Anda di halaman 1dari 59

AKUNTANSI FORENSIK DAN

AUDIT INVESTIGATIF

1. Bab 2
Kecurangan Laporan Keuangan
2. Bab 3
Kecurangan Laporan Keuangan Terkait
Pendapatan dan Persediaan
3. Kecurangan Terkait Liabilitas, Aset dan
Pengungkapan yang Tidak Memadai
Bab 2
Kecurangan laporan Keuangan
MASALAH KECURANGAN
LAPORAN KEUANGAN
Laporan Keuangan memainkan peranan penting
dalam menjaga efisiensi pasar modal.
Pengungkapan dala laporan keuangan memiliki
arti penting bagi investor, kerditor atau pemberi
kebijiakan.

Laporan keuangan sering disalahsajikan secara


sengaja oleh suatu organisasi bisnis. Salah saji
dalam laporan keuangan bisa jadi karena adanya
tindakan manipulasi, pemalsuan dan melakukan
perubahan laporan akuntansi.
KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN
DALAM BEBERAPA TAHUN TERKAHIR

Salah saji laporan keuangan • beberapa kecurangan ini melibatkan 20 orang atau lebih
atau “pengolahan pembukuan yang membantu menyajikan hasil kinerja yang kurang
efektif.
– cooking the books”

Pemberian pinjaman secara • contohnya adalah John Rigas (Adelpia), Denis Kozlowski
tidak tepat kepada para (Tyco), dan Bernie Ebbers (WorldCom)
eksekutif dan corporate
looting

Mengistimewakan penawaran • spinning merupakan pemberian kesempatan IPO pada


saham perdana (intial Public pihak-pihak yang menawarkan sesuatu untuk mendapatkan
sesuatu (qued pro quo), dan praktik laddering adalah
Offering) termasuk pembeian IPO kepada pihak-pihak yang berjanji untuk
diantaranya spinning dan membeli tambahan saham ketika harga mengalami kenaikan
laddering
• Beberapa perusahaan sangat dikritik karena
memberikan berbagai tunjangan dalam jumlah yang
sangat besar dan mahal, seperti kontrak-kontrak
Tunjangan pensiun yang konsultasi berbiaya mahal, penggunaan pesawat
berlebihan kepada CEO perusahaan, apartemen untuk para eksekutif, dan
pembantu bagi eksekutif yang sudah memasuki masa
pensiun

Kompensasi yang
berlebihan kepada • banyak eksekutif seperti Bernie Ebbers (WorldCom)
dan Richard Grasso (NYSE) menerima kompensasi
eksekutif (baik secara yang angat besar baik secara tunai maupun
tunai maupun dalam kompensasi berbasik ekuitas yang ditetapkan secara
berlebihan
bentuk saham)

• institusi keuangan seperti Citibank dan JPMorgan


Pinjaman untuk fee Chase memberikan pinjaman dengan berbagai
pedagangan dan transaksi- kemudahan kepada perusahaan dan eksekutif
perusahaan, mendapatkan pengembalian berupa
transaksi quid pro quo kesempatan untuk mendapatkan ratusan juta dolar
lainnya dari transaksi derivative dan berbagai fee lainnya.
• karena bebagai penyelewengan yang telah
Kebangkrutan terjadi sebelumnya, terdapat tujuh dari
sepuluh peusahaan di Amerika Serikat
dan utang dalam yang mengalami kebangkrutan terbesar
sepanjang sejarah. Tujuh kebangkrutan
jumlah yang tersebut diantanya adalah WorldCom,
sangat besar Enron, Global Crossing, Adelphia, United
Airlines, PG & E, dan Kmart.

Kecurangan • walapun tidak mendapat pembeitaan yang


dalam skala besar besar seperti halnya kecurangan laporan
yang dilakukan keungan, kecurangan terhadap organisasi
telah mengalami peningkatan pesat
oleh pegawai
MENGAPA PERMASALAHAN INI
TERJADI
 Terdapat 3 hal yang mendorong terjadinya
kecurangan, yaitu:

Opportunity
• setiap pelaku kecurangan • pelaku kecurangan harus
selalu dihadapkan dengan memilki berbagai cara
berbagai jenis tekanan yang • pelaku kecuarngan untukmerasionalsasikan
dirasakan merupakan orang yang tindakan mereka melakukan
pintar melihat suatu kecurangan sebagai sesuatu
peuang/kesempatan yang yang dapat diterima.
ada

Pressure Rationalization
Perilaku tersebut, pada akhirnya akan berkembang menjadi
sikap yang lebih buruk apabila terjadi secara terus menerus
tanpa adanya penanganan yang dibutuhkan.

