Anda di halaman 1dari 30

“SILENT KILLER”

DHF
dr. Milana Yunus

Supervisor:
dr. Maryana Sp.A, M.Kes
dr. Melina Megawati
dr. Indah Pratiwi Hadju

RSUD DR. HASRI AINUN HABIBIE


PROVINSI GORONTALO
2019
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

PENDAHULUAN
Di Indonesia, jumlah kasus DHF rata-rata 10-25 per 100.000
penduduk, dengan angka kematian <2%

perantara nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.

DHF dan DSS, disebabkan oleh virus dengue, genus


Flavivirus, famili Flaviviridae, mempunyai 4 jenis serotipe
yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

METODE
Design Studi
Case-Report  Death Case

Lokasi Studi
RSUD DR. HASRI AINUN HABIBIE, PROVINSI GORONTALO

Periode Studi
2019
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

KLASIFIKASI
Klasifikasi DBD
• Klasifikasi DBD (setiap derajat sudah ditemukan trombositopenia
dan hematokonsentrasi):
• Derajat 1 : Demam disertai gejala konstitusional yang tidak khas
dan satu-satunya manifestasi perdarahanan ialah rumple leed (+).
• Derajat 2 : Seperti derajat 1, namun disertai perdarahan spontan
di kulit dan atau perdarahan lain.
• Derajat 3 : Didapatkan kegagalan sirkulasi (nadi cepat dan
lambat, tekanan nadi menurun atau hipotensi, sianosis disekitar
mulut, kulit dingin dan lembab).
• Derajat 4 : Syok berat, nadi tidak teraba, tekanan darah tidak
terukur.
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

KLASIFIKASI
Klasifikasi DBD
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

IDENTITAS
• Nama : An. A I
• Usia / tempat tanggal lahir : 3 Tahun 10 bulan / 21-4-2015
• Berat badan : 12 kg
• Alamat : Hutabohu
• Agama : Islam
• Tanggal masuk RS : 21 februari 2019. Jam 15.00
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

ANAMNESIS
Alloanamnesis (Orangtua)
Keluhan Utama:
• Demam
Keluhan Tambahan:
• Muntah
Riwayat penyakit sekarang:
• Ibu pasien mengatakan anaknya demam kurang lebih 3 hari
sebelum masuk Rumah Sakit, demam dirasakan terus menerus,
disertai Muntah isi makanan frekuensi 4x perhari, BAB cair tidak
ada
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

PEMERIKSAAN FISIS
Tanda Vital
• Keadaan umum : Tampak sakit sedang
• Kesadaran : Compos mentis; GCS 15 (E=4;M=6;V=5)

• Tekanan darah : Tidak dilakukan pemeriksaan


• Pulsasi : 125 x/menit (reguler, kuat angkat)
• Laju pernafasan : 22 x/ menit
• Suhu : 39,2 oC
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

PEMERIKSAAN FISIS
Head to Toe
• Kepala : Normocephali, deformitas (-)
• Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
• Thorax dan Paru : Rhonki (-/-) Wheezing (-/-)
• Jantung : Bunyi jantung I dan II normal, murmur (-),
gallop (-)
• Abdomen : Nyeri tekan epigastrium (-), Bising Usus (+)
normal
• Extremitas : Akral Hangat, CRT < 2 detik
• Rumple Lead : Tidak dilakukan
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

DIAGNOSIS
• Febris hari ke 3
• Observasi Vomitus
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

PLANNING
Pemeriksaan Lab
• Darah Rutin

Tatalaksana IGD
• IVFD RL 16 Tetes per menit
• Injeksi Ceftriaxon 600 mg / 12 jam / intravena
• Paracetamol infus 120 mg / 8 jam / intravena
• Injeksi Ondansentron 2 mg/ 12 jam / intravena
Case Report FOLLOW UP RSUD DR. HASRI AINUN
HABIBIE

TANGGAL S Anak masih demam


22/2/2019 O Nadi : 110x/menit
Suhu : 37,8 oC
TD : -
RR : -
Epistaksis : -
Perdarahan gusi : -
Abdomen : Bising usus (+) NTE (-)
Ekstremitas : petekie -
A Febris hari ke 4 ec. Dengue haemorragic fever
P  IVFD RL 16 Tetes per menit
 Injeksi Ceftriaxon 600 mg / 12 jam / intravena
 Paracetamol infus 120 mg / 8 jam / intravena
 Injeksi Ondansentron 2 mg/ 12 jam / intravena
Case Report FOLLOW UP RSUD DR. HASRI AINUN
HABIBIE

PEMERIKSAAN HASIL SATUAN NILAI RUJUKAN

hemoglobin 10,8 gr/dL 10,7-14,7


Leukosit 3440 /microliter 6000-17500
Basofil 0 % 0-1
Eosinofil 0 % 0-3
Netrofil Stab 0 % 2-6

Netrofil segmen 43 % 50-70

limfosit 50 % 20-40
monosit 7 % 2-8
Case Report FOLLOW UP RSUD DR. HASRI AINUN
HABIBIE

PEMERIKSAAN HASIL SATUAN NILAI RUJUKAN

trombosit 93000 /microliter 150000-450000

Eritrosit 4,05 4-6 juta

PCV 32,14 42-52

MCV 79,4 Fentoliter 82-92

MCH 26,7 Picogram 27-31

MCHC 33,7 % 32-36

RDW 16,4 11,5-14,5


Case Report FOLLOW UP RSUD DR. HASRI AINUN
HABIBIE

Demam mulai turun, ada batuk, susah BAB


TANGGAL S
Nadi : 110x/menit
23/2/2019 O
Suhu : 37,1 oC
TD : -
RR : -
Epistaksis : -
Perdarahan gusi : -
Abdomen : Bising usus (+) NTE (-)
Ekstremitas : petekie -

