Anda di halaman 1dari 17

Fandi Harmiki

1941012003
Kasus Diare
KASUS

 Keluhan Utama : Sudah lewat beberapa hari saya mengalami muntah, tidak
bisa makan dan minum tanpa disertai muntah dan merasa sangat buruk
 HPI (History of Present Illness) Riwayat Penyakit : Paul Stanley pria berumur
60 tahun yg menemui dokter keluarganya di Klinik Pengobatan Keluarga
dengan gejala mual, muntah, keram, dan diare. Ia masih sehat sampai dua
hari yang lalu, mulai mengalami mual berat dam terjadi sekitar 6 jam setelah
makan makan makanan cina secara prasmanan. Ia telah memkan berbagai
jenis makanan cina tradisional, tetapi tidaj bernah minum minuman
beralkohol atau susu. Ia memnum dua sendok makan Maalox Plus pada saat
itu. Tetap mual, dan sesudah itu beberapa kali muntah kadang kadang hilang.
Saat sore hari ia masih merasa sakit dan meminum 2 tablet obat bebas
Prilosec untuk meredakan sakit perutnya.
KASUS

 HPI (Lanjutan) mulai merasa sakit dan panas, suhunya pada saat itu 38.2 C.
Dia terus merasa mual dan muntah, dan demam ringan. Ia tidak bisa
memakan makanan padat atau meminum cairan. Sejak kemarin, 6-8 kali tinja
berbentuk cair dengan nyeri keram perut. Tidak terdapat darah atau mucus
pada buang air besar. Istrrinya membawa nya ke klinik karena ia merasa
lemah dan pusing ketika akan berdiri. Ia tidak pernah meminum antibiotik,
pencahar, atau cafffein yang berlebih.
 PMH (Past medical History) Riwayat Kesehatan
 Hipertensi X 6 tahun
 Hiperlipidemia x 3 tahun
 GERD
 Tukak Lambung (positif Helicobacter pyloru) pada 2004
KASUS

 FH (Family History) Riwayat Keluarga : Tidak ada


 SH (Sosial History) Riwayat Sosial : Pada saat ini tidak merokok (Riwayat 50
bungkus rokok pertahun, berhenti 5 tahun lalu) meminum wine atau minuman
campurannya, biasanya tidak lebih dari 1 gelas per minggu, meminum 2
cangkir kopi berkafein setiap hari. Ia bekerja sebagai supir untuk perusahaan
bus local. Menikah Selama 2o tahun.
 ROS (Review of Systems) : Kepala pusing terasa ringan,tidak sakit kepala,
sakit tenggorokan, nyeri telinga, keluarnya cairan dari hidung. Tidak terdapat
batuk dan kongesti. Sering mual. Sering tinja lunak dan beruhubungan dengan
keram. Penurunan buang ari kecil, tidak terasa sakit ketika buang air kecil.
Mengeluh Lelah, merasa jantungnya seperti berdetak.
KASUS

 Meds (Medication History) Riwayat Pengobatan :


 HCTZ 25 mg sehari x 6 tahun
 Atorvastatin 10 mg pada waktu akan tidur x 3 tahun
 Omeprazole 20 mg perhari
 One A- Day Men’s Formula (Multivitamin) 1 per hari
 Policosanol 20 mg per hari (untuk hyperlipidemia)
 Co-Q10 ( coenzyme Q10) 100 mg BID ( untuk HTN) x 2 minggu

 Allergi
 Morfin----> gatal, ruam pada kaki 10 tahun yang lalu
 Pollen----> bersin, iritasi mata
KASUS
Pemeriksaan Fisik
 Gen (general appearance) penampilan umum
 Orang Kulit puith, terlihat sakit, stress sedang
 VS (Vital Sign) Tanda Vital
 TD 135/92, P 80 (terlentang), TD 110/70. P 100 ( berdiri), LP 16, Suhu 38 C, Berat
95 kg, Tinggi 5’9”
 Skin (Kulit)
 Sedikit panas saat disentuh, elastisitas kulit baik,
 HEENT ( Head, eyes, ears, nose, throat)
 Mebran mucus kering, non-eritematous Timfani membrane, PERLAA (pupil normal),
arteriovenous nicking, sedikit eritema pada tenggorokan
KASUS
Pemeriksaan Fisik
 Leher/Nodus Limfa
 Tanpa masa, limfadenofati, atu tiromegaly
 Dada
 Bersih dari A & P
 Kardiovaskuler
 RRR (regular rate and rythme tanpa MRG (murmur/gallop
 Abdominal
 Perut lunak, tidak terjadi rebound, tanpa organomegali., tidak menggelembung,
suara perut hiperaktif
 Genitalia/Rectal
 Heme (-) pada tinja , tidak ada darah gross, hemorid internal kecil
KASUS
Pemeriksaan Fisik
 Mucosceletal and Extremities
 Kekuatan otot kuat, tidak ada CCE (Clubbing, Cyanonis Edema)
 Neurologic
 A & O x 3; CN II –XII, normal reflex, sensori dan fungsi motoric normal
KASUS

