Anda di halaman 1dari 26

KALKULASI BIAYA

BERDASAR AKTIVITAS
(ACTIVITY BASED COSTING)
KELOMPOK 3

 CHRISTIN EVA LUCIANA (17530039)


 KOMARIAH (17530062)
 SRI YUNINGSIH (17530014)
 GUGUM ZULKARNAIN (17530040)
 HERU KRISTANTO (17530086)
 MULYANI (17530056)
 NUR ASIH (17530075)
 ANDI MAULANA (17530061)
Dalam menghadapi kenaikan biaya, penurunan laba, dan persaingan yang makin tajam
manajemen mencari jalan untuk meningkatkan kegiatan operasi dan mengumpulkan data
yang akurat untuk pengambilan keputusan. Hasilnya lahir teknik manajemen baru di
antaranya adalah Activity Based Costing (ABC) dan Total Quality Management (TQM).

ABC menyajikan pembebanan biaya overhead ke objek biaya berdasarkan aktivitas,


dimana pembebanan biaya overhead didasar pada direct labour hours, atau direct labour
costs, atau machine hours, atau material costs, atau output.

Biaya overhead diklasifikasikan menjadi dua yaitu biaya overhead department produksi
dan biaya overhead department pembantu produksi (service department). Perkembangan
terbaru adalah pembebanan biaya overhead berdasarkan ABC.
Empat langkah pembebanan biaya overhead ke objek biaya yaitu :
1. Analisis proses nilai
2. Mengidentifikasi pusat aktivitas
3. Pelacakan biaya ke pusat aktivitas
4. Menyeleksi penggerak-penggerak biaya

Kalkulasi biaya merupakan cara perhitungan biaya baik biaya produksi maupun biaya produk. Biaya
produksi ialah biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik,
sedangkan biaya produk ialah seluruh biaya untuk menghasilkan produk yang siap dijual, unsur-
unsurnya adalah biaya pra produksi, biaya produksi dan biaya post produksi yang terdiri dari biaya
pemasaran dan biaya administrasi. Kegunaan kalkulasi biaya berdasar aktivitas pada umumnya ialah
untuk perusahaan yang memiliki beberapa jenis produk.

Jadi, kalkulasi biaya berdasar aktivitas adalah perhitungan biaya produk didasarkan aktivitas nyata
pengorbanan input untuk memperoleh output.

Hakikatnya biaya produk per unit adalah = biaya produk : unit produk yang siap dijual
KALKULASI BIAYA OVERHEAD PABRIK BERDASAR
AKTIVITAS

Berdasar kategori aktivitas suatu perusahaan aktivitasnya dapat dirinci


sebagai berikut:
1. Tingkat unit, pengujian dan pemeriksaan produk
2. Tingkat batch, pembelian bahan, penerimaan bahan, penyiapan
batch
3. Tingkat produk, riset pasar, perancangan dan pengembangan
produk, proses produksi, pemasaran dan layanan purna jual
4. Tingkat fasilitas, penyediaan fasilitas atau peralatan produksi dan
penyediaan ruangan.
ILUSTRASI KALKULASI BIAYA BERDASAR AKTIVITAS

Suatu perusahaan memproduksi dua jenis produk A dan B. biaya bahan untuk A dan B masing-masing
Rp600 dan Rp150. Biaya upah langsung untuk A dan B masing-masing Rp200 dan Rp50. Unit
diproduksi A=200 unit dan B=100 unit. Aktivitas overhead pabrik actual yang berhubungan dengan
kedua jenis produk disajikan dalam Tabel 4.1:

Tabel 4.1 Tabel 4.2


Aktivitas Overhead Pabrik Biaya Overhead Pabrik yang Dianggarkan

Keterangan A B Keterangan Biaya (Rp) Aktivitas (Jam)


Pemeliharaan mesin dan peralatan 200 jam 100 jam Pemeliharaan mesin dan peralatan 250 500
Penanganan bahan 30 jam 20 jam Penanganan bahan 300 60
Persiapan batch 10 jam 5 jam Persiapan batch 450 15
Tabel 4.3
Kalkulasi Biaya Berdasar Aktivitas (Acivity Based Costing)

Keterangan Produk A (Rp) Produk B (Rp)