“Perfect Fraud Storm” merupakan istilah yang digunakan


untuk menjelasan fenomena ini. Terdapat 9 faktor yang muncul
secara bersamaan yang membentuk “perfect Fraud Storm”,
antara lain:
Kemerosotan Nilai – Kesalahan Alokasi
Ledakan Ekonomi nilai Moral Insentif
• Ledakan ekonomi • Nilai – nilai moral • Dalam masalah insentif
terjadi pada tahun semakin menurun banyak terjadi kasus
1990 – 2000. Pada pada semua golongan seperti pemberian
tahun tersebut banyak seperti kejujuran. Di ratusan juta dolar
CEO yang mendapat dalam masyarakat, nilai dalam bentuk opsi
tekanan yang kejujuran telah saham dana atau
kemudian melakukan menurun drastis. saham terbatas yang
kecurangan untuk Kebohongan semakin memberi tekanan yang
melindungi meningkat pada jati tinggi pada pihak
perusahaannya. diri masyarakat manajemen untuk
tetap menjaga
kenaikan harga saham,
bahkan dengan
membebankan pada
pelaporan hasil kinerja
keuangan yang akurat.
Tingginya ekspektasi Fokus Pada Aturan
analisis Tingginya Tingkat Utang
Daripada Prinsip Akuntansi
• Pada umumnya • Persyaratan pemberian • Menurunnya prinsip
perusahaan – perusahaan pinjaman utang, pinjaman akuntansi yang diterapkan
selalu di analisis mengenai lain dan tuntutan laba pada jiwa akuntan
keadaan finansial oleh yang tinggi menjadi faktor menjadi faktor terjadinya
para analis. Namun, yang mengakibatkan kecurangan. Banyak
seringkali analisis yang tindakan kecurangan oleh akuntan yang lebih
dilakukan tidak sesuai perusahaan. Hal tersebut memilih membantu para
dengan hasil yang merupakan tekanan tinggi klien dan melakukan
diterima, dan bahkan yang harus dihadapi oleh pencatatan yang
apabila analisis dan hasil perudahaan. bertentangan pada prinsip
berbeda jauh akan akuntansi.
mengakibatkan
penurunan harga saham
dengan nilai yang cukup
besar. Alasan tersebut
yang menjadikan
perusahaan akhirnya
bertindak curang.
Kurangnya
Keserakahan Kegagalan Pendidik
Independensi Auditor
• Dalam beberapa • Kelompok seperti • pendidik tidak
kasus KAP para eksekutif, bank memberikan
menggunakan audit investasi, bank pendidikan etika yang
sebagai upaya untuk komersial, dan cukup memadai
menggani kerugian investor masing- • tidak mengajarkan
demi membangun masing kelompok ii pada para
hubungan dengan mengambil mahasiswanya
perusahaan- keuntungan dari mengenai kecurangan
perusahaan agar sistem perekonomian • para pendidik
dapat menawarkan yang kuat, idak mengajar para
pengadaan jasa satupun dari mereka mahasisa akuntansi
konsultasi yang lebih menginginkan berita pada masa lampau
menguntungkan burk sehingga
mengabaikan berita-
berita negative dan
terlibat transaksi
yang tidak baik
SIFAT DASAR KECURANGAN LAPORAN
KEUANGAN

 Kecurangan laporan keuangan mengandung unsur


penipuan dan upaya penyembunyian secara disengaja
oleh pelaku. Hal tersebut dapat berupa melalui
dokumentasi fiktif atau pemalsuan dokumen.

 Kecurangan laporan keuangan dapat disembunyikan


dengan cara kolusi yang dilakukan oleh manajemen,
pegawai, atau pihak ketiga
Statistik Mengenai Kecurangan Laporan
Keuangan

Rata-rata kecurangan yang terjadi berlangsung sekitar dua tahun akhir-akhir ini

Pengakuan pendapatan yang tidak sesuai, perhitungan asset yang lebih saji, dan
perhitungan biaya yang kurang saji merupakan metode kecurangan yang sangat
umum digunakan

Besarnya rata-rata kecurangan secara kumulatif adalah $25juta.

Sebanyak 72% kasus kecurangan laporan keuangan dilakukan oleh CEO

Rata-rata nilai asset dari perusahaan yang melakukan kecurangan adalah $532juta
dan rata-rat pendapatan $232juta
Perusahaan yang melakukan kecurangan laporan keuangan biasanya menanggung
konsekuensi berat

Kebanyakan perusahaan ini tidak memiliki komite audit atau hanya bertemu satu
kali dalam satu tahun dengan komite audit mereka

Dewan direksi yang didominasi oleh orang dalam dan direksi dari pihak luar yang
memiliki hubungan khusu dengan pihak manajemen atau perusahaan dengan
kepemilikan ekuitas yang besar dan terlihat memiliki sedikit pegalaman sebagai
direksi pada perusahaan lain.

