MK.

Kesuburan Tanah NITROGEN dan BELERANG TANAH
Oleh: Prof.Dr.Ir.Soemarno,M.S.

1

PEREDARAN NITROGEN
Reaksi khemoelektrik & Hujan Fiksasi nonnonsimbiotik

Nitrogen Atmosfer Fiksasi simbiotik Sisa tumbuhan & binatang

penguapan

denitrifikasi

Bahan Organik Tanah amonifi kasi Amonia nitrifikasi
Nitrat & Nitrit

ekskresi

penyerapan

Pencucian

2

NITROGEN AMONIUM N-NH4

AMONIFIKASI: hidrolisis R-NH2 + HOH R-OH + NH3 + energi enzimatik (NH4)2CO3 2NH4+ + CO3=

2 NH3 + H2CO3

Reaksi amonifikasi berlangsung lancar bila tanah berdrainasi dan aerasi yg baik, mengandung banyak kation basa, pH sekitar netral

Penggunan Senyawa Amonium 1. Digunakan / diserap oleh jasad renik tanah 2. Diserap oleh akar tanaman / tumbuhan 3. Difiksasi oleh mineral liat tertentu, seperti Ilit 4. Dioksidasi secara enzimatis melalui proses nitrifikasi 5. Pd kondisi pH tinggi dpat berubah menjadi NH3 dan menguap

3

Nitrifikasi mrpk proses oksidasi enzimatik:

NITRIFIK ASI

oksidasi 2NH4 + 3O2 2NO2- + 2H2O + 4H+ +energi enzimatik oksidasi 2 NO2- + O2 2NO3- + energi enzimatik
+

Pd tanah yg bereaksi sngt alkalin, reaksi ke dua agak lambat

Jasad Renik yg terlibat : 1. Jasad renik nitrifikasi: Nitrobacter Nitrosomonas: amonia menjadi nitrit Nitrobacter : nitrit menjadi nitrat 2. Mungkin ada jasad renik lain yg mempunyai kemampuan serupa dengan kedua jasad tsb

LAJU NITRIFIKASI : 1. Pada kondisi tanah, suhu, dan kelengasan yg ideal proses nitrifikasi berlangsung cepat 2. Laju harian 6 - 22 kg N setiap 2.000.000 kg tanah terjadi bila 100 kg ammonium diberikan ke tanah.

4

FAKTOR TANAH yg berpengaruh thd NITRIFIKA SI

Bakteri nitrifikasi sangat peka thd kondisi lingkungan: Faktor lingkungan tanah yg berpengaruh: 1. Aerasi : ««. Aerasi optimal? 2. Suhu : ««. Suhu optimal ? 3. Kelengasan : ««. Kelengasan optimal? 4. Kapur aktif : ««. Kondisi optimal? 5. Pupuk : ««. Kondisi optimal ? 6. C/N ratio : ««. kisaran optimal?

PENGARUH PUPUK : 1. Sedikit pupuk yg mengandung unsur makro dan/atau mikro dapat membantu nitrifikasi 2. Keseimbangan antara N-P-K sangat menolong nitrifikasi 3. Pemberian pupuk amonium dosis tinggi menghambat nitrifikasi 4. Ternyata amonia dapat bersifat toksik bagi Nitrobacter, tetapi tidak bagi Nitrosomonas

C/N ratio : 1. Karbohidrat merupakan sumber energi bagi jasad renik tanah 2. Kalau tanah banyak karbohidrat (C/N ratio tinggi), jasad nitrifikasi tidak mampu bersaing dengan jasad renik lainnya.

5

Pemupukan Kehilangan N dari tanah: 1. Serapan tanaman. Fiksasi N non-simbiotik 3. tanaman. Pencucian. Volatilisasi.Penambahan N ke dalam tanah: 1. Fiksasi N simbiotik 4. Hujan dan debu 2. manusia 5. Limbah Pertanian: ternak. Erosi dan run-off 4. penguapan 2. 6 . ikan. Denitrifikasi 3.

3. artik lat lm ara me ga g 7 .1. o tri si ya se esar 4 . 4. asa .8 kg / a/ta ktivitas elektris selama t erstorms e . 2.

