Anda di halaman 1dari 15

Fibronektin Fetus (fFN) Pada Partus Prematurus Imminen

Dengan Kejadian Persalinan Prematur

“fetal Fibronectin (fFN) on the Imminent Premature


Parturition In Correlation with Incidence of Preterm Labor”

Kelompok 1
LATAR BELAKANG
fFN adalah salah satu ramuan biokimia yang paling
sering digunakan untuk memprediksi risiko
persetubuhan premature dan tingkat keberhasilan
telah terbukti dalam penelitian terkontrol secara acak
pada wanita simtomatik dan asimptomatik. Nilai uji
fFN terletak pada nilai prediktif negatif yang tinggi
TUJUAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan kadar fFnN dalam sekret serviks dan
vagina ibu hamil yang mengalami partus premature
imminen dengan kejadian persalinan premature
POPULASI
Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit RSUD Saiful
Anwar Malang, RSUD Bangil serta RSUD Ngudi
Waluyo Wlingi. Jumlah total 32 sampel pasien yang
diperiksa, 14 pasien merupakan primigravida dan 18
pasien merupakan multigravida 17 pasien mengalami
persalina aterm dan 15 pasien mengalami persalinan
prematur.
Intervensi
1. Pengambilan spesien
2. Pengukuran Tingkat fFN (Fetal Fibronec Tin Enzyme
Immunoassay)

Dalam penelitian ini ada beberapa kriteria inklusi dan


eksklusi, diantaranya:
KRITERIA
INKLUSI

• Wanita hamil dengan usia kehamilan 30 minggu – 34 minggu


yang mengalami prematur segera
• Tidak disertai dengan infeksi intrauteri sesuai dengan kriteria
Gibbs yang membutuhkan penghentian kehamilan.
• Kelainan kongenital janin
• Kelainan bentuk rahim
• Pendarahan anterpartum
• Preeklamsia
• Eklamsia
• Gemelli
• Polihidramion
• Bersedia mengikuti studi penelitian
KRITERIA
EKSKLUSI

• Wanita hamil dengan kelahiran prematur imminen


yang menolak studi peneltian
• Pecah ketuban dini
• Melakukan hubungan seksual kurang lebih 24 jam
sebelum studi penelitian
• Komplikasi saat kehamilan
Comparasi
1. Hasil Uji Perbandingan Subyek Usia
Berdasarkan hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan
bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan (p value
0,445 0,05), usia rata-rata subjek penelitian, antara
kelompok aterm (25,24 ± 7,97 tahun) dan kelompok
prematur (7,27 ± 27,33 tahun ). Hal ini menjelaskan
bahwa usia subjects tersebar merata berdasarkan
kejadian persalinan antara kelompok aterm dan
kelompok prematur.
2. Berdasarkan hasil uji Mann Whitney menunjukkan
bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan (p value
0,000 0,05) antara tingkat rata-rata fFN (ng / ml) pada
kelompok aterm (13,01 ± 7,57 ng / ml) dan kelompok
prematur (56,29). ± 27,77ng / ml). Hal ini
menunjukkan bahwa subjek dengan kejadian
kelahiran premature menunjukkan peningkatan fFN
yang lebih tinggi dibandingkan dengan subjek dengan
persalinan aterm
• 3. Hasil Uji Korelasi Tingkat fFN dengan Kejadian
Persalinan Preterm
Ada hubungan yang sangat signifikan antara terjadinya
persalinan dengan tingkat fFN (p value 0,000) pada
subjek pencarian kembali (n 32) dengan hubungan
yang kuat (koefisien korelasi 0,797). Nilai positif
(0,797) menunjukkan ada hubungan yang sangat kuat
antara dua variabel, yaitu peningkatan tingkat fFN
terkait dengan peningkatan persalinan prematur, dan
begitu juga sisi lain, ketika ada penurunan dalam
kejadian persalinan prematur, fFN juga akan menurun
Outcome
Hasil uji korelasi spearman’s Rho juga menunjukkan
adanya hubungan yang kuat antara kadar fFN dengan
kejadian persalinan premature
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
• KELEBIHAN
Studi ini diperkuat oleh terjadinya persalinan premature
pada tikus hamil setelah disuntik dengan fFN. Hasil ini
memberikan gambran baru dari peran fFN dalam
patogenisis persalinan prematur dan prosesnya mungkin
terjadi karena peningkatan tingkat fFN pada ibu dengan
prematur yang akan terjadi dan akan mengalami
persalinan prematur.

• KEKURANGAN -
Kesimpulan
Secara signifikan dapat meningkatkan discharge
servicovaginal ibu hamil yang prematur segera yang
mengalami preterem labor dibandingkan dengan
wanita hamil yang mengalami persalinan aterm
SARAN
• Bagi peneliti selanjutnya diharpkan agar melakukan
penelitian yang sama dengan jumlah sampel yang
lebih banyak.
TERIMA
KASIH