Anda di halaman 1dari 41

FISIKA RADIASI

Dr. Suryono, SSi, MSi

Bagian Fisika Medik Fakultas Kedokteran


Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Matematika
Universitas Diponegoro
Nama : Dr. Suryono, SSi, MSi
Alamat : Perum. Tembalang Pesona Asri Kel. Kramas Semarang
Status : Menikah (1 Putri, 1 Putra)
Pendidikan : S1 Fisika UNDIP (1992-1997) (Instrumentasi Fisika)
S2 Fisika ITB (2001-2003) (Instrumentasi Ultrasonik)
S3 Fisika UGM (2007-2011) (Fisika Imejing)

Pekerjaan : Dosen Fisika UNDIP


Dosen S2 Magister Sistem Informasi UNDIP
Dosen S2 Magister Ilmu Fisika UNDIP
Dosen S2 Teknik arsitektur
Dosen S2 Magister Sains Terapan
Dosen Fak. Kedokteran UNDIP

Jabatan : Kaprodi Magister Sistem Informasi


Manager TC Fisika Medik UNDIP

Informasi : Hp. : 085740547123


e-mail : suryonosur@gmail.com
Homepage : http://staff.undip.ac.id/fisika/suryono
Facebook id : Suryono Sur
Sertifikat :

• Uji Kesesuaian Sinar x dan intervensional


• TOT Uji Kesesuaian Sinar x dan
intervensional
• TOT Proteksi Radiasi Medik
• RTI Terster
• IAEA Advance of Physiscs Radiotheraphy
MEDIS RADIOLOGI
• Radioterapi
• Radiodiagnostik
G Y (meter)

E
L
O t (detik)

M T

B
f =frekuensi (Hz)
A 𝑓=
1
T =periode (detik)
𝑇
N c = kecepatan gelombang
𝑐  = panjang gelombang
𝑓=
G 𝜆
Kecepatan Gelombang :
Gelombang Mekanik

𝛾. 𝑅. 𝑇 = 3,4 .102 m/det


𝑐=
𝑚

 = rasio panas spesifik


R = konstanta gas universal (8,31. 103 J/Kg-mole K),
T = temperature
m= adalah massa partikel medium yang dilalui.

Gelombang Elektromagnetik

C = 3. 108 m/det
Energi Gelombang :
Energi Gelombang Mekanik/Akustik :
𝐸 = 2𝜋 2 𝑚𝑓 2 𝐴2

m = massa partikel medium yang dilalui.


A = amplitudo gelombang
f = frekuensi gelombang

Energi Gelombang Elektromagnetik :


𝐸 = ℎ𝜐
h = konstanta planck (6,2 . 10 32 Js-1 )
 = frekuensi gelombang
Spektrum Radiasi
Contoh-contoh sumber radiasi
Sumber Radiasi Contoh sumber pembangkit
Infrasonik gempa bumi, ombak laut
Audiosonik (AF) Suara manusia, suara mesin, petir, loudspeker,
audiometer.
Ultrasonik Kelelawar, jangkrik tebing, lumba-lumba, kristal
piezoelektrik, SONAR, USG, Echokardiografi,
ESWL(pemecah batu ginjal)
Medan Listrik Frekuensi Rendah SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi),
jantung
Radio (RF) Telepon genggam (HP), pemancar radio, pemancar TV,
Bluetooth, wi-fi, bagian pesawat MRI, RADAR

Mikro (IR) Kompor micro wave, mesin mobil, satelit


Merah Infra (IR) Tumbuh manusia, lampu IR, selimut IR, logam IR,
mesin, kompor
Cahaya Tampak LASER, Benda berwarna, Lampu penerangan, Lambu
Biru, matahari, LED
Ungu Ultra (UV) Lampu UV, cahaya matahari
Sinar-x (Roentgen) Foto Roengent, mamogram, Fluoroskopi, CT-scan (CAT
Scan, MS-CT), Dental Panoramik, LINAC (Linear
Accelerator), Angiografi, tabung TV
Sinar Gamma Kamera gamma, renogram, Pesawat radioterapi
Gamma
Sinar kosmik Matahari dan benda angkasa lainnya
Penggunaan Radiasi di Dunia Medis
Frekuensi

Sinar Kosmik
Sinar Gamma () Kamera gamma, renogram, Gamma radioterapi kanker

Sinar Röngent (X)