Beberapa perusahaan yang melakukan kecuragan laporan keuangan menderita


kerugian bersih atau mendekati titik impas pada periode sebelm tejadi
kecurangan

Hanya lebih dari 25% dari perusahaan mengganti audito mereka selama periode
terjadi kecurangan tersebut
 Setelah studi COSO tahun 1999, SEC melakukan studi lagi yang didsarkan
pada section 704 serbanes-oxleyact dan menemukan bahwa SEC paling
banyak melakukan tindakan pengecekan seperti pengakuan pendapatan
yang tidak sesuai, termasuk didalamnya pelaporan yang mengandung unsur
kecurangan atas penjualan yang fiktif, pencatatan waktu pengauan
pendapatan yang tidak sesuai, penilaian pendapatan yang tidak tepat, serta
pengakuan biaya yang tidak sesuai

 Studi ini juga menemukan bahwa CEO, Presiden Direktur, dan CFO
merupakan jajaran manajemen yang sering terlibat dalam tindak
kecurangan, yang diikuti oleh pimpinan dewan, pejabat bagian
operasional,pejabat bagian akuntansi, dan wakil presiden bagian keuangan

 Studi COSO menunjukkan bahwa perusahaan yang melakukan tindakan


kecurangan mendapatkan konsekuensi negative berupa turunnya harga
saham dalam jangka panjang hingga terjadi kebangkrutan dan penghapusan
pencatatan saham dari bursa saham. Kerugian atas kecurangan laporan
dapat dirasakan oleh berbagai kalangan yang berkepentingan pada
perusahaan.
MOTIVASI KECURANGAN LAPORAN
KEUANGAN
 Terkadang, manajer divisi melaporkan hasil kinerja
keuangan yang lebih saji dari divisi yang dipimpinnya
dengan tujuan untuk memenuhi ekspektasi perushaan.

 Tekanan yang didapat oleh pihak manajemen juga


menjadi salah satu motivasi atas kecurangan laporan
keuangan.
KERANGKA KERJA UNTUK MENDETEKSI
KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN

 Ada berbagai tingkatan dalam penalaran strategik


pengaturan audit, antara lain:

Zero – order First – order Higher – order


reasoning reasoning reasoning

• Hal ini terjadi ketika • Hal ini berarti • Tingkatan


auditor dan auditee bahwa auditor strategic yang
hanya mempertimbangk terjadi ketika
mempertimbangkan an kondisi yang auditor
kondisi yang secara secara langsung mempertimbangk
langsung mempengaruhi mempengaruhi an adanya
mereka, tetapi pihak – auditee. Dalam tambahan
pihak lain. Ketika kasus ini, auditor tingkatan
menerapkan strategic mengasumsikan kompleksitas,
ini, auditor hanya bahwa auditee termasuk
mempertimbangkan menggunakan bagaimana
besarnya insentif yang zero – order manajemen
akan diterimanya saja reasoning mengantisipasi
perilaku auditor
 Ketika menerapkan penalaran strategic, auditor akan
mempertimbangkan berbagai pertanyaan berikut :

Skema kecurangan yang akan digunakan

Jenis pengujian yang digunakan untuk mendeteksi kecurangan

Cara manajemen menyembunyikann kecurangan dari jenis pengujian yang


akan digunakan

Memodifikasi jenis pengujian tertentu untuk mendeteksi skema


kecurangan yang disembunyikan
Auditor dapat megidentifikasi ekposur resiko kecurangan dengan mengkaji 4
kelompok kecurangan eksposur yang disebut kotak eksposur kecuran (Fraud
exposure rectangle).
1. Manajemen dan Dewan Direksi

Pada umumnya kecurangan Ada 3 aspek manajemen


laporan keuangan dilakukan yang harus diinvestigasi
oleh individu dengan pangkat -Latar beakang
tertinggi. Hal ini menunjuk manajemen
pada dewan direksi dan -Motivasi manajemen
manajemen. Manajemen dan -Pengaruh manajemen
dewan direksi harus dalam membuat
diinvestigasi untuk mendeteksi keputusan untuk
terjadinya kecurangan laporan organisasi
keuangan
2. Hubungan dengan Pihak – pihal Lain

Kecurangan laporan keuangan


bisanya dilakukan dengan bantuan
dari pihak ataupun organisasi lain,
baik secara rill maupun yang fiktif

1. Hubungan dengan lembaga


keuangan
Adapun hubungan dengan 2. Hubungan dengan organisasi
beberapa pihak yang harus diuji dan individu yang terkait
untuk menentukan apakah 3. Hubungan dengan auditor
hubungan tersebut memberikan 4. Hubungan dengan pengacara
peluang atau eksposur 5. Hubungan dengan investor
kecurangan bagi manajemen 6. Hubungan dengan badan
antara lain sebagai berikut regulasi
3. Organisasi dan Industri

 Kecurangan laporan keuangan terkadang ditutupi dengan


penciptaan struktur organisasi yang memudahkan
penyembunyian kecurangan seperti kasus enron dengn
semua SPE – nya yang tidak di konsolidasikan
 Investigator harus memahami dan mengetahui siapa
pemilik perusahaan tersebut karena terkadang pemilik
yang diam dan tersembunyi menggunakan perusahaan
tersebut untuk tindakan ilegal.
4. Hasil Kinerja Keuangan dan Karakteristik
Operasional

 Indikator kecurangan yang paling sering terlihat sendiri


melalui perubanhan – perubahan dalam laporan
keuangan.

