Anda di halaman 1dari 11

BUDIDAYA

BAWANG
UMMU NADHIROH (XII – IBB)
JENIS – JENIS BAWANG
YANG DI KENAL DI INDONESIA
Bawang
Bakung
Bawang
Putih

Bawang
Merah
Bawang
Bombay

Bawang
Perai
Bawang
Kucai
Bawang
Ganda
KEGUNAAN DAN CIRI-CIRI
Cara kita memilih bibit bawang merah. Kita perlu memperhatikan syarat umum
dalam memilih yaitu :

Mempunyai daya tumbuh yang baik

Mempunyai daya produksi tinggi

Ketahanan Terhadap hama dan penyakit

Mampu beradaptasi dengan iklim

Kemurnian bibit
Bawang Putih
Biasanya digunakan untuk kebutuhan bahan untuk memasak dan juga digunakan
sebagai bahan pengobatan tradisional.

Merupakan tumbuhan terna yang berdiri tegak.


- Tinggi bisa mencapai 30-60 cm.
- Memiliki akar yang serabut.
- Pada ujung pangkalnya memiliki umbi atau siung.
- Pada umbi atau siungnya di lapisi oleh lapisan/sisik pada bagian luarnya.
- Ada beberapa yang memiliki bunga, namun ada pula yang tidak memiliki bunga.
Bunga-bunga tersebut berwarna ping atau merah jambu.
Bawang Merah
– ciri-ciri akar: berakar serabut dengan sistem perakaran dangkat dan bercabang terpencar, akarnya
biasanya menancap pada kedalaman 15-30 cm di bawah tanah.

– ciri-ciri batang: memiliki batang dengan bentuk menyerupai cakram, tipis, dan pendek. bentuk seperti ini
berguna untuk titik tumbuh atau sebagai tempat melekat perakaran dan mata tunas.

– ciri-ciri daun: memiliki bentuk seperti pipa, yakni bulat kecil memanjang sekitar 50-70 cm, memiliki lubang,
bagian ujungnya meruncing, berwarna hijau muda atau pun hijau tua, dan letak daun melekat pada
tangkai yang ukurannya pendek.

– ciri-ciri bunga: tangkai daun keluar dari ujung tanaman dan panjangnya sekitar 30-90 cm, dan di ujung
biasanya terdapat d0-200 kuntum bunga yang tersusun bulat atau melingkar seolah membentuk payung.
tiap kuntum bunga terdiri atas 5-6 helai daun bunga yang berwarna putih, 6 benang sari berwarna hijau
kekuning-kuningan, dan 1 putik sebagai bakal buah yang terbentuk segitiga.
Bawang Bombay
Bawang bombai memiliki aroma yang khas bila dibanding dengan bawang merah biasa,
umbinya terbentuk dari lapisan-lapisan daun yang membesar dan bersatu. Pohonnya tumbuh tegak
ke atas, akarnya serabut dan tidak terlalu panjang (±10c), daunnya bebentuk seperti pipa namun
pipih berwarna hijau tua dan berukuran lebih besar dibanding daun bawang merah biasa. Batang
semunya merupakan pelepah daun dan menimbulkan jejak cincin-cincin, pangkal pelepahnya
melebar dan menebal membentuk bengkakan besar yang berfungsi untuk menyimpan cadangan
makanan, bengkakan itu sendiri adalah umbi bawang.

Pada bagian pangkal umbi terdapat batang rudimenter yang menyerupai cakram yang
merupakan bawang yang sebenarnya. Bunganya majemuk dan berbentuk lingkaran bulat dengan
tangkai bunga besar, kuat serta besar di bagian bawah. Pada ujung tangkai bunga kadang-kadang
berbentuk umbi-umbi kecil yang dapat juga dimanfaatkan sebagai bibit. Bunga bawang bombai
dapat juga berbentuk biji yang cukup dengan warna hitam.
Bawang Perai
Bawang perai memiliki nama latin Allium Porrum dan memiliki varietas-varietas seperti
reuzen van ceranthan, goliath, dan olifant. Untuk variedas olifant ini orang sering
menyebutnya sebagai bawang gajah. Bawang perai memiliki ciri fisik daunnya
membentuk helai pipih berbentuk talang.
Bawang Bakung
Bawang Bakung dengan nama latinnya Allium Fistulosum di beberapa daerah
memiliki beberapa nama antara lain bawang sop, bawang daun, bawang
semprong, dan bawang oncang. Bawang bakung tumbuh tidak membentuk umbi,
bagian pangkal bawah yang membengkak menyerupai umbi adalah lapisan
pangkal daun yang berisi cadangan makanan.
Bawang Ganda
– Tanaman ini memiliki umbi merah menyala dengan permukaan yang sangat licin.

– Komposisi daun bersirip ganda dan letak daunnya berpasangan.

– Bentuk daun seperti pita atau garis

– Memiliki bunga putih sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias


(karena indahnya bunga bawang dayak).

– Sepintas, hampir tidak bisa dibedakan dengan bawang merah yang kita kenal.
Bawang Kucai
Mencegah kanker
Flavonoid dan sulfur yang terdapat dalam kucai dapat mencegah beberapa jenis kanker. . Seperti, kanker usus besar, kanker payudara, kanker prostat, kanker
paru-paru dan kanker perut. Kucai dapat melawan radikan bebas dan mencegah perkembangan kanker
Mengatasi masalah kulit
Kucai memiliki sifat anti bakteri dan anti jamur yang sangat baik untuk mengatasi infeksi kulit. Gunakan kucai saat memakai lotion, scrab dan luka. Kucai juga
dapat membunuh bakteri dan jamur saat kulit Anda mengalami memar.
Membantu mencegah jerawat
Beta karoten yang terdapat dalam daun bawang bermanfaat untuk membersihkan kulit, sehingga kulit terbebas dari jerawat. Asupan periodik kucai dapat
mempercerah kulit.
Menurunkan berat badan
Kucai bermanfaat untuk menurunkan berat badan, makanan ini banyak dikonsumsi bagi mereka yang sedang diet. Kucai sarat dengan antioksidan, serat,
vitamin, kalsium dan mineral. Yang baik untuk kesehatan tubuh.
Menurunkan tekanan darah dan kolestrol
Kucai mengandung allicin, sama seperti bawang putih dan daun bawang. Allicin dapat bermanfaat untuk mengurangi tekanan darah dan menurunkan kolestrol
dalam tubuh. Selain itu, juga bermanfaat untuk menghilangkan bakyeri dan jamur dalam saluran usus.
Mencegah sembelit
Kucai kaya akan serat makanan yang dapat membantu mempelancar pencernaan. Fiber yang terdapat dalam kucai mampu menghilangkan sembelit.
Mencegah rambut rusak
Daun kucai dapat memperkuat folikel rambut dan meningkatkan aliran darah dari kulit kepala ke akar. Kucai digunakan dalam beberapa produk perawatan
rambut, karena dikenal untuk menghentikan rambut rontok