6. seresah/litter. 3. Kontribusi No. rumput : Azotobacter. Tempat terjadinga: Tajuk tanaman. Beijerinckia. Pd helai daun: oleh Azotobacter dan Beijerinckia spp. Kontribusi tahunan sebesar 0 .8 kg N/ha/thn. Fiksasi dlm tanah (sawah) oleh Blue green algae 5. di daerah rainforest hingga 40 kg N/ha. Fiksasi dlm rhizosfer tebu.1. tanah. 8 . 4. padi. rhizosfer 2. dan Derxia. 5 sekitar < 10 kg N/ha/thn.

50 kg N/ha 5. tingginya Aldd. Kontribusinya pd lahan pertanian 4 . Kontribusinya pd lahan hutan tropis 46 .1. Kendala fiksasi : rendahnya P-tersedia . kurangnya inokulum spesifik 4. Kontribusinya tgt pada jumlah spesies legume 2. 9 .147 kg N/ha 6.>500 kg N/ha/th 3. kekeringan. Kontribusi single legume stand 16 .

pH tnh. Aminisasi: Protein menjadi amine 2. shg menurunkan C/N-rasio 4. Mineralisasi N lebih cepat kalah nilai C/N rasio rendah 5. Dekomposisi N-organik menjadi N-anorganik ada tiga tahap: 1.1. Amonifikasi: amine menjadi ammonium (NH4+) 3. mineralisasi N berbanding terbalik dg kandungan alofan 6. mineralogi liat dan kandungan air tanah 3. C/N rasio. mineralisasi karbon lebih cepat dp nitrogen. Pada Andepts. Pada tanah masam. Mineralisasi N masih dapat berlangsung pd tegangan air > 15 bar. Nitrifikasi: Ammonium menjadi nitrit dan nitrat 2. Kecepatannya tgt pada suhu. alternate wetting & drying mempercepat mineralisasi N 10 .

Peningkatan cepat dlm waktu singkat pd awal musim hujan 3. Penurunan cepat selama musim hujan sisanya. 11 . Periode Kering singkat pd musim hujan mengakibatkan ³Birch Effect atau FLUSHES´: Peningkatan Nanorganik cepat dan diikuti penurunanya secara bertahap. Akumulasi nitrat secara lambat dlm topsoil pd musim kering 2.Pola fluktuasi musiman Nitrat tanah terdiri atas: 1.

1958).Kandungan nitrat tanah (Sumber: Greenland. . Dry N D J F M Rainy A M J J Short dry A S Rainy O 12 N .

Kapan persaingan kedua jenis jasad ini sangat intensif? LEACHING & VOLATILIZATION : 1. 13 . biasanya kehilangan nitrat dalam air drainase tidak terlalu banyak 2. Digunakan oleh jasad renik tanah (IMOBILISASI) 2. leaching) 4. Bila tanah ditumbuhi tanaman. Diserap oleh akar tanaman/ tumbuhan (ABSORPSI) 3. Rata-rata kehilangan per tahun melalui pencucian di daerah humid berkisar antara 5 dan 6 kg setiap hektar 3. Hilang ke atmosfer dalam bentuk gas (denitrifikasi) DIGUNAKAN JASAD RENIK & TANAMAN : 1.NASIB N-NITRAT TANAH N-nitrat tanah 1. N-Nitrat dapat diserap oleh jasad renik tanah dan akar tanaman. N-nitrat direduksi melalui proses denitrifikasi menjadi gas N2. Hilang bersama air drainase (pencucian. Pada kondisi drainse dan aerasi tanah yg jelek.

Pergerakan air tanah dari subsoil ke topsoil mendukung mineralisasi N 3. nitrat akan terangkut kembali ke subsoil 14 .1. Akumulasi nitrat pd topsoil terjadi karena nitrifikasi pd kondisi tegangan air tanah 15 . Hasil mineralisasi N pd subsoil terbawa naik bersama air kapiler dan terakumulasi pd tanah lapisan atas setebal 5 cm 4. Selama musim hujan.80 bar 2.

Musim oriso ola ta am: kg / a s g allo Jagung 18 13 35 17 9 10 22 10 3 - asture 8 7 10 9 ujan (190 mm/ l) ering (38 mm/ l) um er: ar y (1946) 15 .