 Dalam menilai eksposur kecurangan melalui laporan


keuangan dan karakteristik operasional, jumlah – jumlah
dan saldo – saldo akun pada laporan keuangan harus
diperbandingkan dengan organisasi sejenis dalam
industri yang sama dan referensi riil dari laporan
keuangan juga harus ditentukan.
BAB 3
KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN
TERKAIT PENDAPATAN DAN
PERSEDIAAN
Kecurangan Pendapatan
Studi Committee of
Sponsoring
Organization (COSO) akun yang paling sering
dimanipulasi ketika melakukan
kecurangan laporan keuangan
adalah pendapatan dan/atau
piutang dagang

ALASAN TERJADI KECURANGAN:


• ketersediaan berbagai alternative yang mencatat
dapat diterima dalam pengakuan pendapatan fiktif
pendapatan dan mencatat
pendapatan yang
• mudahnya memanipulasi pendapatan tidak sesuai
bersih menggunakan akun pendapatan waktunya
dan piutang dagang
Kemudahan Memanipulasi Pendapatan Bersih
Menggunakan Pendapatan dan Piutang

Menggelembungkan
Contohnya, perusahaan dapat
laba bersih
mengakui pendapatan lebih
awal. Selain itu perusahaan
juga dapat membuat dokumen,

Dengan cara menciptakan penjualan, atau pelanggan fiktif


pendapatan dan piutang guna menunjukkan penjualan
yang tinggi.
Mengidentifikasi Eksposur Kecurangan
Pendapatan

 Salah satu cara terbaik untuk memahami berbagai kecurangan


pendapatan dapat dilakukan dengan memahami berbagai transaksi
pendapatan dalam perusahaan.

 Berikut adalah beberapa skema kecurangan pendapatan yang umum


dilakukan :

1. Transaksi dengan pihak 7. Channel stuffing


terkait 8. Lapping atau kiting
2. Penjualan fiktif 9. Penanggalan ulang atau pembaruan
3. Faktur diterbitkan tetapi transaksi
barang ditahan (bill-and- 10. Kebijakan pengembalian bebas
hold sales) 11. Pengiriman sebagian
4. Kesepakatan sepihak 12. Pisah batas yang tidak tepat
5. Penjualan konsinyasi 13. Round-tripping
6. Channel stuffing
MENGIDENTIFIK 1. Indikator analitis
ASI INDIKATOR
KECURANGAN
PENDAPATAN 2. Indikator akuntansi atau
dokumentasi
3. Indikator gaya hidup

4. Indikator pengendalian

5. Indikator perilaku dan indicator


verbal
6. Informasi dan pengaduan
Pencarian Secara Aktif Indikator
Kecurangan Pendapatan

Selama bertahun-tahun, auditor dan akuntan pada umumnya


mengandalkan penemuan secara kebetulan (informasi, anomali
dari sampel yang diambil, bukti kecurangan yang ditemukan
secara kebetulan, dan sebagainya) untuk menemukan adanya
indikator kecurangan.

adanya perkembangan teknologi dan pembelajaran yang


dapat diambil dari riset mengenai kecurangan, saat ini kita
memiliki alat dan pengetahuan yang dapat digunakan untuk
mencari indikator kecurangan tersebut secara proaktif.
Pencarian secara Aktif lndikator Analitis
terkait Pendapatan
 Cara praktis untuk mulai melakukan pencarian indikator
analitis adalah dengan berfokus pada perubahan dan
perbandingan dalam laporan keuangan. Analisis secara
khusus yang biasanya dilakukan adalah:
1. Melakukan analisis terhadap saldo keuangan dan
hubungannya dalam laporan keuangan.
2. Membandingkan jumlah atau hubungan dalam
laporan keuangan dengan informasi di luar laporan
keuangan.
Berfokus pada Perubahan Saldo (Jumlah) Akun
yang Tercatat dari Periode ke Periode

 Terdapat tiga cara untuk membandingkan jumlah


yang tercatat dari satu periode dengan jumlah
yang tercatat di periode lainnya.
1. berfokus pada dan menghitung perubahan angka
yang sebenarnya terdapat dalam laporan
keuangan itu sendiri
2. Analisis horizontal yaitu metode yang dilakukan
dengan membandingkan persentase perubahan
dalam saldo akun dari satu periode ke periode
berikutnya.
3. Mengetahui perubahan dari satu periode ke
periode lainnya dengan mempelajari laporan arus
kas.
Berfokus pada Perubahan Hubungan terkait
Pendapatan

 Terdapat dua cara untuk mengetahui adanya


perubahan-perubahan hubungan dalam laporan
keuangan dari satu periode ke periode lainnya.

