Anda di halaman 1dari 13

POLITIK DAN STRATEGI

NASIONAL

1
PENGERTIAN POLITIK DAN STRATEGI
NASIONAL
Politik Politeia (Bhs Yunani) mempunyai
makna kepentingan umum. Strategi strategia
yang diartikan the art of the general (Jendral
Karl von Clausewitz). Dalam pengertian umum
strategi adalah cara untuk mendapatkan
kemenangan atau mencapai tujuan. Strategi
pada dasarnya merupakan seni dan ilmu
menggunakan dan mengembangkan kekuatan
(ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan
pertahanan keamanan).

2
POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

Politik strategi nasional dapat


diartikan sebagai cara melaksanakan
kebijaksanaan umum dan
pengambilan kebijakan untuk
mencapai suatu cita-cita dan tujuan
nasional untuk mencapai masyarakat
adil, makmur dan sejahtera secara
merata dan menyeluruh.
3
Makna Pembangunan
Dalam pelaksanaannya bukan hanya menjadi
tanggung jawab pemerintah, tetapi juga
menjadi tanggung jawab seluruh rakyat
Indonesia.
Peran rakyat: mengikuti program wajib belajar,
membayar pajak, melestarikan lingkungan
hidup, mentaati segala peraturan perundangan
yang berlaku, menjaga ketertiban dan
keamanan. Pembangunan nasional mencakup
hal-hal yang bersifat lahiriah dan batiniah yang
selaras, serasi, dan seimbang.
4
Manajemen Nasional
Pada dasarnya sistem manajemen nasional
merupakan perpaduan antara tata nilai,
struktur, dan proses uhtuk mencapai
kehematan, daya guna, dan hasil guna
sebesar mungkin dalam menggunakan
sumber dana dan daya nasional demi
mencapai tujuan nasional

5
KONTEKS STRATEGIS
Konteks Strategi: Global dan Regional.
Global: Kecenderungan hubungan masyarakat
internaisonal dan hubungan antar negara
dibangun atas dasar saling percaya dan saling
menghormati. Penciptaan kondisi seperti itu
memberikan peluang yang sangat baik bagi suatu
dialog guna menghadapi perbedaan pandangan
atas suatu isu bersama.
Regional: kecenderungan global merupakan
salah satu faktor yang sangat mempengaruhi
dinamika keamanan regional.
6
PERAN NEGARA-NEGARA BESAR
DALAM STRATEGI REGIONAL
Kecenderungan keamanan Asia Tenggara: adanya
berbagai konflik yang bersumber dari klaim teritorial,
keamanan jalur komunikasi laut dan jalur perdagangan
melalui laut, keamanan non-tradisional; terorisme,
perompakan dan pembajakan di laut, penyelundupan
senjata, migrasi ilegal, ataupun penangkapan ikan
ilegal. Amerika Serikat (AS) yang merupakan satu-
satunya negara adidaya, memiliki kepentingan yang
sangat besar di seluruh dunia, termasuk di kawasan Asia
Tenggara, baik kepentingan politik, ekonomi, maupun
keamanan.

7
ISU KEAMANAN PERAIRAN
Data Internasional Maritime Bureau (IMB) Kuala Lumpur
tahun 2001, dari 213 laporan pembajakan dan
perompakan yang terjadi di perairan Asia dan kawasan
Samudera Hindia, 91 kasus diantaranya terjadi di
perairan Indonesia (Data TNI AL menyatakan hanya 61
kasus).
Internasional Maritime Organization (IMO) menyatakan
bahwa aksi perompakan yang terjadi diperairan Asia
Pasifik, khususnya kawasan Asia Tenggara adalah yang
tertinggi di dunia.

8
ISU PERBATASAN ANTARNEGARA
Indonesia memiliki sepuluh negara tetangga
yang berbatasan, yakni:
1. Malaysia, (intriks daratan Kalimantan)
2. Singapura, (pengerukan pasir)
3. Thailand, paling aman sudah sepakat
4. India, P. Rondo (ina) – P. Nicobar (ind)
5. Filipina, perairan utara dan selatan Pulau Miangas
6. Vietnam, Pulau Sekatung (ina) – P. Condore
7. Papua Nugini, kesamaan kultur dan kerabat
8. Australia, celah Timor
9. Palau, belum sepakat batas ZEE
10.Timor Leste. Klaim hak-hak tradisional 9
Gerakan Separatis Bersenjata

Aksi-aksi yang dikembangkan oleh kelompok


separatis dalam bentuk tindakan kejahatan
dan kekerasan telah menimbulkan gangguan
terhadap tata kehidupan masyarakat.
Kejahatan dan kekerasan yang dilakukan
kelompok separatis tersebut, tidak saja
menyebabkan kerugian materi dan korban
jiwa, juga mengakibatkan terjadinya
pengungsian penduduk, serta mengganggu
fungsi pemerintahan

10
Terorisme
Sejak tahun 1999 hingga peristiwa
pemboman di Bali tanggal 12 Oktober
2002, kegiatan teror di Indonesia cukup
meningkat.
Terorisme telah merupakan ancaman
nyata terhadap keselamatan bangsa,
bahkan menjadi ancaman bagi demokrasi
dan masyarakat sipil (civil society).

11
ISU KONFLIK KOMUNAL
Karakteristik geografis berupa negara kepulauan, sangat
potensial munculnya friksi-friksi komunal. Konflik
komunal dapat dipicu oleh ekslusivisme suku, agama, ras
dan antargolongan (SARA), serta kesenjangan sosial
ekonomi.
Kondisi masyarakat Indonesia yang rentan terhadap
tindakan provokasi, memudahkan konflik komunal
berkembang cepat dan luas, serta memungkinkan
gangguan terhadap ketertiban publik yang seara
eskalatif dapat mengganggu stabilitas keanaman
nasional.

12
GERAKAN KELOMPOK RADIKAL

Selain yang berbasis ideologi, muncul pula


radikalisme dalam bentuk lain, misalnya dengan
menggunakan atribut agama. Konflik di Maluku
dan Poso, menunjukkan adanya peran kelompok-
kelompok tersebut. Faham keagamaan telah
diimplementasikan secara sesat dan
menyimpang, untuk mempengaruhi dan
meyakinkan para pengikutnya, bahwa
perjuangannya adalah perjuangan suci.

13