Foto roentgent, CT-Scan, Mamografi, Fluoroskopi, Linac
(Terapi Kanker)
Ultraviolet (ungu ultra) UV : Sterilisasi (Ruangan, Alkes, Luka)
Cahaya Tampak
Laser : Operasi, deformasi
(Laser, Sinar biru)
Sinar biru : Terapi ikterik (Hiperbilirubin = Bayi kuning)

Infra-red (merah infra) Hipotermia, Bayi prematur, Masase, Termografi


Gel. Mikro

Radar, Radio, TV MRI (Gelombang Radio + Medan Magnet)

Ultrasonik USG, Doppler Vasculer, Echokardiografi, Doppler


Feralphone, ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy),
Audiosonik Diatermi

Infrasonik
DOSIS RADIASI
Dosis radiasi adalah besarnya energi radiasi
yang mengenai organ.

A. Dosis Eksposi
Besar energi yang dikeluarkan oleh
pesawat radiasi yang dapat melakukan
ionisasi pada suhu dan tekanan
standar

B. Dosis Absorbsi
Besar energi yang diserap organ saat
terkena radiasi
C. Dosis Ekuivalen
Besarnya nergi yang digunakan untuk
membandingkan berbagai energi radiasi
yang mengenai organ

D. Dosis Efektif
Besar energi yang digunakan untuk
memenggambarkan seberapa resiko
sumber radiasi terhadap organ

E. Dosis Kolektif
Besar energi radiasi yang tersimpan dari
waktu ke waktu.
EFEK-EFEK RADIASI PENGION

Sumber radiasi pengion banyak digunakan di


dunia medis untuk diagnosa maupun terapi.
Sumber radiasi tersebut berasal dari gelombang
sinar-x (Sinar Roentgen) dan Sinar-

Sinar-x dibangkitkan oleh tabung sinar katoda


Sinar-  dibangkitkan oleh bahan radioaktif,
misalanya (Co60, I131, Cs137)
Contoh pesawat radiologi Sinar-x
(Roentgen) dan Radioaktif
1. Fotoroentgen, CR(computer radiografi)
2. Mamografi
3. Dental Roentgen, Panoramik Dental
4. Fluoroscopi
5. CT-Scan
6. Angiografi, CT-Angiografi
7. Linac (Linear Acceleator)
8. Dexa(Dual Energy X-ray Absorbsiometry)

9. Radioterapi Gamma (Co60, I131, Cs137)


10. Renogram
11. Kamera Gamma
12. PET/SPECT
Interaksi Radiasi Pengion
Terhadap Sel

J.J. Thomson E. Rutherford


Deferensiasi Tubuh Manusia

Tubuh Organ Sel Molekul Atom

Atom merupakan unsur terkecil menyusun organ tubuh


manusia
Energi Ikat Elektron
Gaya Coulomb :
v 1 𝑒2
𝐹𝑐 =
4𝜋𝜀0 𝑟 2
Fc Fs
- + -
r Gaya Sentripetal :
𝑚𝑣 2
𝐹𝑠 =
𝑟

e = muatan elektron Energi Ikat Elektron:


m = massa elektron
K = energi kinetik 𝐸𝑖 = 𝐾 − 𝑉
V = energi potensial
Interaksi Radiasi Terhadap Atom
Sumber radiasi mengenai organ tubuh yang tersusun
atas atom-atom maka ada 4 kemungkinan yang akan
terjadi yaitu :

1. E<Ei maka struktur atom tetap


E = h
2. E>Ei maka :
a. Efek Foto Listrik
b. Hamburan Compton
c. Produksi pasangan
1. Efek Foto Listrik
Terjadinya eksitasi elektron oleh radiasi gelombang
karena tidak terikat kuat pada atom

Syarat :

E = h E>Ei
E=hf

Ei (Energi ikat elektron)

Penting : jika elektron tidak kembali ke orbital maka


disebut ionisasi
2. Hamburan Compton
Terjadinya eksitasi elektron oleh radiasi gelombang
karena tidak terikat kuat pada atom dan
menghasilkan foton terhambur yang energinya lebih
kecil.

