Anda di halaman 1dari 30

Dalam Akreditasi Puskesmas

 KTD (Kejadian Tidak Diharapkan) adalah insiden


yang mengakibatkan cedera pada pasien.
 KNC (Kejadian Nyaris Cedera) adalah
terjadinya insiden yang belum sampai terpapar
ke pasien.
 KTC (Kejadian Tidak Cedera) adalah insiden
yang sudah terpapar ke pasien, tetapi tidak
timbulcedera.
 KPC (Kondisi Potensial Cedera) adalah kondisi
yang sangat berpotensi untuk menimbulkan
cedera,tetapi belum terjadi insiden.
 Kejadian sentinel adalah suatu KTD yang
mengakibatkan kematian atau cedera yang
serius.
 Salah satu upaya untuk menurunkan KTD
adalah dengan menerapkan manajemen
resiko.
 resiko adalah kerugian yang mungkin terjadi
pada suatu waktu atau kegiatan.
 Manajemen resiko dapat didefinisikan
sebagai proses mengenal, mengevaluasi,
mengendalikan, meminimalkan resiko dalam
suatu organisasi secara menyeluruh.
KTD

Manajemen
resiko
Peluang terjadinya sesuatu
Yang akan berdampak pada
TUJUAN (suatu organisasi)

resiko Pelayanan melekat


pada pelayanan
Perubahan budaya kerja
Reaksioner dan penanggulangan

Pencegahan dan pengelolaan


ORGANISASI

KLINIS

NON KLINIS

FINANSIAL
Menciptakan lingkungan
“AMAN”

Bagi Organisasi
Bagi Pasien
Bagi Karyawan
 Siapayang bertanggungjawab
 Manajer maupun program-program
 Komunikasi
 Koordinasi
 Akuntability
Menetapkan lingkup Manajemen resiko

Identifikasi resiko

Analisis resiko Kajian


resiko
Evaluasi resiko

Tindakan / Treatment terhadap resiko


Contoh : resiko terkait perawatan pasien
Identifikasi resiko
( audit, komplain, klaim, insiden )
Analisis resiko
Berat ringan resiko & analisis akar penyebab
Evaluasi resiko
Menetapkan apakah resiko memerlukan
treatmen atau tidak.
Jika Iya, susun rencana tindakan

Ongoing Monitoring
 Identifikasi resiko proaktif :
Metode yang dapat dilakukan diantaranya:
audit, inspeksi, brainstorming, pendapat
ahli, belajar dari pengalaman rumah sakit
lain, FMEA, analisa SWOT, survey, dan lain-
lain.
 Identifikasi resiko reaktif
Metoda yang dipakai biasanya adalah melalui
pelaporan insiden.
 adalah proses untuk memahami sifat
resiko dan menentukan peringkat
resiko
 Analisa peluang dan dampak ini
paling mudah jika dilakukan dengan
cara kuantitatif
1 = resiko ekstrim
2 = resiko tinggi
3 = resiko menengah
4 = resiko rendah
 Evaluasi resiko adalah proses membandingkan
antara hasil analisa resiko dengan kriteria resiko
untuk menentukan apakah resiko dan/atau
besarnya dapat diterima atau ditoleransi
 Sedangkan kriteria resiko adalah kerangka acuan
untuk mendasari pentingnya resiko dievaluasi
 Dengan evaluasi resiko ini, setiap resiko dikelola
oleh orang yang bertanggung jawab sesuai
dengan peringkatnya. Dengan demikian, tidak
ada resiko yang terlewati, dan terjadi
pendelegasian tugas yang jelas sesuai dengan
berat – ringannya resiko.
 Penanganan resiko adalah proses
untuk memodifikasi resiko.
 Penanganan resiko : resiko melekat
pada pelayanan – mencari akar
permasalahan mengapa resiko itu
terjadi (input puskesmas) – tindakan
/ intervensi – resiko minim
 Risk Register (daftar resiko).
 Risk Register ini bersifat sangat
dinamis.
 Severity Assessment
 RCA (root caused analysis)
 FMEA (Failure Mode and Effect
Analysis
Severity assessment menentukan
tingkat keparahan resiko,
variable yang digunakan untuk
menilai keparahan adalah
dampak resiko dan probabilitas.
 Frequent (sangat sering terjadi, tiap
minggu/bulan)
 Probable (sering terjadi , beberapa
kali/tahun)
 Possible (mungkin terjadi, 1 sd 2 kali setahun
 Unlikely (jarang terjadi , 2 sd 5 tahun sekali)
 Rare (sangat jarang terjadi (> 5 tahun/kali)
 Extreme
 Major
 Moderate
 Minor
 Minimal
 Extreme risk
 High risk
 Moderate risk
 Low risk
 resiko AKIBAT PENYELENGGARAAN
PELAYANAN KLINIS
 resiko AKIBAT PENYELENGGARAAN
KEGIATAN UKM
 resiko YANG TERKAIT DENGAN KONDISI
SARANA, PRASARANA, DAN PERALATAN
YANG ADA DI PUSKEMAS
 Alat untuk mendokumentasikan resiko-
resiko dan tindakan untuk mengelola tiap
resiko tersebut.
 Merupakan kunci keberhasilan dalam
mengelola resiko
 Resiko-resiko yang diidentifikasi dicatat
dan disusun tindakan untuk merespons
resiko-resiko tersebut.
No Pelayanan/Unit Risiko yang Kegaw Probab Tingkat Penyebab Akibat Pencega Upaya Penangg Pelaporan
Kerja mungkin terjadi atan ilitas risiko terjadinya han penanganan ung jika
(Severi (sangat risiko jika terkena jawab terjadi
ty) tinggi, risiko (PIC) paparan
tinggi,
sedang,
rendah)
1 Pelayanan Bagi pasien:
laboratorium
1. specimen
tertukar
2. dst

Bagi
petugas:
1. terpapar
reagensia
korosif
2. dst
Bagi
lingkungan:
1. limbah lab
infeksiun
2. dst
UKM:
15 Pencegahan
Penyakit
a. Kegiatan Bagi
fogging lingkungan:
1. Sangat Petug