Musim kering menurunkan C/N rasio humus. C/N rasio rendah mempercepat mineralisasi N 5. Bberapa alasan terjadinya N-flushes ini : 1. Bbrp hari setelah hujan lebat pertama. terjadi peningkatan N-anorganik dlm tanah 2. Banyak tersedia substrat yg mudah didekomposisi 3.121 kg N/ha dalam jangka 10 hari 3.1. Bangkai jasad renik menjadi substrat tambahan 16 . Populasi mikroba aktif meningkat cepat 2. Puncak akumulasi N ini berbanding langsung dg durasi dan intensitas periode kering sebelumnya 4. Kontribusinya 23 . krn mineralisasi C lebih cepat selama periode kering 4.

17 .5 mm/ mm hujan. untuk tanah berpasir 1 . Kehilangan akibat denitrifikasi sulit dikuantifikasikan 4.1.5 mm/mm hujan 3. Serapan tanaman. Pencucian dan Denitrifikasi 2. Kecepatan pencucian nitrat: 0.

Pupuk nitrogen yang lazim digunakan: 1. 3. 4. Urea ZA (Ammonium sulfat) Ammonium nitrat Anhydrous ammonia Ammonium Fosfat 18 . 4. 2.

1. Sebelum terhidrolisis. Laju hidrolisis urea pada tanah tergenang hampir sama dg tanah tidak tergenang 5.4 hari 4. Proses hidrolisis urea pd tanah lembab 1 . 19 . Pd tanah yg lembab. urea bersifat mobil dan dapat tercuci 3. urea mengalami hidrolisis ensimatis: CO(NH2)2 + H2O Urease (NH4)2CO3 NH4+ + CO3= 2.

Penguapan dapat dikurangi dengan membenamkan urea pd kedalaman > 5 cm 4.0 : mis. 3.1. Pd tanah yg pH nya > 7. kalau dosisnya 277 kg N/ha kehilangan penguapan mencapai 44%. Kehilangan penguapan dpt mencapai 4% kalau urea disebar permukaan tanah (pasir berlempung pH 7. 20 . VERTISOLS NH4+ NH3 (menguap bila tnh mengering) 2.1) dg dosis 28 kg N/ha . Deep placement sangat penting untuk lahan kering berkapur.

5 0.6 0.5 5.0 40.4 18.2 0.5 8.1 0.0 Sumber: Shankaracharya dan Meta (1971) 21 .05 0.2 2.DOSIS UREA: 222 kg N/ha Kedalaman Kehilangan (% dosis pupuk) pupuk (cm) Aplikasi sebelum Irigasi Setelah Irigasi Permukaan tanah 1.2 33.0 7.1 1.

Pd tnh lempung-liat nitrifikasi ammonium berlangsung cepat pada musim hujan. Setelah 21 hari sejak aplikasi ZA.1. akumulasi NH4+ pada kedalaman 15-30 cm setelah 3 hari sejak aplikasinya 4. 22 . terjadi akumulasi nitrat pd lapisan permukaan 8 cm. ZA yg disebar di permukaan tanah tdk mengalami kehilangan penguapan sebanyak Urea 2. Pd tanah berpasir. sebagian besar N-pupuk ditemukan sebagai nitrat pd kedalaman tanah 60-120 cm. 3.

0 12.5 0.6 0.3 2.15 15-30 30-45 Total 23.4 8.5 51.Persen recovery ZA yg disebar permukaan tanah Laterit berpasir dg dosis 80 kg N/ha Kedalaman Setelah 3 hari (%) (cm) N .0 1.2 56.7 71.1 5.4 Sumber: Wetselaar (1962).7 28.6 3.1 102.5 Setelah 21 hari (%) N . 23 .NH4+ N .4 0.2 12.NO30-8 8 .7 15.6 1.NO326.NH4+ N .3 5.

0 5. nitrifikasi dalam beberapa hari lebih dari 80%. nitrifikasi menghasilkan nitrit (akumulasi nitrit toksik). terbentuklah nitrat.1. Pemupukan lebih efisien dibanding dg disebar 2. 6. 3. pH menjadi sekitar 7-8. Dg waktu konsentrasi NH4+ di sekitar lokasi pupuk berkurang. Nitrat yg dihasilkan tercuci ke luar zone akar. Pada dosis pupuk yg tinggi bakteri nitrifikasi tdk tahan terhadap tekanan osmotik yg tinggi dan pH > 8. sebelum tanaman menumbuhkan akarnya 4.0 akibat dari peningkatan CO2. ZA atau Urea 80 kg N/ha dibenamkan 15 cm pd saat tanam. Kalau pH menurun < 7. Pertumbuhan akar di sekitar lokasi urea ditangguhkan selama 4 minggu sampai nitrit berubah menjadi nitrat 24 .

