Anda di halaman 1dari 22

KONJUNGTIVITIS BAKTERI

Disusun Oleh:
KIKI MAYA SUCI
17360210

Pembimbing:
dr.Nova Arianti Sp.M

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT MATA


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
2019
PENDAHULUAN

• Konjungtivitis merupakan peradangan pada


konjungtiva (lapisan dalam kelopak mata)
yang disebabkan oleh mikroorganisme (virus,
bakteri, jamur), alergi, iritasi bahan-bahan
kimia.
EPIDEMIOLOGI

 Konjungtivitis dapat terjadi pada berbagai usia tetapi


cenderung paling sering terjadi pada umur 1 - 25
tahun. Anak anak prasekolah dan anak usia sekolah
insidennya paling sering karena kurangnya higiene .

 Sedangkan konjungtivitis bakteri adalah kondisi


umum di semua wilayah di Amerika Serikat.
Berbagai studi menunjukkan bahwa konjungtivitis
bakteri merupakan 25 – 50% dari semua
penyebab konjungtivitis.
ANATOMI KONJUNGTIVA
Konjungtiva terdiri atas 3 bagian yaitu :
1. Konjungtiva palpebralis : melapisi permukaan
posterior palpebra dan melekat erat ke tarsus.
2. Konjungtiva bulbaris : menutupi sebagian
permukaan anterior bola mata
3. Konjungtiva Forniks : tempat peralihan
konjungtiva tarsal dan konjungtiva bulbi.
ETIOLOGI

Infeksi: Bakterial, Virus, Parasit, Jamur.


• .

Non infeksi: Iritasi yang tetap(mata kering),


Alergi
GEJALA

Mata merah
Keluar sekret
Sensasi benda asing, yaitu tergores atau panas
atau seperti berpasir (sandy feeling)
Sensasi penuh di sekitar mata, gatal dan
fotofobia.
Tanda Konjungtivitis

1. Hiperemi
2. Eksudasi
3. Pseudoptosis
4. Kimosis konjungtiva
5. Hipertrofi papiler
6. Hipertrofi folikuler
7. Pseudomembran
8. Granuloma
9. Adenopati Preauricular
KLASIFIKASI
Konjungtivitis bakteri

Konjungtivitis Virus

Konjungtivitis alergi

Konjungtivitis jamur

Konjungtivitis parasit

Konjungtivitis iritasi atau kimia


KONJUNGTIVITIS BAKTERI

Konjungtivitis Bakteri adalah inflamasi


konjungtiva yang disebabkan oleh
ETIOLOGI KONJUNGTIVITIS
BAKTERI
 Konjungtivitis bakteri dapat dibagi menjadi empat bentuk,
yaitu hiperakut, akut, subakut dan kronik:
HIPERAKUT N. gonnorhoeae, Neisseria kochii dan N.
Meningitidis
AKUT  Streptococcus pneumonia dan Haemophilus
aegyptyus.
SUBAKUT H. influenza dan Escherichia coli,

paling sering terjadi pada konjungtivitis sekunder


KRONIK atau pada pasien dengan obstruksi duktus
nasolakrimalis
GEJALA KONJUNGTIVITIS
BAKTERI
MATA MERAH

IRITASI MATA

INJEKSI KONJUNGTIVA BAIK SEGMENTAL ATAUPUN


MENYELURUH

SEKRET PURULEN

EDEMA PALPEBRA

TIDAK TERJADI
PENURUNAN VISUS

REAKSI PUPIL NORMAL

KELOPAK MATA YANG SALING MELEKAT


PADA PAGI HARI SEWAKTU BANGUN TIDUR
PATOFISIOLOGI
• Jaringan pada permukaan mata dikolonisasi oleh flora normal seperti
Streptococci, Staphylococci dan Corynebacterium.
Perubahan pada mekanisme pertahanan tubuh ataupun pada jumlah
koloni flora normal tersebut dapat menyebabkan infeksi klinis.
• Perubahan pada flora normal dapat terjadi karena adanya kontaminasi
eksternal, penyebaran dari organ sekitar ataupun melalui aliran darah.
• Penggunaan antibiotik topikal jangka panjang merupakan salah satu
penyebab perubahan flora normal pada jaringan mata, serta
resistensiterhadap antibiotik .
• Mekanisme pertahanan primer terhadap infeksi adalah lapisan epitel yang
meliputi konjungtiva sedangkan mekanisme pertahanan sekundernya
adalah sistem imun yang berasal dari perdarahan konjungtiva, lisozim dan
imunoglobulin yang terdapat pada lapisan air mata, mekanisme
pembersihan oleh lakrimasi dan berkedip. Adanya gangguan atau
kerusakan pada mekanisme pertahanan ini dapat menyebabkan infeksi
pada konjungtiva.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Pemeriksaan mikroskopik terhadap kerokan


konjungtiva yang dipulas dengan pulasan
Gram atau Giemsa, pemeriksaan ini
mengungkapkan banyak neutrofil
polimorfonuklear.
PENATALAKSANAAN

• Terapi spesifik konjungtivitis bakteri tergantung pada


temuan agen mikrobiologiknya.
• Terapi dapat dimulaidengan antimikroba topikal
spektrum luas.
• Pada setiap konjungtivitis purulen yang dicurigai
disebabkan oleh diplokokus gram-negatif harus
segera dimulai terapi topical dan sistemik .
• Pada konjungtivitis purulen dan mukopurulen, sakus
konjungtivalis harus dibilas dengan laruta saline
untuk menghilangkan sekret konjungtiva.
KOMPLIKASI
BLEFARITIS
MARGINAL KRONIK

PARUT DI
KONJUNGTIVA

TRIKIASIS

Entropion sehingga bulu mata dapat menggesek


kornea dan menyebabkan ulserasi, infeksi dan
parut pada kornea
KOMPLIKASI
EDUKASI
 Selama masih dalam masa pengobatan jangan menggunakan
kontak lens terlebih dahulu.
 Jangan mengucek mata, karena mengucek mata bisa
menyebabkan trauma pada pembuluh darah disekitar mata.
 Tangan harus dalam keadaan bersih apabila akan berkontak
dengan bagian mata. Mencuci tangan sebelum dan sesudah
memberikan pengobatan terhadap mata sangatlah penting
untuk mencegah agar bakteri tidak bertambah banyak.
 Jangan menggunakan lap atau handuk yang sama dengan
penghuni rumah yang lainnya karena konjungtivitis sangat
menular
 Lindungi mata dari sinar matahari, debu dan udara kering.
PROGNOSIS

• Bila segera diatasi konjungtivitis ini tidak akan


membahayakan. Namun jika penyakit pada
radang mata tidak segera ditangani atau diobati
dapat menyebabkan kerusakan pada mata dan
dapat mmenimbulkan komplikasi