Anda di halaman 1dari 22

Parade Gigi Tiruan Jembatan (GTJ)

Nama : Dini Islami Putri


NIM : J111 10 136
Pembimbing : Prof. Dr. drg. Baharuddin Thalib, M. Kes., Sp. Pros(K)

DEPARTEMEN PROSTODONSI
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2019
Data Diri Pasien
2

• Nama Pasien : St. Fatimah

• Alamat :JL. Nuri Baru No. 51/117, Makassar

• No.Hp : 082189550342

• Jenis Kelamin : Perempuan

• Usia : 25 Tahun

• Pekerjaan : Wiraswasta
Anamnesis
3

• Keluhan Utama : Merasa kurang nyaman saat mengunyah karena

telah kehilangan gigi

• Pencabutan terakhir : Sekitar 3 tahun yang lalu

• Unsur : 26

• Penyebab Pencabutan : Karies

• Keadaan umum : Baik


Pemeriksaan Ekstra Oral
4

• Profil : Cembung • Hidung : Simetris

• Bentuk Wajah : Oval • Telinga : Simetris

• Mata : Simetris

• Bibir : Simetris

• Kelenjar : Ki = teraba,lunak,tidak sakit

Ka = teraba,lunak,tidak sakit

• Sendi : TAK

• Kebiasaan Buruk: -
Pemeriksaan IntraOral
EkstraOral
5

Kebersihan mulut : Baik


• Profil
Frek. Karies : Normal : Rendah • Hidung : Simetris
Vestibulum : Sedang
• Bentuk Wajah
Frenulum : Oval : Sedang • Telinga : Simetris
Relasi RA dan RB : Normal
• Mata : Simetris
Bentuk palatum :Oval
Bentuk Gigi : Oval
• Bibir
Torus : Simetris : RA : Kecil RB:-
Tuber maxila : Sedang
• Kelenjar : Ki = teraba,lunak,tidak
Retromylohyiod : Sedang sakit
Eksostosis :-
Diastema Ka = teraba,lunak,tidak
:- sakit
Artikulasi : Normal
• Sendi : TAK

• Kebiasaan Buruk: -

5
Rencana Perawatan
6

RA : Edentolous Partialis Kennedy Klas III


RB : -
Rencana perawatan gigi tiruan :

Rencana perawatan yang akan dilakukan pada daerah


edentulous gigi 26 yaitu dengan menggunakan gigitiruan fixed-
fixed bridge dengan gigi penyangga pada gigi 25 dan 27 tipe
retainer mahkota penuh, dan tipe pontik Sanitary.

.
Prinsip-Prinsip Preparasi
7

• Pemeliharaan Struktur Gigi

• Retensi dan Resistensi

• Daya Tahan Restorasi

• Integritas tepi restorasi

• Pemeliharaan Jaringan periodonsium


Peralatan
8
Taper Berujung Bulat:
9 - Lekukan orientasi kedalaman
- Reduksi oklulsal
- Bevel tonjol fungsional

Taper Berujung Rata:


- Reduksi aksial
- Akhiran bahu

Torpedo :
- Reduksi aksial
- Garis akhir chamfer

Flame:
- Flare proksimal
- Bevel gingiva
10
Short Needle:
- Reduksi proksimal awal gigi posterior

Bur Poles Taper berujung bulat:


- Pemolesan oklusal
- Pemolesan bevel tonjol fungsional

Bur Poles Taper Berujung Rata:


- Pemolesan dinding aksial
- Bahu radial

Bur Poles Torpedo:


- Pemolesan dinding aksial
- Pemolesan chamfer
Tahapan Preparasi
11

1. Pembuatan saluran orientasi dengan bur intan taper berujung bulat sebanyak 1,5
mm pada fungsional cusp dan nonfungsional cusp.
2. Pengurangan oklusal dengan bur intan taper beurujung bulat.

3. Bevel pada fungsional cusp dengan bur intan taper berujung bulat.
4. Preparasi bagian bukal dan lingual dengan bur intan bentuk torpedo.

12

5. Preparasi aksial dengan bur karbit torpedo dan bur short needle.

6. Preparasi akhiran chamfer dengan bur intan torpedo.


7. Mebuat seating groove pada bukal.

13

8. Hasil Preparasi
1. Pengurangan oklusal sebanyak 2 mm dengan bur intan taper berujung bulat.

14

2. Buat bevel pada fungsional cusp dengan bur intan taper berujung bulat.

3. Buat depth guide dengan bur taper berujung datar dengan kedalaman 1,5 mm.
4. Preparasi fasial dengan bur taper berujung datar.

15

5. Preparasi aksial dengan bur short needle.

6. Preparasi lingual dengan bur torpedo.


7. Buat akhiran shoulder pada bukal dan chamfer pada lingual. Akhiran shoulder
pada bukal ditambahkan dengan bevel gingival.
16

8. Hasil Preparasi
Derajat kemiringan Hasil Preparasi
17

 Untuk menentukan derajat kemiringan hasil


preparasi sesuai indikasi yaitu 5º, dapat di
tentukan dengan melakukan foto radiografi secara
konvensional kemudian di lakukan pengukuran
pada hasil foto radiografi tersebut.
Pencetakan I
18

Hasil cor dicetak dengan gips


berwarna biru
Pencetakan II

Hasil cor dicetak dengan gips


berwarna kuning

Setelah dilakukan preparasi, dokter gigi melakukan pencetakan double impression.


Sebelum dikirim ke laboratorium, dokter gigi mencocokkan warna gigi yang akan
dibuat sesuai dengan gigi sebelah yang dipreparasi. Dan hasil dari model gigi,
diberikan pin untuk menopang kekuatan dari cetakan abutment gigi yang akan
dibuatkan logam porselen.
Try-In dan Insersi
1. Ty-in GTJ dengan sementasi sementara
2. Kontak proksimal antar GTJ dengan gigi sebelahnya
3. GTJ dan gigi abutment dibersihkan dan dikeringkan
4. Semen di aduk untuk mendapatkan konsistensi yang baik, kemudian semen di tempatkan
pada bagian dalam GTJ
5. Setelah di insersi, pasien di instruksikan dalam posisi oklusi sentrik
6. Kelebihan semen yang mengalir ke gingiva diambil dan dibersihkan

Hal yang perlu di perhatikan saar Try-in diantaranya :


1. Retensi : saat GTJ tersebut saat di pasangkan dalam rongga mulut tidak mudah lepas
2. Stabilisasi : menekan gigi tiruan secara bergantian dari sisi satu ke sisi yang lain.
3. Oklusi : menggunakan articulating paper yang diletakkan diantara RA RB , pasien di
instruksikan untuk melakukan gerakan mengunyah kemudian articulating paper diangkat.

Setelah satu minggu pasien di instruksikan datang kembali untuk dilakukan pemasangan
GTJ menggunakan semen tetap.
Kontrol
21

Dilakukan kontrol setelah insersi tetap satu minggu


kemudian.

1. Pemeriksaan subjektif
2. Pemeriksaan Objektif
22

TERIMA KASIH