0 ppm Nitrit 0 0 ppm Nitrat 85 130 pH tanah 6.2 6.6 12 0 365 4.Pembentukan nitrit dan nitrat setelah pembenaman pupuk N (1000 ppm N) pd tanah berkapur Pupuk 2 Urea 170 15 7.8 Sumber: Wetselaar et al. 25 . (1972).7 0 140 4.2 Minggu inkubasi 4 6 ppm Nitrit 345 125 ppm Nitrat 55 330 pH tanah 7.4 5.4 ZA 0 25 6.

0 1.0 1.0 kg N/ a 25 15 128 72 35 7 106 35 120 172 49 Pa i Ubikayu Kentang Kac tana umber: 26 .5 7.KEBUTUHAN N TANAMAN TROPIKA Nutrient Removal by Tropical Crops Tanaman Jagung Bagian Biji Jerami Biji Jerami Biji Jerami Biji Jerami Umbi Umbi Un ulle nuts anc ez.0 40.0 30.5 1. 1976.0 7. Hasil (t/ a) 1.5 8.0 8.0 1.

Nitrogen used by corn (kg/ha) 400 Total 300 Biji 200 Jerami 100 0 2 4 6 8 10 12 Hasil jagung. 27 . t/ha Sumber: Bartholomew (1972).

atau serapan N tanaman tanpa pemupukan N 28 .2 % N 2.2% N 3. 2.1. Serapan N tnm unt menghasilkan tingkat hasil ttt. Padi : 0. Jagung : 1. Tebu : 0. Tiga parameter unt estimasi dosis pupuk: 1. Suplai N oleh tanah 3.8% N 3. Suplai N dari tanah dpt diestimasi dari rataan hasil tanpa pemupukan N. Kebutuhan internal N: Jumlah (kadar) minimum N dlm tajuk tanaman yg berhubungan dg hasil maksimum: 1. Persen recovery pupuk N 2.

70%. Recovery pupuk N berkisar 20 . Dosis pupuk optimum ditentukan: Serapan N pd tingkat hasil ttt .Serapan N tanpa pupuk Dosis N = ------------------------------------------------------------------------% Recovery 29 . nilai rendah terjadi pada tanah-tanah yg mengalami pembasahan & pengeringan. Serapan N dg dosis N .Serapan N tanpa pupuk % Recovery = -----------------------------------------------------------.1. nilai yang tinggi biasanya oleh tanaman yg berakarannya ekstensif. 3. Efisiensi PUPUK dpt dihitung berdasarkan recovery pupuk dari percobaan lapangan.x 100% Dosis N 2.

dosis pupuk menentukan tingkat hasil biji 2.1. jarak tanam. Rekomendasi di daerah tropis : Amerika latin : 60 . Respon jagung thd Pupuk N biasanya positif. Respon padi juga dipengaruhi oleh tipe tanaman.175 kg N/ha Indonesia : «««««. Bentuk Kurva respon dipengaruhi oleh populasi tanaman 6. 5. radiasi. dan lama pertumbuhan 7. 30 .150 kg N/ha Meksiko : 80 . Populasi (jarak tanam ) dan varietas menentukan respon pupuk dan produktivitas tanaman 3. Varietas unggul mempunyai respon N yg lebih tinggi 4.

INTERAKSI RESPON N DAN POPULASI JAGUNG Hasil tongkol (t/ha) 5 120 N 4 3 80 N 2 40 N 1 0N 20 30 40 50 60 31 Populasi tanaman (1000/ha) .

1976.PENGARUH REZIM AIR TANAH THD RESPON N Hasil biji jagung (t/ha) 5 4 Air tnh optimum 3 Excess moisture 2 1 Drough t 0 40 80 Pupuk N (kg/ha) 120 Sumber: Sanchez. 32 .

an menurunkan hasil umbi 4. tetapi tidak meningkatkan kandungan patinya 5. a angkala pemupukan apat emningkatkan hasil umbi. es on terha a upuk nitrogen seringkali bersifat ³negatif´ 3. Tanaman ubikayu sangat respon terhadap pupuk . an kandungan proteinnya. emupukan meningkatkat rasio top : root. kalau tanahnya cukup mengandung dan 6. enempatan pupuk tidak boleh terlalu dekat dengan batang ubijayu 33 .Tanaman ubikayu: ebutuhan nitrogennya tinggi ‡ 2.