Syarat :
EE=hf
= h
E>Ei
3. Produksi Pasangan (Pair Production)
Terjadinya eksitasi elektron oleh radiasi gelombang
karena tidak terikat kuat pada atom dan menghasilkan
pasangan elektron-positron

Positron (-)

EE=hf
= h Syarat :
E>Ei

Elektron (-)
EFEK RADIASI PADA ORGAN

a. Efek Langsung
Radiasi langsung mengenai
DNA

b. Efek Tak Langsung


Radiasi mengenai molekul
disekitar sel dan efeknya dapat
berinteraksi dengan DNA
EFEK RADIASI LANGSUNG
Radiasi menghasilkan atom atau molekul yang memiliki
elektron tak berpasangan (R , H).

Selanjutnya bereaksi dengan senyawa DNA, lemak atau


protein yang lain (RH)

Selain itu, reaksi juga dapat terjadi pada sesama molekul


radikal dan menghasilan pasangan senyawa radikal
bebas
EFEK RADIASI TAK LANGSUNG

Terjadinya Radiolisis Air :

Reaksi Radikal Bebas :


Jika radiasi mengenai sel maka
terjadi 4 kemungkinan :
1. Radiasi tidak berakibat apapun terhadap sel
2. Radiasi mengakibatan kerusakan sel tetapi sel
mampu memperbaikinya
3. Radiasi mengakibatkan kerusakan sel dan sel
tidak dapat memperbaikinya bahkan
memproduksi menyawa-senyawa radikal yang
lebih membahayakan.
4. Radiasi mengakibatkan kematian sel.
EFEK RADIASI PENGION

EFEK STOKASTIK EFEK DETERMINISTIK


a. Terjadi secara acak a. Terjadi sesaat setelah
b. Tidak ada penyembuhan terkena paparan
spontan b. Dosis melebihi ambang
c. Muncul setelah masa laten c. Memungkinkan terjadi
d. Tidak ada dosis ambang kematian sel
akan tetapi nilai dosis
berpengaruhi
e. Perubahan sifat sel
CONTOH EFEK STOKASTIK
- Terjadinya Kanker  Karsinogenik (pemicu
kanker)

- Efek embriologik
(Kematian janin, pertumbuhan janin
terhambat, lahir cacat, lahir dengan
ketebelakangan mental, mutasi gen)

- Kataraktogenik

- Efek Genetik
CONTOH EFEK
DETERMINISTIK
- Sindroma hemopoetik
- Luka bakar
- Sindroma syaraf pusat
- Sindroma gastrointestinal
- Kemandulan
Efek radiasi pada kulit

Eritema Deskuamasi basah


Prinsip Penggunaan Radiasi

ALARA
(As Low As is Reasonably Achievable)
Aim of radiotherapy
Critical
• To kill ALL viable organs
cancer cells
• To deliver as much
dose as possible to Beam
the target while directions target
minimising the dose
to surrounding
healthy tissues

Patient
Radiotherapy treatment
planning

Patient information Treatment unit data

Planning

Treatment plan

Treatment
Aim of Radiotherapy
Not more
Treated volume than a low
OAR specified
dose

CTV As much dose as possible


An adequate dose
GTV

No dose
(if possible)
Jakarta Nov 2007 Tomas Kron
What Can Go Wrong?
• Exeter Hospital, UK, 1988
• Incorrect calibration -207 patients with
a 25% overdose
• North Staffordshire, UK,1982-1991
• Incorrect use of treatment planning
computer - 989 patients
• Zaragoza, Spain, 1990
• Faulty linac repair - 27 patients with doserates of 3
to 7 times
• Panama, 2000
• Incorrect use of treatment planning computer - 28
patients
Jakarta Nov 2007 Tomas Kron
Patient data requirements for
treatment planning
• Target location
• Target volume and shape
• Secondary targets - potential tumor
spread
• Location of critical structures
• Volume and shape of critical structures

… all this in relation to a set-up mark


Proteksi Radiasi
Disis Radiasi dapat dihindari dengan 3 cara :
1. Waktu  Lebih singkat lebih kecil
2. Jarak  Lebih juah lebih kecil
3. Penahan  lebih tebah lebih baik
Dosis sebagai Faktor Waktu
Aturan Perundang undangan
1. No. 10 Th. 1997
Tentang ketenaganukliran
2. No. 26 Th. 2002
Tentang Keselamatan Pengankutan
Zat Radioaktif
3. No. 27 Th. 2002
Tentang Pengelolaan limbah Radioaktif
4. No.33 Th. 2007
Tentang Keselamatan radiasi pengion
5. No. 27 Th. 2009
Tentang Tarif PNBP pajak pemilik
sumber radiasi