1. berfokus pada perubahan berbagai rasio yang


terkait dengan pendapatan dari satu periode ke
periode lain

2. berfokus pada hubungan-hubungan dalam


laporan keuangan sebagai indikator kecurangan
dengan mengonversikan laporan keuangan dalam
bentuk persentase dan melakukan analisis
vertikal
Membandingkan Informasi Laporan
Keuangan Antarperusahaan

 Salah satu cara terbaik untuk mendeteksi kecurangan


laporan keuangan adalah dengan membandingkan kinerja
perusahaan yang sedang diperiksa dengan kinerja
perusahaan lain yang sejenis dalam industri yang sama

 Perbandingan dengan perusahaan lain dapat dilakukan


dengan analisis horizontal atau analisis vertical, analisis
ratio, perubahan-perubahan yang dilaporkan dalam
laporan arus kas, atau perubahan-perubahan pada angka-
angka yang ada di dalam laporan keuangan itu sendiri.
Membandingkan Jumlah dalam Laporan Keuangan
dengan Jumlah Aset yang Direpresentasikan

 Pendekatan ini tidak dapat mendeteksi adanya


kecurangan pendapatan sebagaimana mendeteksi
kecurangan kas, persediaan, dan aset fisik lainnya.

 Contoh, aset yang telah dibangun harus diperiksa untuk


menentukan apakah pendapatan yang diakui wajar
terkait tingkat penyelesaian proyek tersebut.
Pencarian secara Aktif Indikator Akuntansi
atau Indikator Dokumentasi

 Salah satu cara yang umumnya digunakan oleh


manajemen untuk melakukan kecurangan adalah dengan
melakukan posting satu atau lebih ayat jurnal secara
langsung pada catatan akuntansi.

 Perusahaan besar mungkin memiliki jutaan ayat jurnal


setiap tahunnya. Oleh karena itu, pencarian terhadap
beberapa ayat jurnal yang mengandung kecurangan tentu
merupakan sesuatu yang sangat menantang.
Pencarian secara Aktif Indikator Perilaku atau
Indikator Verbal dan Indikator Gaya Hidup

Indikator gaya hidup lebih membantu kita ketika


mendeteksi kecurangan yang dilakukan pegawai
dibandingkan dengan kecurangan yang dilakukan pada
laporan keuangan

Auditor harus berupaya membangun komunikasi yang


baik dengan manajer sehingga bisa mendeteksi
kecurangan yang terjadi karena kecurangan dapat di-
deteksi saat adanya ketidakkonsisten-an yang dikatakan
oleh manajer.

Contoh : Apakah ada sesuatu yang mencurigakan yang


harus diwaspadai dalam perusahaan ini?, apakah ada
upaya untuk mengatur laba?
Pencarian secara Aktif untuk Informasi dan
Pengaduan

 Sistem whistleblowing sering kali efektif


untuk mendapatkan informasi dari orang-
orang yang ragu-ragu dalam memberikan
informasi mengenai kecurangan.

 Whistleblower tidak ingin melaporkan


secara langsung mengenai kecurangan ,
melainkan mengenai aktivitas-aktivitas tidak
wajar yang dilakukan oleh seseorang yang
dicurigai sehingga orang tersebut akan
diawasi secara hati-hati.
Kecurangan Persediaan dan Harga Pokok
Penjualan

Laporan Laba Rugi Jika Persediaan yang lebih saji


Komprehensif maka
Pendapatan ( penjualan ) kotor Tidak Berpengaruh

Retur Penjualan Tidak Berpengaruh

Potongan Penjualan Tidak Berpengaruh

Pendapatan ( penjualan ) Bersih Tidak Berpengaruh

Harga Pokok Penjualan Kurang Saji

Margin Kotor Lebih Saji

Beban Tidak Berpengaruh

Laba Bersih Lebih Saji


 Dampak dilakukannya penyeimbangan satu
periode ke periode berikutnya
mengharuskan pelaku memperbesar nilai
persediaan akhir pada periode 2 dengan
jumlah yang bahkan lebih besar agar dapat
menyeimbangkan terjadinya persediaan
awal yang lebih saji untuk melakukan
kecurangan lagi.
Mengidentifikasi Indikator Kecurangan
Persediaan
1. Indikator Analitis
2. Indikator Akuntansi atau Indikator
Dokumentasi
3. Indikator Pengendalian
4. Indikator Perilaku atau Indikator Verbal
5. Indikator Gaya Hidup
6. Informasi dan Pengaduan
Fokus pada Perubahan Hubungan dari
Periode ke Periode

 Metode pertama adalah dengan menganalisis perubahan


rasio dari satu periode ke periode berikutnya.