Biaya bahan langsung 600 150
Biaya tenaga kerja langsung 200 50
Biaya overhead pabrik:
Biaya pemeliharaan mesin 100 50
Biaya penanganan bahan 150 100
Biaya persiapan batch 300 150
Total 1350 500
Unit yang diproduksi 200 unit 100 unit
Biaya per unit (Rp) 6,75 5
ILUSTRASI KALKULASI BIAYA
TRADISIONAL DAN ABC

Perbedaan antara model tradisional dengan model ABC ialah


dari teknik penyajian dimana model tradisional didasarkan pada
jam mesin, sedangkan model ABC didasarkan pada aktivitas.
Teknik kedua model tersebut disajikan dalam tabel 4.5 dan tabel
4.6 dengan data akuntansi yang disajikan dalam tabel 4.4.
Keterangan tabel 4.5 :
1. Total biaya overhead Rp. 1.000.000. Tarif BOP = (Rp. 1.000.000/5.000 jam mesin) = Rp. 200.
2. BOP dibebankan: A = 4.000 x Rp. 200 = Rp. 800.000; B = 1.000 x Rp. 200 = Rp. 200.000
Keterangan tabel 4.6 :
Tarif biaya overhead pabrik berdasar aktivitas :
1. Pemeliharaan: Rp. 250.000/5.000 = Rp. 50/jam mesin
2. Penanganan Bahan: Rp. 300.000/600 = Rp. 500/jam penanganan bahan
3. Persiapan Mesin: Rp. 450.000/150 = Rp. 3.000/jam persiapan mesin
KALKULASI BIAYA BERDASARKAN
JUST IN TIME (JIT)

Kalkulasi biaya tepat waktu (just in time) ialah pengorbanan sumber daya untuk
mencipta output yang hanya diminta pelanggan yang didasarkan pada
penghematan biaya persediaan, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik
lainnya yang bertujuan untuk menghilangkan pemborosan dalam memproduksi
suatu produk. Sistem JIT hakikatnya adalah pengendalian mutu total (Total Quality
Control), dimana pekerja bertanggung jawab mulai proses awal sampai produk
jadi yang berkualitas tanpa cacat. Kalkulasi biaya model JIT merupakan teknik
termudah dalam perhitungannya karen biaya overhead pabrik sudah
dikelompokkan pada tiap-tiap sel manufaktur. Pada umumnya model JIT
digunakan pada perusahaan-perusahaan Jepang.
ILUSTRASI KALKULASI BIAYA TRADISIONAL, ABC, DAN
JIT
Tabel 4.10
Data Akuntansi

Keterangan Produk A Produk B Total


Unit yang diproduksi 200 unit 100 unit 300000
Bahan langsung 600.000 150.000 750.000
Upah langsung 200.000 50.000 250.000
Total Biaya Utama (Rp) 800.000 200.000 1.000.000
Biaya Overhead pabrik: Aktivitas Aktivitas Total (Rp)
Biaya pemeliharaan mesin 4000 jam 1000 jam 250.000
Biaya penanganan bahan 400 jam 200 jam 300.000
Biaya persiapan mesin 100 jam 50 jam 450.000
Total 1.000.000

Keterangan tentang pembebanan biaya overhead pabrik ke proses produksi :


1. Model Traditional Costing, didasarkan pada jam mesin.
2. Model Activity Based Costing (ABC), didasarkan pada aktivitas.
3. Model Just In Time (JIT), didasarkan pada jumlah biaya sel.
Tabel 4.11
Kalkulasi Biaya Tradisional

Keterangan Produk A Produk B


Biaya bahan langsung (Rp) 600.000 150.000
Biaya tenaga kerja langsung (Rp) 200.000 50.000
Biaya Overhead pabrik: 800.000 200.000
Total (Rp) 1.600.000 400.000
Unit yang diproduksi 200 unit 100 unit
Biaya per unit (Rp) 8.000 4.000
Keterangan tabel 4.11 :
1. Total biaya overhead Rp. 1.000.000. Tarif BOP = (Rp. 1.000.000/5.000 jam mesin) = Rp. 200.
2. BOP dibebankan: A = 4.000 x Rp. 200 = Rp. 800.000; B = 1.000 x Rp. 200 = Rp. 200.000
Tabel 4.12
Kalkulasi Biaya Berdasar Aktivitas (Activity Based Costing)