espon terhadap pupuk nitrogen dosis 120 ± 160 kg /ha 3.Tanaman entang: ebutuhan nitrogennya tinggi ‡ 2. dan dapat mengakibatkan menurunkan hasil umbi 4. emupukan meningkatkat rasio top : root. sangat tergantung 5. 34 . plikasi pupuk adalah: 50 pada saat tanam dan 50 pada masa pembentukan umbi espon terhadap pupuk . kandungan bahan organik tanah 6. .

ebutuhan nitrogennya tinggi espon terhadap pupuk nitrogen dosis 40 ± 60 kg /ha emupukan yang berlebih meningkatkat rasio top : root. 6. dan dapat mengakibatkan menurunkan hasil umbi espon terhadap pupuk . 3. 4. 35 .Tanaman bijalar: ‡ 2. sangat tergantung kandungan tanah .

5.Tanaman ‡ 2. 4. acang-kacangan: 3. ebutuhan nitrogennya rendah ± medium emupukan diperlukan kalau: fiksasi simbiotik sangat langka dan tanah sangat miskin nitrogen espon terhadap pupuk nitrogen dosis 30 ± 100 kg /ha untuk P aseol s v lgaris emupukan dosis rendah pada saat tanam 36 .

Umumnya kehilangan pencucian & denitrifikasi lebih dominan. Perilaku residu N tgt kondisi tanah & iklim 3. shg efek residue N dlm tanah jarang diketahui 5. 37 . 30-50% dari Pupuk N diambil tanaman. 1974) 4. sisanya tinggal dlm tanah dan hilang tercuci dan denitrifikasi 2. Oxisols & Ultisols mengandung > 300 kg N/ha Nanorganik di dlm profilnya stl mengalami pemupukan terus menerus (Fox et al.1.

+ 2H2O +4H+ + SO4= CO(NH2)2 + 2 H2O ----. ZA dan Urea mempunyai efek residu kemasaman: (NH4)2SO4 + 4O2 -----.2NO3.(NH4)2CO3 + 4O2 2NO3 + 3H2O + 2H+ + CO2 2. Aplikasi ZA dosis tinggi terus-menerus menurunkan pH dan kejenuhan basa tanah lapisan bawah.PERUBAHAN SIFAT & CIRI TANAH 1. Kedua hal ini dapat diperbaiki dg pengapuran. - 38 .

EFEK PUPUK N thd pH TANAH pH (0-20 cm) NaNO3 7 6 5 4 Urea ZA 3 50 100 150 200 kg N/ha 39 Dosis pupuk selama 5 tahun terus .

EFEK PENCUCIAN N-PUPUK thd KB SUBSOIL % Kejenuhan Basa 70 60 0-15 cm Tanah Liat 50 40 30 15-30 cm 20 440 880 Dosis pupuk ZA 1760 kg N/ha 40 .

Memelihara ketersediaan N yg cukup dalam tanah 2. NERACA N Fiksasi-N Simbiotik Sisa tnm + Rabuk Non-simbiotik Pupuk buatan Ntersedia N-atmosfer BOT Erosi .Pengelolaan N-Tanah Dua Tujuan Pokok: 1.run off Diserap tanaman Pencucian 41 . Pengaturan ketersediaan N sedemikian rupa shg selalu tersedia dlm jumlah yg diperlukan tanaman.

‡ Sumber utama nitrogen tanah adalah: 1.5.2. pupuk hijau. 42 . upuk 1. iksasi simbiotik dan non-simbiotik 1. ir hujan 1. ir irigasi 1.4. dll ecepatan mineralisasi -organik dalam tanah sangat dipengaruhi oleh kandungan air tanah 2.1.6. ahan organik: ompos. ebu-debu dari udara 1. ppk kandang.3.

Peningkatan kandungan nitrat selama musim kering 1. .1.2.‡ Pola luktuasi kandungan nitrogen dalam tanah bersifat siklis: 1. Penurunan secara bertahap kandungan -tanah selama musim hujan karena diserap tanaman dan pencucian 2.3. Mineralisasi sangat cepat pd a al musim hujan 1.