 Metode kedua adalah dengan mengonversi laporan


keuangan ke dalam bentuk laporan common size dan
menggunakan analisis vertikal untuk menganalisis
perubahan persentase dari periode ke periode.
BAB 4
Kecurangan terkait Liabilitas, Aset
dan Pengungkapan yang Tidak
Memadai
Liabilitas Kurang Saji
1. Kolusi dengan pihak dalam dan pihak luar.
2. Pemalsuan, dimana untuk ini Auditor keuangan tidak dilatih untuk
mendeteksinya.
3. Penelusuran Audit yang kompleks yang pada umumnya diungkapkan pada
laporan-laporan internal yang tidak ditinjau sebagai bagian dari audit
berdasarkan Standar Audit Berlaku Umum.
4. Kecurangan, yang menyerupai bentuk seperti transaksi umum dalam
perusahaan, dengan kata lain, bukan merupakan sesuatu yang tidak
biasa/tidak lazim.
5. Sikap diam dari orang-orang yang mengetahui adanya kecurangan
tersebut.
6. Sifat kecurangan yang berada diluar pembukuan
7. Adanya dokumentasi yang menyesatkan
8. Kecurangan yang jumlahnya realtif kecil bila dibandingkan dengan saldo-
saldo keuangan
9. Tranasksi fiktif ynag menggunakan jumlah normal, tidak dibulatkan.
10. Dokumen-dokumen fiktif yang dibuat oleh manajemen untuk
mendukung adanya kecurangan.
Indentifikasi Ekposur Kecurangan Liabilitas yang
Kurang Saji
Transaksi Akun-akun yang Skema Kecurangan
menyertai
1. Pembelian Persediaan Utang 1. Mencatat Utang dagang pada
Persediaan Dagang periode berikutnya.
2. Tidak mencatat retur pembelian.
3. Nilai retur pembelian dan
potongan pembelian yang lebih
saji.
4. Mencatat Pembayaran yang
dilakukan pada periode akhir
sebagai pembayaran yang
dilakukan pada periode awal.
5. Kecurangaran pencatatan
pembayaran (mis. Kitting)
2. Pengakuan atas Biaya pajak 6. Tidak mencatat liablitas yang
gaji dan upah penghasilan, biaya gaji, masih harus dibayar.
dan liabilitas macam-macan biaya, 7. Mencatat liabilitas yang masih
yang masih Utang Gaji, Utang Pajak harus dibayar pada periode
harus dibauyar Penghasilan, berbagai berikutnya.
lainnya. liabilitas yang masih
harus dibayar.
3. Penjualan Piutang Dagang, 8. Mencatat pendapatan diterima
produk Pendapatan Penjualan, dimuka sebagai pendapatan saat
Pendapatan diterima ini.
dimuka.
4. Penjualan jasa, Biaya garansi (jasa), 9. Tidak mencatat liabilitas garansi
pembayaran Liabilitas jasa atau (jasa)
kembali garansi 10. Mencatat liabilitas secara tidak
deposit, atau lengkap.
pembelian 11. Mencatat deposit sebagai
kembali sesuatu pendapatan
pada masa yang 12. Tidak mencatat kesepakatan dan
akan dating. komitmen kembali.

5. Peminjaman Kas, Utang Wesel, 13. Meminjam dari pihak-pihak


Uang Utang Hipotek dll terkait bukan pada transaksi yang
wajar
14. Tidak mencatat liabilitas
15. Meminjamkan dengan jaminan
kepemilikan atas Aset.
16. Menghapuskan liabilitas
17. Mengklaim liabilitas sebagai
Utang pribadi, bukan utang
entitas.
6. Pengakuan Kerugian atas 18. Tidak mencatat kemungkianan
liabilitas Kontijensi, kerugian atas ada liabilitas.
Mendeteksi Indikator Kecurangan
LiabilitasYang Kurang Saji
1. Indikator Analisis
Indikator Analisis terkait adanya nilai utang dagang yang kurang saji biasanya
berhubungan dengan saldo-saldo yang dilaporkan, dinailai terlalu rendah.
Termasuk pembelian atau HPP yang dinilai terlalu rendah atau potongan
pembelian atau retur pembelian yang dinilai terlalu tinggi.

Indikator analisis terkait dengan pendapatan diterima di muka di antaranya gaji


dan upah yang dilaporkan, pajak penghasilan, sewa, bunga, utilitas, atau berbagai
liabilitas yang masih harus dibayar lainnya yang dinilai terlalu rendah. Kadang-
kadang laba yang terlalu “stabil” juga dapat mengindikasikan adanyanya
kecuangan.

Apakah saldo-saldo ini dinilai “terlalu rendah” ditentukan dengan


membandingkan saldo tersebut dengan ekspektasi independen terhadap saldo
dengan menggunakan saldo periode sebelumnya, hubungannya dengan akun-
akun lainnya, dan perbandingan saldo pada perusahaan lain industry yang sama.
 2. Indikator Akuntansi atau Dokumentasi
 Indikator dokumentasi menyatakan hal-hal berikut
: faktur dari pemasok sudah diterima namun tidak
ada liabilitas yang dicatat; pembelian dalam jumlah
besar yang dicatat setelah akhir periode namun
barang yang diterima sebelum periode yang
bersangkutan berakhir; pembayaran jumlah besar
yang dilakukan pada periode berikutnya,
peninggalan kembali pada periode saat ini, adanya
laporan pituang tanpa adanya liabilitas yang dicatat;
jumlah laporan yang tercantum dalam laporan
pemasok tanpa adanya liabilitas yang dicatat; dan
kekeliruan (error) dalam uji pisah batas.
Pencarian Proaktif Indikator terkati
Pelaporan Liabilitas yang Tidak Lengkap.

1. Berorientasi pada Perubahan-perubahan Saldo


tercatat dari Peridoe ke Periode
2. Fokus pada Perubahan Hubungan dari Periode ke
Periode
3. Membandingkan Informasi Laporan Keuangan dengan
Perusahaan Lain
4. Membandingkan Jumlah yang Ada dalam Laporan
Keuangan dengan Aset yang seharunys dapat
Merepresentasikan atau dengan Faktor-Faktor di Luar
Laporan Keuangan
5. Mencari Indikator Akuntansi dan Indikator
Dokumentasi secara aktif
Mengidentifikasi Kecurangan Aset
yang Lebih Saji

Jenis-jenis Aset
yang lebih Saji

Aset yang lebi hsaji


Kas, Investasi melalui merger dan Aset Tidak
Jangka Pendek, Piutang dan Akuisisi, atau Berwujud atau Aset Tetap yang
Surat- Surat Persediaan Lebih dengan Aset yang Lebih Saji.
Berharga yang saji Memanipulasi Akun ditangguhkan
lebih saji. atau Transaksi antar lebih saji.
Perusahaan.
Pengidentifikasian dan Pencarian secara
Aktif Indikator Kecurangan Aset yang
Lebih Saji

Aset yang lebih saji mempunyai ciri khas untuk lebih mudah
diidentifikasi dari kecurangan laporan keuangan karena aset lebih saji
dimasukkan dalam laporan keuangan. Investigator kecurangan dapat
memulai proses pendeteksian mereka dengan aset yang membentuk
jumlah yang dilaporkan, menentukan apakah aset benar – benar ada
dan apakah aset tersebut yang dilaporkan pada jumlah dan periode
yang sesuai.
Mengapitalisasi Biaya yang Seharusnya
dibebankan secara Tidak Tepat

A. Indikator Analisis Kecurangan


Terdapat 4 jenis analisis yang dapat digunakan sebagai
indikator analitis kecurangan sebagai berikut:
1. Membandingkan perubahan – perubahan dan trend
saldo -saldo akun dalam laporan keuangan
2. Membandingkan perubahan – perubahan dan trend
dalam hubungannya dengan laporan keuangan
3. Membandingkan saldo laporan keuangan dengan
informasi nonkeuangan
4. Membandingkan saldo – saldo laporan keuangan dan
kebijakan – kebijakan yang digunakan perusahaan lain
yang sejenis
B. Indikator Akuntansi atau Indikator Dokumentasi

Indikator dokumentasi terdiri dari 2 jenis, yaitu:


1. Indikator umum yang terkait dengan berbagai skema
kecurangan laporan keuangan
2. Indikator dokumentasi yang terkait dengan kapitalisasi biaya
yang seharusnya dibebankan secara tidak sesuai pada periode
berjalan
Aset yang Lebih Saji melalui Merger, Akuisisi, atau
Restrukturisasi atau Manipulasi Akun atau
Transaksi Antarperusahaan

A. Indikator Analitis Kecurangan


Indikator analitis kecurangan biasanya tidak terlalu membantu dalam
menentukan adanya aset yang lebih saji terkait merger atau restrukturisasi.
Dengan menggunakan indikator analitis, kita dapat membandingkan adanya
tren – trend dan perubahan – perubahan. Ketika merger atau perubahan lain
dalam pembentukan suatu entitas bisnis terjadi kita dapat mendapati suatu
entitas baru tanpa adanya historis sebelumnya.