Keterangan Produk A (Rp) Produk B (Rp)


Bahan langsung 600.000 150.000
Upah langsung 200.000 50.000
Biaya overhead pabrik:
Biaya pemeliharaan mesin 200.000 50.000
Biaya penanganan bahan 200.000 100.000
Biaya persiapan mesin 300.000 150.000
Total 1.500.000 500.000
Unit yang diproduksi 200 unit 100 unit
Biaya per unit (Rp) 7.500 5.000
Keterangan tabel 4.12 :
Tarif biaya overhead pabrik berdasar aktivitas :
1. Pemeliharaan: Rp. 250.000/5.000 = Rp. 50/jam mesin
2. Penanganan Bahan: Rp. 300.000/600 = Rp. 500/jam penanganan bahan
3. Persiapan Mesin: Rp. 450.000/150 = Rp. 3.000/jam persiapan mesin
Tabel 4.13
Kalkulasi Biaya Berdasar Just In Time (JIT) atau Tepat Waktu

Keterangan Produk A (Rp) Produk B (Rp)


Biaya bahan langsung 600.000 150.000
Biaya tenaga kerja langsung 200.000 50.000
Biaya Overhead pabrik: 600.000 400.000
Total (Rp) 1.400.000 600.000
Unit yang diproduksi 200 unit 100 unit
Biaya per unit (Rp) 7.000 6.000

Keterangan tabel 4.13 :


1. Total biaya overhead Rp. 1.000.000. Tarif BOP = Rp. 1.000.000/300 jam mesin = Rp. 3.333,3334
2. BOP dibebankan: A = 200 x Rp. 3.333,3334 = Rp. 600.000 (pembulatan); B = 100 x Rp. 3.333,334 = Rp.
400.000 (pembulatan)
ILUSTRASI: KEPUTUSAN MANAJEMEN

Perusahaan A

Penerimaan
Produk Jam Mesin Persiapan Pengemasan
Pesanan
A1 1.000 100 100 800
A2 1.000 50 200 400
Biaya 2.000 75 450 300

Manajemen membutuhkan informasi :


1. Klasifikasi biaya overhead pabrik sebagai tingkat unit, batch, produk, dan fasilitas
2. Kelompok biaya sejenis berdasar aktivitas
3. Tarif biaya overhead berdasar aktivitas
4. Pembebanan biaya ke masing-masing produk
5. Harga pokok produksi per unit masing-masing produk, jika diketahui biaya utama produk A1 sebesar Rp. 4.000 dan A2 sebesar Rp.
5.000
Solusi Perusahaan A

Solusi 1 : Aktivitas
1. Aktivitas tingkat unit adalah permesinan
2. Aktivitas tingkat batch adalah persiapan dan pengemasan
3. Aktivitas tingkat produk adalah penerimaan pesanan
4. Aktivitas tingkat fasilitas adalah tidak ada

Solusi 2 : Kelompok dan Penggerak


1. Kelompok 1 tingkat unit: biaya permesinan Rp. 2.000, penggerak aktivitasnya jam mesin
2. Kelompok 2 tingkat batch: biaya persiapan Rp. 75 dan pengemasan Rp. 300, penggerak aktivitasnya adalah permintaan untuk
persiapan dan pengemasan
3. Kelompok 3 tingkat produk: biaya penerimaan pesanan Rp. 450, penggerak aktivitasnya penerimaan pesanan

Solusi 3 : Tarif Biaya Overhead


Keterangan Perhitungan (Rp)
Kelompok 1 Rp. 2.000/2.000 jam 1,00/jam mesin
Kelompok 2 Rp. 375/150 per persiapan 2,50/per persiapan
Kelompok 3 Rp. 450/300 pesanan 1,50/persiapan
Solusi 4 : Pembebanan Biaya Overhead

Produk A1
Keterangan Perhitungan (Rp)
Kelompok 1 1.000 x Rp. 1,00 1.000
Kelompok 2 100 x Rp. 2,50 250
Kelompok 3 100 x Rp. 1,50 150
Jumlah 1.400

