Anda di halaman 1dari 22

KEMAMPUAN

MENJELASKAN
KONSEP DASAR
PENDIDIKAN INKLUSI
Kelompok 1
1. Adelia Anisa K7117008
2. Artini Tyas Utami K7117032
3. Dyah Fitriani K7117064
Sub-Bab
Konsep Dasar Pendidikan Inklusi

Kedudukan Pendidikan Inklusi dalam Perundang-


undangan

Latar Belakang Empiris Pendidikan Inklusi

Hak-hak Peserta Dididk dalam Pendidikan Inklusi

4
Landasan Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi
Konsep Dasar
Pendidikan Inklusi
Menurut Peraturan Daerah Menurut Staub dan Peck pendidi
01 Kabupaten Bojonegoro Pe
ndidikan inklusi adalah sist
02 kan inklusi adalah penempatan a
nak berkelainan ringan, sedang
em penyelenggaraan pendi dan berat secara penuh di kelas.
dikan yang memberikan ke Hal ini menunjukan kelas regular
sempatan kepada semua p merupakan tempat belajar yang
eserta didik yang memiliki relevan bagi anak-anak berkelai
kelainan dan memiliki pote nan, apapun jenis kelainannya.
nsi kecerdasan dan/atau b
akat istimewa untuk mengi
kuti pendidikan atau pembe
lajaran dalam satu lingkung
an pendidikan secara bers
ama-sama dengan peserta
didik pada umumnya.
Kesimpulan

Pendidikan inklusi adalah pelayanan pendidikan untuk peserta didik yang be


rkebutuhan khusus tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial emosio
nal, linguistik atau kondisi lainnya untuk bersama-sama mendapatkan pelaya
nan pendidikan di sekolah regular (SD, SMP, SMU, maupun SMK Sederajat)
.
Tujuan Pendidikan Inklusi

a. Tujuan yang ingin dicapai oleh anak dalam mengikuti kegiatan belajar
dalam inklusi antara lain adalah:
1) berkembangnya kepercayaan pada diri anak, merasa bangga pada diri
sendiri atas prestasi yang diperolehnya.
2) anak dapat belajar secara mandiri, dengan mencoba memahami dan
menerapkan pelajaran yang diperolehnya di sekolah ke dalam kehidupan
sehari-hari.
3) anak mampu berinteraksi secara aktif bersama teman-temannya, guru,
sekolah dan masyarakat.
4) anak dapat belajar untuk menerima adanya perbedaan, dan mampu
beradaptasi dalam mengatasi perbedaan tersebut.
Tujuan Pendidikan Inklusi
b. Tujuan yang ingin dicapai oleh guru-guru dalam pelaksanakan
pendidikan inklusi antara lain adalah:
1) guru akan memperoleh kesempatan belajar dari cara mengajar dengan
setting inklusi.
2) terampil dalam melakukan pembelajaran kepada peserta didik yang
memiliki latar belakang beragam.
3) mampu mengatasi berbagai tantangan dalam memberikan layanan kepada semua anak.
4) bersikap positif terhadap orang tua, masyarakat, dan anak dalam situasi
beragam.
5) mempunyai peluang untuk menggali dan mengembangkan serta
mengaplikasikan berbagai gagasan baru melalui komunikasi dengan anak
di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Tujuan Pendidikan Inklusi

c. Tujuan yang akan dicapai bagi orang tua antara lain adalah:
1) para orang tua dapat belajar lebih banyak tentang bagaimana cara mendidik dan membimbing anakn
ya lebih baik di rumah, dengan menggunakan teknik yang digunakan guru di sekolah.
2) mereka secara pribadi terlibat, dan akan merasakan keberadaanya menjadi
lebih penting dalam membantu anak untuk belajar.
3) orang tua akan merasa dihargai, merasa dirinya sebagai mitra sejajar dalam memberikan kesempata
n belajar yang berkualitas kepada anaknya
4) orang tua mengetahui bahwa anaknya dan semua anak yang di sekolah,
menerima pendidikan yang berkualitas sesuai dengan kempuan masing masing individu anak.
Tujuan Pendidikan Inklusi

d. Tujuan yang diharapkan dapat dicapai oleh masyarakat dalam


pelaksanaan pendidikan inklusif antara lain adalah:
1) masyarakat akan merasakan suatu kebanggaan karena lebih banyak anak
mengikuti pendidikan di sekolah yang ada di lingkungannya.
2) semua anak yang ada di masyarakat akan terangkat dan menjadi sumber
daya yang potensial, yang akan lebih penting adalah bahwa masyarakat
akan lebih terlibat di sekolah dalam rangka menciptakan hubungan yang lebih baik antara
sekolah dan masyarakat
Kedudukan
Pendidikan Inklusi
dalam Perundang-
undangan
UUD 1945 Pasal 9