 Labs
Na 138 mEq/L Hgb 12,5 g/dL AST 35 IU/L
K 3.5 mEq/L Hct 35% ALT 30 IU/L
Cl 100 mEq/L Plt 350 x 103/mm3 Total chol 185 mg/dL
CO2 25 mEq/L WBC 12.0 x 103/mm3
BUN 20 mg/dL 50% PMNs
SCr 1.1 mg/dL 48% Lymphs
Glu 100 mg/dL 2% Monos
 Urinalisis
 Bening, kuning gelap, SG (spesifik gravity 1.033, pH 6.0, protein (-), glukosa (-), aseton
(-), bilirubin (-), mikroskopik, 0-2 WBC/hpf, 0-2 RBC/hpf, beberapa hyaline cast
KASUS

 Penilaian
 Kemungkinan gastroenteritis, R/O ifeksi akut diare
 Hipertensi
 Hiperlipidime
 GERD
Riwayat H. pylori (+) tukak lambung
Penyebab Umum Diare Akut

 Kebanyakan kasus disebabkan oleh infeksi dari virus bakteri, protozoa,


penyebab oleh virus sering brhbungan dengan gastroenteritis akut, bakteri
bertanggung jawan pada kebanyakan kasus diare akut, biasanya melalui air
dan makanan yang tekontaminasi
 Penyebab bakteri penyebab diare akut umumnya adalah, Shigella,
Salmonella, Campylobactr, Stapylococcus, dan Escheria coli.
 Penyebeb virus umumnya berkaitan dengan infeksi kelompok virus Norwak
dan rotavirus
 Efek Samping Obat-Obatan
 Mengkonsumsi terlalu banyak minuman soda, minuman beralkohol, atau
minuman mengandung kafein
 Keracunan
Tujuan Utama Pengobatan Diare Akut

 Mengatur Pola Makan


 Mencegah terjadinya gangguan keseimbangan air, elektrolit dan asam basa
 Meredakan gejala diare
 Mengobati penyakit yang bisa disembuhkan
 Menggelola penyakit sekunder penyabab diare
Terapi non Farmakologi Diare Akut

 Mengatur pola makan merupakan prioritas utama pengobatan diare,


menghentikan makan makanan padat, selama 24 jam, sangat berguna jika
diare tersebut adalah diare osmotic, jika diare tejadi karena kelenjar
hormone, daire akan tetap. Untuk pasien yang mengalami mual dan muntah,
diet serat dilakukan selama 24 jam. Jika mual tetap terjadi dan tidak dapat
dikontrol dengan antiemetic, jangan diberikan lewat mulut melainkan
parenteral. Jika pergerakan usus berkurang, diet campuran harus dimulai.
 Makan teta harus diberikan pada anak-anak dengan diare bakteri akut.
Memberikan makanan pada anak dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas.
Terapi non Farmakologi Diare Akut

 Rehidrasi dan pemeliharaan air dan elektrolit adalah tujuan pengobatan


utama sampai diare mereda.
 Mengatur komposisi air dan elektrolit diberikan untuk menggantikan yang
hilang.
 Jika pasien mual dan muntah parah, dan tak bisa diberikan secara oral air
dan elektrolit dapat diberikan secara parenteral.
Terapi Farmakologi Diare Akut
Terapi Farmakologi Diare Akut

 Cara pengobatan diare akut dilihat apakah ia memiliki gejala demam atau
gejala dan tanda sistemik
 Jika memiliki gejala sistemik (seperti demam, anoreksia, berkurangnya
volume cairan tubuh) cek apakah terjadi infeksi atau tidak dengan melihat,
data sel darah merah, sel darah putih, kultur mikroba
 Jika positif infeksi gunakan antibiotic/antihelmentik yang tepat untuk
menghilangakan infeksi
 Jika negative infeksi gunakan obat diare simptomatik
 Jika pada pemeriksaan tidak ada demam atau gejala sistemik gunakan terapi
simtomatik, yang didasarkan pada volume cairan yang hilang,berikan
cairan/elektrolit secara oral/parenteral, berikan agen anti diare (seperti
antimotilitas, adsorbent, antisecret, ocreotida
Terapi Farmakologi Diare Akut