Febris hari ke 5 ec. Dengue haemorragic fever


A
 IVFD RL 16 Tetes per menit
P
 Injeksi Ceftriaxon 600 mg / 12 jam / intravena
 Paracetamol infus 120 mg / 8 jam / intravena
 Injeksi Ondansentron 2 mg/ 12 jam / intravena
 Dulcolax supp
 Puyer batuk ( Ambroxol 7,5 mg + Histapan 15 mg + Cortidex 0,1 mg ) 3 x 1 pulv
 Kontrol Darah Rutin besok tanggal (25/2/2019)
TANGGAL S Sariawan dibagian bibir
24/2/2019 O TTV: tidak dilakukan pemeriksaan
Status lokalis : stomatitis (+)
JAM 10.00
A Febris hari ke 6 ec. Dengue haemorragic fever + stomatitis

P Lapor dr Maryana Sp.A


Nistatin drop 3 x 1 cc

Orangtua mengeluh anaknya nyari perut hilang timbul


Jam 12.30 S
O TTV : tidak dilakukan pemeriksaan
Pemeriksaan fisik abdomen : didapatkan bising usus hiperperistaltik, teraba supel,
defans muscular (-)

A Febris hari ke 6 ec. Dengue haemorragic fever


P Lapor Dr. Maryana Sp.A
Probiokid 2 x 1 sachet
Injeksi Ranitidin 15mg / 12 jam / intravena

Jam 14.40 S AFF Infus karena Phlebitis


RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

Jam 3.30 S Orangtua mengatakan anaknya masih nyeri perut

O TTV : Tidak dilakukan


Pemeriksaan fisik : didapatkan bising usus terdengar
lemah, sedikit menurun, perut teraba supel

A Febris hari ke 6 ec. Dengue haemorragic fever


P Tidak terlapor ke Dr. Maryana Sp,A

Jam 17.10 S Perawat mengatakan pasien kejang


P Extra stesolid supp 10 mg
Jam 17.12 S Tidak didapatkan nadi dan nafas
O Pasang monitor
TD : -
Nadi : -
P  Dilakukan Resusitasi jantung paru dan edukasi pada
keluarga
 Injeksi ephineprin 1/2 ampul /im
Jam 17.40 S Terpasangan IVFD
P Guyur cairan ringer lactat
 Injeksi ephineprin 1/2 ampul / iv
 Dilakukan percobaan intubasi  tidak berhasil (mulut dan
gigi tertutup rapat)
 Dilakukan RJP Sampai jam 18.30 (anak tetap tidak ada
respon)
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

FOLLOW UP
Jam 18.30 S Dilakukan EKG
O EKG ASISTOL
Pupil midiriasis maximal
A Pasien meninggal dunia
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

DISKUSI
• Gejala klinis Virus dengue dapat
bersifat simptomatik dan
asimptomatik. Setelah masa inkubasi
(4-10 hari), akan timbul penyakit
dalam 3 fase
• Fase Febris (Febrile phase)
• Fase Kritis (Critical phase)
• Fase Konvalesens/penyembuhan
(Recovery phase)
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

DISKUSI
• Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) dapat terjadi pada pasien yang baru
terinfeksi pertama kali. Virus dengue akan memicu terjadinya faktor
imunitas untuk menghasilkan sitokin, sehingga dengan terjadinya infeksi
sekunder akan menyebabkan agregasi dari faktor imunitas yang
berlebihan sehingga berdampak pada peningkatan permeabilitas
vaskular
• Gambaran khusus dari DHF adalah terjadinya peningkatan permeabilitas
vaskuar sehingga menyebabkan kebocoran plasma, menurunnya volume
intravascular, dan syok. Kebocoran plasma yang terjadi khususnya pada
pleura, rongga peritoneal dalam periode yang singkat (24-48jam)
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

DISKUSI
• Gambar 2. Patofisiologis DHF
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

DISKUSI
• Nyeri perut pada kasus ini terjadi sebagai tanda kebocoran plasma pada
rongga peritoneal, namun tidak dilakukan pemeriksaan tanda vital
(Tekanan darah)
• Pada kasus ini hanya dilakukan pemeriksaan Hematologi Rutin yang
diperiksa post masuk RS hari ketiga demam, tanpa dilakukan
pemeriksaan uji Serologis (IgM dan IgG), pada penderita yang dicurigai
demam dengue/demam berdarah dengue, pemeriksaan awal sebaiknya
dengan menggunakan antigen NS-1, namun pemeriksaan tersebut
masih belum tersedia di RS Ainun Habibie
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

DISKUSI
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

DISKUSI
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

DISKUSI
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

DISKUSI
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

DISKUSI
RSUD DR. HASRI AINUN
Case Report
HABIBIE

KESIMPULAN

• Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit


yang dijuluki sebagai “Silent Killer” banyak penderita yang
tidak sering tidak terdeteksi sejak dini
• Fokus untuk penatalaksanaan pasien dengan infeksi dengue
adalah mengatasi perdarahan, mencegah atau mengatasi
keadaan yang terjadi pada saat fase krisis