Pupuk ³slow release´ seperti sulfur-coated-urea (SCU) cocok untuk tanaman yang pertumbuhannya lambat dan kondisi tanah yang pencuciannya intensif 4. Waktu aplikasi pupuk 2. Aplikasi pupuk N sebelum tanam akan mengakibatkan kehilangan N akibat pencucian.1. Sifat dan ciri tanah 1. Praktek pemupukan N tergantung pada: 1.1. penguapan dan denitrifikasi 5.4.3. Cara penempatan pupuk N dalam tanah 1. Waktu aplikasi pupuk N yang paling tepat adalah pada saat ³fase kritis´ pertumbuhan tanaman 44 . Kandungan N pupuk organik biasanya terlalu rendah untuk mencukupi kebutuhan tanaman jenis unggul yang produksinya tinggi 3.5.2. Sumber pupuk nitrogen (Jenis pupuk) 1. Kebutuhan tanaman 1.

4. Penurunan pH tanah yang drastis 3. Penurunan kejenuhan basa ( ) dalam tanah . a.l: 1.Pemupukan itrogen yang intensif terusmenerus dapat mengakibatkan efek residual. 45 . Tingginya andungan -anorganik dalam tanah 2..

0 7. cm 4.0 5.0 6.EFEK PENCUCIAN PEMUPUKAN N thd pH tanah 3.0 pH tanah 900 kg N/ha 15 0 kg N/ha 30 45 4000 kg N/ha 60 75 90 Tanah Clay Loam 46 .0 Kedalaman tanah.

Tanah juga dapat menyerap langsung belerang atmosfer 3. Senyawa lain yang mempunyai mikatan C-S 3. nikel dan tembaga biasanya dijumpai pada tanah-tanah yg drainasenya jelek Pirits juga sering dijumpai pd tanah-tanah rawa pasang-surut Gips (Gipsum) terakumulasi pd horison bawah Mollisol & Aridisol BELERANG ATMOSFER 1. Tanaman dpt menyerap langsung belerang atmosfer.35% dari total kebutuhannya 2. Sulfat organik 47 . 1 100 kg setiap hektar BELERANG ORGANIK 1. Asam amino tertentu 2. sekitar 25 .SUMBER BELERANG ALAMI Mineral Tanah: Sulfida besi. Air hujan menganjung sejumlah belerang.

PEREDARAN BELERANG Gas H2S Sisa-sisa Biomasa tanaman Volatilisasi Belerang organik reduksi Dekomposisi Mineral tanah Oksidasi Serapan Mineral tanah Sulfida (S=) reduksi Oksidasi Sulfat (SO4=) reduksi Oksidasi Oksidasi Sulfur (S) Pencucian 48 .

IMOBILISASI: Reaksi mineralisasi: S-Organik Hasil dekomposisi Sulfat (Protein & senyawa (Senyawa sulfida) Organik lain) Reaksi Imobilisasi: Ion Sulfat Jasad renik S-organik OKSIDASI .REDUKSI: reaksi-reaksi biokimia H2S + 2O2 2S + 3 O3 + 2H2O H2SO4 2H2SO3 2H+ + SO4= 2H+ + SO3= Alkohol-organik + Sulfat Asam organik + H2O + S= Bakteri belerang FeS Fe++ + S= Sulfat Sulfit Tiosulfat S-elementer direduksi oleh bakteri Sulfida 49 .Perilaku Belerang dlm Tanah MINERALISASI .

Tanah bagian bawah biasanya mempunyai retensi sulfat lebih tinggi daripada topsoil Retensi sulfat berhubungan dg hidroksida Fe dan Al.+ KHSO4 -Al O H 50 SO4 Al+ H2O . kalau tanah ini dikeringkan akan terjadi oksidasi belerang dan sulfida menjadi sulfat yg mampu mengasamkan tanah secara ekstrim RETENSI SULFAT Retensi sulfat dalam tanah rendah.Perilaku Belerang dlm Tanah OKSIDASI BELERANG & KEMASAMAN: Oksidasi belerang pd akhirnya menghasilkan ion H+ yg dpt menurunkan pH tanah Didaerah pasang-surut. Kalau tanah ini tetap tergenang dapat ditanami padi. mengandung ³catclay´. tanahnya disebut TANAH SULFAT MASAM. dan Kaolinit K H O -Al O H Al. baik jumlah & kekuatannya.

2004 51 .NITROGEN dan BELERANG TANAH Wassalam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful