Anda di halaman 1dari 10

CARDINAL MOVEMENT

PADA PERSALINAN
Alkaustariyah Lubis
Preseptor : Dr. Ruswana Anwar, dr., Sp.OGK-FER, M.Kes
Definisi
 Presentasi normal kepala bayi ketika memasuki rongga
pelvis yaitu presentasi belakang kepala, dengan posisi
ubun-ubun kecil kiri/kanan depan (UUK ki/ka-dep)
atau left/right occiput anterior (L/R-OA), atau UUK
kiri/kanan melintang. Jika kita raba dan kita dapati
UUB, maka itu dikatakan malposisi.
 Cardinal movement adalah perubahan posisi bayi saat
persalinan
1. Head floating, before engagement

 tahapan ketika diameter


transversal terbesar kepala
janin (diameter biparietal,
jarak antar sisi kira-kanan
kepala bayi) berhasil
melewati pintu atas
panggul (PAP).
 Pada tahap engagement
ini, kita perlu menilai posisi
sutura sagital dengan
bidang PAP.
2. Engagement, descent, flexion
 Tahapan penurunan kepala
 Pada nulipara (persalinan
pertama), engagement terjadi
sebelum penurunan kepala
yang biasanya baru dimulai
ketika awal kala II. Namun
pada multipara, engagement
dan penurunan kepala terjadi
bersamaan.
 Penurunan dapat terjadi
karena 4 gaya: (1) tekanan
cairan amnion, (2) tekanan
akibat kontraksi his, (3),
tekanan abdominal dari usaha
mengejan ibu, dan (4) ekstensi
dan pelurusan badan bayi.
3. Further descent, internal rotation
 kepala bayi memasuki
Hodge III (bidang khayal
sejajar PAP setinggi spina
iskiadika.
 Putaran paksi dalam
sehingga posisi UUK berada
tepat di bawah simfisis
pubis. Hal ini dikarenakan
diameter terlebar pada
pintu bawah panggul
terdapat dari depan ke
belakang (anteroposterior).
4. Complete rotation, beginning extension
 Resultan dari kontraksi his
dan tekanan abdominal ke
arah bawah dengan
tahanan dasar pelvis ke
arah atas menyebabkan
ekstensi kepala mengarah
keluar vulva. Dengan distensi
progresif dari perineum dan
bukaan vagina, lahir
belakang kepala, kemudian
akan terjadi crowning yaitu
nampak diameter terbesar
kepala janin keluar dari
vulva disusul bregma, dahi,
hidung, mulut, hingga dagu.
5. Complete extension
6. External rotation
 Putaran paksi luar. kepala
berputar sesuai dengan posisi
punggung ketika masih di
dalam.
 Hal ini juga untuk
mengakomodasi diameter
bisakromial (diameter antar
bahu) kembali menyesuaikan
dengan diameter
anteroposterior pintu bawah
panggul agar dapat keluar.
Pada asuhan persalinan,
eksternal rotasi bisa dibantu
dengan kedua tangan
penolong memutar kepala
bayi.
7. Expulsion (delivery ant. & post. Shoulder)

 Segera setelah external


rotation, bahu anterior terlihat
dibawah simfisis pubis dan
perineum terdesak oleh bahu
posterior. Setelah bahu lahir,
bagian tubuh lain akan dengan
cepat ikut lahir. Pada pelahiran
bahu ini, penolong persalinan
melakukan traksi dengan kuat
dan gentle ke arah bawah dan
kemudian setelah bahu
anterior lahir lalu dilakukan
traksi ke atas untuk melahirkan
bahu posterior.
Sumber
- Prawirohardjo, Sarwono, dkk., 2010. Ilmu
Kebidanan. Edisi ke-4. Jakarta: Bina Pustaka
- Cunningham, et al., 2014. Williams Obstetrics. 24
ed. New York: McGraw-Hill Education

Anda mungkin juga menyukai