Anda di halaman 1dari 28

Income Statement:

Revenue and Espenses

Kelompok 4:
Arma Yuntafia A 023001808024
Ria Dwi Astuti 023001808027
Tiwi Primasari 023001808028
Daniel Jonathan P 023001808029
Hasna Haningtyas R 023001808031
Income Statement:
Revenue and Expenses
Revenue and Revenue Revenue
Gain Defined Recognition Measurement

Expenses and Expense Expense


Losses Defined Recognition Measurement

Challenges for
Issues for
Accounting
Auditors
Standard Setter
Pendapatan

Pendapatan adalah peningkatan


manfaat ekonomi selama periode
akuntansi dalam bentuk arus masuk
atau peningkatan aset atau
penurunan kewajiban yang
mengakibatkan peningkatan ekuitas,
selain yang berhubungan dengan
kontribusi dari pemilik modal.
Definisi Pendapatan

IAS 18/ AASB 118 IASB FASB


Pendapatan adalah arus Pendapatan adalah Pendapatan adalah arus
masuk bruto dari manfaat meningkatnya manfaat masuk atau tambahan
ekonomi yang timbul dari ekonomi Selama periode lain dari aset entitas atau
aktivitas normal akuntansi dalam bentuk pelunasan dari
perusahaan selama satu arus masuk atau kewajibannya (atau
periode bila arus masuk peningkatan dari asset kombinasi keduanya)
itu mengakibatkan atau pengurangan dari selama periode dari
kenaikan ekuitas yang kewajiban yang penyerahan atau produksi
tidak berasal dari mengakibatkan kenaikan barang, memberikan jasa,
kontribusi penanaman ekuitas yang tidak berasal atau kegiatan lainnya yang
modal. dari kontribusi dilakukan oleh operasi/
penanaman modal. aktivitas pusat atau utama
yang sedang berlangsung
dari entitas.
Karakteristik Pendapatan
Adanya aliran masuk atau kenaikan aset

Kegiatan yang merepresentasikan operasi atau aktivitas utama yang


berkelanjutan

Diperoleh dari pelunasan, penurunan atau pengurangan kewajiban

Dihasilkan suatu entitas bisnis

Hasil penjualan produk perusahaan atau pertukaran produk

Memiliki beberapa bentuk (sales, fees, interests, dividends, royalties, and rents).

Mengakibatkan kenaikan ekuitas


Pandangan Perilaku terhadap Pendapatan
Menurut Paton dan Littleton:
• Pendapatan menunjukkan “prestasi atau pencapaian” dari Perusahaan
• Beban adalah “usaha” dari perusahaan
• Pendapatan – beban = laba yaitu “pencapaian bersih” dari perusahaan

Menurut Bedford:
• Laba didefinisikan dalam hal operasi tertentu yang dilakukan oleh
entitas, bukan hanya merupakan hasil dari penerapan metode akuntansi.
• Laba muncul hanya pada aktifitas yang dirancang oleh operasi bisnis.
Proses Pendapatan

Earning Process Realization Process

Konsep terjadinya
pendapatan yang Proses realisasi
berdasarkan asumsi pendapatan adalah proses
bahwa semua kegiatan pendapatan yang
operasi yang diperlukan terhimpun atau terbentuk
dalam rangka mencapai sesudah produk seslesai
hasil memberikan dikerjakan dan terjual atas
kontribusi terhadap hasil kontrak penjualan.
akhir pendapatan
Pengakuan Pendapatan - Menurut SAP
Paragraf 19 PSAP 12 Pendapatan LO menyatakan bahwa, Pendapatan LO diakui pada saat:

Timbulnya hak atas pendapatan Pendapatan direalisasi


• Entitas telah memiliki hak atas suatu • Entitas menerima aliran sumber daya ekonomi,
pendapatan namun wajib bayar belum yang dapat berupa kas maupun berupa non kas
melakukan pembayaran (accrued) atau dapat tanpa didahului adanya penagihan.
juga berarti bahwa entitas telah menerima • Aliran sumber daya ekonomi ke entitas yang
pembayaran namun belum memiliki hak untuk diakui sebagai pendapatan adalah aliran
mengakui pendapatan tersebut sehingga sumber daya ekonomi yang meningkatkan nilai
pengakuannya ditangguhkan (deffered). ekuitas.
• Hak atas pendapatan yang timbul dan belum
diterima aliran kasnya tersebut dicatat sebagai
piutang (receivable), sementara pendapatan
yang telah diterima aliran kasnya namun belum
menjadi haknya entitas, ditangguhkan
pengakuannya dan diakui sebagai pendapatan
yang ditangguhkan (defferal).
Pengakuan Pendapatan – Menurut PSAK 23
Penjualan Barang
(Paragraf 14)

Entitas tidak lagi


melanjutkan
Entitas telah pengelolaan yang Biaya yg terjadi
Kemungkinan
memindahkan biasanya terkait atau akan terjadi
besar manfaat
resiko dan dengan Jumlah sehubungan
ekonomik yang
manfaat kepemilikan atas pendapatan dengan transaksi
terkait dengan
kepemilikan barang ataupun dapat diukur penjualan
transaksi tersebut
barang secara melakukan secara handal; tersebut dapat
akan mengalir ke
signifikan kpd pengendalian diukur dengan
entitas; dan
pembeli; efektif atas andal”.
barang yang
dijual;
Pengakuan Pendapatan – Menurut PSAK 23

Penjualan Jasa
(Paragraf 20)

Kemungkinan
Tingkat Biaya yang timbul
besar manfaat
penyelesaian dari untuk transaksi
Jumlah ekonomik
suatu transaksi dan biaya untuk
pendapatan dapat sehubungan
pada akhir periode menyelesaikan
diukur dengan dengan transaksi
pelaporan dapat transaksi tersebut
andal; tersebut akan
diukur dengan dapat diukur
mengalir ke
andal; dan dengan andal”.
entitas;
Pengakuan Pendapatan – Menurut PSAK 23
Bunga, Royalti dan Dividen

Paragraf 29 “Pendapatan • Kemungkinan besar manfaat ekonomik


yang timbul dari sehubungan dg transaksi tsb akan mengalir ke
penggunaan aset entitas entitas;
oleh pihak lain yang
menghasilkan bunga,
royalti dan dividen diakui • Jumlah pendapatan dapat diukur dengan
jika: andal”.

• Bunga diakui menggunakan metode suku bunga


Dalam paragraf 30 efektif
dinyatakan bahwa
• Royalti diakui dengan dasar akrual sesuai
“Pendapatan diakui
dengan substansi perjanjian yang relevan; dan
dengan dasar sebagai
berikut: • Dividen diakui jika hak pemegang saham untuk
menerima pembayaran ditetapkan”.
Pengukuran Pendapatan
Ada dua hal yang perlu diperhatikan ketika suatu pendapatan diakui,

dengan penetapan
dengan satuan atau waktu bahwa pendapatan
tersebut dapat dilaporkan
ukuran moneter
sebagai pendapatan
Menurut PSAK 23

“Pendapatan harus diukur dengan nilai wajar


imbalan yang dapat diterima, jumlah
pendapatan yang timbul dari suatu transaksi
biasanya ditentukan oleh persetujuan antra
perusahaan pembeli atau pemakai perusahaan
tersebut. Jumlah tersebut, dapat diukur denga
nilai wajar imbalan yang diterima atau yang
dapat diterima perusahaan dikurangi jumlah
diskon dagang dan rabat volume yang
diperbolehkan perusahaan”.
Pendapatan Dapat Diukur Dengan Nilai Tukar,
2 hal yang harus diperhatikan yaitu;

Potongan pembayaran dan pengurangan lain dari harga


seperti rugi, piutang ragu-ragu, perlu disesuaikan untuk menghitung
net cash yang sebenarnya.

