absolut, sampai status
besi cukup ST > 20% dan FS mencapai > 100 ng/ml
(PGK non HD/PGK PD) > 200 ng/ml (PGK HD)

 Dosis Uji Coba (Test Dose)  menilai adanya


hipersensitivitas
 cara; Iron sucrose atau iron dextran 25 mg dilarutkan
dalam 25 ml NaCl 0,9% drip IV selama 15 menit,
amati tanda hipersensitivitas

 Dosis fase koreksi 100 mg 2 x seminggu saat HD, total dosis


1000 mg (10 x pemberian)
Terapi Besi Fase Pemeliharaan
 Menjaga kecukupan kebutuhan besi untuk eritropoesis
selama pemberian terapi ESA

 Target terapi ST 20-50%, FS 100-500 ng/ml (PGK nonD


PGK PD), 200-500 ng/ml (PGK HD)

 Dosis terapi besi disesuaikan dengan kadar ST dan FS

 ST > 50% tunda terapi besi, terapi ESA teeruskan

 ST 20-50% (tabel 3), ST < 20% (tabel 4)

 Status besi diperiksa setiap 1-3 bulan


Kontra Indikasi Terapi Besi
 Sirosis hepatis child c
 Hepatitis akut
 Iron overload ST > 50%

Cara Pemberian Terapi Besi Parenteral

 1 ampul dalam 100 ml NaCl 0,9% drip 15-30 menit


 Pemberian pertama kali  test dose 25 mg (25 ml) drip
dalam 15 menit
 Bila tidak ada reaksi hipersensitivitas  lanjutkan
Transfusi Darah
Transfusi Darah

 Risiko: Infeksi hepatitis B, C, Malaria, HIV, Ferritin


Overload ( > 500 ng/ml ), fluid overload, reaksi
transfusi.
 Indikasi transfusi :
* Hb < 7 , tidak mungkin terapi EPO
* Hb < 8 , dengan gejala hemodinamik
* Perdarahan akut dg gejala hemodinamik
* Def. besi yg akan diberi EPO
 Target : 7 – 9 g/dL
Kesimpulan
1. Anemia pada PGK disebabkan oleh banyak faktor,
akan tetapi defisiensi eritropoietin penyebab utama

2. Penyebab non-renal harus dicari / diatasi

3. Terapi ESA sudah tersedia saat ini untuk pasien


ASKES ( DPHOT 2010 )

4. Transfusi darah hanya pada keadaan khusus

5. Koreksi anemia terbukti memperbaiki kualitas


hidup, morbiditas dan mortalitas
Terima kasih