Produk A2
Keterangan Perhitungan (Rp)
Kelompok 1 1.000 x Rp. 1,00 1.000
Kelompok 2 50 x Rp. 2,50 125
Kelompok 3 200 x Rp. 1,50 300
Jumlah 1.425
Solusi 5 : Harga Pokok Produksi

Produk A1

Keterangan (Rp)

Biaya utama 4.000


Biaya overhead pabrik 1.400
Jumlah 5.400
Unit diproduksi 1.000 unit
Biaya per unit (Rp) 5,40

Produk A2

Keterangan (Rp)

Biaya utama 5.000


Biaya overhead pabrik 1.425
Jumlah 6.425
Unit diproduksi 1.000 unit
Biaya per unit (Rp) 6,425
ILUSTRASI PEMBEBANAN BIAYA PESANAN

PT. Swadaya memproduksi tiga macam produk untuk tiga kelompok


pelanggan. Harga jual ketiga produk tersebut kisaran dari Rp 5 s/d Rp 8 per
unit. Total biaya utama untuk melayani pesanan Rp 900.000. aktivitas
pemenuhan pesanan terdiri dari biaya tetap Rp 50 per 200 pesanan dan
biaya variabelnya Rp 0,5 per pesanan. Diprediksi jumlah pelanggan tahun
depan 10.000 pelanggan. Pelanggan pertama, jumlah pesanan 5.000 rata
rata besar pesanan 60 unit. Pelanggan kedua, jumlah pesanan 3.000 rata
rata besar pesanan 100 unit. Pelanggan ketiga, jumlah pesanan 2.000 rata
rata besar pesanan 150 unit.
Solusi Pembebanan Biaya Pesanan
PT. Swadaya
1. Pendapat tentang pembebanan biaya secara tradisional
Jumlah unit yang dipesan adalah
(5.000x60)+(3.000x100)+(2.000x150) = 900.000 unit.
Rata-rata biaya pesanan (Rp 900.000/900.000 unit) = Rp 1/unit.

Oleh sebab itu, model tradisional tidak memberikan informasi akuntansi yang
tepat bagi manajemen untuk mengambil keputusan.
2. Pendapat tentang pembebanan biaya secara ABC
Biaya per pesanan = Rp 900.000/10.000 pesanan = Rp 90/pesanan

Besarnya biaya pesanan per unit masing-masing kategori Pelanggan Pertama Rp 90/60 = Rp
1,50.
Pelanggan Kedua Rp 90/100 = Rp 0,9.
Pelanggan ketiga Rp 90/150 = Rp 0,6.

3. Penghematan biaya menggunakan ABC

Jika rata-rata pesanan semua pelanggan 200 unit maka jumlah pesanaan yang akan
dilayani sebesar {(5.000x60)+(3.000x100)+(2.000x150)}/200 unit = 4.500 pesanan.
Penghematan pesanan = (10.000 – 4.500 = 5.500 pesanan), berarti akan mengurangi
biaya pesanan. Penghematan 5.500 pesanan itu dapat dilayani dalam periode : (5.500/200) = 27
periode, dimana pada awalnya : (10.000/200) = 50 periode.
Jadi, penghematan biaya sebesar (biaya tetap Rp 50x27 = Rp 1.350) + (biaya
variabel Rp 0,5x5.500 = Rp 2.750) = Rp. 4.100
KESIMPULAN
Kalkulasi biaya atau costing merupakan cara perhitungan baik biaya produksi dan
biaya produk yang didasarkan aktivitas nyata pengorbanan input untuk memperoleh
output.

Kalkulasi biaya terdiri dari Kalkulasi biaya berdasar aktivitas (ABC), Kalkulasi biaya
secara tradisional, dan Kalkulasi biaya secara Just in Time.

Penyajian model ABC menggunakan beberapa tarif biaya overhead pabrik,


sedangkan model tradisional menggunakan satu tarif biaya overhead pabrik.

Model Just In Time merupakan cara menghemat dengan memproduksi suatu produk
hanya dalam kuantitas yang diminta pelanggan.
DAFTAR PUSTAKA
Utari Dewi, Ari Purwanti dan Darsono Prawironegoro. 2016.
“Akuntansi Manajemen (Pendekatan Praktis)” Edisi 4. Mitra Wacana
Media. Indonesia.
Thank you 

Anda mungkin juga menyukai