Untuk transaksi bukan dengan kas, apabila nilai dari barang yang diserahkan
dianggap sama dengan nilai pasar wajar dari barang yang akan diterima
maka nilai tukarnya adalah nilai buku barang yang akan diterima lebih atau
kurang dari nilai buku barang yang akan diserahkan
Selisih dari nilai pasar barang yang diterima dengan nilai buku barang yang
diserahkan merupakan keuntungan.
Pengukuran Pendapatan

Dasar Pengukuran Pendapatan

Harga
Cash Nilai Setara Dibawah Harga Harga
Equivalent Kas Harga Pasar Kesepakatan
Pasar
EXPENSE DEFINED (DEFINISI BIAYA)

Expense (biaya) adalah penurunan economic


benefits berbentuk outflow atau depletion
(penggunaan) dari suatu asset, atau terbentuknya
liabilitas yang mengakibatkan berkurangnya ekuitas
selain dikarenakan adanya distribusi untuk
partisipasi dari banyak pihak di dalam komponen
ekuitas
Kerugian
(loss)

Expenses

Biaya
akibat
kegiatan
normal
entitas
Change in assets and liabilities
Framework menyatakan bahwa terjadinya suatu expense akan
berdampak terhadap penurunan nilai dari suatu aset maupun
peningkatan nilai dari suatu liabilitas

Expenses and ‘costs’


Prinsip yang harus diingat dalam mendefinisikan expense adalah
‘no cost, no expense’. Yakni ketika kita sebagai entitas tidak
mengeluarkan biaya dalam memperoleh suatu manfaat maka
kita tidak perlu mengakui adanya expense dari manfaat yang kita
peroleh tersebut.
EXPENSE RECOGNITION
(PENGAKUAN BIAYA)

Kriteria Pengakuan Biaya


• Adanya probabilitas bahwa akan ada future
economic benefits yang terlibat dalam item tersebut
akan mengalir dari atau kepada entitas bisnis kita.

• Item tersebut harus memiliki cost atau value yang


dapat diukur secara reliable.
Expense Measurement
(Pengukuran Beban)
Pengukuran beban dalam
periode saat ini adalah beberapa
keputusan diperlukan untuk membuat
bagaimana beban seharusnya Historical Cost Current Price
dialokasikan di masa depan yang
dihasilkan dari pendapatan. • Mengakui holding
Sejalan dengan penilaian • Nilai tukar barang / Jasa gains/losses
aktiva, beban dapat diukur atas dasar pada saat Perolehan • Karena penjualan
jumlah rupiah yang digunakan untuk • Dapat Diverivikasi diukur dengan Current
penilaian aktiva dan hutang. • Kelemahan: Price, maka beban
• Kurang Relvan seharusnya juga
• Tidak mengakui diukur dengan current
holding gains/ price
losses • Kelemahan:
• Tidak tersedia
data current price
yang memadai
Alokasi
Satu pendekatan untuk mengukur beban adalah untuk
Beban mengalokasikan pada periode dimana mereka berada.
Proses matching berhubungan dengan kekonsistenan
atau terhubungnya pengakuan pendapatan dan beban
yang dihasilkan langsung dan secara tergabung daru
transaksi atau kejadian lainnya.

Untuk mengatasi masalah-masalah dengan menentukan dan mengukur biaya yang akan
dibebankan terdapat tiga metode dasar dari matching secara umum, yaitu :

Hubungan Sebab Akibat Alokasi sistematik dan Pembebanan Segera


(Associating cost dan rasional (Immediate
effect) (Systematic an rational recognition)
allocation)
Hubungan Sebab Akibat (Associating cost dan effect)