B. Indikator Akuntansi dan Indikator Dokumentasi


Penentuan metode – metode akuntansi secara tepat dan sesuai
standar akuntansi merupakan langkah awal yang harus
dipastikan. Setelah itu, kita dapat memeriksa transaksi merger
atau transaksi antarperusahaan untuk memastikan bahwa
transaksi dan nilai transaksi yang terjadi masuk akal.
Aset Tetap yang Lebih Saji (properti,
Pabrik, dan Peralatan)
Aset tetap yang lebih saji biasanya berasal dari salah satu dari tiga cara berikut
1. Nilai aset yang dicatat digelembungkan pada transaksi pembelian yang tidak wajar
2. Nilai aset tidak diturunkan pada nilai yang sesuai karena depresiasi dicatat secara
tidak memadai, adanya aset yang usang atau adanya aset yang mengalami
penurunan nilai
3. Aset fiktif dicatat dalam akun – akun laporan keuangan

A. Indikator Analitis
Terdapat 4 jenis analisis yang dapat digunakan untuk menentukan apakah aset
tetap telah dibuat lebih saji, antara lain: analisis horizontal, analisis laporan arus
kas, perbandingan saldo dan akun dari periode ke periode dapat digunakan untuk
menentukan seberapa besar perubahan nilai aset tetap. Hubungan – hubungan
aset tetap juga dapat diperiksa dengan menghitung rasio sebagai berikut:
1. Total aset tetap/ total aset
2. Saldo akun masing – masing aset tetap/ total aset tetap
3. Total aset tetap/ untang jangka panjang
4. Biaya depresiasi berbagai kategori aset
5. Akumulasi depresiasi/ jumlah aset yang bisa didepresiasi
B. Indikator Akuntansi ata indikator dokumentasi
Aset tetap yang lebih saji diperoleh dengan
mencatat aset pada jumlah yang sudah digelembungkan
yang biasanya terjadi transaksi di antara pihak – pihak yang
terkait. Oleh karena itu, menentukan apakah pembelian
aset tetap dalam jumlah besar merupakan transaksi yang
wajar atau apakah pembelian dari pihak – pihak yang
terkait merupakan hal penting.
Kas dan Investasi Jangka Pendek yang Lebih
Saji (termasuk sekuritas berharga)

A. Indikator Analitis
Rasio – rasio ini dapat membantu kita memahami apakah
hubungan antara kas dan sekuritas berharga wajar dalam
kaitannya dengan asset lancar atau total asset.
1. Current ratio : aset lancar/ liabilitas lancar
2. Quick ratio: Aset lancar kecuali persediaan dan
macam – macam biaya yang dibayar dimuka/ liabilitas
lancar
3. Aset lancar/ total aset
4. Sekuritas berharga
5. Kas/ aset lancar
B. Indikator Akuntansi atau Indikator
Dokumentasi

Indikator akuntansi terbaik untuk menentukan kas


dan sekuritas berharga yang salah saji biasanya dari
perbedaan antara jumlah tercatat dan jumlah yang
dikonfirmasi oleh pihak bank, pialang dan pihak –
pihak independen lainnya. Indikator ini umum
digunakan untuk mendapatkan laporan secara
langsung dari lembaga keuangan pada tanggal yang
sesuai dengan tanggal yang menarik untuk kita.
Piutang Dagang dan/ atau Persediaan
yang Lebih Saji (tidak terkait
pendapatan atau harga pokok
penjualan)

Ketika piutang dagang yang lebih saji, hampir selalu


dipastikan pendapatan juga akan menjadi lebih saji.
Demikian pula, ketika persediaan yang lebih saji, harga
pokok penjualan biasanya akan menjadi kurang saji
nilainya. Namun, sesekali persediaan atau piutang
dagang dibuat menjadi lebih saji dalam upaya untuk
menyembunyikan pencurian kas atau aset lainnya
dalam jumlah besar.
Kecurangan Pengungkapan
yang tidak memadai
Laporan keuangan terdiri atas berbagai akun yang menjadi
karakteristik dari laporan keuangan itu sendiri dan pengungkapan
pada catatan kaki atau dokumen – dokumen yang terkait dengan
laporan keuangan. Kecurangan pengungkapan yang tidak memadai
termasuk penerbitan laporan keuangan yang mengandung kecurangan
atau pernyataan yang menyesatkan dalam pengungkapannya, yaitu
pada suatu di tempat laporan tahunan atau melalui siaran pers atau
media lainnya, manajemen membuat pernyataan yang salah namun
tidak berpengaruh pada angka – angka atau akun – akun yang ada di
dalam laporan keuangan. DAlam hal ini kecurangan pengungapan yang
tidak memadai tidak berdampak pada laporan keuangan maka
indikator anaistis tidak akan muncul, namun indikator dokumentasi
mungkin akan ada, tergantung jenis sajinya
Jenis – jenis Kecurangan Pengungkapan

Kecurangan pengungkapa dapat dikategorikan ke dalam 3 kelompok:


1. Representasi yang salah terkait sifat dasar atau pokok perusahaan
2. Representasi yang salah atau penghilangan dalam MD&A
3. Representasi yang salah satu penghilangan dalam catatan kaki
laporan keuangan

Anda mungkin juga menyukai