UUD 1945 Pasal 10-15

UU No 4 Tahun 1997
Pasal 5

UU Nomer 23 Tahun
2002 Pasal 48 dan 49

UU No 20 Tahun 2003
Pasal 5
Latar Belakang
Empiris Pendidikan
Inklusi
Di Amerika Serikat pada tahun1960-an oleh Presiden Kennedy mengirimkan pa
kar-pakar Pendidikan Luar Biasa ke Scandinavia untuk mempelajari mainstream
ing dan Least restrictive environment, yang ternyata cocok untuk diterapkan di
Amerika Serikat. Selanjutnya di Inggris dalam Ed.Act. 1991 mulai memper
kenalkan adanya konsep pendidikan inklusif dengan ditandai adanya per
geseran model pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus dari segreg
atif ke integratif.
Tuntutan penyelenggaraan pendidikan inklusif di dunia semakin
nyata terutama sejak diadakannya konvensi dunia tentang hak an
ak pada tahun 1989 dan konferensi dunia tentang pendidikan tah
un 1991 di Bangkok yang menghasilkan deklarasi ’education for
all’. Implikasi dari statemen ini mengikat bagi semua anggota ko
nferensi agar semua anak tanpa kecuali (termasuk anak berkebut
uhan khusus) mendapatkan layanana pendidikan secara memadai
.
Sebagai tindak lanjut deklarasi Bangkok, pada tahun 1994 diseleng
garakan konvensi pendidikan di Salamanca Spanyol yang mencetus
kan perlunya pendidikan inklusif yang selanjutnya dikenal dengan ’
the Salamanca statement on inclusive education”
Isi Deklarasi

’The Salamanca statement on inclusive education” yang berbunyi :


a. Semua anak sebaiknya belajar bersama
b. Pendidikandidasarkankebutuhansiswa
c. ABKdiberilayanankhusus Sejalan dengan kecenderungan tuntutan perkembangan
dunia tentang pendidikan inklusif
Indonesia pada tahun 2004 menyelenggarakan konvensi nasional d
engan menghasilkan Deklarasi Bandung dengan komitmen Indone
sia menuju pendidikan inklusif. Untuk memperjuangkan hak-hak a
nak dengan hambatan belajar, pada tahun 2005 diadakan simposiu
m internasional di Bukittinggi dengan menghasilkan Rekomendasi
Bukittinggi yang isinya antara lain menekankan perlunya terus dik
embangkan program pendidikan inklusif sebagai salah satu cara m
enjamin bahwa semua anak benar-benar memperoleh pendidikan d
an pemeliharaan yang berkualitas dan layak
Hak-hak Peserta
Didik Dalam
Pendidikan Inklusi
(1) memperoleh perlakuan sesuai den
gan bakat, minat, kemampuan, dan
kelainannya
(2) memperoleh pendidikan agama ses
uai dengan agama yang dianutnya
(3) mengikuti program pendidikan ya (5) pindah ke sekolah yang sejajar atau melanjutkan
ke tingkat yang lebih tinggi sesuai dengan kelainan
ng bersangkutan atas dasar pendidi
yang disandang dan persyaratan penerimaan siswa p
kan berkelanjutan, baik untuk men ada sekolah yang hendak dimasuki
gembangkan kemampuan diri mau (6) memperoleh penilaian hasil belajar
pun untuk memperoleh pengakuan (7) menyelesaikan program pendidikan lebih awal
tingkat pendidikan tertentu yang te dari waktu yang ditentukan
lah dibakukan (8) memperoleh pelayanan khusus sesuai dengan je
(4) memperoleh bantuan fasilitas belaj nis kelainan yang disandang
ar, beasiswa, atau bantuan lain ses
uai dengan kelainan yang disandan
g dan persyaratan yang berlaku
Landasan
Penyelenggaraan
Pendidikan Inklusi
Landasan Landasan
Filosofis Yuridis
1. Bhineka 1) UUD 1945
Tunggal Ika 2) UU Nomor
2. Pandangan 4 Tahun 1997
Agama Tentang
3. Pandangan Penyandang
Universal Hak Cacat.
Asasi Manusia 3) UU Nomor
39 Tahun
1999 Tentang
Hak Asasi
Manusia.
Thank you