Akuntan memutuskan dimana beberapa barang dan jasa digunakan harus


memiliki pertolongan dalam pembuatan pendapatan pada suatu periode.
Pendapatan dari menjual produk bisanya berhubungan denganbiaya dari
produk yang dijual tersebut. Tidak adanya biaya seuatu penjualan jika tidak
adanya pendapatan.
Contoh : Beban Penjualan, Beban Pokok Penjualan
Akuntan tidak secara langsung menghubungkan biaya dengan
pendapatan, namun menyamakannya dengan biaya interval waktu.
Alokasi sistematik dan rasional (Systematic an rational allocation)

Alokasi Sistematis dan rasional, seusai dengan prinsip penandingan


(Maching principle), beban untuk suatu periode ditentukan dengan
mengakaitkannya dengan pendapatan tertentu atau dengan periode tertentu.
Beban diakui :
• Jika terdapat hubungan langsung atau sebab akibat dengan penjualan produk
atau penyerahan jasa.
• Pada periode terjadinya, yakni pada saat kas dikeluarkan jika tidak terdapat
hubungan langsung atau sebab akibat dengan penjualan pruduk atau jasa.

Namun jika 2 syarat tidak terpenuhi, maka prosedur alokasi yang


sistematis dan reasional yang digunakan. Tujuannya adalah untuk
mengalokasikan biaya kepada periode-periode yang menerima manfaat
(dikonsumsi atau kadularsa). Contohnya : Implementasi alokasi yang sistematis
dan rasional adalah depresiasi.
Pembebanan Segera (Immediate recognition)

Apabila tidak alasan yang kuat untuk membebankan cost atas dasar
hubungan sebab akibat ataupun alokasi sistematis dan rasional, maka
cost langsung dapat dibebankan pada periode terjadinya. Alasan yang
melandasi pembebanan dengan cara ini adalah kepraktisan.
• Misalnya, pencatatan terhadap biaya advertensi,Kerugian Karena
Penurunan Nilai Aset
Kritik terhadap Alokasi Beban
Menekankan pada laporan laba rugi dibandingkan laporan posisi keuangan
(Neraca)
Informasi keuangan yang didasarkan pada alokasi kurang memiliki makna semantik dan kurang ada
dukungan teori
Membutuhkan pertimbangan subyektif dari penyusun dan laporan keuangan

Bersifat arbiter, Secara teoritis sulit dijustifikasi tidak mudah menentukan hubungan sebab akibat

Pendukung Alokasi Beban


Asset perusahaan diharapkan memberikan manfaat untuk periode saat ini dan yang akan
datang
Data Alokasi diharapkan berguna bagi pengguna pembaca laporan keuagan
Issue For Auditors Expense Measurement
Auditor dihadapkan pada masalah perbedaan beban & Asset, Periode pengakuan beban dan
pengukuran beban
Masalah terkait dengan estimasi dalam mengakui. Misalnya, beban garansi, Beban piutang ragu-ragu

Auditor memegang peranan penting untuk memastikan bahwa beban yang dilaporkan dalam laporan
keuangan telah dicatat dan dijasikan dengan standar akuntansi
Challenges for Accounting Standar Setter
1. Perkembangan dalam pengakuan dan pengukuran pendapatan
FASB dan IASB melakukan proyek kerja sama untuk membuat prinsip-prinsip yang komprehensif
 Transaksi saat ini lebih complex
 Literatur yang ada belum menyajikan dengan baik transaksi pendapatan

2. Pengukuran Fair Value


• semua item diukur pada nilai wajar pada saat akuisisi dan selanjutnya dicatat pada biaya historis
• Gain/lose dari pengukuran kembali masuk kedalam operating income

3. Penyajian Laporan Keuangan


• An all-inclusive, single income statement (multiple IS -> asset and liabilities in IS)
• Realisasi bukan merupakan satu-satunya dasar pengukuran
• Pengungkapan terpisah antara kinerja dan pengukuran
Issues for Auditors

 Resiko pendapatan yang dicatat oleh manager lebih catat


• Belum terjadi
• Tidak dicatat dengan benar
• Dicatat pada periode berikutnya

 Pengungkapan Pendapatan
• Tidak dicatat akurat kepada pihak berelasi